Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 92


__ADS_3

Happy reading!!


"Apa di dalam sini sudah ada isinya?"Roni menghentikan kegiatannya,mengusap perut Sefi yang masih rata dengan lembut.


Pertanyaan Roni sontak membuat mata Sefi terbuka,ikut melihat ke arah tangan Roni berada.


"Aku sangat berharap,usaha kita yang pertama membuahkan hasil yang manis di dalam sini"Roni membungkukkan kepalanya kemudian mencium perut Sefi.


"Kak"


"Hem"


"Apa kakak sudah siap untuk menjadi seorang ayah?"


"Tentu saja,aku sangat berharap secepatnya akan menjadi seorang ayah."


"Bagaimana dengan mu? Apa kamu sudah siap menjadi ibu dari anak-anak ku?"Roni kini memeluk Sefi dengan erat,menyudahi kegiatannya di perut istrinya itu.


Sefi mengangguk tanda menyetujui ucapan Roni.


"Brian dan Tia sudah memiliki dua anak laki-laki,sementara Reno juga Lidya sudah mempunyai dua anak perempuan.Begitu juga Kevin dan Sita,mereka juga sudah mempunyai seorang putri cantik.Tinggal kita berdua yang belum punya anak. Bagaimana jika kita berusaha membuatnya mulai sekarang?"Roni langsung membuka kemeja yang masih menempel di tubuhnya,kemudian membuangnya begitu saja.Kini tubuh mereka berdua sudah sama-sama terlihat polos,dengan menahan rasa malu Sefi menutup wajahnya.


"Sekarang aku adalah milikmu seutuhnya,begitu juga dengan dirimu,semua ini adalah milik ku"Roni membuka kedua tangan Sefi dan mengangkatnya ke atas,menahan tangan nya agar tidak dapat menutup wajah nya lagi.


"Kak,aku malu"


"Kenapa harus malu?Bukankah waktu itu,sudah melihat semuanya?"


"Waktu itu aku mabuk atau kenapa yah,aku sudah tidak ingat"


"Sama saja,yang penting sudah lihatkan?Apa mau di ingatkan lagi,bagaimana rasanya?"goda Roni dan sontak saja membuat Sefi menganggukkan kepalanya.Bibir Roni tersenyum melihat kepolosan istrinya itu.


Roni mulai memberikan kecupan lembut pada area sensitif yaitu pada leher dan telinga Sefi.Kembali ke bibir,mengecupnya dengan lembut,menciptakan rasa nyaman dan rileks pada tubuh wanitanya.


Roni memasuki wanitanya dengan perlahan,hinga membuat keduanya menikmati suasana panas di siang hari.

__ADS_1


Sudah beberapa jam berada di dalam kamar,matahari di ufuk barat sudah mulai tenggelam.Sefi terbangun dari tidurnya setelah habis bermain untuk beberapa jam tang lalu.Bibirnya tersenyum saat mengingat semua itu.


"Apa aku sudah gila?"gumam nya pelan seraya membayangkan permainan mereka tadi.Sefi menggelengkan kepalanya,merasa pikiran konyol nya itu selalu berputar di ingatannya.


"Sudah bangun sayang?"suara Roni mampu membuat Sefi terkejut.


Roni memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya di rumah saja,karena tidak tega meninggalkan istrinya tidur sendiri.Roni duduk di sofa yang memang di sediakan di kamar itu,menatap Sefi sambil tersenyum.


"Kak,"menoleh ke arah Roni ,mungkin saja suaminya itu sudah melihatnya tersenyum sendiri sejak tadi.


"Mau mandi bersama?"ucapnya seraya meletakkan laptop ke meja.Berjalan menghampiri istrinya ke atas tempat tidur.


Melihat penampilan suaminya tidak memakai baju hanya memakai celana panjang saja,mampu membuat mata Sefi terpana.Tampan itulah yang ada di pikirannya saat ini.


"Aku menunggu mu bangun agar kita mandi bersama,setelah itu kita akan keluar untuk makan malam"ucapnya dengan tenang sambil mengecup kening Sefi.


"Mau di gendong?"ujar Roni lagi.


Sefi mengangguk,hatinya sangat bahagia di perlakukan sangat manis oleh suaminya itu.Akhirnya mereka berdua masuk kedalam kamar mandi,mandi bersama setelah menjadi pasangan suami istri.


