Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 38


__ADS_3

Happy reading..


Di dalam ruangan kantor itu tampak Sefia dan teman-teman nya tengah di beri tugas masing-masing.Sefia merasa canggung saat Dini menjelaskan apa saja tugas yang akan di kerjakannya.Bekerja sebagai asisten pribadi membuatnya akan selalu dekat dengan Roni setiap hari.


"Apa kamu sudah mengerti Sefia?"tanya Dini.Dini berharap Sefia mampu melakukan tugasnya,agar ia bisa memberi pelajaran pada Vania yang di anggapnya sangat sombong itu.


"Saya mengerti Bu"ujar Sefia dengan ragu.Bagaimana mungkin ia bisa mengerjakan tugasnya yang banyak itu,terlebih ia juga akan mengurus Mama Lina yang masih sakit.Namun,melihat upah yang ia dapat cukup lumayan besar,maka Sefia akan berusaha membagi waktunya sebaik mungkin.


Di ruangan yang berbeda.


"Kak,apa kakak masih marah padaku?"tanya Vania.


"Kenapa mesti marah padamu?"Roni tidak peduli,sebab ia sudah tahu jika Vania akan protes padanya.


"Kalau kak Roni tidak marah padaku,kenapa mesti harus ada asisten pribadi ?Aku masih bisa mengurus semua keperluaan kakak.Setiap pagi aku sudah meluangkan waktuku untuk menyiapkan semua keperluan kakak.Jadi buat apa lagi kakak membutuhkan asisten pribadi."ujar Vania.


"Dengar Vania ! Sebelum kamu jadi sekretarisku,ada Anggun yang mengurusku dengan baik.Aku hanya mencari pengganti Anggun yang bisa kembali mengurus semua keperluan ku" ucap Roni.


"Anggun lagi"gerutu Vania.Vania sudah cukup susah menyingkirkan Anggun selama ini dengan segala kemampuannya,namun masih saja di agung-agungkan oleh Roni karena kinerja nya yang baik.Sekarang bagaimana ia bisa menghadapi Sefia yang notabene wanita yang sempurna.Tidak semudah seperti menyingkirkan Anggun yang seorang pria lembut dan gemoy.Mantan asisten pribadi Roni adalah Angga,namun karena pria itu berpenampilan seperti wanita,maka Roni selalu memanggilnya dengan sebutan Anggun.


"Sudahlah Vania,kamu kerjakan saja yang sudah menjadi pekerjaan mu.Dan biarkan Sefia melakukan tugasnya sendiri.Silahkan keluar sekarang"ucap Roni seraya menatap Vania yang masih memasang wajah kesal.


"Tapi aku tidak terima kak"ucap nya sambil keluar dari ruangan Roni.Roni hanya menggeleng melihat kepergian Vania yang ia rasa cukup aneh.


"Dini,suruh Sefia masuk ke ruangan saya"pinta Roni melalui sambungan teleponnya.


"Baik Pak,saya akan menyuruhnya untuk menemui anda "ujar Dini sambil menatap Sefia di depan nya,kemudian pembicaraan mereka pun usai.

__ADS_1


"Jadi,apa kamu sudah mengerti apa saja yang harus kamu lakukan?"tanya Dini sekali lagi pada Sefia,setelah ia selesai berbicara pada Bos nya itu.


"Jikalau kamu belum mengerti,pelajarilah lebih dulu agar semua nya bisa kamu pahami.Sekarang pergilah ke ruangan Pak direktur !"ujar Dini lagi.


"Baik BU"ucap Sefia kemudian pergi untuk menemui Roni yang kini menjadi Bos nya.


"Permisi Bu,ruangan Pak direktur di lantai berapa ?"Sefia kembali lagi ke ruangan Dini.


"Sudah ku duga,kamu pasti kembali lagi"Dini menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.


"Ruangannya di lantai enam,dan kamu harus hati-hati jika melewati ruangan itu,karena ada singa betina yang selalu mengawasimu"ujar Dini sambil tersenyum geli.


"Terima kasih,saya pergi dulu"Sefia pergi menuju lantai enam dengan menggunakan liff agar cepat sampai.Sefia tidak mengerti apa maksud dengan perkataan Dini yang di rasa tidak masuk akal.


