
Happy reading..
Dua minggu kemudian setelah mama Lina di rawat di rumah sakit,hari ini ia sudah bisa pulang.Walaupun belum bisa berjalan,mama Lina harus menggunakan kursi roda.
"Sayang?!"panggil mama Lina saat ia menatap sekelilingnya dengan bingung.
"Iyah Ma,"Sefi membungkuk agar dapat melihat raut wajah mama Lina.
"Kita di rumah siapa? Apa papa kamu ngusir kita dari rumah besar itu?"wajah sedih itu terukir jelas di pelupuk mata mama Lina yang ingin menangis.
"Kita tidak di usir dari rumah itu ! hanya saja,Sefi ingin Mama lebih tenang saja di rumah ini untuk menjalani proses penyembuhan.Agar Mama cepat sembuh!"ujar Sefi dengan lembut.
"Benar begitu Ma ?!"tanya Lina pada nenek Salma.
"Benar sayang,kita akan tinggal di rumah ini untuk sementara saja"ujar nenek Salma.
"Kamu dapat uang darimana?"meski ragu mama Lina tetap bertanya sembari di dorong oleh Sefi kursi rodanya.Memasuki kamar yang akan di tempati mama Lina.Memapah mama Lina agar berbaring di tempat tidur,nenek Salma ikut membantu walaupun hanya memperbaiki posisi bantalnya saja.
"Kak Roni yang sudah membelikannya!"ucap Sefi setelah mama Lina sudah berbaring di tempat tidurnya.Sefi sempat menolak ketika Roni membelikan sebuah rumah untuk tempat tinggal mereka.Namun,Sefi tidak punya pilihan dari pada harus tinggal bersama dengan Roni di dalam satu atap,apa kata dunia?Mereka masih berpacarankan! Belum menikah.Jadi ia harus menjaga harga dirinya juga.
"Dia baik sekali ! Anak-anak Widya memang sangat baik.Jika ada waktu,ajak dia kemari yah!"ujar mama Lina.
"Tentu saja Ma"Sefi menarik selimut hingga menutupi perut sang mama.
"Sebaiknya kamu tidur Lina,jangan banyak pikiran dulu"ujar nenek Salma.
"Nenek juga istirahat saja,biar Sefi yang jaga mama"ujar Sefi.
"Apa kamu tidak bekerja?"tanya nenek Salma.
"Tidak Nek ! Sefi udah ijin sama bu Dini,hanya hari ini saja "ucap Sefi jujur.
"Ya sudah,Nenek tinggal dulu.Nenek mau lihat kamar nenek!"nenek Salma keluar dari kamar mama Lina.
"Kalau kamu lelah,istirahat saja!"ujar Lina saat melihat putrinya itu dengan sendu.
"Sefi ngak lelah Ma,Mama tidur saja.Biar Sefi temani di sini"ujar Sefi.Mama Lina mengangguk kemudian memejamkan matanya.
"Terima kasih kak,aku tidak tahu bagaiman harus membalas kebaikanmu" batin Sefi seraya mengusap layar ponselnya.Foto walpaper wajah pria tampan itu tersenyum menatapnya.
"Sayang,sedang apa sekarang?"satu pesan masuk.
"Apa kalian sudah pulang dari rumah sakit?
"Bagaimana?apa mama Lina suka tinggal di rumah itu?
Senyum Sefi mengembang saat tiga pesan itu masuk bersamaan.Hanya di baca tanpa berniat untuk membalasnya.Agar sang pengirim pesan penasaran,dalam hitungan ketiga,Sefi yakin si pengirim pesan akan langsung menghubunginya.
"Hallo"Sefi menjawab panggilan dari si pengirim pesan sembari berjalan ke arah balkon kamar mama Lina.
__ADS_1
"Kenapa hanya di baca saja?"tanya Roni.
"Percuma saja di balas,toh di telpon juga"ujar Sefi.
"Kalian sudah di rumah?"tanya Roni.
"Iyah"
"Besok aku akan datang jemput kamu,sekalian mau jenguk mama!"
"Tapi,bagaimana jika Vani lihat kita berdua lagi"
"Tidak masalah,biarkan saja dia lihat.Apa kamu malu kalau ku jemput"tanya Roni.
"Tidak"ujar Sefi.
