Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 49


__ADS_3

"Ada apa dengannya? Bukankah dia yang sudah menyuruhku untuk menemui pria itu! Menyebalkan"gerutu Sefi seraya berjalan meninggalkan Roni yang masih mematung.


"Ini masih awalnya saja,tunggu kelanjutannya dariku.Sefia sayang"gumam Vani yang melihat langsung pertengkaran itu.


"Bu Dini,berkasnya sudah di tandatangani sendiri oleh tuan Aliando.Beliau sudah setuju dengan poin dan persyaratan yang sudah kita tetapkan.Ini semua datanya"Sefi menyerahkan berkas tersebut kepada Dini.


"Kenapa berkas ini ada padamu? Bukankah ini seharusnya tugasnya Vani?"tanya Dini seraya memeriksa berkas tersebut.


"Bu Vani sedang kurang sehat,jadi beliau menyuruhku untuk menggantikannya"ujar Sefi.


"Tapi dia baik-baik saja"ucap Dini,ia ingat betul ketika bertemu dengan Vani sebelum makan siang.


"Katanya kepalanya masih pusing.Memang sejak tadi pagi,dia mengatakan hal yang sama"tutur Sefia.


"Ya sudah,kamu sudah bekerja dengan baik. Aku sendiri tidak menyangka jika kamu bisa menghadapi klien dengan baik.Ini adalah suatu kebanggaan dan kemajuan buat perusahaan ini"ujar Dini.


"Sama-sama Bu.Terima kasih untuk pujiannya,saya akan bekerja lebih giat lagi"ucap Sefi dengan senang membuat suasana hatinya kembali membaik.


"Apa aku boleh permisi pulang"tanya Sefia dengan berharap dia di beri ijin.


"Apa kamu ada urusan di luar?"Dini menoleh menatap Sefi.


"Aku mau bawa mama periksa ke rumah sakit.periksa rutin seminggu sekali"ujar Sefi.


"Pergilah,dan sampaikan salamku pada tante Lina,jika ada waktu luang,aku akan datang menjenguknya"Dini berdiri menghampiri Sefi,kemudian menepuk pundak Sefi.


"Terima kasih Bu Dini akan aku sampaikan salamnya.Aku permisi!"ucap Sefi sembari pamit pada Dini.


"Aku hanya bertanya ? Apa aku salah? Salahnya dimana?"masih berdiri memandang kekasihnya itu walaupun sudah tak terlihat lagi.Roni meremas rambutnya dengan kasar,kemudian mengambil ponselnya dan melihat kembali foto tersebut.


"Siapa pria ini? Mengapa aku seperti mengenalnya!"Roni duduk sembari memandangi foto tersebut dengan teliti,namun nihil ingatannya tidak sempurna.


Namun Roni di kejutkan oleh telepon di depannya sendiri yang tiba-tiba berdering.


"Sial ! "Roni mengumpat karena terkejut.Meletakkan ponselnya di meja,kemudian mengangkat panggilan dari telepon.


"Hallo?"Roni menjawab pangilan dari rekan bisnisnya itu.


"Hallo juga,Aku Aliando"ujar Aliando dari seberang.

__ADS_1


"Aliando?!"Roni membenarkan posisi duduknya.


Ya,ini aku"ujarnya.


"Maaf,seharusnya aku yang menghubungimu"ujar Roni.


"Aku tahu kamu selalu sibuk,jadi aku masih bisa memahami hal itu"ujar Aliando.


"Aku sudah memberikan berkas itu dan menandatanganinya seperti kesepakatan kita.Selamat ! Sepertinya kerja sama ini akan menghasilkan keuntungan yang sangat besar."ujar Aliando.


"Seharusnya aku sendiri yang menemuimu,tapi karena jadwal ku sangat padat,aku tidak bisa menemuimu.Terima kasih sudah mempercayakan semuanya pada sekretarisku."ujar Roni.Roni bangkit berdiri seraya berjalan menuju tempat air minumnya di letakkan.Mengambil air lalu meneguknya hingga habis.


"Tenang saja,aku tidak mempermasalahkan hal itu.Aku bahkan ingin berterima kasih padamu karena sudah mengirimkan bidadari yang sangat cantik untuk menemuiku hari ini.Bukan hanya cantik,tapi dia juga sangat pintar"ujar Aliando memuji seraya membayangkan wajah dan senyumnya Sefi.


"Benarkah? Apa kau menyukainya? Aku sangat senang mendengarnya!"ujar Roni yang menganggap jika Aliando menyukai Vani.


