Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 59


__ADS_3

Happy reading.


Asyik bermain dengan kedua keponakannya di atas tempat tidur,melempar bantal ke sembarang arah,menggelitiki hingga tertawa dengan bahagia.Senang,memiliki keponakan ternyata sangat menyenangkan.Tawa mereka menular hingga ke dapur,Reno dan Lidya ikut tertawa mendengar suara candaan mereka.


Sederhana,kediaman Reno dan keluarga kecilnya memang sangat sederhana.Reno hanya mampu membeli rumah kecil,walaupun jauh dari kata mewah,Rumah itu seolah sanggup memberikan kebahagian untuk mereka.


"Tante,Sintia sudah lelah"ujar Sintia seraya turun dari tempat tidur.


"Baiklah,tante juga lelah.Kamu juga mau kemana?"tanya Sefi pada keponakannya yang paling bungsu.


"Mau minum cama mama"Lili juga ingin turun dari tempat tidur namun kakinya tidak mau sampai ke bawah lantai.


"Mau turun ya,sini tante bantu"Sefi mengangkat Lili dan langsung mengendongnya.


"Kamu di kasih makan apa? Mengapa berat sekali"keluh Sefi saat menggendong Liliana."Padahal kakak Sintia tidak seberat Lili"ujarnya lagi.Mereka keluar menuju dapur menyusul Sintia.


"Papa kasih minum susu yang banyak,kata papa biar ngak nangis terus"bukan Lili yang jawab namun Sintia yang sedang memegang gelas di tangannya.


"Pantas gendut"Sefi berulang kali mencium keponakannya itu.


"Geli"ujar Liliana.


"Biarin."Sefi mencium Liliana dengan cemas.


Muuach,muach


Sefi tidak bosan mencium Liliana yang gendut itu.


"Tante,geli. Tante juga bau belum mandi"ujarnya lagi.


"Apa? Tante bau?"ujar Sefi semakin gemas.


"Sefi,pergilah mandi dan ganti pakaianmu.Setelah itu kita akan makan malam"ujar Lidya seraya memberikan Sefi pakaian ganti.


"Terima kasih Kak,Kakak ipar tahu saja kalau Sefi ngak bawa pakaian ganti"ucap Sefi.


"Kamar mandinya hanya satu,jadi kalian harus bergantian"ujar Lidya.


Lidya mengambil Lili dari gendongan Sefi dan mengajak Sintia agar duduk di ruang makan.Sementara itu Sefi masuk ke kamar mandi yang berdekatan langsung dengan dapur.

__ADS_1


"Kakak ipar kasih aku pakaian apa? Masa iya aku harus pakai daster?"ucap Sefi pada pantulannya di cermin,berputar melihat pantulan dirinya."Hihihi,ternyata cantik juga"puji pada dirinya sendiri.Mengangkat rambuthya ke atas dan menggulungnya kemudian menjepitnya dengan sembarangan.


"Baiklah,kalian harus jaga mereka dengan baik"ujar Roni masih berbicara dengan satpam penjaga rumah.Laporan yang di sampaikan seorang satpam itu pada tuannya,jika sejak siang tadi ada sebuah mobil yang memantau rumah yang di tinggali mama Lina dan nenek Salma.


Penjagaan semakin di perketat,bahkan Roni menyuruh para pelayan untuk tidak ada yang pulang ke rumahnya masing-masing.


"Dengar,tetap pantau di dalam rumah juga dan suruh Deka membawa anak buahnya ke dalam rumah,mereka sudah tahu apa tugasnya nanti.Tapi ingat jangan sampai mama Lina juga nenek sampai merasa takut"ujar Roni lagi.


"Baik Tuan"ucap pak satpam sambil menunduk walaupun tidak berhadapan langsung dengan tuannya.


"Kak,Sefi sudah selesai mandi,sekarang giliran kakak yang mandi"ujar Sefi menghampiri Roni yang masih duduk sendiri di ruang tamu.


"Aku hubungi lagi nanti"ucap Roni pada pak satpam melalui panggilan di ponselnya.Mengakhiri panggilan itu dan meletakkan ponselnya begitu saja.Namun pandangannya kini fokus pada lekuk tubuh Sefi yang menurutnya sangat seksih sekali.


"Sayang kamu cantik sekali"Roni menarik tangan Sefi agar mendekat padanya.Aroma sabun mandi menyeruak indra penciuman Roni.


"Kenapa pakai baju ini"tanya Roni setelah Sefi duduk di sampingnya.Berbicara dengan pelan,takut di dengar oleh pemilik rumah.


