Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bahagia


__ADS_3

Happy reading❤❤


Sunyi senyap untuk beberapa saat tidak ada sedikit pun suara terdengar,hanya terdengar suara decapan saliva yang bergantian.Menikmati malam berdua di dalam mobil,seolah mengulang kisah beberapa tahun yang lalu,******* nya kemudian mengabsen seluruh rongga di dalam.Hingga napas mereka hampir,barulah mereka melepaskan tautan bibir itu.Eeitt...Tunggu dulu.Hanya ciuman loh..Gak ada yang lain.Ok.😁


Wajah cantik itu memerah saat Roni menghentikan kegiatannya,menatap nya dengan erat seraya menyatukan kening nya.


"Aku hampir gila karena mu,Kau menjauh begitu saja.Sampai aku sendiri tidak bisa menemukan mu saat itu.Namun pada akhirnya aku menemukan mu,tapi aku membiarkan mu menlakukan apa pun yang menjadi impian mu,aku tidak ingin menghalangi impian masa depan mu.Kau tahu kenapa?"ujar Roni namun Sefi menggeleng.


"Karena aku mencintaimu,sangat mencintaimu"beberapa kecupan kembali mendarat di kening Sefi.


"Jangan pergi lagi,dan jangan menjauh lagi dari ku.Mulai hari ini aku tisak akan membiarkan mu jauh dari ku lagi."ujarnya dan lagi-lagi setelah mengatakan hal itu Roni kembali mencium kening Sefi dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya.


"Apa kak Roni tidak bahagia dengan pernikahan nya bersama Lidya ? Jika memang tidak bahagia,maka aku akan membuat mu bahagia kak.Mulai saat ini,aku juga tidak akan melepaskan mu,aku tidak akan pergi lagi jauh dari mu.Aku juga mencintaimu"batin Sefi.


"Kak,apa kehadiran ku membuat mu bahagia ?"ucap Sefi masih dalam pelukan Roni.


"Tentu saja,aku sangat bahagia malam ini.Karena sudah lama aku menantikan pertemuan kita ini"ujar Roni.


"Terima kasih sudah mau bertahan untuk mencintai ku dan bertahan selama ini untuk ku"ujar Sefi.


"Aku tidak peduli,jika ada yang menyebutku seorang pelakor.Aku mencintai kak Roni,aku juga pantas untuk bahagia"batin Sefi.


"Tidak semudah itu untuk berterima kasih padaku"ujar Roni kemudian memberi ruang untuk mereka saling menatap.


"Maksud kak Roni ?"


"Kau benar ingin berterima kasih pada ku ? Sungguh !"ujar Roni dan Sefi kemudian mengangguk.


"Menikah lah dengan ku !"ujar Roni.


"Hah"mulut Sefi terbuka lebar.Terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang ia dengar.


"Tutup mulut mu,kalau tidak mau ku makan sekarang!"ujar Roni.


"Kak..Jangan bercanda ."Sefi menepuk bahu Roni berulang kali namun dan Roni membiarkan nya,Roni kembali melajukan mobil nya untuk mencari cafe terdekat.


"Aku tidak bercanda,aku serius mau menikah dengan mu.Kamu pikir dengan usia ku sekarang,aku akan bercanda dengan hubungan ini? Katakan apa kamu mau menikah dengan ku?"ujar Roni.


"Apa aku akan jadi yang kedua?"tanya Sefi sembari melirik sesekali ke arah Roni.

__ADS_1


"Maksud mu?"ujar Roni,mengapa Sefi mengatakan menjadi yang ke dua.


"Hanya kakak yang tahu jawaban nya"ujar Sefi.


"Serius,aku tidak mengerti"mobil pun berhenti di salah satu cafe yang buka dua puluh empat jam.Sefi membuka pintu mobil dan turun terlebih dahulu.


"Sefi,tunggu ! Jelaskan apa maksud mu?"seru Roni seraya mengikuti Sefi keluar dari mobil.


"Cepatlah kak,aku sudah lapar"ujar Sefi.Mereka kemudian duduk dan memesan makanan.


"Kau berhutang penjelasan padaku"ujar Roni kemudian menarik tangan Sefi agar duduk di samping nya."Gak mau jauh-jauh lagi ya bang"😁.


