Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 70


__ADS_3

Malam ini mereka berdua menghabiskan malam bersama,bercerita sambil bercanda di atas tempat tidur.Terkadang cerita mereka dapat menguras energi bahkan perasaan,namun di sela-sela bercerita Roni tidak membiarkan kesempatan lewat begitu saja.Sesekali tangannya mereba ke dalam kemeja yang di pakai kekasihnya.


"Jadi,benar,Vani yang membawa mu datang ke tempat itu"tanya Roni sambil mengelus pinggang Sefi.


"Hem,dia bilang pesta perpisahan untuknya dan katanya juga pesta itu khusus kakak buatkan menghargai kerja keras nya selama ini"sahut Sefi.


Cih


"Dia wanita licik,entah sudah berapa kali di ingin menjebakmu.Tapi kamu sendiri tidak menyadarinya."Masih betah mengelus pinggang Sefi.


"Besok aku akan bertanya langsung padanya"ucap Sefi.


"Mau tanya apa?"


"Aku mau mendengar penjelasan darinya,kenapa dia tega ninggalin aku sendirian di tempat itu"ucap Sefi."Oiyah,aku juga bertemu sama Aliando disana"sambung Sefi lagi.


"Aliando"Roni menghentikan tangannya dan kini menatap Sefi.


"Iya,Aliando dari Al group.Dia rekan bisnis mu waktu itu"ujar Sefi.


"Mau apa dia disana? Apa dia mengganggu mu?"tanya Roni dengan serius.Pasalnya Roni sudah berusaha untuk membuat kekasihnya itu tidak bertemu lagi secara langsung dengan rekan bisnisnya yang satu ini.Pria yang terang-terangan mengakui kekagumannya dengan Sefi.


"Awalnya dia ingin mengantarku pulang,saat aku tidak bertemu Vani lagi.Tapi,hehehe"Sefi tertawa geli saat mengingat wajah kesal Aliando saat itu.


"Kenapa tertawa. Lanjutkan,tapi apa?"tanya Roni tidak sabaran.


"Mobil mewahnya aku muntahi,dan dia kesal saat melihat muntahan ku berserak mengenai pintu mobilnya.Hahaha,melihat wajahnya saat itu aku ingin sekali tertawa"ucap Sefi sambil tertawa.


Huh


Bernapas lega,Roni sempat berpikir jika Aliando sempat melakukan sesuatu pada kekasihnya itu,terlebih saat itu kondisi Sefi sangat tidak baik.


"Lain kali jangan mau di ajak pergi dengannya.Kamu selamat karena alam semesta masih berpihak pada mu. Sayang,berjanjilah untuk selalu menghindarinya.Dia bukan orang yang baik"ujar Roni.


"Jika dia bukan orang baik,mengapa masih mau bekerja sama dengannya"tanya Sefi.

__ADS_1


"Itu ceritanya beda,sayang. Bisnis adalah bisnis. Tapi jika bisnis ada kaitannya dengan perasaan,maka seseorang bisa saja melakukan apapun untuk menekan orang tersebut."Terang Roni agar Sefi bisa mengerti.


"Dan mulai besok,Vani sudah tidak bekerja lagi di Abdullah group.Dia sudah di pindah tugaskan ke luar kota"ujar Roni.


"Jadi benar di pindah"tanya Sefi.


"Apa kamu merasa kehilangan?"tanya Roni.


"Tidak. Hanya saja aku belum mengucapkan kata perpisahan untuknya"ucap Sefi.Wanita yang baik itulah menurut Sefi,Vani sudah mengajarinya banyak hal tentang pekerjaan.Walaupun dengan cara nya yang selalu terlihat jutek dan tidak suka,tapi Sefi tetap ingin mengucapkan terima kasih padanya.


"Lain kali saja,jika kalian bertemu lagi"ucap Roni."Tapi aku berharap kalian tidak akan bertemu lagi,jika sampai itu terjadi,aku yakin Vani akan semakin membuatmu menderita" sambung Roni tapi di dalam hatinya.


"Sayang,aku ngantuk sekali.Mari kita tidur"Roni menyusun bantal kemudian berbaring.


"Aku juga mengantuk. Selamat malam"ucap Sefi sambil meletakkan kepalanya di lengan Roni kemudian memeluk pria itu seperti bantal guling.


