Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 72


__ADS_3

"Apa yang harus aku lakukan? Apa dengan menikahkan putriku dengan mu,maka aku bisa bebas dari hutang ku?"ucap Jodi,setelah kalah lagi dalam taruhan dengan Aliando.


Ya,untuk kali ini Aliando mengajak kerja sama dengan cara menjebaknya terlebih dahulu.Bermain judi hingga larut malam,hingga akhirnya Jodi kalah telak.Tidak ada lagi yang bisa di pertaruhkan.Dan saat itulah Aliando menawarkan kerja sama.


"Hahaha,kau memang pintar? Aku suka cara mu pak tua?"Aliando tertawa dengan senang.


"Apa yang akan kau berikan jika putriku mau menikah dengan mu?"tanya Jodi dengan semangat.


"Mmm,"berpikir sejenak sambil menggoyangkan kaki nya."Aku akan menganggap semua hutang mu lunas dan aku juga akan memberikan uang dan rumah untuk mu,bagaimana?"ucap Aliando.


"Baiklah,aku setuju."Jodi langsung menyetujui tawaran dari Aliando.


"Apa kau yakin bisa menyakinkan putrimu? Aku tidak suka jika kau memaksanya.Dan jangan sesekali bermain tangan dengan nya"ucap Aliando.


"Tenang saja,aku yakin bisa membujuknya"ucap Jodi."Tapi,aku butuh bantuan mu"sambung Jodi.


"Katakan"ucap Aliando sambil menekan kuat dalam asbak puntung rokoknya.


"Aku butuh beberapa anak buah mu"ucap Jodi.


"Baiklah,kau bisa kapan saja memanggil mereka jika membutuhkannya"ucap Aliando.


"Tapi,kau harus ingat dengan janjimu"ujar Jodi memperingatkan. Pasalnya pria ingusan yang satu ini sangat licik,berbeda jauh dengan papanya.Aliando seorang yang berkepribadian ganda akan cepat berubah pikiran dengan seenak nya saja. Dan Jodi tidak ingin di bohongi begitu saja.


"Hahaha,ternyata kau sangat waspada juga.Aku suka cara mu seperti itu"Aliando tertawa geli,saat melihat wajah Jodi merasa khawatir di tipu."Kau sekarang bisa membawa mobil mewah ku pulang ke rumah mu,mobil itu adalah jaminan perjanjian kita,jika aku menipu mu,maka kau bisa menjualnya"ucap Aliando lagi.


Aliando rela mobil kesayangannya yang berharga milyaran rupiah di berikan sebagai jaminan agar Jodi percaya padanya.Harga mobil segitu tidak lah seberapa untuknya. Hilang satu tumbuh seribu,itulah prinsip dari hidup Aliando.


Disisi lain,tampak sepasang kekasih itu tengan berjalan bersama memasuki sebuah butik tempat mereka menjemput baju pengantin.Sefi tampak cantik dengan sepatu hak tinggi yang di pakainya.Sepatu pemberian sang kekasih tadi pagi di saat dia baru bangun tidur,


__ADS_1


Sangat cocok pada kaki jenjangnya,warna nya yang lembut sempurna dengan penampilannya saat ini,apa lagi di padukan dengan bando di rambut panjangnya semakin membuat Sefia sangat cantik.



"Mereka pasangan yang sempurna"ucap salah satu pegawai butik tersebut.


"Cantik dan tampan"ucap yang lainnya saat melihat Sefia dan Roni berjalan bersama.


"Selamat datang,di butik kami Tuan dan Nona"sapa seorang desainer.


"Saya mau ambil baju pengantin yang sudah saya pesan waktu itu"ucap Roni tanpa mau berbasa-basi.


"Dengan Tuan Roni Abdullah"ucap nya lagi. Roni mengangguk saja tidak menjawab dengan kata-kata.


"Silahkan tunggu sebentar,biar saya ambilkan"wanita itu buru-buru mengambilkan gaun pengantin bersama di ikuti oleh beberapa pegawainya. Kemudian mereka membawanya pada Sefi dan Roni,memperlihatkan gaun itu terlebih dahulu sebelum di masukkan ke dalam kotak besar.



