
Jodi sengaja melanjutkan ceritanya agar membuat Roni semakin marah.Sesekali Jodi tampak tersenyum sinis saat melihatn raut wajah Roni.
Jodi menceritakan awal kebencian nya pada keluarga Abdullah.Suatu hari,Jodi tampak menggandeng tangan Anisa masuk kedalam rumah kediaman keluarga Anisa.Tujuannya adalah ingin meminta restu pada kedua orang tua Anisa.Namun,tanpa di duga hubungan yang mereka jalani selama tiga tahun berakhir begitu saja,karena penolakan dari keluarga besar Anisa.Hanya penghinaan yang dia dapat dari kedua orang tua Anisa karena pada saat itu Jodi belum memiliki apapun,bahkan hidupnya masih tergantung pada nenek Salma,ibunya sendiri.Dan mulai saat itu Jodi menyimpan dendam pada keluarga Anisa terlebih saat mendengar jika Anisa sudah di jodohkan dengan keluarga yang lebih kaya,keluarga yang terpandang.
Jodi memutuskan untuk merantau dengan bekerja di perusahaan Alexander sebagai manager,dan beberapa tahun bekerja di perusahaan itu akhirnya Jodi mendapat bantuan dari Wanda Alexander untuk membangun perusahaan nya sendiri,karena pada saat itu Widya adik perempuan Alexander sudah menikah dengan Wanda Alexander.
Setelah menjadi orang sukses,Jodi kembali menemui sang kekasih Anisa,namun Jodi terkejut jika Anisa sudah menikah dengan Romi Abdullah pria yang di jodohkan dengan Anisa.Impian ingin membangun rumah tangga yang bahagia dengan kekasih nya,malah hancur atas penolakan dari Anisa sendiri,dengan alasan sudah tidak mencintai Jodi lagi.Anisa sudah melupakan cinta nya dan kini mencintai Romi Abdullah suami sah nya.
Jodi akhirnya pulang dengan membawa rasa sakit hatinya,dengan tanpa cinta Jodi pun menikahi Lina ibunya Reno.Namun setelah lima tahun pernikahan nya terjadi,Jodi kembali bertemu mantan kekasihnya itu saat sedang berjalan menuju mobil mereka.Anisa tampak menggendong seorang anak balita sekitar umur dua tahun,sementara suaminya tampak berjalan bersama anak laki-lakinya.Mereka terlihat cukup bahagia.Jodi cukup cemburu melihat kemesraan dan keharmonisan hidup Anisa dan suaminya,hingga terbesit di pikiran nya untuk menghabisi keluarga bahagia itu.
Jodi mengikuti mobil Anisa dari belakang,pikirannya semakin kacau saat melihat dengan jelas Romi mengecup kening Anisa di dalam mobil.
"Mas,aku sudah tidak mencintaimu lagi. Sebaiknya cari saja penggantiku karena aku sudah mencintai Romi suami ku"kata-kata Anisa selalu mengusik pikiran nya.
"Bukankah kita sudah pacaran selama tiga tahun,kenapa kau secepat itu berubah?"batin Jodi sambil meremas rambutnya dengan kasar.
Tangan Jodi menggemgam setir mobil dengan kuat,Jodi menambah kecepatan mobilnya hingga menabrak mobil Anisa dari belakang.Mobil Anisa terbetur dengan kuat hingga menabrak tembok jalan,namun naas mobil Anisa di tabrak lagi oleh sebuah Bus besar.
Jodi menatap dari kejauhan saat mobil Anisa terbakar untuk beberapa saat setelah banyak orang melihat kejadian itu.Jodi pergi setelah merasa cukup puas dengan apa yang terjadi.
Namun Jodi kembali merasa marah,saat melihat berita di stasiun televisi,jika kedua anak Anisa selamat saat kejadian itu.Dan kini kedua anak Anisa sudah di bawa ke rumah sakit.Seorang wanita muda menyelamatkan kedua anak Anisa.
Sementara papa Anisa mengalami struk ketika mendengar kabar berita kematian putri dan menantunya begitu juga dengan mama Anisa langsung serangan jantung dan mati saat itu juga.Nasib siapa yang tahu,kedua orang tua Anisa tiada beberapa bulan setelah kejadian kecelakaan itu.Dan keluarga Anisa yang lainnya tidak ada yang mau mengadopsi kedua anak Anisa.
