
Happy reading !!!
Pagi ini,setelah sedikit menghadapi masalah yang terjadi,Sefia bersiap untuk pergi bekerja ke perusahaan yang telah menerimanya kemarin.
Sefia berangkat dengan mengendarai motor milik kakak nya Reno,yang telah lama di tinggal oleh sang pemilik.Sedikit kesusahan dan merasa canggung saat mengendarainya,karena Sefia sudah sangat lama tidak lagi pernah naik motor sendiri.Terakhir Sefia naik motor,ketika bersama Gio sang sahabat itupun hanya di boncengi saja,selama tinggal di Jerman Sefia hanya berpergian dengan taxi atau berjalan kaki saja.
"Aku pasti bisa,aku pasti bisa !"seolah sebuah mantra yang di ucapkan berulang kali,Sefia menyakinkan dirinya.
Sefia melajukan motor nya itu dengan hati-hati,hingga sampai pada tujuannya.Rok sepan yang ia pakai sedikit di tarik ke atas,agar tidak terlalu mengganggu.Sementara lengan baju kemeja putih yang ia pakai di gulung sedikit hingga sampai di ujung siku tangannya.Hari pertama kerja Sefia sudah di uji oleh keadaan,ia juga tidak akan tahu,kejutan apa yang akan menantinya di tempat kerja nya nanti.
Tiga puluh menit berlalu,Sefia menghabiskan waktunya di perjalanan.Jika saja ia sudah sangat lancar membawa motornya,mungkin saja waktu yang terlewati tidaklah sebanyak itu.
"Selamat pagi ! "sapa seorang wanita begitu Sefia memasuki kantor tersebut.Wanita yang memakai pakaian putih dan rok hitam itu menyapanya,sudah di pastikan wanita tersebut sama dengan nya yang baru saja masuk kerja hari ini.
"Selamat pagi juga"sapa Sefia.
"Aku Kiara,nama kamu siapa"tanya Kiara sambil mengikuti Sefia mengimbangi langkah kaki wanita itu.
"Aku Sefia"ujar Sefia sambil menoleh sesekali pada Kiara yang di rasa orang nya cukup ramah.
"Apa kamu gugup"tanya Sefia menghentikan langkahnya kemudian menatap Kiara sambil menunggu pintu liff terbuka.
"iyah,aku sangat gugup sekarang"ucap Kiara sambil berusaha menampakkan senyumnya namun,kedua tangan nya yang di remas cukup menandakan jika ia sangat gugup.
"Jangan khawatir,kemarin kita sama-sama sudah di interview dengan baik.Jadi tenang lah,pasti kamu bisa melewati hari ini dengan sangat baik"ucap Sefia namun di pastikan ia juga sangat gugup tapi Sefia mampu mengatasi rasa gugup itu.
Pintu liff terbuka,kedua wanita itu kemudian masuk bersamaan dengan pegawai lainnya yang langsung menerobos ikut masuk ke dalam liff.Berbaur dan menatap saling melemparkan senyum masing-masing walaupun tidak saling mengenal.
"Pengawai baru jaman sekarang cantik-cantik sekali yah !"ujar salah satu pria yang ikut masuk ke dalam liff tersebut.
"Cantik adalah poin utama supaya sang atasan dan pegawai seperti kita bisa betah kerja seharian di kantor"sahut yang lain nya.
Kiara terlihat mendekatkan dirinya di samping Sefia,setelah melihat salah satu pria itu mengedipkan sebelah matanya pada nya.
"Ada apa?"bisik Sefia.
"Tidak ada apa-apa ! Aku hanya sedikit risih saja"ujar Kiara dengan berbisik juga.
__ADS_1
Pintu liff terbuka,seperti biasa para pegawai itu berebut untuk keluar.Sefia dan Kiara juga ikut keluar,mereka berdua berjalan menuju ruangan sang sekretaris direktur untuk menemui Vania sesuai dengan intruksinya kemarin.
"Selamat pagi !"sapa mereka berdua secara bersamaan pada tiga orang yang sudah lebih dulu sampai di ruangan tersebut.Ketiga wanita itu juga memakai warna pakaian yang sama dengan mereka.
"Selamat pagi juga,kenapa kalian terlambat ! Ibu Vania sudah menunggu sejak tadi"ujar salah seorang wanita itu yang bernama Seril.
"Jadi ibu Vania sudah datang ? Waduh,bisa kena semprot kita.Hari pertama kerja saja sudah terlambat"ucap Kiara semakin gugup.
"Jadi ibu Vania ada dimana sekarang ?"tanya Sefia sambil melihat sekeliling ruangan tersebut.
"Ada di ruangan Pak direktur,tadi sempat kemari.Tapi hanya sebentar"ujar Seril.
