Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 51


__ADS_3

Sefi melangkahkan kakinya dengan pelan,seolah takut ketahuan keberadaan dirinya di tempat itu.Mengintip dari celah yang mampu terlihat olehnya,menaikan sedikit lehernya ke atas agar terlihat,sedang apa Roni dan wanita itu di dalam.


"Lidya??!"Sefi terkejut melihat kehadiran Lidya bersama Roni.


"Jadi wanita itu adalah Lidya?"Sefi menutup mulutnya sendiri.


"Setelah menuduhku bersama pria lain,kau memilih menemui istrimu?Kau benar-benar berengsek !"


Setelah berbicara di luar tadi,Roni dan Lidya masuk ke dalam ruang perawatan Sintia.Wanita cantik dan mungil itu tengah berbaring dan masih terpasang oleh jarum infus di pergelangan tangannya.


"Aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan!"Sefi menempelkan telinganya di dinding,berharap dapat mendengar pembicaraan Roni dan wanita itu.


"Kalian tampak serasi"Sefi kembali mengintip saat Roni mengecup kening Sintia.


"Kenapa selama ini,kau tidak pernah jujur padaku.Bahkan kalian sudah punya anak.Tega sekali kau kak!" tanpa sadar air matanya jatuh begitu saja.


"Kenapa aku baru mengetahuinya setelah semua ini terjadi ! Aku yang salah,sudah masuk kedalam kehidupan mereka.Seharusnya aku mendengarkan kata hatiku,untuk tidak lagi peduli akan perasaanku sendiri.Aku memang egois.Seharusnya aku mencari tahu terlebih dahulu,mengapa selama ini aku tidak pernah melihat Lidya."Sefi pergi dari tempat itu,setelah mengetahui semuanya.Sefi berjalan menunduk sambil sesekali menghapus air matanya yang tidak mau berhenti mengalir.


"Sial ! Mengapa air mataku tidak mau berhenti"Sefi menghentikan langkahnya ketika sudah di depan pintu ruangan mamanya di periksa.


"Huh.. tarik napas dalam,lalu buang perlahan!"intruksi pada diri sendiri.Setelah di rasa cukup lebih baik,Sefi kemudian mengetuk pintu dan masuk untuk menemui mama Lina.


"Apa sudah selesai periksanya ?"Sefi memperlihatkan senyum manisnya agar mama Lina tidak khawatir.


"Sudah,tinggal dokternya nyiapkan resep obat untuk Mama karena obat Mama di rumah tinggal sedikit"Lina memegang tangan Sefi yang bertengger di bahunya.Mengelusnya dengan lembut,seolah mengatakan aku baik-baik saja.


"Tolong pola makan nya di jaga,jangan sampai telat untuk sarapan.Kalian tahu jika sarapan itu sangat penting.Ini resep obatnya"dokter itu memberikan resep obat pada Sefi.


"Terima kasih dokter!"Sefi menerima resep obat dari dokter tersebut,kemudian mereka pulang setelah menebus obatnya mama Lina.


"Lidya sebaiknya aku pergi karena aku masih banyak urusan.Kamu tenang saja,untuk masalah biaya pengobatan Sintia,aku akan bantu"ujar Roni.


"Terima kasih banyak,aku janji akan segera mengembalikannya!"ucap Lidya.

__ADS_1


Roni pergi untuk tujuan utamanya,yaitu untuk menemui Sefi dan minta maaf padanya.Namun,sayangnya ia tidak menemukan keberadaan Sefi setelah mencarinya ke seluruh rumah sakit itu.Roni memutuskan untuk pulang ke rumah Sefi,setelah mendapat kabar dari Brian,jika mereka saat ini tengah berada di kediaman Sefia.


Rasa haru menyelimuti hati mama Lina,melihat kehadiran keponakannya itu di rumah mereka saat ini.


"Tante Lina,jangan menangis.Aku sudah lama mengetahui semuanya,tapi aku masih menunggu,apakah Tante mampu bertahan.Maaf,aku tidak tahu jika Tante bisa selemah ini."ujar Brian sembari memeluk mama Lina,kakak ipar dari mamanya Brian.


"Tante senang sekali,kamu datang untuk melihat kondisi Tante seperti ini"Lina masih menangis.


