
"Siapa kalian?"salah satu satpam menghentikan mobil Roni di gerbang.Sesuai dengan perintah tuan nya,tidak memperbolehkan sembarang orang masuk ke dalam rumah itu.
"Brian urus dia"ucap Roni karena tidak ingin meladeni pertanyaan pria itu.
Brian turun dari mobil,dan menghampiri pria itu.Terlihat Brian berbicara,namun sesaat kemudian pria itu sudah pingsan.
"Beres,masuklah"Brian membuka lebar pintu gerbang.
Roni dan Brian masuk ke dalam,namun sudah ada beberapa pria yang menghadangnya.
"Seharusnya,besok pagi saja kita kemari"ucap Brian sambil menggulung lengan kemeja nya.
"Apa kau takut"Roni ikut menggulung lengan kemeja nya juga.
"Tidak,hanya saja aku tidak bisa menghitung berapa jumlah mereka yang akan terkapar nanti,apa kau tidak takut gelap"ucap Brian.
"Cih,gelap atau terang sama saja bagiku"ujar Roni.
"Aku serahkan mereka semua padamu"Roni berlari masuk ke dalam rumah,meninggalkan Brian yang bertarung sendiri dengan beberapa pria berbadan tegap itu.Dan beberapa dari pria itu tampak mengejar nya masuk ke dalam rumah.
"Hei,mana bisa begitu"teriak Brian saat Roni sudah berlari meninggalkannya.
"Kau curang,Kak"seru nya lagi.Brian kini kembali fokus dengan pria di depannya.
"Jika kalian berani,majulah satu persatu"tantang Brian.
"Cih,kalau kami tidak mau,apa yang akan kau lakukan?"seorang pria menghampirinya sambil membawa sebalok kayu.
"Aku? Ah,iya aku akan--"Brian mundur beberapa langkah.
"Serang dia"intruksi seorang pria yang di yakini sebagai ketuanya.
"Hei,tunggu dulu"cegah Brian."Aku akan menghubungi agen asuransiku dulu"sambung Brian sambil merogoh kantung celananya dan menelpon seseorang.
"Agen asuransi?"ucap pria itu bingung.
"Benar,agen asuransi kematian. Apa kalian sudah terdaftar?"ucap Brian.Pria itu saling berpandangan karena tidak mengerti.
"Jangan banyak bicara kamu"pria itu serentak menghajar Brian,namun Brian masih mampu menangkisnya sambil berbicara melalui sambungan ponselnya.
"Deka,cepatlah kemari.Mereka menyerangku"teriaknya sambil berusaha membalas serangan dari beberapa pria itu.
__ADS_1
"Sial,dia minta bantuan"ujar salah satu dari mereka.
Pertarungan masih berlanjut,Brian sampai kewalahan menghadapi para anak buah dari Jodi Anggara.
"Jodi Anggara ? Keluarlah"teriak Roni setelah berhasil masuk ke dalam rumah.
"Jodi... Jika kau berani hadapi aku, hei pengecut,keluarlah"Roni masih berteriak karena Jodi tidak kunjung keluar.
"Hei kau,dimana tuan mu"seru Roni pada salah satu pelayan wanita yang tampak ketakutan.
"Jawab aku,dimana tuan mu?"ulang Roni dengan menghampiri wanita itu.
"Tidak tahu Tuan,tuan Jodi sejak kemarin tidak pulang"ucap nya dengan ketakutan.
"Jangan berbohong,kamu pasti tahu dimana tuan mu berada"ucap Roni dengan marah,sedikit membentak saja sudah membuat wanita itu ketakutan.
"Sungguh Tuan,aku tidak tahu"ucapnya lagi.
"Sial"Roni membanting kursi ke lantai hingga patah.
"Bagaimana apa dia ada di rumah ini?"Brian datang menghampiri Roni dengan berlari.Tampak beberapa luka di wajah Brian,namun tidak di hiraukannya.
"Dia tidak ada"jawab Roni sambil menatap Brian.
"Aku akan mencari tahu"ujar Brian.
"Apa kau sudah menghabisi mereka?"tanya Roni.
"Hanya sebagian,Deka langsung ambil bagian nya"ucap Brian.Deka langsung menodongkan senjata begitu sampai saat melihat Brian di kepung oleh beberapa pria.Anak buah Jodi kini sudah di bawa ke kantor polisi.
