
Di sebuah club malam,deru musik terdengar hingga memekakkan telinga.Banyak pria dan wanita yang datang dengan pasangan masing-masing untuk bergoyang atau sekedar menghabiskan malam bersama.
Begitu juga dengan seorang pria yang tampak sedang kesal menatap kedua rekan bisnisnya itu.Bukan hanya sekedar rekan bisnis saja melainkan mereka berdua masih keluarga dan teman dekat.
Beberapa wanita tampak duduk mendampingi seorang pria yang di yakini sangat dingin itu.Tapi itu dulu,saat ia belum menikah dengan Sita.Istrinya saat ini yang banyak membawa perubahan dalam hidupnya.
Di apit oleh beberapa wanita membuatnya bangga,sesekali ia meraba paha mulus wanita itu sembari memeluk dan menciumnya.Mabuk? Belum,pria itu masih dalam keadaan waras,bahkan ia masih bisa membedakan mana angka lima dan sepuluh.
Gelak tawanya yang senang seolah berhasil membuat Roni memasuki tempat haram itu.Tempat hiburan malam yang sama sekali belum pernah ia datangi.Hanya sekali ia menginjakkan kakinya di tempat itu,itupun hanya menjemput Siska pulang yang pada saat itu dalam keadaan mabuk.
Kevin sangat senang,ia yakin akan menang dalam taruhan saat ini.Mereka bertaruh,siapa yang berhasil membuat Roni minum dan bergoyang dengan wanita malam ini,ia akan di nyatakan menang.
"Ayolah,nikmati malam ini ! Semua ini adalah hadiah dariku atas kerja sama kita."Ujar Kevin sembari menyuruh seorang wanita menghampiri Roni.
"Jangan coba kau mendekat ! Tetap di tempatmu!"Roni menatap wanita itu dengan tajam,sehingga membuat wanita itu ketakutan.
"Kak,ayolah hanya kali ini saja"Brian ikut menawarkan minuman yang di depannya.
"Kalian berdua sudah keterlaluan!"Roni mengusap rambutnya menatap kedua pria itu dengan kesal.Rasa kesalnya bahkan sudah sampai keubun-ubunnya.
"Kita berdua hanya bersenang-senang.Jauh dari istri membuat kami bebas"ujar Kevin.Sambil sesekali menghirup aroma parfum dari wanita di sampingnya.
"Brian,aku akan mengadukanmu dengan mamanya Bastian"ujar Roni berusaha memperingatkan Brian.
"Aku yakin,Tia akan memberimu pelajaran jika ia sampai tahu kelakuanmu saat ini"Roni masih menatap kedua pria itu dengan kesal.
"Dan kau Kevin ! Aku akan menelpon Sita dan akan menyuruhnya untuk menjemputmu sekarang juga"Roni tampak mengambil ponselnya dari saku celananya.
Mengapa mereka berdua ada bersama saat ini?Ya,itu karena Kevin dan Brian adalah salah satu pemegang saham di perusahaan Abdullah Group.Perusahaan yang didirikan oleh kegigihan dan kerja keras Roni selama ini.
Kedua pria itulah yang telah membantunya untuk menjadi sukses hingga memiliki perusahaan sendiri.
Dan perusahaan yang di berikan Wanda Alexander padanya adalah perusahaan cabang yang ikut andil dalam kesuksesannya.Lima bulan sekali mereka berdua akan datang untuk berkunjung kediaman Roni untuk memastikan apakan pria itu masih belum bisa mencari pendamping hidupnya atau apakah pria itu belum bisa melupakan masa lalunya?
__ADS_1
"Dengar Kak,kita sebagai seorang pria sejati juga butuh mencari kesenangan sendiri.Kita butuh sesuatu hiburan untuk menghilangkan beban pekerjaan yang menumpuk setiap hari di kantor.Aku bosan di kantor kerja terus."Ujar Brian.Brian tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya mengikuti alunan musik.
"Kamu benar Brian,kita tidak ada niat untuk menghianati istri dan anak-anak kami di rumah.Istri yang tercinta,yang selalu mengerti akan kondisi yang di alami suaminya"bela Kevin.
"Jika Reno ada juga di sini,dia pasti akan ikut juga bersenang-senang bersama kita"ujarnya lagi.
