Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Vani berharap lebih.


__ADS_3

Happy Reading❤❤❤


Aku akan jujur,aku bukan penyair cinta,tapi jika aku harus bangun esok pagi dan memutuskan untuk menulis tentang cinta.Puisi pertamaku akan tentang dirimu.Tentang bagaimana aku mencintaimu seperti aku belajar mengendarai sepeda.


Penuh rasa takut,gegabah tanpa bantuan roda tiga atau pengaman siku,sehingga bekas luka-luka tangan itu akan menjadi cerita,bagaimana aku jatuh cinta padamu.


Mensyukuri setiap proses yang telah di lewati,tanpa orang lain tahu,betapa lelah nya diri ini berjuang dan tanpa orang tahu,betapa sulitnya untuk berterima kasih pada diri sendiri.


Aku bahagia sekarang karena bertemu dengannya,bisa melihatnya saja hatiku sudah bahagia.Cinta tanpa syarat.Ya,aku tahu dia juga mencintaiku,aku tahu dia juga merindukan ku,dari cara dia menatap ku,aku dapat melihat sinar cinta nya pada ku juga.


Tinggal selangkah lagi,aku akan berjuang untuk bisa memiliki cinta itu.Cinta..Cinta..Dan cinta yang sudah membuatku hampir gila.Namun karena cinta juga yang mampu mengubah hidup ku saat ini.


"Selamat pagi pak"


"pagi pak"


"Pagi"


Beberapa pegawai yang di lewati itu pun menyapa nya dengan senang.Senang karena pagi ini wajah sang Direktur sangat ceria,ada senyum di bibir nya yang tak mampu ia sembunyikan.Berbeda dari beberapa tahun terakhir,dimana wajah itu tidak pernah sedikit pun untuk tersenyum jika di sapa oleh pegawai nya.


"Pagi"Roni membalas sapaan pegawai nya dengan senyum manis nya sambil sesekali merapikan jas nya namun dengan langkah santai.


"Ternyata sang direktur sangat tampan jika tersenyum"seru salah satu pegawai wanita.


"Tidak tersenyum saja sangat tampan,apa lagi tersenyum"seru pegawai lainnya.


"Apa yang kalian lihat,kembalilah bekerja"ujar Vani menghentikan langkahnya.


"Baik bu"ada rasa takut bagi pegawai itu jika melihat Vani sudah marah.Mereka menghormati Vani karena dari informasi yang mereka dengar,Vani bukan sekedar sekretarisnya direktur namun lebih dari itu.Vani adalaha pacarnya sang direktur.

__ADS_1


"Kenapa mood nya cepat sekali berubah"ucap Vani pelan seraya menyusul Roni masuk ke ruangannya.


"Hari ini tugas kamu merekrut pegawai baru sebagai asisten sekretaris,kamu yang harus intervew pegawai baru itu"ujar Roni begitu duduk di kursi nya.


"Tapi ada lima belas orang yang melamar sebagai asisten sektretaris,apa semuanya harus aku seorang yang intervew mereka?"ucap Vani yang tidak terima jika ia harus pisah ruangan dengan Roni walaupun hanya satu hari saja.


"Aku ada rapat hari ini dengan Anggara grup,jadi kamu sendiri yang harus menanganinya.Aku percaya sama kamu,kalau kamu sanggup menanganinya"ucap Roni kemudian ia keluar menuju ruang rapat.


"Tapi--"Vani langsung diam begitu Roni menoleh pada nya dan menatapnya datar.


"Kerjakan apa yang sudah menjadi tugas mu"ujar Roni kemudian meninggalkan Vani sendiri dengan hati dongkol.


"Baik kak"Vani menunduk seraya mendumel dalam hati.


"Seharusnya dia mengajakku kemana pun dia pergi,kenapa jadi begini!"ucapnya pada diri sendiri.


Vani keluar dari ruangan Roni untuk menghampiri pegawai lain nya.


"Apa semua nya sudah datang?"tanya Vani dengan nada ketus.


"Belum bu,masih ada beberapa orang yang belum datang.Di dalam masih ada lima orang saja"ujar Dini.


"Jika yang lainnya datang,katakan pada mereka jika intervew sudah selesai dan katakan juga mereka di tolak"ucap Vani.


