Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 68


__ADS_3

Dengan merasa jijik saat melihat Sefi mengeluarkan muntahnya,Aliando menutup hidungnya sembari menyerahkan sebotol air mineral.


Sefi muntah bukan karena sudah minum minuman keras namun asam lambungnya kambuh karena ia belum sempat makan malam.Di tambah lagi dia sempat minum orange juss dari pelayan tadi.Namun minuman itu juga sudah di campur obat perangsang oleh suruhan Aliando.


"Mobil mu bau sekali"oceh Sefi sambil mengambil air mineral dari tangan Aliando.


"Nona manis,semua wanita berebut ingin masuk ke dalam mobil ku.Dan sekarang mobil ku bau,itu karena ulah mu." Aliando menatap Sefi dengan kesal.


"Aku tidak peduli,aku sekarang mau pulang sendiri"ucap Sefi.


"Tidak bisa begitu.Kau harus tetap pulang bersama ku"cegah Aliando.


"Dengan mobil mu yang bau itu? Cih aku tidak mau"Sefi sudah cukup gerah,dan dia ingin segera pulang dan ingin langsung berendam di kamar mandi.


"Aku akan menyuruh anak buahku untuk menjemput kita."Aliando segera mengambil ponselnya.


"Sudah,lupakan. Aku bilang aku tidak mau"tolak Sefi.


"Hei,tunggu."Teriak Aliando saat Sefi pergi begitu saja.


"Bagaimana ini"bingung sendiri,Aliando berusaha menghubungi anak buahnya.


Sefi berjalan menuju pinggir jalan untuk menyebrang mencari taxi.Namun masih beberapa langkah,sebuah mobil berhenti mendadak tepat di hadapannya karena mobil itu ingin berbelok menuju lokasi parkiran cafe tersebut.


"Sefi?"panggil Roni saat melihat wanita itu tidak turut berhenti walaupun sudah ada mobil berhenti di hadapannya.Silaunya lampu mobil membuat Sefi memicingkan matanya.


"Sial,mengapa berhenti di hadapanku.Mengganggu saja"umpat Sefi sambil menendang mobil tersebut.


"Sefi,"teriak Roni sambil keluar dari mobilnya.Sefi menoleh saat mendengar nama nya di panggil.


"Kak ?"Sefi berdiri mematung melihat seorang Roni tengah menghampirinya.


"Sayang,apa kamu baik-baik saja? Mengapa kamu ada di sini?"tanya Roni dengan tidak sabar.


"Kak,cepat bawa aku pulang.Aku gerah sekali,nanti saja kalau mau bertanya"ucap Sefi.


"Baiklah,ayo masuk"Roni membawa Sefi masuk ke dalam mobil.


Sementara Aliando bersembunyi di balik mobil nya saat melihat seseorang menghampiri Sefi.


"Sial,rencana ku gagal total.Awas kamu anak buah sialan,mengapa kau datangnya lama sekali"umpat Aliando.

__ADS_1


"Tapi,tidak apa-apa. Aku yakin besok kau akan datang sendiri mencari dompet mu padaku.Hahaha"tawa Aliando di dalam persembunyiannya.


"Kak,apa kau bisa memyetir lebih cepat lagi?"seru Sefi sambil menekan tobol AC agar lebih dingin.


"Sayang,ada banyak mobil di depan"ucap Roni karena belum tahu dengan apa yang di rasakan Sefi.


"Ayolah Kak,lebih kencang lagi"paksa Sefi.


"Mana bisa,apa kamu tidak lihat mobil di depan berhenti.Lampu merah,sayang"ucap Roni.


"Kamu kenapa,gelisah begitu?"tanya Roni.


"Aku kepanasan,gerah sekali. Aku pengen berendam"ucap Sefi sambil menahan dirinya.


"Tunggu. Apa Vani memberimu sesuatu untuk di minum"tanya Roni.


"Sudah Sefi bilang,nanti saja kakak bertanya."Sefi terlihat menggigit bibir nya.


Obat semakin bereaksi,dan Sefi semakin gelisah.Dan kesadaran nya mulai berkurang,Sefi mulai berhalusinasi.Membuka baju nya dan melemparkan ke sebarang tempat.


"Sayang,apa yang kamu lakukan? Astaga!" Roni menelan saliva nya dengan kasar,saat melihat Sefi hanya mengenakan bra berwarna hitam.


"Aku kepanasan,Kak?"Sefi menghentikan tangannya yang ingin membuka pengait celana nya.


"Astaga kau ini."Kini Roni sudah paham jika Sefi sudah di beri obat perangsang.


