
Happy reading💜💜💜
Roni Abdullah
Aku akan berjuang untuk mendapatkanmu.
Aku akan selalu melakukannya sampai hatiku menghitam dan membiru.
Dan aku akan tinggal bersama di hatimu.Kita akan berhasil sampai ke sisi lainnya,seperti yang kekasih lainnya lakukan.
Akan aku ulurkan tanganku dalam kegelapan dan menunggu kau meraihnya.
Aku akan menunggumu.
Karena aku tidak menyerah untuk mendapatkan hatimu dan masih belum saatnya untuk menyerah.Bahkan sampai nafas terakhirku.
Dan bahkan saat mereka mengatakan tidak ada yang tersisa.Jadi janganlah menyerah.Bahkan saat tidak seorang pun yang percaya,aku tidak akan hancur dengan begitu mudahnya.Tidak peduli apa yang akan di katakan dunia tentang kita,aku tidak akana goyah.
Roni melajukan mobil nya menuju kantor Reno untuk memastikan apa yang baru saja di dengarnya.Tangannya menggemgam setir mobil itu sembari mengeraskan rahangnya.Marah juga kecewa itulah yang di rasakan saat ini.Ingin menangis namun sebagai seorang pria sejati ia mengeraskan hatinya untuk hal itu.
Setelah Roni sampai di depan kantor Reno,ia kemudian berjalan dengan cepat tanpa peduli seorang sekretaris Reno menyapanya.Pintu di buka dengan kasar membuat Reno yang ada di dalam ruangannya itu tampak terkejut.
"Roni"serunya dengan terkejut.
"Dimana Sefi? Apa benar dia pergi ke luar negri?"tanya Roni langsung tanpa peduli Reno masih melongo melihat tingkahnya.
"Ada apa denganmu? Duduklah dulu"ujar Reno tenang.
"Ayolah katakan dimana Sefi sekarang"ucap Roni lagi dengan tidak sabar.
"Dia sudah berangkat keluar negri untuk melanjutkan kuliahnya"jelas Reno sembari menelisik raut wajah Roni.
"Sial"batin Roni sembari terduduk dengan lemas.
__ADS_1
"Apa kalian ada masalah?Aku sudah memintanya menunda keberangkatannya setelah pernikahan mu selesai namun dia tidak mau,Sefi bersikeras untuk pergi secepatnya"ucap Reno lagi.
"Dimana tujuannya kuliah?"tanya Roni dengan pelan.
"Jerman.Sefi juga tinggal di Apartmen milik Brian dulu ketika dia tinggal di sana"ucap Reno tanpa curiga sedikitpun.
"Jadi Brian juga tahu jika Sefi pergi?Kenapa tidak ada yang memberitahuku"ujar Roni.
"Sefi hanya menelpon mereka karena tidak sempat untuk singgah di rumah Brian"ucap Reno.Tampak Roni mengeraskan rahangnya pertanda ia sangat marah saat ini.
"Aku permisi"ucap Roni langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruangan Reno membuat Reno lagi-lagi melongo karena tidak mengerti dengan tingkah Roni yang seenak jidatnya saja keluar masuk ruangannya.
"Ada apa dengan dia?"gumam Reno.
"Bagaimana apa sudah ada buktinya pak?"ucap Reno pada seorang polisi.Reno saat ini sudah meminta bantuan seorang polisi untuk menyelidiki kejadian waktu itu.Sebab siapapun wanita itu Reno akan bertanggung jawab atas kejadian itu.Ia tidak mau di anggap pengecut lari dari tanggung jawab sebab sudah merusak anak perempuan orang lain.
"Silahkan datang ke kantor polisi saat ini,aku akan menjelaskannya"ujar pak polisi itu."Bagaimana aku akan mengerti masalah kalian sementara masalahku sendiri saja,aku masih belum bisa menyelesaikannya"batibern Reno.
Bahkan setelah presentasi itu selesai wajah Roni masih saja belum berubah membuat Brian bisa menebak apa yang sedang terjadi.
"Apa gadis kecil itu tidak permisi denganmu?"goda Brian.Namun Roni tidak peduli.
