
"Apa disini tempatnya?"Roni menatap rumah mewah itu,tepatnya sebuah mansion berwarna putih,terlihat indah dan cukup luas.
"Benar,rekan ku bilang,jika mobil pria itu berhenti di tempat ini"ucap Deka,mereka masih belum turun dari dalam mobil.
"Deka,sepertinya ada banyak penjaga,bagaimana kita akan masuk kedalam"Brian ikut melihat ke arah tangan Roni menunjuk.
"Ayo kita masuk,semoga Sefi benar-benar berada di dalam"mereka bersama menuju rumah Aliando.
"Siapa kalian?"seru seorang pria yang baru saja terlihat bicara pada penjaga di pintu gerbang,pria itu menatap mereka dengan curiga.
Deka menunjukkan identitas diri pada penjaga itu.
"Polisi? Ada perlu apa ada datang ke rumah ini. Bukankah tuan Aliando sudah bebas sejak masa tahanan rumah nya selesai?"tanya pria itu.
"Wah,sepertinya anda bukanlah hanya seorang penjaga di rumah ini,tapi tunggu dulu-"Deka mengingat wajah pria itu sambil menatapnya dengan penuh menelisik.
"Ha sudahlah,wajahmu sangat jelek di ingatanku"ujar Deka.Dan beberapa orang pria kini datang menghampiri mereka juga,wajah sangar dan badan besar tidaklah membuat Roni dan Brian takut.Mereka berjalan mengelilingi Roni dan Brian.
"Dasar polisi sialan" umpat pria itu.
"Panggilkan tuan mu sekarang juga"Roni yang tidak sabaran sejak tadi langsung angkat bicara.
"Apa kalian sudah buat janji?"tanya Pria itu sambil menatap Brian dengan sini.
"Mengapa dia selalu bertanya"Brian ikut bicara dan detik kemudian perkelahian pun terjadi,Roni yang sudah tidak sabaran langsung ikut dalam perkelahian itu.
"Serang mereka!"intruksi salah satu pria itu.
Pertengkaran sengit pun terjadi,Deka juga rekan nya ikut membantu saat melihat perkelahian itu. Adu kekuatan juga ada beberapa orang yang memakai alat pukul.
Dalam perkelahian ini,Brian lah yang memulai karena ia merasa geram saat pria itu banyak bertanya.
__ADS_1
Di dalam rumah mewah itu,Sefi sedang di paksa untuk mengganti pakaian nya dengan pakaian gaun pengantin dan beberapa perias juga tampak berada disana menyaksikan penolakan dari calon pengantin wanita tersebut.
"Kalian pergi menjauh dari ku? Atau aku akan menyakiti kalian"ancam Sefi sambil berusaha menahan tangan perias itu untuk menyentuh wajahnya.
"Nona aku mohon kerja sama nya,kami akan di hukum jika tidak merias Nona dengan baik"mohon perias itu dengan sangat.
"Aku tidak perduli !"
"Kalian juga,hentikan?"teriak Sefi pada seorang wanita yang ingin menggantikan pakaiannya,sontak saja wanita itu langsung diam berdiri di tempat.
"Ada apa ini? Mengapa berisik sekali"Aliando masuk dia tampak sudah rapi memakai pakaiannya dan jas warna putih.
"Mengapa belum juga bersiap?"Aliando menatap Sefi kemudian para pekerja nya.
"Apa menggantikan gaunnya juga meriasnya begitu sulit bagi kalian?"ucap nya dengan menahan amarahnya.
"Maafkan kami Tuan,nona tidak mau memakai gaun ini "ujar wanita itu sambil menunduk.
"Fia sayang,apa gaun nya tidak menarik?"Aliando menghampiri Sefi.
Ciih
"Apa kau ingin,aku yang pakaikan gaun itu pada tubuh mu ini?"Aliando mendekat ke teliga Sefi dan berbisik.
"Kau jangan pernah mimpi,wanita mana pun tidak akan sudi menikah dengan pria seperti mu"ucap Sefi seraya menatap mata Aliando dengan tajam.