"Baju kak Lidya,aku kan ngak bawa pakaian ganti"ujar Sefi.Roni terlihat meremas rambutnya dengan kasar dan menarik napas panjang lalu membuangnya dengan kasar.


"Maaf,aku lupa.Seharusnya aku membawakan pakaian untukmu.Tapi aku sangat tersiksa melihatmu pakai pakaian seperti ini"ujar Roni seraya menyentuh pakaian yang di pakai Sefi dengan ujung jarinya.


"Aku jadi ingin menyentuhmu"ucap Roni dengan gusar.


Plak !


"Menyebalkan !"Sefi berdiri setelah menepuk paha Roni dengan kuat.


"Sakit sayang"ujar Roni terkekeh.


"Pergilah mandi sana"ucap Sefi.


"Pakaian ku ada di dalam mobil,ambilkan dong sayang"ujar Roni sambil tersenyum hingga membuat wajah Sefi merah merona.


"Ogah,ambil sendiri"sahut Sefi.Setelah itu ia menyusul Lidya yang tengah duduk di ruang makan.


"Sedang makan apa sayangnya tante?"ujar Sefi saat melihat Lili dan Sintia duduk di kursi kecil khusus untuk anak kecil.


Walaupun sudah tahu jika Lidya tengah menyuapi makan kedua putrinya.Sefi tetap bertanya pada keponakannya itu.

__ADS_1


"Tante cantik, Sintia lagi makan bubul buatan papa.Tapi sebenalnya ini bubul untuk adik Lili.Hihihi,Tante mau"ucap Sintia.


"Mau dong kalau di kasih"sahut Sefi.


"Ngak boleh,nanti Sintia lapal lagi kalau tante ikut makan bubulna"ujar Sintia lagi.


"Tadi nawarin,kenapa sekarang ngak boleh"ujar Sefi.


"Hihihi,Sintia belcanda"ucap Sintia.Lidya tersenyum mendengar keisengan putrinya itu.Ada rasa bahagia di hatinya saat melihat putrinya itu bisa ceria lagi.


*


Makan malam telah usai,bahkan mereka tadi sempat bercerita setelah makan malam.Video call dengan mama Lina juga nenek Salma melepas rindu yang selama ini terpendam.


Sefi berbaring di kamarnya,Sementara Roni tidur di sofa ruang tamu karena rumah Reno hanya memiliki dua kamar tidur.Reno dan Lidya juga sudah terlelap di kamarnya,rasa penat di perjalanan tadi membuat Lidya tidur dengan nyenyak begitu juga Reno ikut tidur sambil memeluk istrinya.Dan kedua putri mereka sudah terlelap di atas tempat tidur yang sama dengan Reno dan Lidya.Kedua putrinya terpaksa mengungsi tempat tidur karena saat ini kamar mereka di tempati oleh Sefi.


Tepat pukul setengah satu malam,Roni memilih masuk kedalam kamar Sefi,karena dinginnya malam.Suara jangkrik bersahutan seolah bernyanyi dengan merdunya.Roni tidak bisa tidur,pikiran mesumnya melintas begitu saja di kepalanya.


Naik ke atas tempat tidur dengan pelan,meletakkan bantal penyanga kepalanya di samping Sefi.


"Sayang,aku kedinginan"ucap Roni dengan berbisik.Memeluk Sefi dari belakang dan mencium rambut Sefi yang tergerai begitu saja.


"Sayang,kamu sudah tidur? Nyenyak sekali tidurmu"mencium rambut Sefi berulang kali,hingga membuat Sefi menggeliat dan membuka matanya.Terkejut dan langsung berbalik arah.


"Aa--"baru saja ingin berteriak Roni langsung membungkam mulutnya.


"Ssst,jangan berteriak.Nanti mereka bangun"bisik Roni.


"Kak,ngapain masuk ke kamar ini?"tanya Sefi ikut berbisik.


"Aku tidak bisa tidur,karena tidur di Sofa tidak nyaman.Apalagi udaranya sangat dingin"ujar Roni seraya menatap Sefi.Pandangan mereka bertemu sementara tangan Roni mulai meraba pakaian Sefi dan menyingkapnya naik ke atas.


Berhasil,Roni mendapat apa yang dia mau.Benda itu pas di tangannya,rasa hangat mulai menjalar di tubuh keduanya.


"Kak"Sefi memejamkan matanya merasakan sentuhan tangan Roni yang memang tidak mampu di tolaknya.


"Aku janji hanya pegang saja"ucap Roni.Mencium bibir Sefi dengan lembut dan sangat lama.Dan tangannya mulai bermain di dalam pakaian Sefi,memilin dan mengelus dengan lembut benda kenyal itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2