"Tentu saja aku sangat menyukainya,apa lagi matanya yang indah itu.Senyumnya juga rambutnya yang panjang"ujar Aliando hingga membuat Roni menyatukan alisnya,pertanda ia bingung saat ini.


"Bukankah rambutnya Vani pendek?"gumam Roni.


"Minggu depan kita ada pertemuan lagi.Jangan lupa bawa dia juga!"ujar Aliando.


"Sepertinya ada yang jatuh cinta"ucap Roni.


"Tapi aku lupa siapa namanya?"ujar Aliando.


"Namanya Vania Hermawan"ujar Roni memberitahu.


"Vani? Bukan! Bukan itu"kilah Aliando seraya mengingat -ingat nama wanita itu.


"Apa namanya Dini?"ujar Roni lagi,karena tugas Vani dan Dini adalah sebagai penggantinya jika ada rapat mendadak.


"Bukan,aku sangat mengenal Dini.Dan mana mungkin aku menyukai wanita yang sudah berkeluarga"ujar Aliando.


"Aku baru ingat namanya Fia! Katanya dia pegawai baru di perusahaanmu!"ujar Aliando menyebut nama belakang Sefia.


Deg


"Maksudmu Sefia?"jelas Roni.

__ADS_1


"Iya kau benar,namanya Sefia! Dia cantik sekali,bukan? Kau memang pintar memilih pegawai wanita.Kau sangat beruntung!"ujar Aliando.


Mendengar ada seseorang yang memuji wanitanya,Roni mengepalkan tangannya dengan kuat.Ingin rasanya menghajar wajah Aliando saat itu juga,beruntung mereka hanya berbicara melalui sambungan telepon saja,jika saja bertemu langsung mungkin saja Aliando saat ini sudah masuk rumah sakit.


Roni memutuskan sambungan teleponnya sepihak,tanpa peduli Aliando bingung sendiri di seberang sana.


"Dini??!"panggil Roni seraya membuka pintu ruangan Dini dengan kasar.


"Ada apa Pak?"Dini langsung berdiri karena terkejut.


"Mana berkas hasil pertemuan dengan Aliando"pinta Roni seraya menatap Dini dengan kesal.


"Sebentar,Pak ! Akan saya ambilkan"Dini mencari berkas itu,kemudian memberikannya pada Roni.


"Apa hak mu menggantikan Vani dengan Sefia.Aku sudah mengatakan padamu dengan jelas agar Vani yang menemui Aliando."ujar Roni seraya membuka berkas itu.


"Aku sendiri tidak tahu jika Vani menyuruh Sefia menggantikannya"ucap Dini dengan menundukkan kepalanya.


"Maksudnya kamu tidak tahu jika Sefia yang menggantikan Vani?"tanya Roni dan langsung di jawab Dini dengan menganggukkan kepalanya.


"Tapi,Sefia berhasil menyakinkan tuan Aliando,terbukti dia sudah mendapat tanda tangannya di berkas itu"ujar Dini.


"Sial"gumam Roni namun masih dapat di dengar oleh Dini.


"Seharusnya aku membawa serta Sefia saat rapat tadi." batin Roni.


Roni sudah mengenal watak pribadi rekan bisnisnya sebelum mengajaknya untuk kerja sama.Aliando adalah seorang player,pemain wanita.Aliando tidak akan melepaskan wanita jika dia belum mendapatkan wanita itu seutuhnya.


Bukan takut,namun Roni sendiri tidak ingin miliknya di usik.Siapa yang tidak marah jika miliknya di lirik pria lain juga.Walaupun pria itu lebih kaya darinya.


Aliando adalah salah satu pewaris tunggal dari keluarganya,pria kaya raya yang memiliki segalanya.Pria yang memiliki wanita dimana pun dia berada,dan pria yang selalu memiliki pengawal kemana pun dia pergi.


"Suruh Sefia menemuiku!"ucap Roni tanpa melihat Dini.


"Tapi,dia sudah ijin pulang"ujar Dini.


"Pulang"ulang Roni kini menatap Dini,karena ingin mendengar jawaban pasti.


"Katanya mau bawa mamanya ke rumah sakit "ujar Dini.

__ADS_1


Roni diam untuk sesaat,kemudian keluar dari ruangan Dini.


"Kenapa dengannya?"Dini menatap Roni dengan bingung,saat Roni pergi begitu saja dengan membawa berkas itu di tangannya.


__ADS_2