Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 86


__ADS_3

Perkelahian masih berlanjut,kali ini Aliando yang menghajar Roni dengan tangannya.


"Asal kau tahu saja,kaulah yang telah memulai semua ini. Aku sudah pernah memintamu untuk membawanya padaku,tapi apa? Kau sembunyikan dia dari ku,dan kau berusaha untuk membuat aku tidak menemui nya lagi. Apa kau ingat itu?"Aliando mengusap bibirnya yang berdarah,kemudian menarik kerah baju Roni dengan kasar,mata mereka saling menatap tajam.


"Aku sudah bilang,jika sejak awal,aku menyukainya"ucapnya lagi sambil melayangkan tinju nya pada wajah Roni,namun sayangnya Roni langsung menangkap tangan Aliando.


"Kau hanya menyukainya,bukan mencintainya. Mengertilah,kau hanya terobsesi pada wanita ku"Roni menahan tangan Aliando masih menatapnya dengan tajam.


"Apa? Wanita mu kau bilang? Jangan mimpi kau,jika aku tidak bisa memiliki nya,siapapun tidak boleh,termasuk kau sendiri. Apa kau paham?"tak kalah sengit,Aliando akhirnya berhasil mendaratkan satu pukulan di tubuh Roni dan Roni juga membalasnya sampai Aliando jatuh tersungkur dan membuat senjata di dari belakang nya itu terlempar beberapa meter dari nya. Melihat senjata nya terjatuh,Aliando berniat langsung mengambilnya,namun sayangnya Roni langsung menggagalkannya.


Aliando melayangkan tinju nya lagi dan Roni juga tidak mau kalah,mereka berdua adu kekuatan sampai keduanya terbaring lemas,namun dengan tertatih,Roni masih berusaha berdiri.


"Aku.. Akan.. Mengha..bi..si..mu..berengsek!"seru Roni sambil berusaha untuk melayangkan satu pukulan lagi,namun dengan cepat Aliando berdiri dan tangannya menggapai sesuatu dari atas meja.


"Kak Roni.awas !"Sefi berteriak saat melihat kejadian di depan matanya sendiri,Aliando menusuk Roni dengan pisau buah yang di ambilnya dari meja.


"Aaakkhh"Roni memegang perutnya yang berdarah dengan pisau yang masih menancap bahkan tangan Aliando masih memegang gagang pisau itu dengan menahan tubuh Roni.


"Hahaha... Kau ingin melihat secara langsung kekasih mu mati di tangan ku? Aku akan sangat senang jika kau melihat kekasih mu mati di hadapan mu sendiri"Aliando tersenyum puas saat melihat begitu banyak darah yang mengalir.


"Ka--kau pria gila,kau sudah tidak waras"umpat Roni sambil berusaha menahan tangan Aliando agar pisau di tangannya tidak menusuk ke bagian dalam perutnya.


Door


Satu tembakan bersarang langsung di kaki Aliando hingga membuatnya tersungkur saat itu juga.Darah mengalir dari kakinya hingga membuat Aliando mengerang kesakitan.


"Polisi sialan"umpat nya dengan kuat.


"Kak,apa kau tidak apa-apa?"Sefi langsung berlari menghampiri Roni yang masih menahan perutnya.


"Sayang ! Aku tidak apa-apa. Apa kau juga baik-baik saja?"Roni menggapai wajah sang kekasih dengan satu tangannya.Bernapas lega saat melihat wanita yang di cintainya dengan selamat kini berada di hadapannya.


"Aku baik-baik saja,Kak"

__ADS_1


"Syukurlah,aku senang mendengarnya"pandangan Roni.


"Kak,bertahanlah"Sefi panik saat melihat wajah Roni mulai pucat.


"Kalian cepat tolong kak Roni"pinta Sefi sambil menangis.


"Sayang,aku tidak apa-apa. Jangan menangis"Roni mengusap air mata di pipi kekasihnya itu dan sesaat kemudian pandangan Roni langsung kabur dan dia pun akhirnya pingsan.


"Kak?"teriak Sefi dengan histeris."Tidak,kau tidak boleh mati"


"Kak Brian,bawa dia ke Rumah Sakit secepatnya"seru Sefi saat melihat Brian berlari menghampirinya.


