
Keintiman terjadi di kala bibir itu menyentuh ujung benda kenyal milik Sefi.Suara merdu mereka mengisi seluruh ruangan itu.
Engh..ah.
"Kak"
Roni menatap wajah Sefi yang tengah menutup matanya.Tersenyum saat merasakan Sefi juga menginginkan sentuhannya.
"Panggil aku,sayang"ucap Roni sambil sesekali meremas benda kenyal itu.
"Sayang"panggil Sefi.
"Iya seperti itu"
Bibirnya masih betah bermain di tempat yang kini sudah menjadi favoritnnya itu.Mengulum nya lebih dalam serta bermain dengan lembut.Perlahan tangannya menyusup meraba lembah kelam itu.
Engh..ah.
Bermain sedikit lebih lama,menelusuri lekuk tubuh wanitanya hingga tidak sedikit pun tersisa dari telusurannya.Kemudian membasuh tubuh mereka dengan air bersih di saat juniornya sudah tidak tahan.Guyuran air itu membuat Sefi membuka matanya.
"Sayang,aku sudah tidak tahan"ucap Roni sambil membalutkan handuk di pinggangnya.
"Kak,mau kemana?"ucap Sefi saat Roni menggendongnya tiba-tiba.Membawanya keluar dari kamar mandi.Ranjang empuk itu kini menjadi sasaran tempat untuk memadu kasih.Mencium bibir Sefi sambil berjalan agar wanita itu tidak banyak bertanya.
Membaringkan perlahan tanpa memutus pangutannya.Rengkuhan suara terdengar merdu keluar dari bibir keduanya di saat Roni memberi sedikit jeda,mengambil napas panjang dan memulainya kembali.
Menerusuri dari bibir hingga ke tengkuk leher dan memberi tanda cinta di sana.Kini Roni semakin turun ke bawah,memandang sebentar keindahan di bawahnya. Membuka sedikit lebar kakinya dan mengangkatnya ke bahunya.Menundukkan kepala setelah itu bermain dengan lihainya.Tubuh Sefi meliuk tak beraturan saat meresakan suatu sentuhan di bawah sana.Napasnya terengah-engah sambil menutup mulutnya,Sefi tidak mampu menahan saat lidah itu bermain di lorong gua miliknya.Bermain dengan lembut,menghisap lalu menyesap dengan dalam.
Aah
Suara merdu itu akhirnya keluar juga,di saat sesuatu keluar begitu saja.
Roni kembali menuju bibir Sefi setelah di yakini wanitanya sudah siap untuk di masuki.
Roni menyentuh miliknya sendiri agar bisa masuk dengan tepat. Butuh waktu untuk melakukannya,hingga berulang kali akhirnya Sefi memejamkan matanya saat ujung junior Roni memasukinya.
Aah
"Aow,sakit.Kak"ucap Sefi.
"Tahan sayang,masih ujungnya yang masuk.Belum seluruhnya"ucap Roni sambil mengatur napasnya.
"Sudah Kak. Aku tidak mau melanjutkanya nanti--"Roni langsung membungkam bibir Sefi dengan bibirnya. Mana mungkin ia menyudahinya di saat hampir masuk seluruhnya.Tidak bisa seperti itu pikir Roni.
Sefi membuka matanya dengan lebar,saat merasakan sesuatu benda besar melesat masuk menusuk miliknya.Ingin berteriak kencang,namun bibirnya sudah lebih dulu di bungkam oleh bibir Roni.
"Akhirnya masuk juga."Roni menunduk melihat miliknya sudah masuk seluruhnya.Tersenyum senang saat melihat sesuatu mengalir di bawah sana.Sangat beruntung sudah menjadi yang pertama untuk memiliki kekasihnya itu.
__ADS_1
"Kak,lepas. Cabut dia. Aku tidak bisa menahannya. Sakit sekali"seru Sefi saat ikut melihat arah pandangan Roni."Kak,itu berdarah"pekik Sefi ketakutan.
"Sayang,jangan takut.Sakitnya akan hilang saat dia lebih lama di dalam"Roni memilih mencium bibir Sefi dengan lembut agar Sefi tidak merasa khawatir.Membawanya kini bagaikan terbang di awan.
"Bertahanlah,sakitnya hanya sebentar"ucapnya lagi. Sefi menganggukkan kepalanya seraya membalas pangutan dari bibir Roni.Merasakan sentuhan di bawah sana,Roni menggoyangkan pinggulnya perlahan.Dengan kecepatan yang lambat.Roni membiarkan Sefi meremas rambutnya serta mencakar punggungnya.Pinggulnya bergoyang semakin lama semakin cepat,menandakan sang pemilik pusaka ingin mengeluarkan laharnya.
