Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Ban 94


__ADS_3

"Awas kamu,aku akan melakukan sesuatu untuk merebutnya dari mu"Sesil mengepalkan tangannya dengan kuat.Sesil merasakan sesak di dadanya,saat melihat pria yang di sukainya mengecup kening wanita lain,terlebih di depannya langsung.


Sesil masuk kedalam mobil nya,berpikir dengan keras.Bagaiamana cara nya agar setiap hari bisa dekat dengan pria yang di sukainya itu.


"Pak,kita ke kantor papa."Sesil menyingkirkan sedikit ego nya untuk menemui pria tua tersebut.Karena selama ini,Sesil lebih mementingkan karir dan impiannya sendiri.Apa yang akan di lakukan Sesil untuk dekat dengan Roni? Tentu saja akan minta bantuan dari sang papa.


Sementara itu,Roni tampak berjalan dengan santai,memasuki area perkantoran nya.Semua mata tertuju pada dua sosok yang berjalan melalui karyawannya dengan melebarkan senyum nya.Mereka bergandengan tangan,Roni bahkan tidak ingin melepaskana tautan tangan mereka.


Kedua pasangan pengantin baru itu berhenti di salah satu ruangan yang khusus untuk pegawai yang bertugas di dalam ruangan.Senyum nya sejak tadi tidak memudar sama sekali.


"Selamat pagi semuanya"Roni berdiri di hadapan para pegawainya,hingga membuat para pegawainya ikut berdiri didepan meja masing-masing.


"Selamat pagi juga,Pak!"sahut mereka dengan serentak.


"Hari ini saya akan mengumumkan dua kabar bahagia."Roni berhenti sesaat,melihat tatapan semua orang seakan tidak sabar menunggu,apa yang akan di sampaikan atasan mereka.


"Kabar bahagia pertama adalah... Saya sudah menikah dan sudah punya istri yang akan mendampingi hidup saya sampai tua kelak"semua tampak terdiam,bahkan ibu Dini yang juga tidak mengetahui perihal pernikahan Roni.


Roni merangkul pinggang Sefi dengan posesif.


"Dia adalah istriku,Sefia Anggara.Kami sudah menikah beberapa hari yang lalu.Jadi mulai sekarang...kalian harus menghormatinya juga seperti layak nya menghormatiku"ujar Roni lagi.


"Huuuuu...so sweet banget !"riuh suara terdengar,terlebih para pegawai wanita.


"Selamat buat Pak Roni juga ibu Sefia.Semoga pernikahannya langgeng sampai kakek nenek.Bahagia selamanya"ucap mereka satu persatu.


"Selamat menempuh hidup baru,pak"


"Wah,akhirnya pria dingin ini sudah ada yang punya"ujar Dini.


"Akhirnya setelah penantian cukup panjang,pak Roni laku juga yah.hehehe..."


"Bukankah,ibu Sefia adalah sekretaris pribadi bapak?"


"Semoga cepat dapat momongan yah"


"Kenapa kami tidak di undang,pak?"


"Boleh dong,hari ini kita makan-makan gratis"


"Kabar bahagia kedua nya apa pak?"


Suasana di ruangan itu menjadi riuh,ada banyak pertanyaan juga selamat buat kedua pasangan pengantin baru itu.


Setelah dirasa cukup tenang kembali,Roni kemudian berbicara lagi.


"Kabar bahagia kedua nya adalah... Pak Arif akan memimpin kalian lagi.Dia akan kembali menjadi asisten pribadiku sekaligus sebagai pemimpin kalian. Apa kalian senang?"Roni tersenyum senang saat melihat wajah pegawainya satu persatu. Ada perasaaan tidak suka saat mengingat satu nama tersebut.


"Semoga kalian suka dan bisa bekerja sama lagi dengannya."


"Arif,silahkan masuk"panggil Roni dan Arif pun berjalan memasuki ruangan tersebut.Dengan wajah datar dan dingin,itulah ekpresi Arif yang tidak di sukai para pegawai di perusahaan Abdullah,terutama para kaum wanita.


"Selamat datang kembali. Semoga kamu bisa bekerja sama lagi dengan mereka"ujar Roni.