"Vani,aku yakin ini adalah ulah mu.Kau berusaha ingin menjebak nya.Baiklah,besok aku akan memberimu pelajaran"umpat Roni sambil mengepalkan tangannya.Beruntung ia sampai dan bertemu langsung dengan Sefi.Jika sampai terlambat sedikit pun,maka entah apa yang akan terjadi pada nya.


Roni melajukan mobil nya sedikit lebih kencang agar cepat sampai di rumah.Roni memilih membawa Sefi ke rumah pribadinya,daripada mengantarnya pulang.Akan banyak pertanyaan nanti jika sampai mama Lina tahu.


Bergelayut manja dan meraba paha Roni,Sefi tersenyum dengan nakal saat tatapan mereka bertemu.


"Sayang,hentikan. Berbahaya,kita masih di dalam mobil"ujar Roni berusaha fokus untuk menyetir.


"Biarkan aku mencium mu dan memadu kasih berdua dengan mu"ucap Sefi dengan manja.


"Tidak bisa"tolak Roni.


"Kenapa menolak ku? Apa sekarang cinta mu sudah berkurang?"ucap Sefi.


"Berbahaya,jika kita bercinta di dalam mobil."Roni kembali fokus menyetir.

__ADS_1


"Aku tidak peduli"ucap Sefi.


"Jangan begitu,sabarlah sedikit"ujar Roni.


Sesampainya di rumah,Roni lansung menggendong Sefi bagaikan sebuah karung beras. Beruntung tidak ada orang di rumah yang melihat mereka.Membawa nya ke dalam kamar mandi dan meletakkan di dalam bathub.


"Hei,kau. Apa yang kau lakukan?"teriak Sefi saat Roni mengambil air dan menyiram Sefi hingga basah kuyup.


"Biar cepat sadar"ucap Roni tidak berhenti menyiram Sefi.


"Sial,dia semakin terlihat cantik"sebenarnya Roni bisa saja melakukannya dengan bebas bahkan tanpa paksaan karena Sefi sudah menggodanya.Tapi bagaimana jika Sefi sudah sadar,Roni yakin Sefi akan membenci nya.Alangkah baiknya jika melakukannya saat sama-sama sadar,tidak ada pengaruh obat apapun.


"Kak,awas kau. Aku akan membalasmu"teriak Sefi.Kemudian menarik baju Roni hingga membuat Roni ikut masuk ke dalam bathub.Dan akhirnya mereka sama-sama basah.


"Adil,bukan? Sekarang kita sama -sama mandi dan kedinginan"ucap Sefi sambil ingin berlalu.


"Mau kemana?"Roni menarik tangan Sefi dan memeluknya dari belakang.


"Jangan pergi begitu saja. Mari kita selesaikan ritual mandinya"ujar Roni.Membalik tubuh Sefi agar menghadap dengannya.Sefi terdiam saat melihat Roni membuka pakaian nya sendiri.


"Aku sudah selesai mandi"ucap Sefi dengan gugup.


"Tidak bisa begitu,kau sendiri yang sudah menarikku untuk masuk. Dan sekarang mari kita mandi bersama"ujar Roni.Menekan tombol agar airnya kembali mengalir,mendorong Sefi hingga bersandar ke dinding.


"Mau di mulai darimana?"Roni meraih sabun cair dan menekannya,menggosok punggung Sefi dengan lembut. Menyusupkan tangannya ke belakang dan perlahan membuka pengait bra,melepaskan begitu saja hingga terjatuh.


"Kak"


"Tenanglah,kita hanya mandi.Bukankah begitu?"ucap Roni saat melihat benda kenyal itu basah,sangat menggoda batinnya.


Kembali meraba pengait celana panjang yang di kenakan Sefi.Sefi memejamkan matanya saat Roni menunduk untuk menarik celana panjangnya.Di lempar begitu saja,saat sudah berhasil membuka seluruhnya.


"Buka mata mu,kenapa harus malu"ucap Roni.Kembali memeluk Sefi dan menyatukan kening mereka.Merasakan sentuhan demi sentuhan di sekujur tubuhnya.Air hangat di biarkan mengalir membasihi tubuh mereka berdua.


Pandangan mereka kini beradu. Tersenyum,Roni tersenyum saat melihat wajah Sefi yang merah merona.Terlebih Roni semakin melingkarkan tangan nya di pinggang Sefi hingga membuat Sefi bisa merasakan benda juniornya Roni kini tengah berdiri tegak.Mencium bibir merah itu dengan lembut dan semakin lama dan semakin menuntut.


"Apa kita harus mencoba nya"suara Roni sudah semakin berat.


Aaaaaa.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2