"Salah satu senior bernama Dini tadi sempat bilang,kalau Pak direktur sendiri yang akan menempatkan kita di bagian yang sesuai dengan kemampuan kita"ucap Seril.
"Oh gitu,jadi sekarang kita harus nunggu mereka di sini"tanya Kiara.
"Iya"ucap Seril menganggukkan kepalanya.
Pintu terbuka,seorang pegawai senior yang bernama Dini masuk terlebih dahulu.
"Selamat pagi semua "sapa Dini.
"Pak direktur akan segera datang,kalian harus bersikap sopan padanya,jika kalian ingin di tetapkan bekerja di dalam ruangan.Dan satu lagi,kalian tidak ada yang boleh protes pada keputusannya jika tidak ingin bekerja terjun langsung ke lapangan"ujar Dini mengingatkan.
Sesaat kemudian seorang pemuda masuk di ikuti oleh Vania dan beberapa pegawai lainnya.Kelima wanita itu juga menunduk sambil menyapa mereka.
"Selamat pagi Pak direktur" sapa mereka dengan serentak.
"Hem..Pagi "ucap Roni tanpa menoleh kemudian duduk di kursi nya.
"Kalian semua,silahkan duduk kembali"ujar Dini pada kelima pegawai baru itu.
"Vania,bacakan mereka data mereka"pinta Roni tanpa menoleh karena ia sibuk dengan ponselnya.
"Bodoh,seharusnya kemarin aku meminta nomor ponselnya"batin Roni sambil menatap wajah wanita yang ada di layar utama ponsel nya itu.
"Astaga,apa ini takdir ? Kak Roni direktur di perusahaan ini,itu artinya dia yang punya perusahaan ini ?Bagaimana jika dia melihat ku ? Apa yang harus ku katakan jika ia bertanya padaku"batin Sefia saat melihat wajah sang direktur di depan nya.
__ADS_1
"Seril Napitupulu lulusan sarjana ekonomi dari Universitas Medan"sebut Vania membacakan data Seril.
"Tempatkan dia di cabang perusahaan sebagai Sekretaris"ucap Roni sesaat sambil menatap wajah Seril yang sudah berdiri dengan senyum manisnya.
"Baik Pak"ucap Dini yang sudah mengetahui tugasnya untuk mengatur segala perlengkapan data untuk mengirim Seril ke cabang perusahaan.
"Bacakan lagi"pinta Roni pada Vania.
"Kiara Larasati Spd.Lulusan dari UnRi"ujar Vania dengan bingung kenapa wanita yang satu ini tidak melamar jadi seorang guru saja,melihat tamatannya sebagai Sarjana pendidikan.
"Sarjana Pendidikan ?"tanya Roni menghentikan kegiatannya menatap ponselnya,kini ia fokus menatap kelima wanita di depan nya.
"Sefia"batin Roni,kini ia tidak lagi fokus mendengar jawaban Kiara,Karena hati dan pikirannya kini fokus pada wanita yang sama-sama menatapnya.Suara Kiara yang menjelaskan panjang lebar,bagaimana ia lari dari jalur pendidikannya untuk mencari pekerjaan,bagaikan suara nyanyian merdu yang mengiringi pemandangan indah itu.Seolah tenggelam dalam khayalan yang luar biasa.
Vania yang melihat arah tatapan Roni,sontak langsung berdehem untuk menyadarkan pria itu.
"Hemm..Jadi bagaimana keputusanmu ? Kiara di tempatkan di bagian apa ?"tanya Vania dengan kesal.
"Kiara di bagian cabang.Cari bagian yang jabatannya kosong"ujar Roni yang tidak melepas arah pandangannya.
"Dini,kamu urus penempatan Kiara di perusahaan cabang"ujar Roni lagi.
"Baik pak"ucap Dini sambil menatap Vania dengan senyum menyindir.
"Cih,wanita sombong ini sekarang sudah ada saingan.Vania kamu harus siap-siap mental mulai sekarang"batin Dini dalam senyumannya.
"Vania,bacakan lagi"pinta Roni.
"Sefia Anggara lulusan dari Universitas --"ucapan Vania terputus saat Roni langsung meminta Dini untuk menempatkan Sefia di kantor nya saat ini.
"Dini,siapkan semua datanya untuk sebagai Asisten pribadiku"ucap Roni.
"Hah.."Sefia tidak percaya akan keputusan Roni tanpa mendengar langsung ia lulusan darimana.
"Kak,mana bisa begitu !" Vania protes saat Roni berdiri kemudian menatapnya.
"Dini,kamu urus selebihnya"ucap Roni pada Dini.
__ADS_1
"Vania,kamu ikut saya"Roni keluar dari ruangan itu setelah menatap Sefia sekali lagi.Sefia hanya terdiam memandang kepergian mereka.