
Sefi dan Vani kini sudah keluar dari gedung tinggi itu.Mereka berdua berjalan menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil.Sefi sempat bertanya,mengapa pegawai lain tidak satu mobil saja dengan mereka.Namun dengan alasan yang tepat akhirnya Vani bisa mengatasinya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai pada tempat tujuan.Vani membawa Sefi pada teman-temannya sambil memperkenalkannya sebagai sahabat.Langit mulai gelap,dan pesta berlangsung dengan di temani oleh angin sepoi-sepoi yang berhembus dari pantai.
Suasana semakin ramai saat seorang DJ datang dan unjuk kebolehannya,bersorak mengajak semua orang untuk bergoyang.
"Vani,mengapa pegawai kantor kita tidak satupun ada yang datang?"seru Sefi dekat di telinga Vani.
"Tenang saja,mungkin sebentar lagi mereka akan sampai"ujar Vani sedikit berteriak.Vani melambai pada seseorang yang baru saja tiba.
"Vani,aku permisi sebentar"ucap Sefi.
"Baiklah,tapi jangan lama-lama"ujar Vani.
Sefi sedikit menjauh dari keramaian,Sefi mengangkat ponselnya yang berdering.
"Hallo?"jawab Sefi dengan berteriak.
"Hallo,ah kenapa tidak kedengaran"Sefi melihat layar ponselnya masih menyala namun tidak mendengar suara lawan bicaranya.
"Hallo kak?"jawab Sefi lagi.
"Ah sudah,mungkin dia juga tidak bisa mendengar suara ku"ucap Sefi pada diri sendiri.Sefi kembali ke dalam pesta itu untuk menemui Vani agar ia bisa pamit pulang terlebih dahulu.
"Mau kemana dia"seru seorang pria yang baru saja menghampiri Vani.
"Tenang saja,dia tidak akan bisa kembali dari tempat ini.Karena aku sudah mengambil dompetnya"ujar Vani sambil menggoyangkan dompet Sefi yang di ambil nya ketika Sefi lengah.
"Kau hebat"puji pria itu.
"Semuanya aku serahkan padamu,sekarang aku sudah membawa nya untukmu dan aku boleh pulang,kan?"ujar Vani.
"Apa kau tidak ingin menikmati pesta ini ?"ujar pria itu.
"Ada yang masih ingin ku lakukan.Kau nikmatilah pesta mu sepuasnya"ucap Vani.
Vani pergi dari tempat itu,meninggalkan Sefi yang tengah bingung mencarinya.
"Hai,cantik"goda seorang pria yang di lewati Sefi.
"Sombong sekali dia"
"Aku tidak pernah melihatnya di antara kita? Apa kalian mengenalnya?"
"Tidak"
"Kalau begitu ikuti dia"
Beberapa pria mengikuti Sefi dari belakang.
__ADS_1
"Apa mereka mengikutiku ? Vani juga pergi kemana,tadi aku meninggalkan nya di sini"ucap Sefi.
Sefi menoleh kebelakangnya dan beberapa pria itu masih mengikutinya.
"Ah sial,apa Vani mengerjaiku.Kalau begitu dia sungguh keterlaluan"
"Apa kau mencari seseorang."Suara seseorang di antara kerumunan itu mengusik konsentrasi Sefi saat masih fokus mencari keberadaan Vani.
"Cih,ternyata kau"ucap Sefi dengan acuh.Mengacuhkan pria yang kini berdiri di sampingnya.
"Siapa yang kau cari ? Apa kau datang bersama temanmu?"tanya pria itu lagi.
"Menyingkirlah,aku mau mencari teman ku"ucap Sefi.
"Jika kau mencari temanmu,maka aku akan bersedia membantumu.Tempat ini sangat ramai,ijinkan aku ikut bersama mu"ujar pria itu.
"Terserah"ucap Sefi.
"Syukurlah ketiga pria tadi tidak mengikutiku lagi" batin Sefi saat menoleh kebelakangnya lagi ternyata ketiga pria itu sudah tidak ada.
"Siapa teman yang kamu cari?"tanya pria itu sambil mengimbangi langkah Sefi.Menyusup keramaian sambil mencari Vani.
"Vani,kau masih ingat ibu Vania Hermawan,sekretarisnya pak direktur?"sahut Sefi.
"Oh iya,aku mengenalnya.Jadi kamu datang bersama dia"
"Hem"
"Tidak perlu,aku bisa pulang sendiri"tolak Sefi.
"Ayolah,ijinkan aku mengantarmu pulang.Berbahaya jika kau pulang sendiri"ujar pria itu.
"Baiklah"setelah berpikir,Sefi akhirnya menerima tawaran dari pria itu.Takut juga bagaimana jika ada ketiga pria seperti tadi yang mengikutinya lagi.
