Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 77


__ADS_3

Wajah lusuh dan rambut acak-acakan begitu juga dengan matanya yang seperti seorang yang kurang tidur.Hari ini penampilan Roni sungguh tidak seperti biasanya.Dimana senyum nya juga hilang seiring menghilang nya sang kekasih.


Roni berjalan menuju ruangannya tanpa mau menyahut sapaan para pegawainya,sapaan selamat pagi,seperti biasanya Roni selalu menyapa kembali para pegewai nya namun kali ini tidak.


"Rapat di mulai lima menit lagi"perintah Roni pada Redist yang mengikutinya dari belakang.Pak Redist dan Dini saling pandang,bukankah rapat akan di mulai setelah makan siang? Pikir mereka.


"Baik pak"ucap nya dan langsung berbalik arah menuju ruangan nya sendiri untuk mengambil berkas rapat hari ini.


Semua tampak tegang,ada dewan direksi begitu juga pemegang saham serta orang yang berkepentingan khusus yang boleh masuk ke ruang rapat hari ini.


Semua bertanya-tanya,mengapa rapat di adakan secara mendadak seperti ini.


Rapat di buka dengan sedikit perdebatan,para dewan direksi mengutarakan pendapat yang berbeda. Ada yang langsung menyetujui dan ada yang tidak setuju.Rapat berlangsung hingga dua jam lamanya,dan pada akhirnya semua menyetujui hasil rapat hari ini.


Hasil rapat yang cukup memuaskan,tapi hal itu belum seberapa. Roni sudah memegang kuasa penuh atas perusahaan Anggara group dan Roni akan menghancurkan Jodi sampai ke titik terendah dan tidak memiliki apapun.


Kini Roni duduk dengan bersandar sambil mengamati berkas hasil rapat hari ini.


"Aku yakin,kau akan terpancing untuk keluar dari tempat mu bersembunyi. Dan pada saat itu tiba,aku akan menemukan keberadaan Sefia ku"gumam Roni.


Sementara itu,di suatu tempat,tampak Jodi Anggra terlihat sangat marah. Seorang sekretarisnya baru saja menghubunginya,memberitahu kondisi perusahaan nya saat ini. Semua sudah habis,tidak ada lagi harapan.Jodi marah sambil membanting pintu dengan keras.


"Semua ini gara-gara kau. Dasar anak tidak berguna"sentak Jodi pada Reno yang sedang menunduk lesu dengan kedua tangan di ikat ke belakang. "Kau lebih memilih hidup dengan wanita sialan ini dari pada hidup dengan keluarga mu sendiri"tunjuk nya pada wajah Lidya yang masih menangis menahan rasa sakit di tangannya,kedua tangannya juga sama di ikat kebelakang.


"Apa yang kau dapat hidup dengan wanita ini,hah?"sentaknya lagi sambil menarik rambut Lidya.


"Kau benar-benar pembawa sial"ujar nya lagi dan kini semakin membuat Lidya tampak kesakitan.

__ADS_1


"Lepaskan tangan mu,kau tidak pantas di sebut sebagai seorang ayah"ucap Lidya dengan derai air mata.


"Apa kau bilang,kau masih bisa melawan. Dasar tidak tahu diri"Jodi semakin menarik rambut Lidya.Reno hanya bisa diam melihat semua itu di depan matanya,Reno tidak mampu bergerak,bahkan berbicara saja tidak sanggup lagi.


"Mas,hentikan. Kau sudah menyakiti dia"seru mama Lina.


"Diam kamu,apa kamu pikir semua ini bukan kesalahan mu juga? Kamu tidak bisa mendidik anak mu dengan benar"ucap Jodi dan kini mata tajam nya menatap istrinya itu.


"Jika aku mendengar suara mu lagi,maka jangan salahkan aku,jika aku akan mengurungmu secara terpisah dari mereka"ucap Jodi.


"Kau benar-benar biadab,aku tidak pernah berharap memiliki anak seperti mu,semua ini adalah salah mu karena kau terlalu serakah akan harta kekayaan"nenek Salma ikut bersuara dan semakin membuat Jodi sangat marah.


