
Setelah kembali dari rumah papa Jodi Anggara.Sefi dan Roni memilih langsung ke kantor untuk bekerja.Terdiam di termenung,kenapa seorang Jodi Anggara yang dulu di kenalnya sangat menyayangi keluarga terlebih padanya putrinya seorang,bisa berubah menjadi pria yang egois.
Keluarganya hancur dan tersingkirkan,Jodi Anggara bahkan tidak peduli.Mama Lina juga sakit,Jodi juga tidak peduli.Dan sekarang Jodi akan berubah menjadi pria yang baik hanya karena ingin putrinya menikah dengan pria pilihannya.
"Pria seperti apa dia yang tidak bisa menjaga dan melindungi keluarganya sendiri.Dia bahkan sudah tidak peduli lagi pada ku semenjak aku kuliah di Jerman."Sefi teringat hanya membawa sebuah ATM mama Lina untuk uang sakunya sementara pengeluaran yang lain dari kartu yang di berikan Brian padanya.Dan sampai sekarang Sefi bahkan masih menyimpan kartu tersebut.
"Apa uangku sudah cukup untuk mengembalikan uang kak Brian.Sepertinya aku harus bicara padanya"gumam Sefi pada diri sendiri.
"Sefi,ini semua berkas yang harus kamu pelajari mulai saat ini."Sefi terkejut melihat kedatangan Vani.Vani datang membawa tumpukan berkas dan meletakkan nya di meja kerja Sefi.
"Banyak sekali"Sefi menggeser kursinya agar dapat menjangkau berkas itu.
"Ya,mulai saat ini semua ini adalah pekerjaanmu."Vani berusaha tersenyum.
"Kenapa? Bukankah ini adalah bagian dari tugasmu?"tanya Sefi.
"Dengar,mulai besok aku akan pindah tugas keluar kota.Jadi sebagai gantiku,kau harus bisa mengerjakan pekerjaanmu.Semuanya aku serahkan padamu"ujar Vani.
"Oh,satu lagi.Aku mengundang mu untuk menghadiri pesta nanti malam"ucap Vani.Vani tersenyum karena ada jalan untuk membawa Sefi.
"Pesta?"tanya Sefi.
"Iya,Kak Roni mengadakan pesta perpisahan kecil-kecilan sebagai bentuk apresiasi kerja keras ku selama ini.Semacam ucapan terima kasih nya"sahut Vani.
"Setelah pulang nanti,kita akan pergi bersama karena pesta nya diadakan dekat pantai."
"Apa pegawai yang lain juga ikut?"Sefi masih bertanya membuat Vani jengah namun masih tetap berusaha tersenyum.
"Tentu saja,bahkan ibu Dini juga ikut serta.Ini adalah pesta khusus untuk ku,jadi aku mengundang mereka juga"ucap Vani.
"Baiklah,tapi aku harus ijin dulu sama mama"ucap Sefi.
"Iya tentu saja"ujar Vani.
Vani tidak perduli Sefi minta ijin pada siapa.Yang penting baginya bisa membawa Sefi tanpa halangan sedikit pun.
"Jangan lupa jam tujuh kita berangkat bersama"ujar Vani.Setelah mengatakan hal itu Vani pergi ke ruangannya.Menyusun berbagai hiasan di meja kerjanya ke dalam beberapa kotak.Kemudian membereskan berkas-berkas yang masih tersisa untuk di berikan pada ibu Dini.
"Apa kamu sudah membereskan semuanya?"seorang pria datang menghampiri Vani.
"Kamu siapa?"tanya Vani saat melihat pria tersebut.
"Aku Fahri.Aku adalah sekretaris baru pak direktur"Fahri memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.Namun Vani acuh tidak menanggapi.
"Jadi secepat itu dia mencari penggantiku?"gumam Vani namun masih bisa di dengar oleh Fahri.
"Jika anda sudah selesai membereskan barang anda.Segeralah temui pak direktur di ruangannya"ucap Fahri.
Cih
__ADS_1
"Pergilah,aku akan segera menemuinya"ujar Vani.
Beberapa menit kemudian,Vani masuk ke ruangan pak direktur.Vani duduk setelah di persilahkan oleh Roni.
"Jadi kau lebih memilih di pindah tugaskan? Aku pikir kau akan mengundurkan diri"ujar Roni.
"Kak,apa kau tidak bisa mengubah keputusanmu?"Vani bangkit berdiri menghampiri Roni ke tempat duduk nya.Dan kini Vani duduk di samping Roni.
"Aku tidak mentolerir kesalahan ketiga.Cukup hanya dua kesalahan yang kau lakukan."Roni menatap Vani.Kemudian berdiri karena tidak ingin Vani duduk di dekatnya.
