Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Pulang ke rumah.


__ADS_3

Happy raeding❤❤❤.


Jangan pernah membandingkan hidupmu dèngan orang lain,


karena kita di takdirkan berbeda.


Tumbuh kembang pun,kita tak sama.


Ada yang sukses di usia muda,


Ada juga yang menikah di usia muda,


Bahkan ada juga yang mati di usia muda.


Kita sendiri adalah pemeran utama dalam buku kehidupan yang berbeda.


Setelah sehari menginap di kediaman Alexander,Sefia kemudian pulang ke rumah orang tua nya.Kejutan besar menanti nya,keadaan yang di sembunyikan dengan rapat akhirnya terkuak sudah.Keadaan keluarga yang sudah tidak utuh lagi,dimana Reno Anggara sang kakak sudah tidak tinggal bersama lagi dengan kedua orang tua nya.Bahkan sang mama,Lina Anggara juga keadaan nya semakin memprihatinkan bahkan batin nya juga kini tidak baik-baik saja.Lina sekarang hanya mampu berbaring di tempat tidur saja.


"Aku akan membawa mama kerumah sakit" ujar Sefi pada sang nenek.


"Tapi,nenek tidak punya uang nak,selama ini biaya pengobatan mama mu di batasi oleh papa mu"ucap sang nenek.


"Jadi,Papa dimana sekarang Nek"tanya Sefia dengan suara yang tercekat menahan rasa sakit yang di alami keluarga nya saat ini.Menatap mama Lina yang kini terbaring di tempat tidur dengan mata tertutup.Yah,begitu ia sampai ke rumah nya,Sefi hanya bertemu dengan sang nenek ibu dari ayah nya yang sedang merawat menantu nya itu.Jodi Anggara tidak mengijinkan orang lain merawat istri nya yang tidak berdaya saat ini,karena tidak ingin ada yang tahu apa yang terjadi pada keluarga itu.Sang nenek lah yang sudah menceritakan semua nya pada Sefia saat ini.


"Nenek yakin papa mu saat ini sedang bersama gundik nya"ujar sang nenek karena selama ini yang di lihat nya Jodi selalu pulang malam dengan membawa wanita muda bersama nya atau bahkan tidak pernah pulang ke rumah.


"Sefi tidak percaya jika keluarga kita hancur begini nek"Sefi menangis seraya menggemgam tangan sang mama.Air mata nya terus mengalir dengan menahan isak yang hampir membuat nya putus asa.


"Sefia sa-yang"panggil Lina dengan pelan.Sefi yang mendengar mama nya memanggilnya sontak langsung memeluknya.


"Mama"isak tangis itu pun akhirnya pecah.


"Kamu beneran Sefi anak mama,kamu sudah pulang nak"Dengan berusaha mengangkat tangan nya Lina mengelus rambut putrinya itu.Sefi menganggukkan kepala nya berulang kali.

__ADS_1


"Iya ma,Sefi pulang.Sefi sudah pulang ma"ujar Sefi.


"Ma,putriku sudah pulang"Lina menatap ibu mertuanya itu yang sudah merawatnya selama ini.


"Iya,putrimu sudah pulang.Cucuku sudah pualang"sang ibu mertua juga ikut menangis bersama mereka.


"Ma,ayo kita ke rumah sakit.Mama harus di rawat di rumah sakit"ujar Sefi setelah mereka selesai melepas rindunya masing-masing.Sefi masih menggemgam dengan erat tangan sang mama.


"Sefi sudah lulus kuliah,Sefi akan cari pekerjaan Ma,Sefi akan membayar biaya pengobatan mama"ujar Sefi.


"Tapi sayang--"sang mama menjeda ucapannya.


"Sefi yang akan menghadapi papa nanti,jika papa tahu mama di rawat di rumah sakit.Mama jangan khawatirkan hal itu"ujar Sefi lagi.Sefi melihat ada ketakutan di mata mama nya pada sang papa.Entah apa itu tapi Sefi yakin sang papa akan marah jika mengetahui mama nya di rawat di rumah sakit.