__ADS_1


Arif menganggukkan kepalanya,kemudian mengarahkan pandangannya pada semua orang yang ada di ruangan itu.


"Senang bisa bekerja sama lagi dengan kalian.Terima kasih atas sambutannya"ucap nya dengan datar.


"Siapa yang menyambutnya?"


"Ah bisa keluar terus taring ku,melihatnya setiap hari"


"Mampus,bagaimana dengan camilan ku di laci.Dia tidak akan mengijinkan aku untuk memakannya lagi."


"Bagaimana si bapak ini.Ini bukan kabar bahagia"


"Astaga,dia semakin tampan saja. Apa dia juga semakin dingin dan tak tersentuh?"


"Huh,pria menyebalkan itu lagi"


"Selamat datang Pak"sapa mereka serentak.


"Ya sudah,karena kalian sudah mendengar dua kabar bahagia hari ini. Maka kalian akan mendapat makan siang gratis,kita akan makan siang di resto terdekat saja. Bagaimana,apa kalian setuju?"


"Setuju, Pak"suasana kembali tenang,tidak ada lagi ketegangan seperti saat Arif masuk keruangan itu.


"Selamat bekerja semua nya"Roni langsung pergi dengan menggandeng istrinya di ikuti oleh Arif yang berjalan di belakang mereka.


"Beruntung sekali nasib nya sekretaris baru itu,baru saja beberapa bulan bekerja di sini,sudah di nikahi sama boss nya."


"Eeit,jangan bicara seperti itu,nanti jika ada yang mendengar mu,bagaimana? Bisa langsung di pecat kamu"ujar Dini yang langsung memperingatkan pegawai lainnya.


Roni mengambil undangan itu dari tangan Dini dan membacanya."Baiklah,hubungi pak Yeriko segera dan katakan saya akan datang"ujar Roni setelah itu dia meletakkan undangan itu begitu saja.


"Benar-benar aneh. Anaknya di penjara dan dia mengadakan pesta?"


"Sayang,aku keruangan ku yah"Sefi keluar begitu saja karena melihat suaminya sangat sibuk.


"Tunggu!"walaupun sibuk dengan pekerjaannya,tapi telinganya tidak lah tuli.


"Ada apa kak?"


"Siapa yang suruh kamu pergi. Kemari dan duduk kembali"ujar Roni.


"Tapi aku mau kerja di ruanganku"


"Aku bilang duduk"


"Apa kamu mau mengatakan sesuatu?"tanya Sefi sambil kembali ke sofa.


"Cukup diam dan duduk saja di situ"ujar Roni.


"Aku bosan Kak!"masih berdiri dan belum mau duduk.


"Apa ?"


"Aku bosan berdiam diri terus"

__ADS_1


"Hanya itu"kening Roni sampai berkerut melihat ekspresi wajah istrinya.


"Hem"mengangguk kepala sambil duduk.


"Bosan bukan karena melihat ku,kan?"tanya Roni lagi.


"Ya enggak lah,sensitif amat"ujar Sefi sambil mengambil ponselnya dari tas ranselnya.


"Kak?"


"Hem"


"Kalau di panggil itu lihat dan di jawab"


"Kak"


"Apa sayang..."


Cekrek.


Cekrek.


"Sudah puas?"


"Belum"


"Lalu"


"Lihat lagi kemari"


"Aku sibuk"


"Sekali lagi"


"Aku sibuk,jangan mengganggu ku"


"Ya sudah,kalau ngak mau. Aku keruangan ku saja"


"Berani kamu keluar selangkah dari sofa itu,maka jangan salahkan aku melakukan sesuatu"


"Jangan mengancamku Kak"


"Lihat saja,aku akan mencium mu di depan Dini dan Arif"


"Iya deh,aku duduk saja. Tapi sampai kapan?"


"Sampai waktunya makan siang"


"Lama amat,nyebelin deh"


Dini tampak menahan tawanya dengan menunduk dan menutup mulutnya. Sementara Arif tampak biasa saja,sibuk mengerjakan pekerjaannya di ruangan yang sama dengan mereka.


Akhirnya Sefi melepas sepatu dan menaikkan kedua kakinya di sofa.Menghabiskan waktu dengan membuka sosial media dan juga membalas pesan dari mama mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2