"Kak Roni? Astaga,cepat bawa dia ke Rumah Sakit sekarang juga"Brian langsung menyuruh beberapa orang untuk membawa Roni ke Rumah Sakit.


"Kak,aku takut. Bagaimana jika dia tidak mampu bertahan.Kak Brian tolong lakukan sesuatu!"Sefi hanya mampu berdiri sambil menatap Roni yang sudah di bawa masuk kedalam mobil.


"Sefi,apa kau baik-baik saja?"Brian memeluk adik sepupunya itu.


"Dasar konyol,dia akan hidup,jangan berpikir yang bukan-bukan. Ayo kita susul dia"Brian membawa Sefi keluar dari rumah mewah itu dengan menggemgam tangannya.


"Fia sayang,jangan pergi. Jangan tinggalkan aku!"teriak Aliando saat melihat Brian membawa Sefi pergi.


"Kau tidak boleh pergi begitu saja,pernikahan kita akan segera di mulai"Aliando berteriak sambil meronta,menolak polisi yang akan membawanya masuk ke dalam mobil polisi.


"Jangan hiraukan bajingan itu. Sefi masuk lah"Brian membuka pintu mobil dan menyuruh Sefi untuk masuk.Terdiam sesaat melihat Aliando yang kini di bawa pergi olah polisi."Sefi,masuklah"pinta Brian dengan lembut.


"Kak,kita harus melihat kondisi kak Roni. Aku sangat khawatir"Sefi menatap Brian dengan memohon,Brian sebenarnya ingin membawa Sefi pulang akhirnya memilih mengikuti keinginan Sefi.


"Kak,kalian harus selamatkan Vania juga"


"Vania maksudmu"


"Benar,Kak. Aku dan Vania di kurung di gedung tinggi,namun kami berhasil lolos dan di persimpangan jalan kami berpisah,tapi aku melihatnya dia juga di kejar oleh beberapa orang anak buah Aliando"ujar Sefi.

__ADS_1


"Sialan itu si berengsek.Mengapa dia juga mengincar Vani. Apa masalahnya? Mengapa dia mencari masalah dengan anggota keluarga ku"ucap Brian. Vania memanglah masih keluarga dari Brian,dia adalah sepupu Brian juga,namun dari keluarga papanya.


"Apa Vani masih ada hubungan keluarga dengan kak Brian?"Sefi bertanya karena melihat kemarahan Brian atas tindakan Aliando.


"Vani masih sepupu ku juga,dia masih ada hubungan keluarga dengan papa"jelas Brian.


"Oh gitu yah"Sefi mengangguk mendengar penjelasan Brian.


"Sefi"panggil Brian.


"Iya Kak"


"Apa kau mau memberitahuku,bagaimana Aliando bisa membawa mu kerumahnya,bukankah ada banyak orang di dalam rumah waktu itu?"


"Saat itu,mati lampu. Kakak tahu sendiri,jika mati lampu dan gelap,aku pasti terbangun dan tidak bisa tidur. Karena itu,aku berinisiatif keluar kamar untuk mencari lilin di dapur. Tapi tiba-tiba ada seseorang membekap mulutku hingga aku pingsan dan tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya"terang Sefi.


Brian tampak mengangguk dan berpikir."Apa kau mendengar suara seseorang yang kau kenal?"tanya Brian.


"Tentu saja,saat itu aku mendengar suara bi Leni terbatuk. Aku yakin itu adalah suaranya,karena kamarnya dekat dengan dapur"lanjut Sefi.


"Jadi dugaan ku tidak salah pagi,pasti ada seseorang yang membantu mereka melakukan semua ini"ujar Brian.


"Maksud kakak,apa ada orang dalam yang ikut melakukan penculikan ini?"tanya Sefi dengan serius.


"Benar,mana mungkin Jodi bisa melakukan rencana nya dengan mulus tanpa ada yang membatu nya"ujar Brian.


"Jadi benar,jika papa yang melakukan semua ini?"lagi-lagi Sefi tidak percaya bahwa papa nya mampu melakukan semua ini.


"Sudah,jangan bersedih.Kita akan berusaha membuat papa mu akan berubah menjadi lebih baik lagi"


"Tidak Kak,aku tidak akan bisa memaafkan nya. Kakak tahu,jika kalian tidak datang dengan cepat,maka pria gila itu akan segera menikahi ku"ucap Sefi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2