"Sudah ku bilang,aku tidak akan melepaskan mu sampai kapan pun,karena kau adalah milik ku.Jadi menurutlah apa yang sudah aku katakan"ucap nya,Aliando melirik wanita yang memegang gaun dan menyuruh wanita itu untuk mendekat.
"Tuan,ada polisi yang memaksa masuk ke rumah ini"seorang pria melapor pada Aliando dengan napas yang tidak teratur,sepertinya dia habis berlari untuk menemui tuannya.
"Sial ! Pasti polisi sok tampan itu lagi"Aliando langsung berdiri tegap dan merapikan jas putihnya.
__ADS_1
"Kalian semua. Dengarkan aku,siapkan wanita ku dengan riasan yang paling cantik. Bagaimana pun cara nya,kalian harus selesai secepatnya.Jika dia tidak mau,paksa dia.Tapi dengan satu syarat,kalian tidak boleh menyakitinya.Atau kalian akan menanggung akibatnya"titah Aliando pada semua pekerja wanita di kamar itu."Dan satu lagi,jangan biarkan dia keluar dari kamar ini.Apa kalian mengerti?"sambung nya lagi.
"Baik Tuan?"jawab mereka serentak sambil menunduk.
"Ayo,kita sambut mereka dengan meriah"Aliando berjalan dengan santai sambil memasukkan tangannya pada saku celana nya dan di ikuti oleh pria itu.
"Selamat datang di rumah impian setiap orang,namun sayangnya hanya aku yang beruntung memiliki rumah seindah ini"sambut Aliando dengan suara yang keras.
Perkelahian terhenti saat mereka mendengar suara dari pria sombong itu.
"Wah..wah..wah. Kalian memang hebat.Beginilah cara penyambutan tamu yang tidak di undang di rumah ini.Jadi harap maklum saja-"Aliando menatap Roni dengan sinis kemudian melanjutkan ucapannya dan kembali menatap Deka"Pak polisi ? Kau sungguh tidak punya tata krama untuk masuk ke rumah orang kaya"ucapnya dengan sombong.
"Sabar Kak,kita harus hati-hati. Jangan gegabah"bisik Brian pada Roni.Tangan Roni mengepal erat saat melihat rekan bisnisnya itu tersenyum seakan mengejek ketidakmampuannya.
"Aku punya surat perintah untuk menangkap mu"Deka berjalan menghampiri Aliando sambil menyingkirkan tangan anak buah Aliando yang sejak tadi ingin memukul wajahnya.
Aliando mengambil surat penangkapannya kemudian merobek nya dengan senyum di bibirnya.
"Atas dasar apa kau menuduhku melakukan penculikan,apa kau punya bukti?"
"Apa kau tidak mengenalku dengan baik. Ayolah pak polisi,hentikan semua ini dan pulanglah dengan selamat.Kau sudah tahu apa yang akan ku lakukan jika kau menahan ku lagi,bukan?"Aliando menatap Deka dengan berpura-pura tersenyum.
"Jangan terlalu percaya diri kamu"ujar Deka dengan datar."Kalian semua,periksa rumah ini tanpa ada ruang yang tersisa sedikit pun"perintah Deka dengan mengeraskan suaranya pada rekannya polisi.
"Hei,kalian mengapa diam saja. Dasar bodoh,serang mereka!"seru Aliando pada anak buahnya.
Perkelahian akhirnya terjadi lagi,namun Roni lebih memilih menghindari anak buah Aliando dan tujuannya hanya satu berlari secepat mungkin untuk naik ke lantai atas,mencari keberadaan Sefia.
"Kalian kejar dia"seru Aliando untuk mengejar Roni yang sudah naik ke lantai atas.Aliando juga ikut mengejar Roni dan adu kekuatan antara mereka berdua pun terjadi.Roni menghajar wajah Aliando hingga hidung nya mengalir darah segar,tak sampai di situ,Roni juga melayangkan pukulannya pada perut Aliando.
"Kau seperti pencuri,diam-diam menusuk. Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal ini padaku"ucap Roni sambil memukul Aliando bertubi-tubi.
__ADS_1
Bersambung.