
Roni menghentikan mobilnya di pekarangan rumah itu,sepanjaang jalan tampak pepohonan tumbuh tertata rapi hingga sampai di sekitar rumah itu.Posisinya memang tampak sama persis seperti di dalam foto,namun sedikit ada perubahan dari warna cat tembok rumah itu.
Roni turun dari mobil,memandang sekitarnya,tampak sepi.Ada beberapa rumah tetangga namun sedikit jauh dari rumah itu.Rumah itu berdiri kokoh,satu-satunya rumah yang mewah di banding rumah sekitarnya.
"Apa ini rumah itu,tapi ini sesuai dengan alamatnya"Roni menatap foto di tangannya,kemudian kembali menatap rumah yang kini di hadapannya.
"Brian,aku sudah menemukan rumah itu. Segera datang ke rumah ini. Aku akan mengirim lokasinya"ucap Roni menghubungi Brian dari ponselnya setelah ia yakin sudah menemukan alamatnya.
"Aku yakin,ini adalah rumahnya"Roni memilih berjalan menuju rumah itu,dan detik berikutnya Roni langsung pingsan di tempat karena seseorang datang dan memukulnya dari belakang.
Tidak sempat melihat,siapa pelakunya. Namun,ia masih sempat mendengar suara seorang wanita tampak menjerit memanggil namanya.
"Roni...? Hei apa yang kalian lakukan,mengapa kalian menyakitinya"suara mama Lina berteriak histeris begitu melihat kepala Roni penuh dengan darah.
"Kau benar-benar biadab Jodi? Aku sangat membencimu"pekik mama Lina.
"Diam kamu,atau mulut mu itu ku sumpal biar kamu tahu rasanya"bentak Jodi.
Kehadiran Roni memang sudah di tunggu oleh Jodi.Seorang anak buahnya sudah melapor terlebih dahulu setelah Roni sudah sampai di pekarangan rumah itu,para anak buah Jodi langsung di perintahkan untuk melakukan tugasnya masing-masing.
"Seret dia ke dalam dan ikat dia sekarang juga"perintah Jodi pada anak buahnya.
Roni di duduk kan di sebuah kursi kayu dan kedua tangan Roni di ikat kebelakang beserta kakinya.
Jodi tampak tersenyum puas,karena pria yang di anggap nya sebagai musuh nya,kini datang sendiri mengantarkan nyawa nya,tanpa harus repot Jodi melakukan segala rencana jahatnya.
"Jika dia tidak sadar juga,maka siram saja wajahnya"ucap Aliando pada Jodi.
Kehadiran Aliando di tempat itu juga ingin memastikan apakah Jodi melakukan pekerjaan nya dengan baik.
"Kita tunggu beberapa menit lagi,biarkan dia menikmati mimpi indah nya terlebih dahulu"ujar Jodi.
Hahaha...
Suara tawa mereka membuat seisi ruangan rumah itu tampak bergema.
"Lihatlah wajah anak mu yang tidak berguna itu"tunjuk Aliando saat melihat wajah Reno memandang nya dengan penuh kebencian.
"Abaikan saja wajah jelek nya,dia tidak akan mampu melakukan apapun padamu"ujar Jodi.
__ADS_1
"Baiklah,aku kemari hanya memberikan hasil kerja keras mu"ucap Aliando sambil menyodorkan sebuah koper hitam ke hadapan Jodi.
"Apa sudah sesuai dengan jumlah yang sudah kita sepakati?"selidik Jodi sambil melirik koper tersebut.
"Lihat dan hitunglah sendiri"ujar Aliando.
"Waow luar biasa"Jodi tersenyum puas melihat uang begitu banyak di dalam koper tersebut.
"Dengar,tugasmu belum selesai. Kau harus menikahkan aku dengan putri cantik mu itu"ucap Aliando memperingatkan.
"Beres,putriku sudah di tempat yang sama dengan wanita yang kau culik waktu itu"ucap Jodi.
"Kalau begitu,aku akan mengunjungi mereka berdua"Aliando langsung pergi begitu mengetahui jika Sefi di kurung di gedung yang sama dengan wanita itu.
Terlihat mama Lina dan nenek Salma begitu juga dengan Lidya dan Reno saling berpandangan.Mereka mendengar dengan jelas,bahwa sekarang target mereka adalah Sefia.
