
Beberapa hari kemudian.
Setelah Roni di ijinkan akan pulang dari Rumah Sakit walaupun dengan desakan Roni sendiri karena sudah bosan berada di ruangan yang indentik dengan aroma obat itu,pagi ini tampak Sefi tengah bersiap untuk menjemput sang kekasih.Dengan di antar oleh supir pribadi,Sefi duduk di belakang sambil berbicara dengan mama Widya.Pembicaraan cukup serius menurut Sefi,karena belum pernah mama Widya mengajaknya bicara berdua.Dan ini adalah kesempatan yang tidak di sia-siakan olah mama Widya.
Ya,setelah mengetahui Roni akan pulang dari Rumah Sakit,mama Widya mengajak Sefi untuk menjemputnya bersama.Dan disinilah mereka berada di dalam satu mobil yang sama.
"Sebenarnya,tante sangat mengharapkan mu untuk menikah dengan kakak mu Roni.Tapi--"Widya menunduk,ujung matanya terlihat basah.Dengan jari telunjuknya ia menghapusnya.
"Tapi apa Tante?"Sefi menatap mama Widya dengan serius.
"Tapi tante sekarang ragu"ucap Widya dengan pelan."Tante ragu,bagaimana jika pernikahan ini berlanjut maka hidup kalian tidak bahagia.Kamu tahu sendiri,jika yang membunuh kedua orang tua nya adalah papa mu sendiri,dia juga kakak kandung tante juga.Keluarga kita lah yang menghancurkan keluarga nya."Walaupun Widya sejak kemarin sudah berulang kali minta maaf atas kesalahan kakak nya Jodi Anggara pada Roni Abdullah,namun hatinya tidak tenang mengingat kejahatan yang sudah menghilangkan nyawa seseorang terlebih itu adalah kedua orang tua dari anak yang selama ini di besarkannya.
"Tante tidak bisa membayangkan,bagaimana nasib mu setelah menikah dengan Roni.Apakah dia tetap mencintaimu seperti dulu.Kamu adalah keponakan tante,tante sangat menyayangimu,Sefia"sambungnya lagi.
Sefi terdiam,mendengar perkataan mama Widya.Menggemgam erat tangan Widya sembari mengelusnya.
"Tante jangan khawatir.Sefia yakin,pernikahan Sefi dengan kak Roni akan bahagia.Jikalau memang hal yang di khawatirkan tante benar terjadi,anggap saja Sefi sedang menebus kesalahan yang sudah di lakukan papa pada keluarga kak Roni.Sefi tidak keberatan jika cinta kak Roni berubah pada Sefi.Sefi sudah janji pada diri sendiri akan tetap mencintai kak Roni apapun yang terjadi."Sefi tersenyum saat mama Widya menatapnya.
Ya,pernikahan mereka sepakat di adakan setelah Roni pulang dari Rumah Sakit.Roni sudah mengatakannya, walaupun kondisinya belum sembuh sepenuhnya.Pernikahan dengan Sefia akan di adakan dengan sederhana saja,dan di hadiri oleh keluarga terdekat saja.Karena Roni tidak ingin pernikahannya gagal untuk kesekian kalinya.
"Apa kamu yakin sayang"ucap mama Widya dan langsung memeluk keponakannya itu.
__ADS_1
"Sefi sangat yakin,Tante.Tante jangan pikirkan hal lain,cukup doakan keponakan mu yang cantik ini agar hidup bahagia dalam pernikahannya"ujar Sefi.
Kedua wanita itu tampak tersenyum,menghapus air mata masing-masing setelah melepas pelukannya.Widya hanya khawatir,bagaimana jika Roni memiliki dendam pada keluarga kakaknya itu.Walaupun Widya sangat mengenal bagaimana sikap dan hati Roni selama ini.Namun,rasa khawatir itu tetap ada.Anak yang di besarkan nya selama ini dan sudah di anggapnya sebagai anak sendiri,tidak ada yang tahu akan berubah setelah mengetahui siapa yang sudah membuat hidup kedua orang tuanya kini telah tiada.
