Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Sisi kehidupan.


__ADS_3

Happy readingπŸ’—πŸ’—πŸ’—


Di sisi lain,Roni tengah bersiap untuk melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda hanya karena pangilan telepon dari anak Brian yaitu Bastian yang memang sudah di anggap sebagai anak nya sendiri.Sesibuk apa pun Roni,jika menyangkut nama Bastian,ia pasti akan meluangkan waktu nya walau hanya sekedar berbicara sesaat.


"Vani..Apa laporannya sudah kamu siapkan"tanya Roni seraya sibuk dengan berkas di tangan nya.Namun Roni tidak mendengar atau menyahut sedikit pun dari wanita yang di depan meja nya itu.Wanita itu tampak melamun memandangi wajah Roni.Roni yang sadar jika wanita itu diam saja sontak meninggi kan suaranya.


"Apa kamu masih ingin bekerja dengan ku?"suara Roni menyadarkan lamunan Vani.


"Eh..Iya kak ! Apa kakak bicara dengan ku?Vani balik bertanya.


"Huh..Apa laporan nya sudah kamu siapkan?"ulang nya dengan penuh penekanan.


"Sudah kak..Tapi dimana tadi"Vani kelabakan mencari berkas itu.


"Astaga kenapa aku bisa lupa" batin Vani dengan panik,sebab berkas penting itu lupa ia letak kan dimana.


"Hentikan..Kenapa kamu bolak-balik buku itu? Apa kamu menyimpan berkas penting di bagian rak buku? Seharus nya kamu menyimpan berkas penting di dalam laci atau kamu bawa selalu di dalam tas kamu!"Roni dengan kesal menatap wanita itu.


"Maaf kak..Aku akan mencari nya"Vani menunduk sebab ia merasa bersalah.


"Kalau kamu ada masalah,jangan bawa ke dalam urusan pekerjaan.Fokus Vani..!Kamu harus bisa bekerja dengan benar.Ini yang terakhir kali nya,aku melihat mu seperti ini.Aku tidak akan menerima sekretaris seperti kamu lagi,kalau bukan karena papa yang masuk kan kamu jadi sekretaris ku,aku gak mau punya sekretaris lelet seperti kamu"ujar Roni.Let to the Let.LELET iya kan bang Roni?😊.


"Semua ini juga karena kamu,kenapa coba pake nolak pertunangan kita kemarin"dalam hati,Vani hanya mampu mendumel dalam hati nya saja.


"Aku akan mencari nya"ujar Vani dengan pelan.Berbalik mencari berkas itu sembari sesekali melirik Roni yang fokus dengan pekerjaannya.


"Seandainya kemarin kamu tidak menolak ku,pasti saat ini aku akan bersemangat untuk bekerja.Ah..Bertepuk sebelah tangan sangatlah menyakitkan"Vani kembali mengeluarkan isi dalam tasnya seraya mendumel sendiri.


"Ah..Ketemu kak ! Ini dia berkas nya "Vani membalikkan tubuhnya namun karena terburu-buru ia pun langsung kehilangan keseimbangannya hingga akhirnya ia hampir terjatuh namun dengan sigap Roni menahannya dengan memegang pinggang Vani.Tangan kekar itu merangkul nya dengan erat.

__ADS_1


Pandangan mereka bertemu untuk sesaat,kesempatan yang tidak di sia-siakan Vani untuk menatap seluruh wajah Roni dari jarak yang sangat dekat."Bibirnya seksi sekali,aku bahkan tidak tahan jika hanya melihatnya saja.Mata nya juga sangat indah,ingin sekali aku mengecupnya.Aku ingin mencium nya.Cium...Tidak...Cium...Tidak...Cium "batin Vani.


"Hati-hati,apa kamu tidak apa-apa?"Roni menyadarkan lamunan Vani seraya membenarkan posisi mereka kembali dengan berdiri tegap.


"Ah ..Sial.Kenapa aku jadi begini si !"


"Iya,aku tidak apa-apa!.Terima kasih"ujar Vani dengan gugup.


"Hm,baiklah ! Mana berkasnya"pinta Roni kemudian duduk kembali di kursinya.


Vani memberikan berkas itu kemudian melanjutkan pekerjaannya namun sesekali pandangannya melirik ke arah Roni.


