
Happy reading !!!
Dua wanita cantik itu tampak duduk lemas di saat mereka berdua seharian ini menata kembali letak perabotan yang ada di apartemen itu.Lama di tinggalkan sang pemilik walau pun masih terlihat rapi namun yang namanya wanita pasti menginginkan dekorasi yang sesuai dengan ke inginannya.Oleh karena itu Sefia dan Dena memilih menata ulang perabot yang ada di dalamnya.
"Dena,aku lapar"keluh Sefi sembari memegang perutnya.
"Aku juga ! Kita masak sendiri atau kita pesan saja"usul Dena.
"Kita keluar saja cari makanan"ucap Sefi seraya menarik tas ranselnya dari meja.Sefi memeriksa tasnya memastikan ia menyimpan dompetnya di dalam.
"Apa ini?"gumam Sefi sembari mengingat kapan ia menyimpan kotak kecil berwarna ungu itu di dalam tasnya.
"Ayo kita pergi sekarang!"ajak Dena.Sefi kembali menyimpan kotak itu di dalam tasnya. Mereka berdua kemudian keluar dari apartement untuk mencari makanan.
"Sebaiknya kita mencari resto yang ada menu ayam nya saja!"usul Dena.
"Yah kau benar,selain harganya terjangkau,lidahku juga tidak terbiasa makan ala barat"senyum Sefi mengembang karena uang sakunya tidak terkuras banyak.
"Kau ini,aku mengerti maksudmu!"ujar Dena sembari menyenggol siku Sefi.
"Setelah ini kita harus ke supermarket untuk berbelanja keperluan bulanan"ujar Dena lagi.
__ADS_1
"Baiklah "Sefi menarik tangan Dena untuk masuk ke salah satu resto yang cukup terkenal di manca negara dengan salah satu menu ayam gorengnya itu.
...****************...
Di dalam sebuah apartment yang cukup luas itu dimana seorang pemuda sedang melampiaskan kemarahannya dan botol kaca serta beberapa vas bunga tampak berserak pecah berantakan,pria itu merasa kecewa dengan dirinya sendiri juga merasa di permainkan oleh ke adaan.
Tidak mau kalah dengan pria itu begitu juga seorang wanita itu yang sedang berdiri di sampingnya juga merasa marah besar dan kecewa yang amat mendalam,sebab selama ini dia merasa sangat bodoh tidak tahu dan tidak menyadari siapa yang telah merusak hidupnya.
"Jika aku tahu akan seperti ini,aku tidak akan mau ikut dengan mu.Mengapa kau tidak membiarkan aku menikah dengan Roni,setidaknya dia mau bertanggung jawab walaupun bukan dia ayah dari anak yang ada di dalam perut ku ini"Lidya terisak seraya menatap Reno dengan kecewa.Hatinya sangat senang mengetahui jika pria pujaannya adalah ayah dari anaknya itu namun harapannya sirna saat Reno mengatakan akan mengambil anak itu darinya setelah lahir dan Lidya merasa jika Reno sangat egois."Aku tidak menyangka mengapa jadi seperti ini,lebih baik papa yang menyiksaku dengan segala luapan emosinya dari pada aku seperti ini,sungguh sangat sakit di perlakukan seperti ini oleh seorang yang sangat aku cintai"batin Lidya.
"Kau wanita yang licik,kau sudah merencanakan semua ini ! Kau ingin orang lain yang bertanggung jawab setelah aku dulu menolak untuk menggagalkan pertunanganmu,bukan? Aku ingat betul saat liburan di Bali,kau pernah meminta ku untuk menggagalkan pertunangan mu dengan Roni dan kau mengatakan jika aku tidak mau bertunangan denganmu,maka aku akan menyesal karena sudah menolak mu,apa kau masih ingat? Itu artinya kau sudah mengetahui segalanya "ucap Reno.