Aaaah
Rengkuhan panjang menandakan sesuatu ingin keluar dari dalam,dan Roni semakin mempercepat tritmennya agar masuk lebih dalam.
"Sayang"
"Sayang"
Aaahh
"Sayang,aku mau keluar"rancau Roni saat sudah saatnya lahar itu menyembur keluar.
Roni ambruk begitu saja di atas tubuh Sefi,peluhnya kini membasahi tubuh mereka lagi.
"Terima kasih sayang"ternyata seperti ini rasanya,bercinta dengan orang yang paling di cintai.
"Terima kasih sudah memberikan segalanya untuk ku."
Roni menciumi seluruh wajah Sefi dengan bangga,bangga karena sudah menjadi yang pertama merasakannya.
"Apa mau mandi lagi?"tanya Roni setelah rasa lelahnya sudah mulai hilang.
"Hei,sayang. Kenapa menangis?"kini Roni memeluk Sefi kembali.
"Apa sakit sekali,kalau begitu sini biar aku lihat"ucap Roni dengan khawatir.
Plak!
"Kenapa memukul ku ?"protes Roni sembari melirik ke bawah sana.
"Kak,aku takut,bagaimana jika mama tahu?"ucap Sefi.
"Astaga,aku sampai lupa mengabari beliau"ujar Roni."Sebentar yah"ucapnya lagi.Menyibak selimut dan turun dari ranjang dengan polosnya.
"Oh,ya ampun"Sefi menutup wajahnya dengan selimut.Walupun sudah melihat seluruhnya,tapi rasa malu itu masih ada.
Terlihat Roni tengah bicara dengan seseorang melalui ponselnya.Setelah itu kembali menemui kekasihnya.Masuk kembali ke dalam selimut yang sama dan memeluk Sefi lagi,seolah tidak ingin berpisah atau ingin mengulang permainan tadi.
"Sudah bicara sama mama"tanya Sefi.
"Hemm"
__ADS_1
"Apa katanya"tanya Sefi lagi.
"Katanya, buatlah cucu secepatnya untuk beliau"jawab Roni dengan serius.
Plak !
"Aku serius,Kak "ucap Sefi.
"Mama bilang begitu? Tidak mungkin? Jangan bercanda Kak"ujar Sefi lagi.
"Ya sudah,kalau tidak percaya. Apa mau bicara lagi sama mama"
"Tidak perlu"ucap Sefi.
" Sayang"
"Hem"jawab Roni singkat sembari bermain dengan rambut panjang Sefi.
"Kalau aku hamil,bagaimana?"
"Kenapa takut,kita akan menikah secepatnya.Semua sudah di urus oleh mama.Aku akan menjadi orang yang paling beruntung,jika kamu hamil secepatnya"Roni menatap wajah Sefi dan mengecup bibirnya sesaat.
"Entahlah,aku takut terjadi sesuatu terjadi padamu.Kak,aku tidak ingin kehilanganmu" batin Sefi.
" Andai aku bisa mengatakannya,aku ingin kamu tahu jika suatu saat kita di pisahkan oleh keadaan,aku ingin kamu menjaga buah cinta kita dengan baik.Maaf,aku terpaksa meminta hak ku terlebih dahulu sebelum menikahimu" batin Roni.
"Sayang"
"Iya Kak!"
"Aku lapar sekali"
"Mau aku masakkan sesuatu?"tanya Sefi.
"Boleh juga,tapi apa kamu bisa berdiri?"
"Hehehe,sepertinya aku butuh bantuan mu"ucap Sefi.
"Baiklah,tapi pakai dulu pakaianmu"Roni beranjak dari tempat tidur dan mencari pakaian yang bisa di pakai kekasih nya itu.
"Pakai ini saja"Roni memberikan kemeja putihnya untuk di pakai Sefi.
"Besok pagi,aku akan menyuruh bi Mirna untuk membawakan pakaian mu"ucap Roni sambil memakai kaus dan celana pendeknya.
"Jadi cuma pakai kemeja saja"ucap Sefi.
"Apa kamu mau pakai pakaian dalam milik ku?"goda Roni.
__ADS_1
"Ya ngaklah,apaan si"ucap Sefi sambil tertawa geli.Sefi memakai kemeja milik Roni yang memang kebesaran untuknya.
Setelah selesai memakai pakaian,mereka akhirnya turun menuju dapur.Memasak makan malam ala kadarnya,asalkan cacing di dalam perut aman dan tidak ribut untuk malam ini.