"Selamat malam"Roni mengecup pucuk kepala calon istrinya itu dengan lembut.Dan mereka akhirnya tertidur dengan terlelap.


Disisi lain,tampak Aliando sedang menghajar anak buahnya dengan pukulan bertubi-tubi.Pria berkepribadian ganda,itulah sebutannya yang di sematkan oleh anak buahnya padanya.


Pria tempramen,selalu melakukan kekerasan jika sudah marah terlebih jika apa yang di inginkan tidak bisa di dapatkan atau di milikinya.


"Aku sudah menyuruh kalian agar cepat datang menjemputku. Tapi kalian malah duduk santai disini" Aliando menatap marah pada anak buahnya.


"Cepat hubungi Jodi Anggara sekarang juga"ucapnya lagi sambil membuang kayu dari tangannya setelah merasa puass sudah melampiaskan kemarahannya.


"Tapi tuan,sekarang sudah jam sebelas malam"ucap seorang anak buahnya dengan takut. Dan benar saja,sepatu Aliando langsung melayang mengenai wajahnya.


Aakh


Mengusap wajahnya dan membungkuk mengambil sepatu tuannya yang terletak di lantai,membawa sepatu itu kepada tuannya.Memakaikan kembali pada kaki tuannya.


"Dasar bodoh,kau pikir dia seorang anak kecil yang tidur jam segini.Dia pria tua yang masih bisa bersenang-senang dengan wanita di luar sana.Capat hubungi dia atau kalian datangi rumahnya"ucap Aliando.


Ya,Aliando sudah mencari tahu identitas wanita yang di sukainya,bahkan kini sudah berencana mengajak Jodi Anggara agar mau bekerja sama dengannya.Aliando juga sudah mengetahui bagaimana perusahaan Jodi Anggara kini gulung tikar.Sedikit menawarkan kerja sama mungkin akan dapat membantunya untuk mendekati tujuannya.

__ADS_1


Di dalam rumah itu tampak sibuk melakukan tugasnya,setelah Aliando memilih masuk ke dalam kamarnya. Para pelayan ada yang membersihkan lantai yang berserak oleh pecahan kaca akibat pukulan dari kayu yang di pegang tuannya tadi,bukan hanya pelayan yang di sibukkan tapi juga para anak buah Aliando yang tengah sibuk menghubungi Jodi Anggara.Dan yang lain tengah mengobati lukanya masing-masing.


"Sebenarnya aku sudah tidak tahan bekerja dengannya"keluh seorang pria yang tangannya terluka.


"Pelankan suaramu nanti dia dengar"ujar temannya mengingatkan.


"Bagaimana jika kita mengeroyoknya secara bersama-sama"ucap yang lain.


"Apa kalian mau mati? Dia itu selalu membawa pistol kemana pun dia pergi"ucap yang lainnya lagi.


"Baiklah kalau begitu,kita pasrah saja hidup kita padanya"ucap mereka bersamaan.Menyesali nasib yang sudah berhutang pada Aliando dan tidak bisa membayarnya karena bunganya semakin lama semakin banyak.


Aliando masuk ke dalam kamarnya dengan wajah yang marah dan kesal.Menghempaskan tubuh nya begitu saja,memejamkan matanya,berhayal jika wanita impiannya kini berada di sampingnya.


"Sefia Anggara"


"Aku mencintaimu"


"Aku menginginkan mu"


"Aku akan mendapatkan mu,bagaimana pun caranya"


Aaahh


Menyentuh benda pusaka miliknya sendiri,membuka kancing celananya dengan perlahan.Benda pusakanya menyembul keluar dengan tegak.Aliando menggemgamnya dengan erat.Berhayal jika saat ini sedang bersama dengan Sefi.Membayangkannya jika tangan Sefi menyentuh miliknya.


Aahh


Suaranya menggema di setiap sudut kamarnya.Tidak dapat menahan hasratnya untuk bercinta.Membayangkan wajah Sefi tengah bermain di atasnya hingga membuatnya semakin menginginkan wanita itu.


"Sefiaaa"teriak Aliando saat sesuatu di rasakan menyembur keluar.


Aahh


Bernapas dengan lega,saat sesuatu sudah tercapai walau hanya membayangkannya saja.Aliando membuka matanya,kemudian tersenyum dengan senang.

__ADS_1


"Besok aku yakin,kau akan menemuiku"ucapnya pada diri sendiri.


Bersambung.


__ADS_2