
Happy reading !!!
Setelah pernikahan Roni dan Lidya batal,Roni memilih mengalihkan pikirannya dengan bekerja,bekerja dan bekerja bahkan ia sampai melupakan untuk mengurus dirinya sendiri.
Bukan tidak mencoba menghubungi pujaan hatinya, namun pada siapa dia akan bertanya sementara ia tidak pernah bercerita pada keluarga itu apa yang sedang terjadi padanya.Reno satu-satunya yang tahu dimana pujaan hatinya itu sekarang berada, ia juga seolah menghilang di telan bumi.Kabar yang ia dengar Reno menikah dengan seorang wanita namun tidak di setujui oleh keluarganya.Oleh karena itu ia juga tidak ingin ikut campur dalam permasalahan keluarga Reno.
"Pa,kalian mau berangkat lagi"tanya Widia.Hampir setiap ada pekerjaan di luar kota atau sedang ada urusan di luar negri,Wanda Alexander selalu membawa Roni bersamanya agar Roni bisa belajar banyak untuk menangani perusahaan untuk ke depannya.
"Iya ma,kami pergi hanya satu minggu saja.Ini adalah kerja sama terakhir yang aku kendalikan sebelum papa menyerahkan segalanya pada anak kita Roni.Papa mengajaknya agar dia bisa menangani perusahaan ini."Wanda akan menyerahkan sebagian dari perusahaannya pada anak angkatnya itu.Dan Wanda berniat untuk menghabiskan masa tua mereka dengan tenang.
"Ma,kami berangkat"pamit Wanda setelah menghabiskan tehnya di meja.Widia mengangguk sembari memandang ke pergian anak dan suaminya itu."Huh"Widia menghela napas panjang karena rumah kembali sepi lagi.
"Aku kesepian lagi ! Jika Roni sudah menikah,aku tidak akan membiarkan mereka tinggal jauh dari ku seperti anak ku Brian.Tapi, kapan dia akan menikah?"gumam Widia.
......................
Di apartmen.
Sefia tampak sedang berbicara di telpon dengan seseorang dengan wajah yang serius.Bahkan sebuah pena yang di tekan nya dengan kuat hampir saja berhasil membuat buku di bawahnya menjadi berlubang.
Dena sang sahabat yang baru saja masuk ke dalam kamarnya langsung saja menepuk pundaknya ."Ada apa ?"ucapnya dengan pelan saat melihat ekspresi sahabat nya itu.
"Papa"ucap Sefi tanpa bersuara,sebab suara papa nya masih terdengar dengan jelas di seberang telepon yang menuntutnya agar ia pulang saja.
__ADS_1
"Papa minta kamu untuk segera pulang"salah satu permintaan Jodi agar putrinya itu pulang secepatnya.
"Pa,hargai Sefi.Ini adalah keputusan Sefi,setelah Sefi sudah selesai kuliah,Sefi janji akan pulang"terdengar Sefi masih memohon pada papa nya.
"Baiklah,Kamu boleh menyelesaikan kuliahmu,tapi kamu harus janji sama papa.Kamu akan menerima perjodohan dengan pria yang sudah papa pilihkan untuk mu."ucap Jodi.Jodi tidak ingin anak perempuannya itu sama seperti anak laki-lakinya yaitu Reno yang menikah tanpa persetujuan dari nya.Sefi sekarang adalah ahli warisnya satu-satu nya sebab Reno sudah di usirnya dari rumah.Jodi tidak ingin kejadian itu terjadi pada putrinya.
"Baiklah pa,Sefi janji akan menuruti kemauan papa"ujar Sefi.
"Kenapa wajah mu jadi seperti benang kusut begitu?"tanya Dena setelah Sefi selesai berbicara dengan papa nya.
"Mama sakit,papa menyuruhku pulang setelah selesai kuliah dan harus menerima perjodohan yang sudah di aturnya."Wajah Sefi di tekuk sembari memutar-mutar ponsel di tangannya.
