
Jangan lupa tinggalkan like dan komen.
Happy reading !!
Roni kembali datang menghampiri Brian dan Kevin setelah ia mendapatkan air mineral untuknya sendiri.Namun ternyata kedua pria itu sudah dalam keadaan mabuk berat,bergoyang di altar bersama wanita-wanita cantik.Roni tampak mengusap wajahnya pertanda ia sangat prustrasi melihat tingkah kedua pria itu.
"Ayo kita pulang!"Roni menarik tangan Kevin dan Brian bersamaan.Dan tentu saja mendapat penolakan dari kedua pria itu.
"Sebentar lagi,nanti saja kita pulang"ujar Kevin yang tak ingin melepaskan wanita yang bergoyang bersamanya."Sita,kau sangat cantik sekali"ujar Kevin.
"Dia bukan Sita?! Cepat ayo pulang"ujar Roni sudah mulai kesal.
"Jangan bawa aku pergi,aku masih ingin bergoyang dengan istriku!"ujar Kevin lagi.
"Sudah ku katakan,dia bukan Sita istrimu!"ujar Roni.
"Ah,bisa gila aku"geram Roni sembari masih berusaha menarik mereka berdua.
"Hei,kau ! Jangan goda aku,aku sudah memiliki istri dan anak,jangan tarik tanganku?kau mau bawa aku kemana?."ujar Brian menatap tangannya yang di tarik Roni.Seakan Roni menariknya dengan mesra.
"Aku masih normal,bodoh!"umpat Roni dengan nada kesal.
"Sudah tahu punya anak dan istri tapi tetap saja pergi ke club malam!"umpat Roni.
Dengan sekuat tenaga Roni menarik Kevin dan Brian keluar dari club malam itu,hingga menyuruh mereka untuk masuk kedalam mobil.
"Huueek..hueek!"Brian mengeluarkan seluruh isi dalam perutnya di dalam mobil Roni tanpa rasa bersalah sedikitpun.Sementara Kevin sudah tampak menunduk mengambil posisi untuk mengeluarkan isi dalam perutnya juga.
"Hueek..huek..huek!"dengan wajah yang sudah memarah padam,Kevin mengeluarkannya tepat di bawah kakinya.
"Hah ! Lega sekali"ujarnya kemudian memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas.
"Astaga ! "Roni menghela napas panjang sembari mengambil sebuah masker untuk menutup mulutnya agar tidak mencium aroma menyengat itu.
"Kalian jorok sekali"umpatnya lagi.
"Apa jadinya jika aku ikutan mabuk seperti kalian"omelnya pada diri sendiri karena kedua pria itu sudah tertidur.
*
*
*
Sefi mengikat rambutnya dengan asal sambil berlari kecil keluar dari kamarnya.Sefi sudah sangat terlambat hari ini karena pekerjaannya yang menumpuk tadi malam.Sambil mengapit tasnya dan memegang berkas di tangannya,Sefi menuju kamar mamanya untuk pamit.
__ADS_1
"Selamat pagi Ma!"sapa Sefi di saat Lina sedang di bantu oleh nenek Salma untuk duduk di kursi roda.
"Pagi juga sayang"sapa Lina dan nenek Salma bersamaan.
"Ma,aku sudah sangat terlambat hari ini.Jadi aku tidak bisa menemani kalian sarapan bersama."ujar Sefi sambil mencium pipi mamanya.
"Aku pamit yah"ujar Sefi.
"Hati-hati di jalan yah,nanti sempatkan sarapan di kantor saja"ujar nenek Salma.
"Da,Mama! Da Nenek !"Sefi melambaikan tangannya dan pergi dengan terburu-buru.
"Semoga kak Roni sudah bangun dan sudah sarapan supaya aku tidak perlu untuk menyiapkan segalanya"gumam Sefi sambil melajukan motornya.
Lima belas menit perjalanan Sefi akhirnya sampai di kediaman Roni.
"Syukurlah Non Sefi datang"ujar Mirna setelah melihat Sefi masuk ke dalam rumah Roni.
"Kenapa Bi? Apa kak Roni belum bangun?"tanya Sefi.
"Belum Non,kan sudah tugas Non Sefi yang bagunkan tuan!"ujar Mirna.
"Baiklah Bi,aku ke atas dulu"Sefi menaiki anak tangga menuju kamar Roni dan mengetuknya berulang kali,namun tidak ada jawaban dari dalam.
"Kak,boleh Sefi masuk?"seru Sefi dan lagi-lagi tidak ada jawaban.
"Bibi bicara sama siapa?"tanya Vani setelah menyiapkan sarapan di atas meja.Ternyata Vani sudah lebih dulu datang ke rumah Roni.Namun,hanya sebatas menyiapkan sarapan karena Roni tidak suka Vani membangunkannya apalagi mendekati pintu kamar saja.