"Jika Tante mengijinkan aku untuk menghancurkan Om Jodi saat ini juga aku akan menghancurkannya"ujar Brian dengan tenang tanpa luapan emosi.Brian memang menjaga jati dirinya dengan baik.Emosinya tidak akan di perlihatkan kepada orang yang di sayanginya.Tanpa meemberitahu semuanya,Brian sudah terlebih dahulu mengetahuinya.


Kedua orang itu saling melepas rindunya antara Keponakan dan Tantenya.


"Darimana saja kamu"Kevin menyenggol siku lengan Roni,di saat melihat Roni berdiri di sampingnya.


"Mengejar mereka,tapi mereka sudah pulang terlebih dahulu"bisik Roni dengan pelan di telinga Kevin.


Roni memandang sekeliling dan pandangannya berhenti pada mata indah yang sejak tadi menatap kedatangannya.Mata mereka beradu tanpa berkedip.


"Huh,sepertinya dia masih marah"Roni berusaha tersenyum namun tidak di balas senyuman juga oleh wanita pujaannya itu.


"Kalian berdua,jangan hanya berdiri di situ,cepat kemari!"panggil Brian saat melihat Sefi dan Roni saling berpandangan.Spontan saja Sefi langsung terkejut begitu juga Roni langsung mengalihkan pandangannya.


"Ada apa Kak"Sefi berdiri di samping Brian.


"Ada apa Brian,kenapa kau memanggilku "Roni berdiri di belakang Sefi.Sementara itu Kevin tampak menggelengkan kepalanya melihat tingkah Brian.Kevin sudah dapat menebak,apa yang akan di katakan Brian pada mama Lina.


"Tante,sebenarnya kedatanganku kemari selain untuk menemui Tante Lina,aku juga ingin minta tolong sesuatu"ujar Brian tanpa peduli pada Sefi dan Roni yang sudah berdiri di sampingnya.


"Katakan,ada apa Brian?"ujar mama Lina.


"Restui mereka berdua,agar segera menikah"ujar Brian,hingga membuat Sefi terkejut sementara Roni tersenyum memandang kepanikan Sefi.


"Menikah?"mama Lina mengulang ucapan Brian.

__ADS_1


"Iya Tante,kalau boleh secepatnya,jangan di tunda lagi"Brian tersenyum penuh kemenangan.


"Tante tidak keberatan,malahan Tante sangat setuju jika Roni menikahi Sefi putri Tante"ujar mama Lina.


"Mamaaa!"seru Sefi tidak terima akan keputusan mama Lina tanpa bertanya terlebih dahulu.


"Dengar sendiri Kak,jika tante Lina sudah setuju.Segeralah urus semuanya,kalau bisa secepatnya"ujar Brian pada Roni.


"Terima kasih Ma"Roni mencium tangan mama Lina karena merasa senang.Menikah dengan Sefi secepatnya,itu artinya dia akan mengalahkan saingannya sebelum bertarung.


"Aliando,kau bahkan tidak memiliki kesempatan sedikitpun untuk mendekati wanitaku" batin Roni.


"Apa kalian tidak mau mendengar pendapatku?"ujar Sefi dengan kesal,saat melihat semua orang merasa bahagia.


"Kami tidak butuh pendapatmu!"ujar Brian seraya menarik tangan Sefi dan memeluknya.


"Anakku akan mendapatkan adik perempuan secepatnya,jadi jangan menolak pernikahan ini.Adikku tersayang!"ujar Brian sambil mengacak-acak rambut Sefi.


"Kak,kau menyebalkan"Sefi berusaha menghindari pelukkan Brian.


"Aku menolaknya!"ujar Sefi lagi.


"Sefi sayang,jangan bicara seperti itu!"ujar mama Lina.


"Mama juga tidak mau mendengar pendapatku?"ujar Sefi merasa kecewa pada keputusan mamanya.


"Sefi kecewa sama mama!"Sefi melepas tangan Brian,kemudian berlari masuk ke dalam kamarnya.


"Apa kalian bertengkar"tanya mama Lina pada Roni.


"Jangan khawatir,hanya salah paham saja.Aku akan menjelaskan padanya"ujar Roni.


"Temui dia,jangan sampai dia menolakmu lagi,Kak"ujar Brian.

__ADS_1


"Tidak akan,aku yakin pernikahan ini akan terjadi.Aku akan menemuinya"Roni pergi menemui Sefi di kamarnya,Roni masuk begitu saja karena memang pintu kamar itu tidak di kunci.


__ADS_2