Mereka kemudian turun dari mobil dan berjalan bersama menuju ruangan Roni di rawat.Tampak Roni sudah bersiap,dan pakaian nya tengah di ganti oleh seorang perawat dan dokter wanita.
"Jangan terlalu banyak bergerak agar lukanya cepat sembuh"suara dokter itu sangat lembut terdengar,apa lagi dokter itu menatap Roni sambil tersenyum.Kemudian membungkuk lagi,mengambil gunting dan memotong sisa perban yang sudah terlilit di perut Roni.Roni tampak mengangguk saja saat dokter itu memberi saran.
Mama Widya berjalan ke arah Roni sementara Sefi memilih menyusun pakaian Roni ke dalam sebuah tas berwarna hitam.
"Sayang,apa sebaiknya kamu di rawat untuk beberapa hari lagi."Mama Widya duduk sambil memperhatikan Roni.
"Baiklah"ucap Widya pada akhirnya."Dokter,bagimana jika dokter sendiri yang datang setiap hari ke rumah untuk memeriksa lukanya"tanya Widya pada dokter yang kini tengah bersiap untuk pergi.
"Mama,itu tidak perlu."Roni menoleh pada mama Widya kemudian pada dokter itu.
"Saran yang bagus,Bu. Saya dengan senang hati akan datang setiap hari dan suatu kehormatan besar buat saya karena keluarga Alexander sendiri yang meminta saya untuk merawat anaknya"ucap dokter itu dengan senang.
"Ini adalah kesempatan ku untuk dekat dengannya"
"Kamu harus mau,kalau tidak,kamu di rawat saja untuk beberapa hari lagi"ucap mama Widya dengan tegas.
__ADS_1
"Maafkan mama,mama hanya ingin melihat kesetiaan mu pada cinta yang kamu miliki itu"
Terlihat Roni menghela napas panjang saat tiba-tiba matanya menangkap sosok wanita yang di cintainya juga berada di ruangan itu juga.Sefi sibuk membereskan pakaian dan barang-barang pribadi milik Roni.Hingga tidak menyadari jika Roni tengah menatapnya.Sefi sempat melihat dokter itu memberikan perhatian lebih pada Roni saat mengganti pakaian dan perban di perut Roni.Hati Sefi sakit,saat melihat ada seorang wanita yang memberi perhatian pada kekasihnya,namun Sefi tidak bisa berbuat banyak,karena tidak ada hal yang bisa di lakukannya karena Sefi bukanlah seorang dokter.Sefi memilih membereskan pakaian Roni karena hanya itu yang dapat di lakukannya.
"Dokter bisa datang mulai nanti sore untuk mengganti perban di perutnya dan jangan sampai terlambat"ucap mama Widya.Bukan tanpa alasan mama Widya menyuruh dokter tersebut,karena sejak pertama kali melihat sikap dan pandangan dokter itu pada Roni,mama Widya sudah bisa memahaminya.
"Sayang,sejak kapan kamu datang"Roni mengabaikan dokter itu dan mama Widya yang tengah berbicara.
"Aku datang bareng sama tante Widya tadi"sahut Sefi melihat ke arah Roni sesaat,kemudian kembali memasukkan barang Roni ke dalam tas.
"Sayang,kemarilah"Roni merasa di abaikan,karena Sefi sibuk dengan pekerjaannya.Sefi hanya menatapnya sesaat,dan Roni tidak suka itu.
"Sayang,mengapa dia memanggilnya sayang? Bukankah dia itu adiknya?"dokter itu menatap Sefi dan Roni bergantian,kini dirinya tidak fokus mendengarkan pembicaraannya dengan mama Widya.
"Seharusnya,kamu tidak perlu datang kemari dan membereskan semua itu. Cukup tunggu aku di rumah saja"ucap Roni saat Sefi menghampirinya.
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin menjemputmu,itu saja"
"Baiklah,saya akan keluar"ucap dokter itu pada mama Widya,namun sekali lagi menatap Roni dan Sefi.
"Apa semuanya sudah siap? Ayo kita berangkat sekarang!"ujar mama Widya setelah dokter itu pergi.
__ADS_1