"Baiklah,tunggu sebentar di sini,aku akan mengambil kunci mobilku"ucap pria itu.Sefi duduk di salah satu kursi sambil menunggu pria itu.
"Nona,apa anda mau minum?"seorang pelayan berhenti tepat di depan Sefi.Kemudian menawarkan minuman padanya.
"Terima kasih"Sefi mengambil sebuah gelas berisi minuman dan meneguk nya sampai habis tanpa curiga sedikit pun.
"Kerja yang bagus"ucap seorang pria dari kejauhan.Pria itu menunggu reaksi dari minuman itu bekerja,setelah itu barulah datang menghampiri Sefi.
"Kenapa kepala ku pusing?"ucap Sefi sambil memegang kepalanya.
Disisi lain tampak Roni tengah menghubungi Sefi berulang kali,namun suara Sefi tidak terdengar jelas,hanya terdengar suara teriakan dan dentuman musik.
"Dini,apa kau melihat Sefi ?"tanya Roni saat berpapasan dengan Dini.Waktunya pulang,semua pegawai berhamburan berebut untuk turun melalui Liff.
"Tadi aku melihatnya pulang dengan Vani.Oyah,sejak kapan mereka akrab"Dini balik bertanya.
__ADS_1
"Mana aku tahu.Tapi apa benar mereka pulang bersama?"tanya Roni.
"Iya,aku tidak salah lihat"ujar Dini.
"Baiklah aku akan hubungi Vani"ucap Roni.
"Rencana apa yang ingin kau lakukan lagi,Vani?"ucap Roni dengan geram.Menggemgam ponselnya dengan erat saat tidak ada jawaban dari Vani.
Roni akhirnya menghubungi sahabatnya Deka,untuk melacak keberadaan Sefi melalui sambungan teleponnya terakhir. Seorang yang bekerja sebagai polisi tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan keberadaan seseorang terlebih jika si pemilik ponsel mengaktifkan GPS nya.Dan akhirnya keberadaan Sefi di temukan.
Roni melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal,menerobos lampu merah.Urusan belakangan jika polisi ingin menilangnya,yang paling utama adalah menemukan calon istrinya itu yang menurut informasi dari Deka,jika Sefi kini berada di sebuah cafe di pinggiran pantai.Siapa yang tidak mengenal tempat itu,cafe yang di luarnya khusus untuk muda-mudi yang nongkrong,namun jika di telusuri lebih dalam lagi,maka lengkap sudah dengan club malam dan tempat perjudian.
"Sefia kau kenapa"pria itu datang menghampiri Sefi.
"Al,bawa aku pulang.Kepala ku sangat sakit"keluh Sefi,sambil terus menahan kepalanya.
"Baiklah aku akan membawa mu pulang"
Pria itu dengan cepat memapah Sefi untuk berjalan menuju keluar dari tempat itu.
"Mengapa dia tidak mendesah,apa obatnya belum bekerja sempurna"
"Al,gerah sekali. Kau membawaku kemana"ujar Sefi saat merasakan di gendong masuk ke dalam mobil.
"Tenanglah,aku akan membawamu ke hotel. Dan kita akan bersenang-senang" batin pria itu.
"Aliando? Kau jangan macam-macam padaku.Lepaskan tanganmu"teriak Sefi kemudian menghempaskan tangan pria itu.
Ya,pria itu adalah Aliando rekan bisnis dari Roni Abdullah.Pria yang sudah jatuh cinta pada Sefi sejak pandangan pertama.Pria kaya raya yang suka bermain dan mempermainkan wanita.
"Tenanglah,aku tidak akan mengganggumu"ujar Aliando.Menutup pintu mobil setelah memastikan Sefi duduk dengan baik di kursi belakang.
"Panas sekali"Sefi membuka sepatunya dengan asal setelah itu membuka beberapa kancing kemeja yang di pakainya,hingga terlihat sedikit pundaknya yang putih mulus.
Aliando menelah saliva nya dengan kasar saat melihat Sefi membuka kancing bajunya.
"Tahan,tunggu sampai di hotel.Kita akan menikmatinya sepuasnya"ucap nya pada diri sendiri.
Aliando berlari mengitari mobilnya menuju tempat duduknya,tidak sabar.Hatinya sungguh tidak sabar.
"Al,buka pintunya. Aku mau muntah"seru Sefi sambil memukul pintu mobil agar segera di buka.
"Sial"membanting stir dan terpaksa turun lagi dari mobil,padahal Aliando sudah bersiap ingin melajukan mobilnya.
Aliando turun dari mobil dan membuka pintu belakang agar Sefi bisa mengeluarkan isi dalam perutnya.
Huuek
Huek
__ADS_1
"Sial"umpat Aliando saat melihat muntahan Sefi mengenai kaca mobilnya karena tidak sempat turun sudah keluar terlebih dahulu.