"Kau salah Reno,saat itu aku tidak tahu apapun.Aku hanya minta tolong padamu itu saja"kilah Lidya saat itu ia hanya tidak ingin melanjutkan pertuangannya dengan Roni karena dia tahu jika Roni mencintai wanita lain yaitu adik Reno sendiri.
"Tidak,kau tidak bisa melakukan itu padaku.Dulu papa juga ingin aku menggugurkan bayi ini dan aku sudah berusaha mempertahankannya tapi sekarang kau ingin mengambilnya dari ku? Aku tidak akan memberikannya" Lidya menangis seraya mengusap perutnya.
"Kau sudah tahu jika keluarga ku menolakmu dan aku juga sudah tidak di anggap keluarga oleh mereka,jadi buat apa kita melanjutkan hubungan ini"ujar Reno. Yah,Reno dan Lidya sudah menikah secara diam-diam tidak ada satu pun dari keluarga mereka yang mengetahuinya.Setelah mereka menikah Reno pun membawa Lidya ke rumah kediaman mereka namun keluarga dari Reno menolak pernikahan itu terutama Jodi sang ayah Reno.Dengan kemarahan Jodi atas pengangakuaan Reno yang sudah membuat Lidya hamil di luar nikah maka Jodi mengusir mereka dan memutuskan hubungan keluarga dengan mereka."Aku yakin papa dan mama akan menerima ku kembali setelah melihat anak ku lahir di dunia ini"gumam Reno.
"Butuh waktu untuk memulihkan segalanya,kita masih bisa menyakinkan mereka agar mereka mau menerima kita"ucap Lidya pelan.
"Kita ? Maksudmu kita berdua ? Diantara kita tidak ada cinta jadi buat apa meneruskan hubungan ini.Cukup setelah anak ini lahir ke dunia setelah itu kita akan berpisah dan kau bisa meneruskan hidupmu kembali"ujar Reno.
__ADS_1
"Tapi aku mencintaimu Reno"batin Lidya.
"Apa kau mendengarku? Urus kandunganmu dengan baik agar anakku lahir dengan sehat"ujar Reno sembari meninggalkana Lidya diantara lantai yang sudah berserakan.
"Reno,kau tidak bisa meninggalkan aku dengan kondisi rumah yang berantakan seperti ini"seru Lidya.
"Kenapa ? Apa kau tidak bisa membersihkannya?"ujar Reno setelah berbalik menatap Lidya kembali.
"Setidaknya bantu aku untuk membersihkannya"ucap Lidya seraya mengambil alat kebersihan.
"Aku tidak mau,bersihkan saja sendiri"Reno kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.Reno memilih tinggal jauh dari keluarganya,mereka tinggal di salah satu perumahan yang sederhana agar Mahendra juga tidak bisa menemukan Lidya karena dia sangat tahu jika sampai Mahendra menemukan Lidya maka tidak ada ampun lagi bagi Lidya.
Dengan ragu Lidya membersihkan kaca yang sudah berserakan itu seraya meratapi nasibnya."Apa Reno juga akan meninggalkan aku setelah anak ini lahir? Kemana aku harus pergi?"batin Lidya.
"Apa sudah selesai ? Kenapa kau lamban sekali"gerutu Reno saat melihat Lidya mengutip serpihan kaca itu dengan pelan-pelan.
"Reno,kau mau kemana"seru Lidya karena Reno sudah berpakaian rapi.
"Aku mau cari pekerjaan "ucap Reno."Cepat bersihkan semua itu,tapi jangan sampai tanganmu terluka"ujar Reno lagi.
"Apa kau menghawatirkan aku?"ucap Lidya.
__ADS_1
"Tidak,aku hanya tidak ingin ada uang pengeluaranku.Itu saja tidak ada maksud lain"ucap Reno kemudian ia pergi dengan sepeda motornya.Kerena hanya sepeda motor itu lah yang mampu ia beli dari uang sakunya sebab segala aset juga perusahaan yang ia kelola saat ini sudah di ambil alih oleh papanya.