"Jantung ku seakan mau copot,aku bahkan tidak bisa menahan diriku"Vani meletakkan tangan nya tepat di dada nya yang sedang berdegup dengan kencang.


"Vani..sudah waktu nya kita rapat.Kamu siapkan semuanya dan ikut dengan ku"perintah Roni seraya berdiri kemudian berjalan lebih dulu menuju ruang rapat.Vani hanya menganguk sesaat kemudian ia pun histeris karena terlalu bahagia.


"Aakk..Apa dia mengajakku rapat bersama ? Ah..Setelah sekian lama baru kali ini dia mengajakku rapat.Mimpi apa aku semalam"Seru Vani sembari menepuk pipi nya."Tapi apa aku tadi tidak salah dengar ?"Vani menggelengkan kepala nya kemudian mengambil berkas dan tasnya .Berjalan menyusul Roni yang sudah terlebih dahulu duduk bersama rekan bisnis nya.


Tok


Tok


Dengan ragu Vani mengetuk pintu ruang rapat itu membuat semua menoleh padanya.


"Rapat sudah di mulai.Kamu dari mana saja"ucap Roni setengah berbisik pada telinga Vani.


"Maaf aku terlambat"ujar Vani dengan pelan sembari mengeluarkan buku catatan nya juga pena untuk mencatat poin-poin penting yang akan di sampaikan oleh rekan kerja mereka.Satu jam sudah rapat berlangsung dan membawa hasil yang cukup memuaskan.


"Selamat atas kesuksesan anda tuan.Aku sangat berharap hubungan kerja sama ini berjalan dengan lancar"ujar pria berambut pirang itu seraya mengulurkan tangannya dan mereka kemudian berjabat tangan.Pria yang bernama Aliando itu memiliki wajah yang tampan dan sedikit kebule-bulean.

__ADS_1


"Terima kasih atas kepercayaan anda untuk saya.Saya berharap anda bisa memahami cara kerja saya dengan cepat"ujar Roni dengan mantap.


"Yah,itu sudah pasti ! "ujar Aliando dengan senyum tampan nya.


"Untuk merayakan kerja sama ini,ijinkan saya untuk mengundang anda makan siang bersama.Apakah anda bersedia?"Roni menawarkan makan siang bersama agar rekan kerja nya itu agar merasa lebih di hargai.


"Tentu saja,kebetulan saya baru saja sampai di kota ini.Dan saya belum tahu tempat makan yang enak di kota ini"ujar Aliando.


"Vani,pesankan salah satu resto di sekitar sini.Kita akan makan siang bersama tuan Aliando"titah Roni kepada sekretaris nya itu.


"Baik"Vani langsung pergi setelah membungkuk kan kepala nya terlebih dahulu.


"Apa dia sekretaris mu? Cantik sekali !"ujar Aliando seraya mengikuti langkah Vani dengan pandangannya.


"Dia Vani Hermawan masih ada kaitan keluarga dengan Alexander"ucap Roni sembari mengambil kunci mobil nya yang terletak di meja.


"Apa dia keponakan dari tuan Wanda Alexander?"tanya Aliando lagi.Namun Roni hanya menganggukkan kepala nya saja.Mereka berjalan keluar dari kantor sambil berbincang.Yah,berbicara yang di anggap Roni tidak penting baginya namun bagi Aliando sangat lah penting untuk mengenal Vani lebih dekat lagi.


" Perkenalkan aku dengan nya"ujar Aliando yang gemar dengan wanita yang cantik dan seksi.


"Apa perkenalan diri masuk dalam rencana kerja sama kita saat ini?"ujar Roni dengan menaikkan satu alisnya.


"Tidak juga,tapi sekarang kita sudah di luar kantor.Kita bisa membahas apapun ketika di luar,bukan?"ujar Aliando kemudian ikut masuk ke dalam mobil Roni.


"Baiklah,kalian bisa berkenalan ketika di resto nanti"ujar Roni.


Mobil mereka pun kemudian melaju dengan kecepatan sedang untuk makan siang bersama dan di resto itu juga sudah di tunggu oleh Vani yang sudah terlebih dahulu sampai di sana.


Terima kasih.

__ADS_1


Jangan lupa kasih like sama komen nya yah.


Love you sekebon jagung.πŸ’—πŸ’—πŸ’—.


__ADS_2