"Penjelasan bagaimana,apa yang harus aku jelaskan.Kakak sendiri sudah tahu jawabannya"ujar Sefi sambil melepas tangan nya yang di pegang Roni.Namun Roni menahan nya.


"Kak,gimana Sefi mau makan ? Kalau kak Roni pegang terus tangan Sefi."ujar nya dengan nada kesal.Makanan sudah di antar oleh pelayan dan menaruh nya di atas meja.


"Biar aku yang suapin"ujar Roni seraya mengambil sendok dan memberikan suapan pertama pada mulut Sefi.


"Buka mulut nya"ujar Roni.


"Emmm.."Sefi menggeleng.


"Malu kak,di lihatin orang"ujar Sefi.


"Sini,Sefi makan di suap pakai sendok saja"mengalah dari pada pakai bibir,gimana dong.


"Anak pintar"ujar Roni penuh dengan kemenangan.


"Sefi sudah dewasa kak,bukan anak kecil lagi"gambek nih ceritanya bang😀.Awas loh,entar pergi lagi Sefi nya.


"Benarkah?Berarti sudah bisa buat anak dong"mulai jahil nih abang Roni.


"Uhuk..Uhuk"Sefi tersendat mendengar ucapan Roni.Dengan cepat Roni langsung memberikan nya air minum,Sefi kemudian meneguk nya hingga tidak tersisa.


"Kak,jangan mulai deh"ujar Sefi seraya menatap Roni yang sudah memasang senyum terbaik nya.


"Maaf"ucap nya.


"Hemm..Sefi maafkan"jawab Sefi.

__ADS_1


Selesai makan malam bersama,Mereka kembali ke rumah sakit dan Roni akhirnya pulang setelah mengantarkan Sefi ke rumah sakit.


...****************...


Keesokan harinya.


Pagi-pagi sekali tampak seorang wanita sudah datang menemui Roni di rumah nya.Wanita itu menyiapkan sarapan,kemudian menyiapkan segala keperluan untuk di bawa ke kantor.Pekerjaan yang sudah di lakukan selama dua tahun terakhir ini.


"Kenapa kamar nya belum terbuka,apa dia masih tidur ? Sudah jam tujuh dan nanti ada rapat.Apa dia lupa kalau ada jadwal rapat sama Anggara grup".ujar Vani seraya menata sarapan di meja namun pandangan nya ke atas dimana arah kamar Roni.


"Apa aku harus membangunkan nya?"Vani berinisiatif membangunkan Roni.Vani berjalan menuju anak tangga dan menaiki nya satu-persatu.


Tok


Tok


Tok


Vani berusaha mengetuk pintu agar Roni terbangun.


"Kak,sudah jam tujuh.Apa kakak sudah bangun?Kita ada rapat hari ini--"belum selesai Vani meneruskan perkataan nya,Roni sudah terlebih dahulu membuka pintu kamarnya.


"Apa aku pernah menyuruhmu untuk membangunkan ku? Tidak kan ! Jangan pernah mendekati kamar ku,bahkan menyentuh daun pintu kamar ku tanpa seijinku"ujar Roni dengan datar.


"Maaf kak..Tapi--"ucap Vani dengan wajah menunduk.


"Sudah lah,kita berangkat sekarang"ujar Roni.


"Kak,bagaimana dengan sarapan yang sudah ku buat ? Apa kakak juga tidak ingin memakan nya?"Vani tidak terima perhatian yang sudah ia buat gagal seketika.


Roni menghentikan langkah nya kemudian berbalik menghadap Vani.Vani yang di tatap pun segera tersenyum.


"Aku tahu kak,kamu gak akan tega melakukan itu pada ku"batin Vani.


"Mulai hari ini,berhentilah melakukan hal yang tidak masuk akal Vani.Aku sudah punya bibi Mirna yang menyiapkan segalanya di rumah ini.Tapi kenapa kau selalu memaksa melakukan hal konyol ini"ujar Roni.


Vani terdiam sembari meremas ujur pakaian nya.


"Kamu mau ikut kerja,atau masih mau di sini"ujar Roni seraya melanjutkan langkah nya.Vani sedikit berlari mengikuti Roni masuk ke dalam mobil.Kemudian mereka pun berangkat ke kantor bersama.

__ADS_1


Terima kasih sudah setia nunggu author up date yah...Tengkyuuuu...


__ADS_2