"Baik lah"dengan ragu Lina pun menyetujui nya.


"Nek,Sefi akan panggilkan taxi.Nenek tolong temani mama dulu"Sefi beranjak dan mempercepat langkahnya keluar dari rumah.


"Astaga,aku sampai lupa"Sefi begitu gugup sampai dia lupa jika dia juga bisa menghubungi taxi online dari ponselnya.Sefi kembali masuk ke dalam rumah dengan sedikit berlari.


"Sefi akan pesan secar online saja"Sefi membuka tas ransel nya dan mengambil ponselnya.


"Sayang,apa kamu yakin membawa mama ke rumah sakit"ujar Lina masih ragu dengan keputusan putrinya itu.Darimana putri nya itu akan mendapatkan uang untuk biaya pengobatannya.


"Mama jangan pikirkan yang lain.Cukup serahkan semua nya sama Sefi"ujar Sefi dengan pelan.


"Ayo Nek,kita bawa mama sekarang"Sefi di bantu sang nenek berusaha mengangkat tubuh sang mama untuk duduk di kursi roda.


"Pelan-pelan sayang"ujar sang ibu mertua.


"Terima kasih ma"jawab Lina dengan pelan.Mereka pun akhirnya naik ke dalam taxi yang sudah menunggu mereka di luar rumah.


Sefia membawa sang mama ke rumah sakit dengan penuh keyakinan jika sang mama harus sembuh.

__ADS_1


Setelah mereka sampai.Lina pun di bawa ke ruang pemeriksaan dengan dokter spesialis bagian dalam.


"Nek,Sefi akan keluar sebentar.Nenek tidak apa kan jika Sefi tinggal sebentar"ucap Sefi seraya meyakin kan sang nenek jika mama Lina akan baik-baik saja.


"Pergi lah sayang,nenek akan menunggu di sini saja"ujar sang nenek.


Sefi pun pergi dengan meninggalkan sang nenek yang sedang menunggu mama Lina di periksa.


Dengan ragu Sefi mengambil kart ATM nya dari dompet nya.


"Aku harap uang di dalam nya masih cukup untuk biaya pengobatan mama"ucap Sefi seraya menggigit jari telunjuknya pertanda ia sedang gugup menunggu angka tertera di layar tepat di hadapannya.


"Aku akan pakai uang ini,dan aku akan mengembalikannya setelah aku sudah bekerja"ucap nya lagi berbicara pada diri sendiri.


"Apa? Banyak sekali"Sefi hampir saja berteriak melihat angka tertera di layar itu.


"Kenapa banyak sekali ? Apa kak Brian selalu mengisi kartu ini"ucap nya kemudian langsung mengeluarkan kartu ATM nya itu.


"Astaga,aku harus berterima kasih pada kak Brian"ucap Sefi lagi kemudian ia keluar dan menemui nenek nya kembali.


"Bagaimana nek,apa mama sudah selesai di periksa"tanya Sefi setelah melihat sang nenek berbicara dengan dokter.


"Kita harus membayar tagihan nya dulu baru mama kamu bisa di tangani"ujar sang nenek seraya menunduk.Biaya yang di sebutkan sang dokter tadi tidaklah sedikit,oleh karena itu sang nenek sangat sedih.


"Sefi akan ke ruang atminitrasi,Sefi akan bayar nek"Sefi meyakinkan nenek nya kembali.


"Tapi sayang,biaya nya sangat banyak"ujar sang nenek.


"Nenek cukup doakan mama biar cepat di tangani dan cepat sembuh.Jangan khawatirkan yang lain lagi"ucap Sefi.


Sefi menuju ruang atminitrasi untuk membayar tagihan pengobatan mama Lina.Sefi memberikan kartu itu dengan ragu karena ia sendiri pun tidak memiliki uang banyak.


"Seratus dua puluh lima juta untuk biaya penanganan dan pengobatan hanya selama lima hari"ucap Sefi dengan pelan karena ia sangat terkejut.

__ADS_1


Terima kasih.Kasih like sama komen nya yah...


See you nex time.


__ADS_2