"Ma,ijinkan aku menghabisi pria berengsek itu setelah kita bisa keluar dari tempat ini"ucap Reno dengan pelan pada mama Lina.
"Berusahalah untuk kuat nak,kita harus bisa keluar dari tempat ini,agar bisa menyelamatkan adik mu"ucap mama Lina.
"Mas,Sefi dalam bahaya.Kita harus bagaimana?"ujar Lidya.
"Ambilkan aku air"perintah Jodi pada anak buahnya.
Dengan sedikit berlari pria itu membawa sebaskom air kehadapan Jodi."Cih,dasar bodoh,air sebanyak itu cukup untuk memandikan mu"ujar Jodi saat melihat anak buahnya membawa air dengan bertumpahan.
Namun Jodi tetap mengambil air itu dari tangan pria itu dan menyiram wajah Roni sampai airnya tidak tersisa.Pakaian yang di kenakan Roni akhirnya ikut basah kuyup.
"Kau..."seru Roni begitu tersadar dan melihat wajah Jodi.
Hahaha..
"Kau sudah bangun,anak muda?"Jodi menunduk menatap Roni dengan sinis.
"Cih,kau hanya seorang pengecut.Berani nya kau bermain licik"
"Aku tidak mungkin mengadu kekuatan dengan mu,aku sudah tidak muda lagi untuk bertarung langsung dengan mu,jadi jangan salahkan aku,jika aku bermain licik"ucap Jodi.
"Lepaskan aku brengsek?"teriak Roni sambil meludahi wajah Jodi.
__ADS_1
"Sial.hajar dia"teriak Jodi pada anak buahnya.
Bugh
Bugh
Pukulan bertubi-tubi melayang di perut Roni,hingga membuatnya meringis kesakitan.
"Mas,hentikan!"mama Lina berteriak lagi saat melihat Roni di pukuli oleh anak buah Jodi.
"Dasar anak durhaka,aku tidak pernah mengajari mu melakukan kejahatan seperti ini.Jodi hentikan mereka"teriak nenek Salma sambil menangis,nenek Salma sampai terjatuh akibat ingin menggapai tangan Roni.
"Kalian berempat akan aku lepaskan jika kalian sudah menandatangani berkas ini dan memberitahu dimana perhiasan yang kau simpan selama ini"ujar Jodi pada mama Lina.
"Baik,aku akan tanda tangani.Tapi lepaskan Roni terlebih dahulu.Dia tidak bersalah"ucap mama Lina.
"Jangan,ma?"teriak Reno.Reno tidak percaya begitu saja pada Jodi.
"Mama akan tanda tangani,jika itu bisa membuat kita semua bebas"ucap mama Lina.
"Pintar,kau memang istriku yang sangat pintar"Jodi menepuk pundak mama Lina.
"Ma,jangan lakukan itu"seru Reno lagi sambil menggelengkan kepalanya.
"Dasar pria gila,apa mau mu dari ku,hah!"umpat Roni dengan suara lantang.
"Kau masih bertanya,apa mau ku?"tanya Jodi.
"Tinggalkan putriku dan pergilah menjauh darinya.Bila perlu menghilanglah sejauh mungkin. Aku tidak ingin melihat mu berhubungan lagi dengan putriku"ucap Jodi dengan datar.
"Kalau aku tidak mau,kau mau apa? Apa kau ingin membunuh ku?"tantang Roni.
"Aku tidak akan segan-segan menghabisimu,seperti kedua orang tua mu beberapa puluh tahun silam"Jodi menatap Roni dengan tersenyum sinis.
"Apa maksudmu?"Roni terkejut mendengar ucapan Jodi,bahkan keempat orang itu juga ikut terkejut.
"Kau ingin tahu saja,atau kau ingin aku bercerita padamu. Ah ya,anggap saja aku sedang membacakan sebuah dongeng untuk mu"ucap Jodi dengan sedikit tertawa.
"Beberapa puluh tahun yang lalu,mungkin usiamu baru beranjak lima tahun.Kedua orang tua mu meninggal dunia secara mengganaskan,dan berita kematian mereka di cetak di berbagai surat kabar.Kau bisa selamat setelah terlempar dari kaca mobil,begitu juga dengan adik perempuan mu.Hahaha... Cerita yang mengharukan. Apa kau ingin mendengar kelanjutannya?"Jodi menghentikan ceritanya sambil memandang raut wajah Roni yang sudah berubah pias.
__ADS_1
Bersambung.