"Mama Lina sakit? Terus apa kamu mau pulang untuk melihatnya?"Dena tahu betul bagaimana sayang nya Sefi pada mama Lina.Sefi menggeleng,"Semoga mama cepat sembuh,aku yakin mama hanya merindukan ku saja"ucap Sefi dengan pelan.
"Aku harap papa akan berubah pikiran setelah aku selesai kuliah nanti,dan masih ada kak Reno yang belum nikah mana mungkin aku akan melangkahinya"ujar Sefi dengan antusias sebab ia tidak tahu apa yang terjadi dengan kakak nya itu.
"Aku akan menghubungi kak Reno dan mengatakan agar dia bisa membujuk papa untuk tidak menjodohkan aku dengan pria mana pun"ucap Sefi sembari menekan kembali ponselnya dan mencari nomer kakak nya itu.
"Terserah kau saja"Dena memilih duduk di samping sahabatnya itu.
"Kenapa tidak aktif"gerutu Sefi setelah berulang kali mencoba menghubungi Reno.
"Mungkin kakak mu lagi sibuk,itu sebab nya mungkin dia mematikan ponselnya"ucap Dena .
__ADS_1
"Kamu benar,kak Reno pasti sibuk dengan pekerjaannya"Sefi kembali meletakkan ponselnya."Tapi aku merasa ada sesuatu yang sedang terjadi di sana,perasaan ku mengatakan semuanya tidak baik-baik saja"ucap Sefi.
"Kalau kamu ragu,kamu bisa menghubungi kak Brian.Tanyakan pada nya apa yang sedang terjadi"usul Dena.
"Tidak,Dena. Aku belum siap berbicara dengan mereka terlebih aku takut jika aku menghubungi kak Brian dan bertepatan ada dia di situ,bagaimana?"galau Sefi merasa pikirannya buntu saat ini.
"Ya sudah,tidak usah di pikirkan lagi.Yakinlah semua pasti baik-baik saja di sana"Dena mengusap pundak sahabat nya itu.
"Kamu benar,mereka pasti baik-baik saja di sana.Terima kasih Dena,kamu adalah sahabat ku yang paling baik dan pengertian"ucap Sefi sembari memeluk sahabat nya itu sesaat.
"Sefi,bagaimana dengan Gio? Maksudku apa kalian benar-benar sudah putus?"tanya Dena.
"Sebelum berangkat ke mari,aku sudah menyelesaikan hubungan ku dengan nya.Memang nya kenapa kau bertanya seperti itu"ujar Sefi dengan tenang.
"Dia selalu menghubungi ku,menanyakan tentang mu dan menanyakan dimana kita sekarang tinggal.Apa aku harus memberitahu nya"ucap Dena.
"Jika dia menghubungi mu lagi,katakan padanya jika kau tidak tahu apa pun tentang aku"ucap Sefi.Sefi tahu betul sifat Gio jika seseorang memutuskan hubungan dengan nya,maka seorang Gio tidak akan menghubungi dan mencari tahu orang tersebut.Sefi yakin seseorang memaksanya melakukan hal itu,semua itu sudah di antipasi oleh Sefi sebelum ia benar-benar pergi dari kehidupan Roni Abdullah.
"Baiklah,aku tidak akan mengangkat telpon dari nya lagi"ujar Dena seraya menggelengkan kepalanya,Dena merasa aneh dengan sikap tertutup nya sahabat nya itu.Sefi tidak ingin Roni mengetahui keberadaannya sebab ia yakin jika Roni sudah bahagia dengan pernikahannya dengan Lidya,Sefi ingin melupakan segalanya.Menjauh adalah pilihan terbaik untuk nya saat ini.Bahkan ia sampai tidak tahu apa yang terjadi pada keluarganya setelah kepergian nya.
Berharap semua akan baik-baik saja setelah ia suatu saat akan pulang,berharap semua berubah menjadi lebih baik lagi.Sefi berharap rumah tangga Roni akan bahagia selalu,ia tidak ingin menjadi duri dalam rumah tangga orang lain terlebih orang tersebut masih ada hubungan keluarga dengan nya.
Terima kasih reader ku tercinta yang masih setia sama cerita dari Sefia.
__ADS_1
Terima kasih banyakπππππ.