"Ya sudah kalau begitu,besok aku akan menjemputmu"
"Terserah"
"Aku mencintaimu"
"Heem"
"Apa heem"
"Aku juga mencintaimu"
"Sekarang istirahatlah"ujar Roni.
"Apa Kak Roni sudah pulang?"
"Belum,rencana nya aku akan kerja sampai malam"ujar Roni.
"Apa sudah makan malam?"
"Apa ada rencana mu untuk mengantar makan malam ku?"
"Tidak juga,aku hanya bertanya"
"Ya sudah!"
"Dah"Sefi menutup panggilannya tanpa dosa sudah membuat Roni berharap.
Flass back
Roni dan Sefi saat ini tengah berada di dalam rumah yang akan di tempati oleh Sefi dan keluarganya.Rumah besar itu hadiah khusus untuk hubungan baru mereka.Sefi memandang kagum dengan rumah itu,sesuai dengan impiannya selama ini sebuah rumah yang di kelilingi oleh pepohonan,tentunya pohon yang dapat berbuah.Walupun tidak di daerah pedesaan seperti harapannya selama ini,namun bisa di pastikan lokasinya sangat nyaman.
"Kamu harus tinggal di rumah ini,dan aku tidak mau mendengar alasan apapun"Roni membawa Sefi ke rumah yang baru saja ia beli dan terlihat beberapa pelayan sedang merapikan perabotan di rumah itu.
__ADS_1
"Kak,aku masih mampu untuk mencari rumah kontrakan untuk kami tinggal !"tolak Sefi.Sembari melihat para pelayan itu mengerjakan pekerjaannya tanpa terganggu oleh kehadiran mereka.Rumah itu cukup besar dan megah apalagi untuk di tinggali oleh tiga orang saja.
"Sayang,bukan Kakak!"tegasnya saat Sefi lagi-lagi lupa cara memanggilnya.
"Iya,sayang"ujar Sefi dengan bibir di tarik ke depan.
"Mama Lina akan tidak nyaman jika tinggal di rumah kontrakan kecil itu,sementara ia sedang dalam proses penyembuhan.Kamu pikirkan baik-baik,kalian tinggal bersama ku atau tinggal di rumah ini !"ujar Roni.
"Tapi ini berlebihan"ujar Sefi.
"Anggap saja sebagai hadiah atas hubungan baru kita"ucap Roni.
"Terlalu mewah"ucap Sefi.
"Tidak,biasa saja."
"Aku tidak bisa menerimanya"
"Kenapa?"
"Apanya yang kenapa?ini tidak wajar Kak--eh Sayang!"
"Kamu terima rumah ini atau kamu tinggal bersama ku"ujar Roni.
"Hitungan ketiga,kamu harus pilih!"ujar Roni lagi.
"Satu,dua,ti-"Roni menghitung dengan cepat agar Sefi tidak bisa berpikir panjang lagi.
"Iya,kami akan tinggal di rumah ini saja"ucapnya pada akhirnya.
"Bagus ! Sebagai calon istriku,kamu harus menurut"ujar Roni seraya menarik tubuh Sefi dalam pelukkannya.
"Aku akan menjaga kalian,aku akan selalu ada untuk kalian semua.Berjanjilah kamu akan menurut seperti ini terus,jangan membangkang"ucap Roni pelan.
"Aku seperti ini karena aku sangat mencintaimu"ujarnya lagi membuat Sefi tersentuh dengan apa yang ia dengar.
"Baiklah,nanti aku akan membawa mama pulang dari rumah sakit langsung ke rumah ini"ujar Sefi sembari mendongkak ke atas menatap wajah Roni.
"Tapi aku tidak bisa ikut,karena ada banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan.Akan ku kirim supir untuk menjemput kalian di rumah sakit"ucap Roni.
"Iya,tidak apa-apa!"ucap Sefi.
"Mereka semua akan tinggal bersama kalian di rumah ini"ujar Roni sembari melihat beberapa pelayan itu.
"Apa itu harus?"tanya Sefi.
"Mereka yang akan mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini!"ujar Roni.
"Apa mereka mata-mata?"pertanyaan konyol keluar begitu saja.
__ADS_1
"Bodoh ! Apa yang ada di pikiranmu ini?Apa kamu kira kita tengah berada di novel mafia?"
"Hehehe..mungkin saja "Sefi tertawa geli.