"Satu gelas saja ! Ayo minumlah"Brian masih berusaha untuk mengalahkan Kevin,ia berusaha agar ia menang.Brian menyodorkan segelas minuman ke mulut Roni,hingga Roni tidak mampu menolaknya.Segelas minuman itu kandas dengan sekali tegukan.
"Uhuk..uhuk !Roni terbatuk saat Brian memaksanya untuk minum.
"Jangan hanya minum saja ! Wanita cantik ini juga akan menemanimu"ujar Kevin yang tidak mau kalah dengan taruhan mereka.Kevin sudah melihat senyum di bibir Brian,senyum yang mengatakan ia adalah pemenangnya.
"Pergi sana,temani dia"ujar Kevin pada wanita itu.
"Cukup! Aku sudah tidak tahan dengan kalian berdua.Aku akan menelpon istri kalian.Agar kalian berdua akan di cincang sampai habis."Roni berdiri sembari menekan ponselnya.
"Eit tunggu dulu !"kedua pria itu bersama -sama berdiri dan menahan tangan Roni agar tidak menelpon istri mereka.
"Oke.Baiklah tidak ada wanita lagi di sini"ujar Kevin.
"Tapi kalau minuman saja,boleh yah!"ucap Brian sembari menyuruh Roni kembali duduk.
"Jadi ! Sekarang aku yang menang,bukan?"ujar Brian.
"Kamu curang"ujar Kevin.Roni diam hanya mendengar kedua pria itu berbicara.
"Curang apanya?"ujar Brian sembari meneguk minumannya.Entah sudah berapa gelas yang habis ia minum,hingga membuat kepalanya mulai terasa pusing.
"Aku sudah berhasil membuatnya minum.Itukan perjanjiannya"kilah Brian.
"Baiklah ! Untuk kali ini kamu menang"ujar Kevin pada akhirnya.
"Itu artinya kamu mengijinkan putrimu untuk tinggal di rumahku selama seminggu"ujar Brian.
__ADS_1
"Janji hanya seminggu,tidak lebih!"ucap Kevin.
"Sebenarnya kalian berdua ini kenapa? Apa yang membuat kalian seperti ini?"Roni membuka suara.
"Maaf,kami hanya bertaruh.Bagaiman caranya agar membuatmu menginjakkan kaki di club malam.Dan siapa yang menang akan mengabulkan satu permintaan"ujar Kevin.
"Dan jika aku menang,Tiara putrinya Kevin akan menginap selama seminggu di rumahku"ujar Brian
"Kenapa begitu?"tanya Roni dengan bingung.
"Bastian selalu merenggek minta adik perempuan.Bastian dan Cristian selalu saja bertengkar.Oleh karena itu Bastian selalu minta Tiara untuk tinggal di rumah"ujar Brian.
"Tia sampai kesal setiap hari oleh kelakuan Bastian dan Cristian yang tidak pernah akur"ujar Brian lagi.
"Makanya buat adik lagi untuk mereka"ujar Kevin.
"Apa kamu lupa? Tia istriku sudah tidak bisa punya anak lagi.Dokter sudah mengangkat rahimnya ketika selesai melahirkan Cristian"ujar Brian sembari melempar remahan snak ke wajah Kevin.
"Maaf,aku lupa"ucap Kevin.
"Hanya satu harapanku saat ini"ucap Brian.
"Apa itu"tanya Roni dan Kevin bersamaan.Penasaran dengan apa yang akan di katakan Brian.Apakah Brian berencana akan menikah lagi?
"Ku mohon Kak Roni,menikahlah secepatnya dan berikan adik perempuan untuk Bastian "ucap Brian sembari menatap Roni dengan tersenyum.
"Hah?"
"Apa kamu sudah tidak waras"ujar Roni.Sembari meneguk segelas minuman dari tangan Brian dan sontak saja membuatnya terbatuk-batuk.
"Apa dia salah minum?"ujar Kevin.
"Biarkan saja,mungkin dia salah tingkah"ujar Brian.
__ADS_1
"Lalu,dia akan menikah dengan siapa?"tanya Kevin sembari melihat Roni yang sibuk mencari air mineral.
"Entahlah,aku sendiri tidak tahu.Yang penting dia harus menikah dan buat adik perempuan untuk anak ku"ujar Brian.