"Bicara sama non Sefi,!"ujar Mirna dengan polosnya.
"Sefi?! Lalu dimana dia sekarang?"ujar Vani.
"Ke kamar untuk membangunkan tuan!"ujar Mirna lagi.
"Apa? Ke kamar?"Vani shok dengan apa yang barusan ia dengar.
"Iya,kan itu sudah jadi tugas non Sefi"ujar Mirna tanpa rasa bersalah.
"Gila,sudah sejauh mana hubungan mereka sekarang? Apa yang harus ku lakukan?sementara untuk mendekati pintu kamarnya saja,aku sudah tidak boleh.Sialan itu anak baru,awas saja kamu kalau sampai menggoda calon suamiku !"batin Vani semakin bergejolak.
"Bau apa ini,menyengat sekali"Sefi menutup hidungnya setelah masuk ke dalam kamar Roni dan menyalakan lampu agar terlihat terang.
"Astaga,siapa mereka?"Sefi terkejut melihat ada tiga pria berada di kamar itu.
Berjalan dengan pelan menghampiri mereka satu persatu sembari menutup hidungnya.
__ADS_1
"Kak Kevin?"Sefi terkejut melihat pria yang tidur di sofa ternyata adalah Kevin mantan asisten pribadi kakak iparnya Tia."Mengapa dia ada di sini?"gumam Sefi.
Sefi berjalan lagi menuju seorang yang tertidur di lantai beralaskan karpet permadani dan melihatnya dengan jarak yang dekat,Sefi menunduk dan berjongkok membuka selimut yang menutupi seluruh wajah pria itu"Kak Roni bangun?"Sefi menggoyangkan tangan Roni dan mengecilkan suaranya agar tidak membangunkan dua orang pria itu.Roni memilih tidur di bawah saja karena Brian lebih dulu menempati tempat tidurnya.Roni tidak ingin mencium aroma tidak sedap dari pakaian yang di pakai Brian.
"Sefi?"Roni membuka matanya dan menatap wanita yang di cintainya itu.
"Bangunlah dan kenapa tidur di bawah?"ujar Sefi.
"Cium dulu"pinta Roni.
"Kak Roni bau nya menyengat"ucap Sefi.
"Sekali saja,aku butuh energi hari ini"ujar Roni.
"Ngak mau"tolak Sefi seraya ingin berdiri namun dengan cepat Roni menggapai tangannya hingga membuat Sefi terjatuh di atas tubuh Roni.
"Kak,lepas! Nanti mereka bangun!"ujar Sefi berusaha lepas dari dekapan Roni seraya mengingatkannya bahwa bukan hanya mereka berdua di dalam kamar itu.
"Tenang saja,mereka tidak akan tahu!"ujar Roni kemudian mengecup bibir Sefi dan mengisapnya lebih lama dan dalam.
"Sepertinya ada yang kasmaran,tapi tidak mengenal tempat"Brian turun dari tempat tidur sembari melebarkan senyumnya.
"Kak Brian?"Sefi langsung mendorong Roni dan melepas pangutan mereka.
"Aku tidak melihatnya!"ujar Brian,Brian sejak tadi memang sudah bangun tetapi ia malas untuk bergerak.
"Hah,Brian jangan mengganggunya"Roni pasrah seraya membentangkan tangannya menatap langit-langit kamarnya.
"Kevin,bangunlah"Brian berjalan ke sofa dimana Kevin tertidur.
"Ayo kita keluar,dan biarkan mereka berdua melanjutkannya!"ujar Brian seraya menoleh pada Sefi yang menunduk sementara Roni masih berbaring seperti semula.
"Aku ijinkan kalian untuk melanjutkannya,dan buatkan anak perempuan secepatnya.Tapi setelah itu,aku akan menunggu kalian menjelaskan semuanya"ujar Brian lagi sebelum benar-benar keluar dan menutup pintu kamar itu.
"Sayang,kemarilah"pinta Roni agar Sefi kembali mendekat padanya.
"Tidak,Kak Roni sudah terlambat,jadi pergilah mandi"ujar Sefi.
"Jangan marah gitu dong"goda Roni seraya bangkit kemudian memeluk Sefi.
"Aku butuh energi dari mu untuk membuatku lebih semangat bekerja "Roni kembali memberi ciuman hangatnya sedikit lebih lama dan menuntuk.Menelusuri bagian rongga dan mengabsen seluruh isi di dalamya.
Sefi membalasnya dengan tak kalah gesitnya,selama ini ia hanya menerima namun saat ini ia turut membalasnya.
"Aku mau lebih"ucap Roni dengan suara khas yang sudah mulai terpancing gairahnya.
__ADS_1
Tuh,kan? Pria kalau sudah di kasih satu minta yang lain juga.😀