"Obati luka mu"ucap Roni kemudian pergi keluar dari rumah itu.Brian menyusul Roni masuk ke dalam mobil.
Roni duduk sambil berpikir,dimana ia harus mencari keberadaan Sefi,meremas rambutnya dengan kasar,rasa marah dan kesal bercampur jadi satu.
"Kak,tenangkan dirimu.Kita akan secepatnya menemukan mereka"ucap Brian.
Brian juga terlihat sangat marah,marah karena ia yakin jika yang melakukan itu adalah paman nya sendiri.
"Brian,kemana mereka membawa Sefia ku"Roni mengarahkan pandangan nya keluar,masih gelap hanya ada lampu jalanan yang menyinari malam itu.
"Mereka menghilang begitu saja,tidak satupun yang bisa di hubungi"Brian terdiam sambil menggemgam setir mobil dengan erat ,menjadi pendengar saja,tidak mampu untuk mengatakan apapun.
__ADS_1
"Kita tunggu sampai besok pagi,aku yakin Jodi akan menghubungi kita.Dan saat itu terjadi,maka keberadaan nya akan dapat di lacak"ucap Brian.
"Bagaimana jika bukan dia pelakunya,maksudku,apa mungkin seorang ayah melakukan penculikan pada putrinya sendiri"ujar Roni.
"Aku sangat mengenalnya,dia adalah seorang pria yang mampu melakukan apapun agar tujuannya tercapai"ucap Brian.
"Sekarang bagaimana? Apa kita melanjutkan pencarian?Brian menatap Roni yang terlihat sangat hancur.Bagaimana tidak hancur,kehidupan yang bahagia yang sudah di impikan dan hanya hitungan jam lagi akan tercapai,kini hancur berantakan.Untuk kedua kalinya Roni akan merasakan malu karena pernikahannya gagal kembali.
"Kita pulang saja"ucap Roni dengan pelan.
Hari sudah mulai pagi,di sebuah gedung yang menjulang tinggi dengan ornamen dinding yang bernuansa biru dan di penuhi oleh gambar-gambar para model cantik,baik dengan pakaian tertutup ataupun setengah tel*nj*ng berjejer rapi menghiasi dinding kamar itu.
Sefi terlihat mengerjapkan matanya,menguceknya dengan kasar,terkejut melihat keberadaan nya sekarang.Di tempat asing yang sama sekali belum pernah di kunjunginya."Apa yang terjadi ? Aku ada dimana?"gumamnya sambil melihat seluruh isi ruangan.
Sefi turun dari tempat tidur,berjalan pelan."Apa aku sedang bermimpi?"ucap nya lagi.
"Kau sudah bangun?"seorang wanita tampak baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kau,apa yang sudah kau lakukan padaku? Mengapa kau membawa ku ke tempat ini?"pekik Sefi saat melihat wanita itu.
"Jangan besar kepala kamu,aku tidak pernah membawa mu ke tempat ini"ucap nya dengan datar.
"Apa maksudmu? Lalu mengapa aku ada disini?"
"Kau bisa tanya sendiri pada orang itu jika dia datang nanti,aku sendiri tidak ingin mencampuri urusan kalian"ucapnya dengan datar.Buat apa dia pusing menjelaskannya,sementara dia sendiri juga terjebak di tempat itu.
"Mana kunci nya,berikan padaku?"Sefi menghampiri wanita itu.
"Jika aku punya,mungkin saja aku sudah keluar lebih dulu"ucap nya lagi.
"Jangan bercanda kamu,berikan kuncinya padaku"paksa Sefi dengan menarik tangan wanita itu.
"Sudah ku bilang,aku tidak punya.Mereka mengurung kita di tempat ini. Apa kau sadar sekarang? Mereka menculik aku termasuk kamu dan mengurung kita di tempat yang sama"ucap wanita itu lagi sambil menahan tangannya.
"Apa? Menculik ? Siapa yang melakukannya?"
"Tanyakan saja pada papa mu"ucap wanita itu.
"Apa?"lagi-lagi Sefi terkejut.
"Papa tidak mungkin melakukan ini,kau pasti berbohong"ujar Sefi.
__ADS_1
"Menyingkirlah dari hadapanku,sekarang kau sudah tahu jika kita sama-sama di culik dan di kurung di tempat ini,jadi berusahalah untuk kuat agar kita bisa keluar dari tempat ini"ucap wanita itu sambil berdiri dan berjalan menuju jendela kaca.
Bersambung.