"Kak,ini cantik sekali? Sejak kapan memesannya?"Sefia kagum dengan baju pengantin yang baru saja di perlihatkan oleh desainer nya.Air mata bahagia terlihat di sudut matanya.Bahagia karena mereka sebentar lagi benar-benar akan menikah.Gaun sederhana yang sudah di pesan oleh Roni sejak lama,sejak ia benar-benar yakin akan perasaannya pada kekasihnya itu,dan kini baru di ambil setelah hubungan mereka sudah memasuki jenjang pernikahan.Ternyata Roni sudah mempersiapkan segalanya.


"Sayang,apa kamu ingin mencobanya ?"tanya Roni sambil menghampiri Sefi dan kemudian memeluknya.


"Tidak perlu, sayang. Aku yakin gaun ini sangat pas di tubuhku. Aku akan memakainya tepat di hari pernikahan kita"ucap Sefi sambil menggemgam tangan Roni.


"Apa tidak takut kebesaran atau kekecilan?"tanya Roni.


"Pilihan mu adalah yang terbaik,aku tidak takut jika gaun nya kebesaran atau kekecilan"ucap Sefi karena sangat menyukai gaun nya.


Dan ada satu lagi,pilihlah mana yang kamu suka.Roni menyuruh desainer itu membawakan satu lagi gaun pengantinnya.


__ADS_1


"Ini juga gaunnya sangat cantik,aku suka keduanya"ucap Sefi dengan kagum.


"Jadi kamu mau pilih yang mana?"tanya Roni.


"Hehehe,apa aku bisa berpikir sebentar?"tanya Sefi.Nalurinya mengatakan gaun pengantin yang pertama adalah pilihannya,namun pikirannya tertuju pada gaun yang kedua.Tangannya juga tidak lepas dari gaun yang kedua.Pilihan yang sulit,pikirnya.


Hari ini sepasang kekasih itu tampak menghabiskan waktu berdua sepanjang hari,mereka menyiapkan segala keperluan untuk di pakai di hari pernikahannya. Mereka tampak sangat antusias mempersiapkannya.Jika urusan pernikahan gedung dan semacamnya sudah di atur oleh Widya sang mama tersayang.Mereka berdua tidak perlu lagi memikirkan hal itu.


"Sayang,aku sungguh tidak sabar ingin menikah dengan mu."Roni memeluk Sefi saat tengah memasukkan jas pengantin milik Roni ke dalam lemari.


"Sudah peluk-peluk nya,kenapa sejak tadi Sefi di peluk terus si"ujar Sefi sambil berbalik dan kini menghadap Roni.Melihat wajah Roni yang ingin di manja.Posesif,mengapa ingin di peluk sejak tadi.


" Entahlah,aku hanya ingin selalu dekat dengan mu.Memeluk mu seperti ini sangat membuat hati ku nyaman."Roni mengecup kening Sefi berulang kali,kemudian mengecup leher Sefi dan menghirup aroma parfum yang di pakai Sefi.


"Apa yang kakak pikirkan,sepertinya hati mu gelisah"tanya Sefi,dia juga merasakan hal yang sama,namun masih bisa di abaikan.Perasaan gelisah yang mungkin saja di rasakan setiap pengantin yang ingin menikah.


"Berjanjilah pada ku,cinta mu hanya untuk ku seorang. Aku hanya ingin hidup bahagia dengan mu"ucap Roni dengan pelan.


"Kak"panggil Sefi.


"Mmm"jawab Roni sambil memejamkan matanya.


"Apa kamu meragukan cinta ku?"


"Tidak"


"Lalu, mengapa mengatakan hal itu"Sefi menatap Roni yang tengah memejamkan matanya.


"Hanya untuk mengingatkan saja,kita tidak tahu takdir kita seperti apa ke depannya. Aku hanya tidak ingin kehilangan dirimu untuk kedua kalinya"ucap Roni.


"Jangan seperti itu. Author pasti kasih yang terbaik untuk kita. Aku yakin author kita yang cantik itu, tidak akan tega pisahkan kita berdua"ucap Sefi.

__ADS_1


"Dia memang cantik,tapi dia juga author yang tegaan,aku takut jika nanti author kita itu akan menggagalkan pernikahan kita"ucap Roni.


"Iya deh,yang lagi bucin,ngak mau di pisahin yah,autor masih mikir ini.Apa hubungan kalian akan di lanjutkan atau di hentikan"Authornya ngambek.😀


__ADS_2