"Pertama kau sudah mengirim foto Sefi dengan Aliando ketika rapat di luar kantor.Kau melakukannya supaya membuat aku marah.Dan kedua kau sudah--"ucapan Roni terputus saat Vani langsung angkat suara.
"Kak,kenapa kau tega sekali.Aku melakukan itu karena aku mencintaimu.Aku tidak bisa melihatmu dekat dengan wanita lain. Aku cemburu "Vani dengan berani memeluk Roni dengan erat.
"Apa yang kau lakukan?"seru Roni.
"Vani,lepaskan!
"Tidak,aku tidak akan melepaskanmu"Vani masih memeluk Roni dengan erat hingga membuat Roni kehilangan keseimbangan.
"Awaw"keluh Vani saat mereka terjatuh kelantai dengan posisi Roni di atas Vani.
Roni ingin langsung berdiri namun Vani menariknya hingga membuat tubuh mereka semakin dekat bahkan bibir mereka saling bersentuhan.Tidak melepaskan kesempatan yang sangat langka itu.Vani langsung mencium Roni dengan cepat.
"Kau !"ucap Roni sembari menghapus bekas lipstik Vani di bibirnya.
"Kak,apa yang kalian lakukan?"Sefi datang di saat yang tidak tepat.Berkas yang di pegangnya terjatuh begitu saja ke lantai.
Roni langsung berdiri dan menghampiri Sefi yang masih mematung di dekat pintu.Sementara Vani sibuk membenarkan pakaiannya.
"Maaf,aku sudah lancang mengganggu kalian berdua"Sefi ingin berlalu tapi Roni mencegahnya menarik tangan Sefi agar masuk ke dalam ruangannya.
"Vani kau bisa jelaskan apa yang terjadi?"ucap Roni sambil menatap Vani dengan tajam.
"Menjelaskan tentang apa ? Sefi sudah melihatnya sendiri"ucap Vani.
"Aku tidak ingin mendengar apapun dari kalian"ucap Sefi.
"Oh,maaf Sefi.Mengapa kau datangnya di waktu tidak tepat.Kau sangat mengganggu sekali.Kau pasti tahu sendiri bagaimana hubungan antara pria dan wanita pada jaman sekarang.Ciuman dan saling sentuh adalah hal yang wajar."Vani tidak takut melihat tatapan Roni,dia bahkan semakin membuat Roni marah.
"Vania Hermawan ?"seru Roni dengan marah.
"Apa Kak,memang itu kenyatannya,bukan?"ujar Vani.
"Kau?"Roni ingin menghampiri Vani namun dengan cepat Vani berlari menuju pintu.
"Sefi,jangan lupa dengan yang sudah aku katakan tadi"Vani langsung menghilang dari pandangan mereka.
"Sayang,biar aku jelaskan"ucap Roni sambil memegang tangan Sefi.
__ADS_1
"Katakan,aku akan mendengarnya."Sefi memilih duduk untuk mendengar penjelasan Roni.
Biasanya wanita jika berada di dalam situasi seperti ini akan marah atau teriak bahkan memaki dan berlari menjauh.Tapi berbeda dengan Sefia Anggara,wanita cantik itu kini duduk manis mendengarkan penjelasan kekasihnya.
"Bibirnya sangat memukau,benarkan?"ujar Sefi di sela-sela penjelasan Roni.
"Sayang,bukan begitu maksudku"ujar Roni.
"Lalu"
"Sudah ku katakan dia memelukku terlebih dahulu,karena terlalu erat makanya aku sampai kehilangan keseimbangan"terang Roni.
"Dan kalian terjatuh bersama"potong Sefi.
"Ya"jawab Roni dengan pendek.
"Lalu kalian berciuman"ujar Sefi lagi.
"Ya,eh bukan.Vani yang nyosor duluan"Roni membenarkan ucapannya.
"Apakah kalian menikmatinya?"tanya Sefi.
"Pertanyaan macam apa itu"sahut Roni.
"Jawab saja,apa susah nya si"ujar Sefi.
"Tentu saja tidak"ucap Roni dengan cepat.
"Ya sudah,aku mau ke ruangan ku karena semuanya sudah jelas"ujar Sefi.
"Sayang,kamu masih marah ?"
"Tidak"
"Lalu kenapa pergi"
"Aku mau kerja,Kak"
"Benarkah"
"Hem"
"Ya sudah,aku antar sampai ruangan mu yah"
"Tidak perlu"
"Aku mohon"
"Terserah"
__ADS_1
"Hehehe,dia tersenyum lagi"ucap Roni sambil mengikuti Sefi dari belakang.