"Tapi bu..Kita sangat membutuhkan pegawai baru lebih dari lima orang.Jadi--"ucapan Dini terputus karena Vani menatapnya tajam.


"Saya sekretaris di sini,jadi saya lebih tahu berapa pegawai yang harus di kerjakan di perusahaan ini"Vani marah besar karena Dini protes pada nya.Vani meninggalkan Dini di depan pintu agar Dinj tidak masuk kedalam.


"Bagus hanya ada lima orang saja,itu artinya aku tidak sampai sehari untuk intervew mereka"gumam Vani sambil tersenyum.

__ADS_1


"Selamat pagi semua nya"sapa Vani.Kelima orang tersebut sontak langsung berdiri dan menyapanya.


"Selamat pagi bu"mereka serentak mengucapkannya.


"Silahkan duduk,sebelum saya intervew kalian satu-persatu"mata Vani menatap wajah mereka secara bergantian."Sial,mengapa wajah mereka cantik-cantik semua"batin Vani."Perkenalkan,nama saya Vania Hermawan.Saya sekretaris nya pak direktur sekaligus calon istrinya."Vani menekankan ucapannya sebagai calon istrinya pak direktur."Saya yang bertugas intervew kalian dan menyeleksi kalian,bagi yang lulus? Salah satu dari kalian akan menjadi asisten saya dan selebihnya akan menjadi pegawai kontrak saja sampai masa percobaan tiga bulan.Jika di masa tiga bulan tersebut,kalian bekerja dengan baik,maka kalian berhak di angkat untuk bekerja sebagai pegawai tetap.Apa kalian sudah mengerti?"sambungnya lagi.


"Baiklah,untuk yang intervew pertama saya akan panggilkan namanya dan bagi yang tidak di panggil,silahkan keluar dulu.Menunggu giliran di panggil"ucap Vani kemudian ia sendiri duduk di kursinya.


"Sefia Anggara"panggil Vani membuat Sefi yang sejak tadi duduk dengan tenang langsung berdiri.


"Nama yang sangat femiliar,tapi dimana aku pernah mendengarnya ? Ah..Sudahlah ! Masa bodoh ,yang penting intervew ini cepat selesai"batin Vani.


"Kamu lulusan dari University of Bonn ?"tanya Vani dengan heran,mengapa lulusan terbaik bahkan dari luar negri mencari pekerjaan di perusahaan yang tergolong masih kalah sukses dari Alexander grup.


University of Bonn di dirikan pada tahun 1818 dan kini di kenal sebagai salah satu universitas riset terbaik di dunia.Universitas ini memiliki jumlah pelajar internasional terbesar di jerman.Sehingga tercipta semangat internasional yang kuat di kampus nya.Beberapa bidang study yang unggul di university of Bonn adalah Matematika,Fisika,Astronomi dan Ekonomi.


"Iya bu,saya baru lulus dari sana"ujar Sefi.


"Sepertinya kamu anak orang kaya,kenapa repot-repot mencari kerja"tanya Vani dengan sinis karena merasa tersaingi.Lulusan terbaik dari luar negri sementara dirinya sendiri hanya lulusan dari dalam negri bahkan kalau di lihat dari penampilan dan parasnya saja,Vani sudah kalah telak.


"Saya kemari untuk intervew bu,bukan mau membahas masalah pribadi saya"ujar Sefi seraya menegakkan dududknya sambil mentap Vani.


"Cih..Sombong sekali kamu ! Kamu tidak tahu siapa saya?"ujar Vani tidak terima karena perkataan calon pegawai baru itu.


"Maaf bu,saya tahu siapa ibu di perusahaan ini.Ibu adalah calon istrinya pak direktur"ujar Sefi karena tidak ingin memperpanjang masalah di hari pertamanya intervew.


"Bagus kalau kamu ingat.Dan jangan sampai lupakan hal itu!"ucap Vani.


"Apa boleh di lanjutkan intervew nya bu?"tanya Sefi yang sudah tidak tahan berlama-lama di ruangan itu.

__ADS_1


"Baik lah"Vani kembali membaca file pribadi milik Sefi kemudian mengajukan beberapa pertanyaan pada Sefi.


Terima kasih.


__ADS_2