Sefia keluar dari liff,kemudian mencari ruangan direktur."Ini pasti ruangannya"ucap nya sendiri,namun tanpa di duga Vania datang menghampirinya.


"Sefia,nama saya Sefia Bu"ujar Sefia sambil tersenyum ramah.


"Aku gak peduli siapa nama kamu.Tapi kamu harus jaga jarak dengan Pak direktur karena--"belum selesai Vania berbicara pintu ruangan direktur terbuka.


"Oh,kamu sudah disini? Masuklah"ujar Roni pada Sefia sambil menatap Vania yang masih belum menutup mulutnya karena terkejut.Tadinya Roni berinisiatif untuk keluar karena tidak sabar menunggu Sefia ke ruangannya,namun karena ia bertemu Sefia di depan pintunya,maka ia langsung menyuruh Sefia untuk masuk ke ruangannya.


"Baik Pak"Sefia menunduk sesaat,kemudian masuk ke ruangan Roni.


"Vania,kamu yang atasi rapat hari ini !"ucap Roni.


"Tapi kak,rapat itu di luar kantor?"tolak Vania.

__ADS_1


"Lakukanlah tugas mu dengan baik,sekalian kamu makan di luar dengan mereka.Aku percaya kamu pasti bisa mengatasi mereka"ucap Roni lagi kemudian meninggalkan Vania sendiri.Roni langsung masuk ke ruangannya sehingga tidak lagi mendengar Vania yang ingin protes.


"Ada yang ingin kamu jelaskan ?"Roni duduk di kursi nya sambil menatap wanita pujaannya itu.Roni sangat penasaran kenapa Sefia mau bekerja pada perusahaan lain sementara orang tuanya memiliki perusahaan sendiri.


"Menjelaskan apa Pak?"Sefia menatap Roni.


"Jangan panggil aku seperti itu,kita hanya berdua di ruangan ini"ucap Roni."Jelaskan kenapa kamu bekerja? Untuk apa?"tanya Roni.


"Aku..Aku membutuhkan uang.Jadi aku harus bekerja"Sefia gugup karena Roni memandangnya dengan intens.


"Benarkah ? Tapi kenapa aku tidak percaya itu?"ucap Roni kemudian bangkit dari kursinya menghampiri Sefia.


"Aku tidak pernah mengosongkan ATM itu,bahkan setiap bulan aku selalu mengisinya"Roni mengangkat Sefia agar duduk di meja dan ia bisa lebih leluasa menatap wajah wanita itu."Aku juga tidak pernah membiarkanmu kehabisan uang,aku memberimu hak atas semua uangku.Jadi kapanpun kamu mau memakainya itu adalah hak mu"ucap Roni seraya mendekatkan wajahnya.


"Kak Sefia gak ngerti apa maksud kakak?"ujar Sefia bingung.


"Maksudmu? Oh ya ampun ! Apa kamu gak tahu kalau selama ini--"ucap Roni yang tidak menduga jika Sefia tidak tahu semuanya."Sudahlah"ucapnya lagi karena kesal.


"Jadi kamu membutuhkan uang ? Untuk apa?"tanya Roni.


"Untuk membayar tagihan rumah sakit Mama,untuk mencari kontrakan tempat kami tinggal setelah mama keluar dari rumah sakit?"ujar Sefia dengan jujur.


"Bukankah kamu sudah membayarnya?"tanya Roni.


"Iya kak,aku sudah melunasinya.Tapi aku memakai uang dari kartu ATM yang di berikan kak Brian dulu ketika aku mau berangkat kuliah ke Jerman.Aku sudah banyak memakai uang itu,jadi aku harus bekerja biar bisa mengganti uang yang sudah terpakai itu."Ujar Sefia menjelaskan.


"Jadi dia memang tidak tahu apapun"batin Roni.

__ADS_1


"Baiklah bekerjalah dengan baik,agar kamu bisa mengembalikan uang itu.Tapi aku menunggu mu untuk mengatakan apa yang terjadi pada mu saat ini"ucap Roni lagi.


__ADS_2