
Terdiam sesaat,Vani menunggu jawaban Roni.Apakah ia di ijinkan untuk datang ke rumah pribadi nya Roni.
"Baiklah kau boleh datang sekarang"sahut Roni.
Dengan senang hati,Vani menyusun berkas ke dalam tasnya.Tersenyum senang karena akhirnya dia menemukan jalan keluarnya.Vani keluar dari gedung tinggi itu dengan semangat.Selain dia akan bertemu Sefi disana,Vani juga sangat merindukan pria idamannya itu.
Perjalanan singkat karena jam makan siang sudah lama usai sehingga membuat jalanan sedikit renggang.Melajukan mobilnya dengan maksimal seiring dengan irama musik klasik terdengar merdu.
"Aku Vania Hermawan. Aku wanita kuat dan hebat,tidak ada satupun wanita yang mampu bersaing denganku.Hahaha"seru Vani.Tertawa sendiri di dalam mobilnya.
Beberapa menit kemudian akhirnya Vani sampai ke rumah pribadi Roni.Berjalan dengan santai sambil menenteng tasnya.Menekan bel berulang kali hingga bi Mirna muncul membukakan pintu untuknya.Masuk ke dalam rumah tanpa menyahut sapaan pelayan tersebut.
"Dimana tuan mu"tanya Vani dengan ketus.
"Di dalam ruang kerja,Non."Bi Mirna menunjuk arah ruang kerja Roni.
"Siapkan teh untuk ku dan bawa ke ruang kerja tuan mu"ujar Vani.
"Dengar,jangan pakai gula"ujar Vani lagi.Setelah itu Vani berjalan menuju ruang kerja Roni.
"Teh nya tidak pakai gula.Pantas saja senyumnya pahit"ucap bi Mirna setelah Vani pergi.
Tok,tok,tok.
Vani mengetuk pintu yang memang di biarkan terbuka.Vani masuk saja tanpa menunggu di persilahkan.
"Kak,kenapa tidak masuk hari ini?"ujar Vani.Tanpa bersalah sedikitpun,Vani duduk dengan santai.Tersenyum senang saat melihat Roni hanya sendiri di ruangannya.
"Berdiri"ucap Roni sambil menatap Vani dengan tajam.
"Hah"seru Vani terkejut saat mendengar suara tegas Roni.
" Apa kau tuli ?"ucap Roni lagi.
"I--iya. Aku akan berdiri"ujar Vani.Takut,tiba-tiba Vani merasakan aura yang berbeda.Panas dan mencekam. Keringat dingin mulai mengalir di kening Vani.Vani langsung berdiri dengan kepala yang menunduk.
"Ada apa kau datang kemari"tanya Roni.
"Aku membawa berkas yang harus di tanda tanganni"ucap Vani.
__ADS_1
"Mana berkas yang harus di tanda tangani"ucap Roni.Namun tatapan tajam itu masih melekat seolah mampu menguliti Vani hidup-hidup.
Dengan gemetar,Vani membuka tas nya dan memberika berkas itu pada Roni."Ini berkasnya Kak"ujar Vani.
"Katakan apa tujuanmu sebenarnya datang kemari"ucap Roni sambil memeriksa berkas itu.
"Hah"
"Apa aku harus mengulangnya lagi?"tanya Roni.
"Aku hanya ingin memberikan berkas itu saja.Tidak ada yang lain.Sunguh"ujar Vani.
"Sial,kenapa aku jadi gemetar begini si." batin Vani.
"Dengar,berkas ini tidak sepenting yang kau katakan.Berkas ini juga bisa kau serahkan pada direktur keuangan."Roni kembali menatap Vani.
"Aku rasa kau juga tahu itu"ucap nya lagi.
"Vani,mulai besok kamu saya pindah tugaskan"ucap Roni.
"Hah"
"Kamu pilih saya pindah tugaskan atau saya pecat secara tidak hormat"ujar Roni.Memberi pilihan yang mudah untuk Vani,setelah memikirkannya sejak kemarin.
"Apa kesalahanku Kak,apa selama ini pekerjaan ku tidak baik.Aku tidak mau pilih keduanya"ujar Vani.
"Kau sudah bekerja dengan baik.Dan oleh karena itu,aku memberi pilihan untuk mu."Roni berdiri setelah menutup kembali berkasnya.