Satu jam mereka menghabiskan waktu di dalam kamar mandi,entah apa saja yang mereka lakukan.Hanya autor yang tahu.Janji hanya mandi saja,namun lagi-lagi mereka melakukannya di kamar mandi.Wajah rona merah terlihat jelas di wajah Sefi,karena tidak menyangka Roni akan membuatnya mengambil alih permainan,bermain di atas tubuh suaminya itu di iringi air yang mengalir bahkan suara mereka menggema di seluruh ruangan kamar mandi itu.


*


*


"Sayang,apa mau di suap?"pria yang satu ini,entah mengapa selalu berhasil membuat hati wanitanya berbunga-bunga.


Usia yang terpahut jauh,tidak membuatnya menjadi sosok yang hambar.Roni berusaha menyeimbangi sikap dan perbuatannya sesuai yang di harapkan istrinya itu.Karena impian setiap wanita yang sudah menikah adalah di perhatiakan dan di limpahkan kasih sayang.


Roni memotong steak dengan garfu dan pisau kecil di tangannya.Memberikan potongan kecil itu ke dalam mulut wanitanya.


"Makanlah yang banyak,karena nanti malam kita masih bekerja keras lagi"ucapnya menggoda wanita di depannya.


"Cukup Kak,sekarang giliran aku yang suapin suamiku"ucap Sefi langsung mengambil alih,gantian menyuapi suaminya.

__ADS_1


Saling suap-suapan,pasangan pengantin baru itu menghabiskan makan malam nya dengan lahap.Terlebih Sefi yang akhir-akhir ini tidak selera makan dan malam ini entah mengapa nafsu makan nya tiba-tiba berubah.


Ponsel Roni berdering..


Setelah melihat nomer yang tidak di kenal,Roni sengaja membiarkan saja dan tidak mengangkat panggilan itu.


Sefi yang melihat suaminya itu pun lantas langsung bertanya"mengapa tidak di angkat?"tanya Sefi sambil melirik ke layar ponsel yang menyala.


"Tidak kenal"


"Angkat saja,mungkin saja ada yang penting"


Roni mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau.


"Hallo?"


"Akhirnya di angkat juga,tahu tidak? Sejak tadi aku mencari mu bahkan aku datang ke kantor mu,tapi kamu tidak ada di sana"suara seorang wanita terdengar sangat menghawatirkan pria itu.


Roni menjauhkan ponselnya dari telinganya,menekan tombol speaker dan suara wanita itu juga dapat di dengar oleh Sefi.


"Maaf,dengan siapa ini?"jawab Roni karena merasa tidak mengenal suara wanita itu.


"Aku Sesil,dokter dari rumah sakit xx."Roni dan Sefi saling berpandangan.Mengapa dokter itu mencari suaminya.


"Ada perlu apa menelponku"


"Astaga ! Luka mu belum sembuh benar,hari ini aku bahkan tidak mengganti perban di perut mu.Akan infeksi jika perban itu tidak di ganti"Roni langsung memberikan ponselnya pada Sefi.Istri cantik nya itu,menggeleng tidak ingin mencampuri urusan suaminya.


Tatapan memohon dari Roni,akhirnya Sefi menerima ponselnya.Suara wanita itu masih terdengar jelas,menjelaskan tentang infeksi luka jika tidak rajin di ganti.


"Ibu dokter boleh datang besok pagi saja yah,karena pasien ibu sedang sibuk"suara Sefi sontak membuat dokter Sesil menyudahi ceramahnya.


"Baiklah,besok pagi aku akan datang. Sampaikan padanya untuk menungguku."Dokter itu menyudahi panggilannya.


"Mengapa menyuruhnya untuk datang?"tanya Roni tidak suka,saat Sefi sendiri yang menyuruh dokter itu datang besok pagi.

__ADS_1


"Sayang,biarkan dokter itu memeriksa luka mu,karena tadi aku juga melihatnya basah saat mandi."Ucap Sefi sambil memberikan ponsel Roni ke tangannya.


"Apa makan nya sudah siap? Kita pulang sekarang yah"Roni kembali tersenyum saat melihat perhatian istrinya itu. Awalnya dia memang tidak suka saat wanita nya itu mengijinkan dokter itu datang ke rumah mereka,tapi demi kebaikannya sendiri lah istrinya melakukan semua itu.


__ADS_2