Jodi berusaha mencari anak Anisa ke rumah sakit tempat mereka di rawat,namun kabar yang dia dapat jika anak Anisa sudah di bawa seseorang ke tempat yang aman.Pihak rumah sakit tidak memberinya askes untuk mengetahui keberadaan anak-anak Anisa,karena Jodi tidak bisa memberikan bukti jika dia dari salah satu keluarga Anisa.Hingga butuh bertahun-tahun lama nya Jodi mencari keberadaan kedua anak Anisa.
"Kau benar-benar sudah keterlaluan,Mas!"seru Lina saat Roni hanya diam saja mendengar cerita Jodi.
__ADS_1
"Kau sebaiknya diam saja,dan dengar dengan baik apa yang sudah aku katakan"ujar Jodi dengan tenang.
"Jadi sekarang,kau sudah tahu mengapa aku sangat membencimu?"
"Semua itu karena kau anak dari mantan ku sipenghianat itu.Anisa wanita yang tidak menepati janjinya.Huh,jika saja kau bukan anak Anisa,mungkin saja aku akan memikirkan ulang tentang hubungan mu dengan putri ku"
"Sekarang jika kau ingin bebas dengan selamat dari tempat ini,maka tinggalkan putriku dan pergilah menjauh"ucap Jodi.
"Jangan mimpi,aku tidak akan meninggalkan Sefia,walaupun kau akan menghabisiku saat ini,karena 'Sefia cinta mati ku',dan kau jangan pernah mencoba memisahkan cinta kami berdua"ujar Roni dengan lantang,hingga membuat Jodi semakin murka.
"Aku sudah memberimu penawaran yang baik,tapi kau menolaknya.Hahaha...kau memang hebat."Jodi menatap Roni dengan sinis."Kalian hajar dia lagi,jangan berhenti sampai dia menyerah"ujar Jodi pada anak buahnya.
"Tapi Tuan,bagian mana lagi yang akan kami pukul,sementara seluruh tubuhnya sudah--"anak buah Jodi menghentikan ucapannya,hatinya merasa kasihan dengan kondisi Roni saat ini.
"Apa kau mau,aku menghajarmu seperti dia?"teriak Jodi dengan marah.
"Maaf aku terpaksa melakukannya"ujar pria itu sebelum mendaratkan pukulan keras di perut Roni.
Bugh
Bugh
Roni kembali meringis saat merasakan perutnya di pukul dengan kuat.
"Dimana Sefia ku"suara Roni terdengar sangat pelan,namun pria itu masih bisa mendengarnya.
"Apa kau mendengar ku,dimana Sefia ku"ulang Roni lagi.
__ADS_1
"Dia berada di tempat yang aman,di antara gedung tinggi tidak jauh dari rumah nya"bisik pria itu dengan pelan.
"Kau--"Roni menatap pria itu.
"Maaf Tuan,aku permisi"pria itu pergi setelah merasa Roni sudah tidak berdaya.
"Bagaimana,apa kau akan menyerah sekarang?"Jodi menghampiri Roni sambil membawa air.
"Tidak akan pernah,kau hanya pengecut.Pria biadab,semoga kau secepatnya pergi menghadap sang penguasa"ucap Roni dengan pelan.
"Aku bersumpah tidak akan melepaskan mu"ucapnya lagi.
"Baiklah kalau kau tidak mau meninggalkannya,aku akan memaksa putriku untuk meninggalkan mu. Aku akan menyuruh pria kaya itu akan menikah dengan putriku,secepatnya"Jodi tidak kehilangan akal,jika Roni tidak bisa meninggalkan putrinya,maka Jodi akan memaksa Sefi sendiri yang meninggalkan Roni.
"Dia tidak akan meninggalkan ku"ucap Roni dengan sedikit tenaga yang dia punya.
"Percaya diri sekali kamu.Hahaha..kau memang pria yang tidak punya harga diri"ujar Jodi.
"Aku sangat yakin,Sefia ku tidak akan meninggalkan ku.Karena kau tahu--"Roni menjeda ucapannya sembari tersenyum dengan sinis menatap wajah Jodi.
Jodi menunggu Roni melanjutkan ucapannya.
"Karena... Aku yakin Sefia ku sudah mengandung buah cinta kami"lanjut Roni dengan senang.
"Apa?"
Bersambung.
__ADS_1