"Apa cinta mu sudah membuat mu seperti ini? Ayolah cerita pada ku,Aku Brian Alexander akan menjaga rahasia mu"goda Brian lagi membuat Roni jengah kemudian ia berdiri ingin pergi meninggalkan Brian.
"Aku ada nomer ponselnya! Apa kak Roni mau bicara dengannya? Ah mungkin saja dia masih berada di dalam pesawat"ucap Brian lagi membuat Roni kembali menghampirinya.
"Berikan padaku"ujar Roni.
"Apa?"ucap Brian pura-pura tidak mengerti.
"Nomer ponsel Sefi"ucap Roni setelah beberapa detik terdiam.
"Hahaha,benar tebakanku jika kau benar -benar ada rasa pada gadis matre itu"tawa Brian sembari memegang perutnya namun kemudian ia terdiam begitu melihat Roni mengambil ponselnya yang terletak di meja.
__ADS_1
"Kau tahu kak,gadis itu sebelum pergi dia sempat-sempatnya memerasku.Dia meminta kunci Apartmen kemudian memintaku untuk membayar tagihan tiket pesawatnya bahkan uang sakunya selama setahun"oceh Brian namun Roni hanya meliriknya sekilas karena ia fokus mencari nomer ponsel Sefi.
"Tapi aku gak akan kehabisan akal,sebab kartu ATM yang Sefi pegang saat ini adalah kartumu yang baru selesai aku urus namun aku lupa mau memberikannya pada mu kak,karena aku pikir kau tidak akan marah kan jika kartu itu aku berikan pada Sefi"ujar Brian senang.
"Selain membawa cintaku,kau juga membawa uangku"batin Roni.
"Pesankan juga aku tiket pesawat untuk hari ini juga"ucap Roni.
"Kau akan menyusulnya"tanya Brian.
"Tapi besok kau akan menikah kak"ucap Brian là gi membuat Roni kesal mengingat kembali wajah Mahendra yang memaksanya untuk menikahi putrinya.
"Aahhh...Jadi aku harus apa? Apa aku hanya diam saja menerima semua ini?"seru Roni kemudian ia berdiri dan pergi meninggalkana Brian lagi.
Tujuan nya saat ini adalah untuk menenangkan pikiran dan hatinya yang tengah berkecamuk.Di tepi pantai Roni menghentikan mobilnya namun ia tidak keluar dari dalam mobil itu.Pikirannya menerawang jauh dimana dia mencium bibir mungil itu tepat di dalam mobilnya.Hatinya semakin merindukan wanita itu yang sudah mengisi hatinya yang kosong selama ini.
"Sefi..Sefi...Sefiaaaa"teriaknya seraya membanting setir mobilnya dan beruntung mobil itu tidak dalam kondisi menyala.
"Sefia kenapa kau lakukan semua ini padaku? Mengapa kau menggantung perasaan ini? Mengapa kau tidak membalas perasaanku"teriak Roni lagi.
Roni mengabaikan dering ponselnya yang sudah entah keberapa.Ponselnya di lempar begitu saja,dia tidak peduli lagi pada kondisinya saat ini yang sudah berantakan.Pakaiannya yang tadinya rapi kini sudah berubah menjadi tidak beraturan dan kusut.
Dengan tidak bersemangat ia memutuskan kembali pulang ke Apartmen nya karena tidak mungkin ia pulang ke rumah dengan kondisinya saat ini dimana di rumah ada mama Widia dan Wanda yang akan bertanya mengapa ia pulang dengan kondisi berantakan.
Tanpa ia sadari Roni sudah tertidur dengan lelapnya tanpa menyalakan lampu di kamarnya.Gelap gulita tanpa cahaya lampu bahkan pakaian nya saja tidak di ganti.
Roni tertidur berharap ia bertemu dengan pujaan hatinya walau hanya dalam mimpi.
"Sefi..Sefia aku mencintaimu,kembalilah padaku.Aku sangat-sangat mencintaimu.Percaya lah aku tidak pernah menyentuh wanita itu.Bahkan menyentuh tangannya saja,aku pun tidak pernah"gumam Roni dalam tidurnya yang terlelap.
Terima kasih.
Kasih like sama komen yah...
__ADS_1