
Cahaya mentari sudah mulai menyinari bumi pagi ini,burung-burung di udara terdengar berkicau dengan merdu.Kesibukan sudah terlihat di kediaman Reno,kedua putri mereka tampak duduk dengan nyaman di ruang tamu,memegang botol susu masing-masing sambil menonton animasi anak kesukaan mereka.Lidya dan Sefi tampak berkutat di dapur,sementara Reno tengah menyiram tanaman di pekarangan rumah.
Sementara Roni tampak baru saja bangun dari tidurnya,duduk sebentar di atas tempat tidur sambil membayangkan indahnya waktu yang mereka lewati tadi malam.Tersenyum,Roni tersenyum senang,perasaannya sudah tidak sabar untuk memiliki kekasihnya itu seutuhnya.
"Apa Roni belum bangun juga"tanya Reno,setelah selesai melakukan pekerjaannya.
"Kak Roni belum bangun,Kak.Biar Sefi bengunkan!"ujar Sefi.Berjalan menuju kamar untuk membangunkan Roni.
"Sayang,masak apa?"Reno menghampiri istrinya dan langsung memeluk Lidya dari belakang.
"Kamu ngak malu,nanti adikmu lihat kita seperti ini"ucap Lidya.
"Dia sedang pergi"ujar Reno."Sebenarnya tadi malam aku mau minta jatah ku,tapi tidurmu nyenyak sekali."Reno memberi kecupan di leher Lidya.
"Kenapa tidak di bangunkan?"Lidya berbalik dan memandang wajah suaminya.
"Aku tidak tega membangunkanmu,sepertinya kau sangat lelah.Tapi nanti malam boleh ya"ujar Reno.Lidya tersenyum melihat suaminya jika meminta sesuatu padanya,wajahnya akan berubah seperti seorang anak kecil yang minta permen.
"Hem"jawab Lidya sambil menganggukkan kepalanya.
"Pergilah temani anak kita,aku akan bawakan kopi untukmu"ujar Lidya.
"Buatkan juga untuk Roni,aku akan menunggunya di ruang tamu"ujar Reno.
Ya,tadi setelah Reno bangun sempat menanyakan keberadaan Roni yang seingatnya tadi malam tidur di Sofa.Namun dengan alasan yang tepat maka Sefi bisa membuat kakaknya itu tidak curiga.
Sebelumnya.
"Sefi,dimana Roni?"tanya Reno begitu keluar dari kamarnya dan langsung menuju dapur.Di dapur Sefi sedang membantu Lidya menyiapkan sarapan.
"Oh,tadi Sefi suruh pindah ke kamar,tidurnya terganggu karena Sintia sama Lili sedang menonton televisi di ruang tamu"ujar Sefi.Sedikit berbohong tidak apa,jika sampai ketahuaan kakaknya maka Reno bisa marah besar.
"Gitu yah"ucap Reno."Nanti begitu dia sudah bangun,suruh temui aku."Sefi menganggukkan kepalanya,kemudian Reno pergi meninggalkan Sefi dan Lidya.
"Ehem."Lidya berdehem saat melihat adik iparnya itu terdiam melihat punggung kakaknya Reno yang sudah pergi keluar rumah.
"Kakak ipar"ucap Sefi gugup.
__ADS_1
"Apa ada penyusup tadi malam masuk ke kamarmu?"goda Lidya.
"Ti-tidak Kak,tidak ada penyusup"ujar Sefi dengan gugup.
"Benarkah,berarti aku salah lihat"ucap Lidya.
"Kakak lihat apa?"tanya Sefi dengan cepat.
"Tidak lihat apapun,mungkin saja tadi malam ada nyamuk yang kelaparan di kamarmu.Jadi dia menggigitmu dan meninggalkan sedikit bekas di lehermu"ujar Lidya dan sontak saja Sefi memegang lehernya.
"Benarkah Kak,kelihatan ya.Padahal sudah ku tutupi pakai alas bedak"uups,keceplosan.Sefi langsung menutup mulutnya.
"Kau ini"Lidya tersenyum melihat kegugupan adik iparnya itu.
"Maaf Kak,kami hanya ciuman saja,ngak ngelakuin apa-apa kok"sanggah Sefi.
"Sudah,tidak apa-apa.Aku percaya"ucap Lidya.