"Kesalahanmu tidak dalam urusan pekerjaan.Apa kau sadar apa kesalahanmu?"ujar Roni.Vani menggeleng tidak terima jika di tuduh sudah melakukan kesalahan.
"Kau sudah sangat lancang,mencampuri urusan pribadiku.Kau bahkan ingin menghancurkan hubunganku dengan orang yang paling aku cintai selama ini.Apa kau sengaja ingin merusak hidupku?"ucap Roni.
"Aku tidak mengerti Kak,Aku tidak pernah berniat menghancurkan hidupmu.Bahkan aku sendiri akan selalu membuatmu bahagia"ujar Vani.
Cih
"Kau ingin membuat ku bahagia dengan cara merusak hubunganku dengan Sefi."Vani terkejut saat Roni mengucapkan tentang hubungannya dengan Sefi.
"Jadi... Kalian berdua menjalin hubungan?"ucap Vani.Hatinya remuk seketika saat mendengar pengakuaan Roni secara langsung.
__ADS_1
"Benar.Dan seminggu lagi kami akan menikah,jadi berhentilah mengganggunya"ujar Roni.
"Kalian mau menikah? Kak,bagaimana dengan aku?"tanya Vani sambil meraih tangan Roni.
"Singkirkan tangan mu"
"Tidak.Aku tidak akan melepaskan mu.Kak,kau sudah janji untuk selalu menjagaku.Tapi kenapa kau ingin menikah dengan pegawai baru itu yang baru saja kau kenal."Vani langsung memeluk Roni,menyingkirkan rasa takut nya.
"Dia Sefi yang kau kenal sebagai pegawai baru adalah cinta ku yang sudah lama ku tunggu.Dia adalah Sefia Anggara yang selama ini selalu ku cintai bahkan sampai aku mati sekalipun.Aku hanya berjanji untuk menjaga mu,bukan untuk menikahi mu atau sebagai teman hidup ku selamanya."Roni melepas tangan Vani yang melinglar di pinggang nya.
"Aku tidak ingin mendengar apapun lagi dari mu.Aku menunggu surat pengunduran dirimu atau kau pilih sendiri pilihan yang sudah ku katakan pada mu"ujar Roni.Kemudian pergi meninggalkan Vani sendiri dengan kesedihan nya.
Vani terduduk di lantai sambil menangis dengan sendu.Sudah jatuh tertimpa tangga pula,itulah yang di rasakan Vani saat ini.
"Nona,apa saya bisa masuk? Saya membawa teh untuk nona"seru bi Mirna dari pintu luar,menyembul kepala nya sedikit di balik pintu.
"Bawa kembali teh mu,aku sudah tidak butuh"ucap Vani.
"Apa Non Vani baik-baik saja?"tanya bi Mirna.
"Bukan urusan mu"sahut Vani.
Vani bangkit berdiri setelah menghapus air matanya.Berlalu dari hadapan bi Mirna tanpa menoleh sedikit pun.
"Apa nenek sihir itu habis menangis?"ucap bi Mirna seraya menatap Vani yang tengah menuruni anak tangga.
Vani akhirnya pergi dengan hati yang remuk,rasa marah dan demdam semakin bertambah.Vani marah saat mengetahui hubungan Roni dan Sefi yang akan berlanjut ke jenjang pernikahan.
"Maaf,malam ini aku tidak bisa membawa Sefi untuk mu.Tapi aku janji besok, aku akan membawa Sefi pada mu"ujar Vani.
Ya,sepulang dari rumah Roni,Vani langsung menuju cafe tempat mereka bertemu saat ini dengan pria yang sudah menodainya.
"Nyali mu besar juga,aku pikir saat kau tidak berhasil membawa wanita ku,maka kau akan lari bersembunyi.Tapi kenyataannya,kau datang sendiri menemui ku.Untuk saat ini,aku akan melepasmu karena aku meneghargai usaha dan kerja keras mu."Pria itu menyodorkan sebuah gelas berisi minuman dingin.
"Minumlah"ucap pria itu lagi.
"Aku tidak memberikan apapun pada minuman ini.Ayolah,jangan menatapku seperti itu"ucap pria itu.Tersenyum saat Vani tidak mau mengambil minuman dari nya.
"Apa aku harus membantu mu untuk meminumkan nya ?"ucap pria itu.
__ADS_1
"Tidak perlu,aku tidak haus"tolak Vani.Vani tidak ingin masuk perangkap untuk kedua kalinya.