"Kalian semua benar-benar sudah membuat ku sangat marah"ucap Jodi saat mendengar nenek Salma ikut bersuara,mama yang selama ini sangat menyayangi dan membela nya kini turut menyalahkannya. Jodi keluar dari ruangan itu dan menutupnya kembali dengan kasar.


"Tunggu aku akan memberi kalian pelajaran setelah anak angkat Wanda sudah habis di tangan ku"gumam Jodi.


"Lidya,apa kamu baik-baik saja"tanya mama Lina,begitu Jodi sudah pergi.


"Bersabarlah,mama yakin Roni dan Brian akan menemukan kita.Bertahanlah sayang"ujar mama Lina.Mama Lina juga tidak mampu berbuat apapun karena kondisi mereka sama-sama di ikat.Hanya saja,mama Lina dan nenek Salma tidak di sakiti seperti Reno dan Lidya.


"Ternyata kau benar-benar ingin bermain-main dengan ku"Jodi menatap mobil Roni yang baru saja keluar dari perusahaan nya.Jodi menunggu saat yang tepat untuk melakukan rencana nya.Menunggu Roni pulang sendiri dan mengikutinya.


"Hallo Deka,bagaimana,apa kamu sudah menemukan keberadaan mereka."Roni berbicara dengan Deka melalui sambungan ponsel nya. Sambil sesekali melirik ke kaca spion dan kini dia tahu ada seseorang yang mengikutinya sejak tadi.


"Baiklah,aku akan segera kesana"Roni memilih memutar balik saat ada persimpangan.Tujuan nya kini adalah kantor polisi dan benar saja,mobil yang mengikutinya itu juga berhenti tidak jauh dari nya saat Roni sudah sampai di kantor polisi.


"Seharusnya,kau tidak usah terlalu repot datang ke kantor polisi karena aku sendiri yang akan menemui mu"ucap Deka begitu Roni sudah masuk ke ruangannya.

__ADS_1


"Apa ada cctv yang menghadap jalan utama?"tanya Roni tidak ingin berbasa-basi.


"Maksud mu?"Deka menatap Roni yang terlihat tenang.


"Ada mobil yang mengikutiku sejak aku keluar dari perusahaan. Sepertinya mobil itu juga berhenti tidak jauh dari kantor ini."


"Apa kau yakin?"tanya Deka sambil menyuruh rekan nya memeriksa cctv.Roni hanya mengangguk dan kemudian mereka sama-sama melihat cctv.


"Maksud mu mobil mewah itu yang sudah mengikuti mu?"Deka terkejut mengapa Roni berurusan dengan pemilik mobil mewah itu.


"Apa kau mengetahui,siapa pemilik mobil itu?"Roni menatap Deka penuh tanya.


"Tentu saja,pemilik mobil itu sudah sering sekali berurusan dengan kepolisian.Tapi karena dia adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya,dia selalu lolos dari hukum."Terang Deka.


"Siapa yang kau maksud?"tanya Roni seraya melihat dengan jelas mobil tersebut.


"Mobil itu adalah milik Aliando anaknya tuan Yehriko Wijaya.Apa kau mengenalnya?"


Deg


"Maksud mu Aliando dari All group? Tidak mungkin,kau mungkin salah orang.Coba periksa nomer kendaraan nya"ujar Roni.


"Roni,aku bahkan sudah bosan melihat mobil itu dan sudah sangat hafal sekali dengan nomer kendaraannya.Tidak mungkin aku asal bicara"sahut Deka.


"Tapi mengapa dia mengikuti ku?"tanya Roni sambil berpikir.Apa tujuan pemilik mobil itu mengikutinya.


"Apa kau memiliki masalah dengan nya? Jika iya,sebaiknya cepat selesaikan. Aku tidak ingin dia menyakitimu."Deka berharap semoga saja Roni tidak ada persoalan dengan Aliando,karena Deka sudah sangat mengenal Aliando dengan baik.Pria yang selalu saja bisa lolos dari jeratan hukum.

__ADS_1


Hanya saja,Deka tidak tahu jika mobil mewah itu kini sudah menjadi milik Jodi Anggara.Aliando sudah memberikan mobil mewah itu sebagai jaminan perjanjian mereka. Dan saat ini yang berada di dalam mobil itu adalah Jodi Anggara calon mertua Roni sendiri.


Beraambung.


__ADS_2