Kembali pada Sefi yang kini masuk kembali ke kamar untuk membangunkan Roni.
"Pagi sayang"sapa Roni ketika melihat Sefi membuka pintu kamar.
"Bagus dong,kalau kakak mu tahu.Kita pasti di nikahkan secepatnya"ujar Roni.
"Sebelum nikah,wajahmu sudah babak belur duluan"ucap Sefi.
"Kenapa marah?"Roni meluruskan kakinya,dan bersandar sambil menatap kekasihnya.
" Kau ini,masih bertanya lagi"ujar Sefi.Berjalan mengitari tempat tidur dan menyusun selimut dan bantal.
"Pergilah mandi sana,biar kita cepat pulang"ujar Sefi.
"Kenapa buru-buru sekali"Roni mendekat kemudian menarik Sefi dan memeluknya.
"Cium dulu,setelah itu aku akan pergi mandi"goda Roni.
"Ngak mau,yang tadi malam saja masih membekas."Sefi menunjuk bekas di lehernya.
__ADS_1
"Loh kenapa sudah pudar.Padahal ini adalah seni kreatif yang indah"ujar Roni.Roni menunduk dan ingin membuat seni lagi di leher Sefi.
"Mau apa?"Sefi menarik rambut Roni ke belakang.
"Sakit sayang." Mengusap rambutnya,"Aku cuma mau memperjelas karya seni ku yang indah ini." kembali lagi menunduk dan langsung memberikan sebuah kecupan di leher Sefi.
"Dasar mesum"Sefi mendorong Roni agar menjauh."Temui kak Reno setelah selesai mandi"ujar Sefi.Setelah itu ia pergi meninggalkan Roni sendiri.
*
Sarapan pagi telah usai,dan kini Sefi dan Roni tengah bersiap untuk pulang.Ada rasa haru antara adik dan kakak itu,terlihat jelas bagimana Reno memeluk adiknya sambil mengusap kepalanya dengan lembut.Pamit pada kakak ipar juga keponakan nya yang cantik-cantik itu.
Sekali lagi Sefi memandang ke belakang sambil melambaikan tangannya,mengusap ujung matanya yang berair.
"Aku sayang kalian semua,sampai jumpa lagi"teriak Sefi dari dalam mobil.Terlihat Reno menggendong Liliana sambil melambaikan tangan mereka,begitu juga Lidya dan Sintia.
"Kenapa menangis?"Roni memberikan tisu pada Sefi.
"Sefi sedih Kak,Sefi bakalan rindu sama mereka."Sefi mengambil tisu dari tangan Roni.
Sroottt..
Sefi menekan hidungnya dan menghapus pakai tisu,kemudian membuangnya ketempat sampah.
"Mereka sudah berjanji akan kembali lagi setelah urusannya disini sudah selesai.Sabarlah sedikit,lagian mereka juga akan datang saat pesta pernikahan kita"ujar Roni.
"Apa?"Sefi menatap Roni dengan terkejut.
"Seminggu lagi kita akan menikah,aku sudah memberitahu kakak mu untuk rencana pernikahan kita."Roni tersenyum melihat Sefi melongo,kemudian melanjutkan lagi ucapannya."Dengar aku tidak butuh persetujuanmu lagi bahkan aku tidak ingin mendengar penolakan dari mu"tekan Roni.
"Bagimana dengan papa?"ucap Sefi. Entah mengapa pikiran Sefi langsung pada papanya,walaupun setelah mereka pergi tidak sekalipun papanya mengajak mereka kembali lagi ke rumah mereka,bahkan untuk menghubungi mereka saja tidak ada.
Roni terdiam memikirkan perkataan Sefi,benar apa yang di katakannya mereka harus minta restu dulu pada calon mertuanya itu.Walau pun Roni sangat tidak menyukai hal itu.
"Apa aku bisa menemui papa?"tanya Sefi.
Menghela napas panjang,bagaimana jika terjadi sesuatu pada Sefi.Sementara selama ini Roni sudah berusaha melindungi kekasihnya itu dari jangkauan Jodi Anggara.
__ADS_1
"Aku akan menemanimu untuk menemuinya"sahut Roni setelah berpikir sejenak.
"Jangan khawatir,aku tidak akan melakukan apapun.Kita hanya minta restu itu saja,setelah itu kita pulang"ucap Roni saat melihat kekhawatiran Sefi.