Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 4O


__ADS_3

Happy reading ..


Kencan untuk pertama kali membuat hati Roni sangat gugup,seakan baru kali ini ia melakukannya.Jika di lihat dari segi usia,Roni sudah dewasa sudah waktunya menikah dan membina rumah tangga.


Masih di kantor,namun sudah waktunya pulang.Dan hari ini Roni dan Sefi ingin pergi berkencan untuk pertama kalinya.Mereka akan makan malam berdua saja tanpa ada gangguan baik dari Vani atau siapapun.Permintaan kencan pertama mereka setelah mereka menggungkapkan perasaan masing-masing tadi pagi.Janji mereka yang akan menyempatkan diri untuk saling memberi waktu dari pekerjaan yang menumpuk.


"Tia ! Apa penampilan ku sudah rapi?Roni bertanya pada istri adiknya itu melalui panggilan video call,karena hanya Tia seorang yang dapat membantunya di kala ia membutuhkan solusi masalah penampilan.


"Kak Roni ! Tia curiga,kenapa dari sekian lama Kakak tidak pernah menayakan soal penampilan?.Tapi sekarang kembali lagi bertanya bagaimana cara berpenampilan yang baik?"selidik Tia.


"Usiaku sudah matang,jadi aku harus merubah penampilanku agar terlihat lebih muda lagi.Mungkin saja dengan merubah penampilan,aku bisa cepat dapat jodoh"ucap Roni sembari merapikan pakaiannya.


"Bagus dong jika Kak Roni berpikiran ke arah situ ! Tia berharap Kak Roni cepat dapat jodoh!"ujar Tia.


"Jadi bagaimana sekarang?! Apa pakaian ini cocok di pakai untuk berkencan?"ucap Roni yang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya sejak tadi.


"Kakak serius mau berkencan ?"seru Tia kegirangan.


"Iya dong"ujar Roni sambil menganggukkan kepalanya.


"Mama.. Kak Roni mau berkencan ! Kak Roni sudah punya pacar !"teriak Tia agar Widya sang mertua yang sedang bermain dengan cristian cucu keduanya itu dapat mendengar nya.


"Ee..Eeh tunggu Tia ! Jangan beri tahu Mama dulu"seru Roni agar Tia tidak berteriak lagi.


"Kenapa Kak ? Bukan kah lebih baik jika Mama tahu !"tanya Tia.


"Iyah sih,cuma aku mau kasih kejutan buat Mama"ujar Roni.


"Siapa wanita beruntung itu Kak?"selidik Tia dengan merubah raut wajah nya menjadi penasaran."Apa Kak Roni sudah move on" batin Tia.


"Bukan wanita itu yang beruntung,tapi akulah di sini yang lebih beruntung untuk mendapatkannya!"ujar Roni.


"Baiklah,mungkin Kak Roni sudah bisa melupakan Sefi.Tidak apa,mungkin ini memang terbaik untuk mereka"batin Tia.


"Bawa dia pulang kediaman Alexander dan perkenalkan dia secara resmi pada kami semua!"ucap Tia.


"Secepatnya akan ku bawa dia kesana,tapi setelah pekerjaan ku selesai disini"ujar Roni.

__ADS_1


"Papa"panggil seorang anak kecil yang baru saja masuk ke dalam kamar Tia.Yang menghampiri Tia kemudian duduk di pangkuan Mommynya itu sambil menatap layar ponsel yang masih menampilkan wajah pria yang sudah sangat di rindukannya.


"Bastian?! Anak Papa apa kabar?"sapa Roni pada Bastian yang sudah di anggap sebagai anaknya sendiri.


"Papa jahat,Papa gak pernah pulang lagi"bukannya menjawab,dia malahan protes. Bastian dengan wajah di tekuk mampu membuat Roni tertawa.


"Papa sangat sibuk sayang,Papa janji akan pulang secepatnya!"ucap Roni.


"Papa tidak boleh bohong lagi"ujar Bastian.


"Iya,Papa gak bohong sama Bastian."ujar Roni.


"Bastian rindu sama Papa"ucap nya pelan.


"Papa juga rindu!"ucap Roni.


Pembicaraan mereka selesai di saat Sefi masuk keruangan Roni.Wajah Sefi terlihat kecewa karena ia sempat mendengar kata rindu pada lawan bicara Roni sebelum ia memutuskan untuk masuk ke ruangan itu.


"Apa kita berangkat sekarang?"Roni berdiri sembari memasukkan ponselnya pada saku celananya.Kemudian menghampiri Sefi dan memeluknya sesaat,mendaratkan kecupan mesra di keningnya.


"Masuklah sayang,jangan khawatirkan motormu besok akan di antar ke rumah."ucap Roni sembari membuka pintu mobil untuk Sef.


Sefi mengangguk kemudian masuk ke dalam mobil.


"Kak Roni ! Apa aku bisa ikut,soalnya mobilku mogok Kak"Vani sedikit berlari menghampiri Roni yang ingin masuk ke dalam mobilnya.


"Tidak bisa"ucap Roni.


"Kali ini saja Kak,Vani mohon!"bujuk Vani dengan memasang wajah memelas.


"Tidak bisa Vani,aku sedang buru-buru"tolak Roni sekali lagi.


"Kak Roni tega sekali ! Vani pulang naik apa coba"ujar Vani masih dengan raut wajah yang sama.


"Naik ojek atau naik taxi saja"ucap Roni kemudian ia masuk ke dalam mobilnya.


"Kak Vani mohon ! sudah gerimis ini Kak,tega sekali menyuruh Vani naik ojek!"Vani menahan kaca jendela mobil yang ingin di tutup oleh Roni.Tidak menyerah itulah niat Vani agar dekat dengan Roni.

__ADS_1


"Eh pegawai baru?! kenapa kamu ada di dalam mobil Pak direktur?"wajah Vani berubah seratus depan puluh derajat saat melihat ada Sefi duduk di depan bersama Roni.


"I-iya aku hanya numpang Bu?"Sefi gugup karena Vani menatapnya seolah ingin menerkamnya.


"Kak aku butuh penjelasan darimu"Vani sangat terlihat marah,namun Roni tidak peduli karena menurutnya tidak ada yang perlu di jelaskan.


"Sudah yah,kami pergi dulu"Roni melajukan mobilnya tanpa peduli teriakan Vani yang ingin protes.


"Kak?!!"teriak Vani dengan keras.


"Awas kamu pegawai baru ! Aku akan kasih kamu pelajaran "umpatnya dengan nada kesal.Vani kemudian berjalan menuju mobilnya yang nyatanya tidak mogok itu.


"Aku tidak kalah semudah itu oleh pegawai baru yang baru saja masuk kerja.Cih,aku akan membalas sakit hati ini kak"umpat Vani begitu ia masuk ke dalam mobilnya.


"Kak,kamu keterlaluan"ujar Sefi sembari menatap Roni.


"Tidak"Roni merasa keputusannya memanglah tepat.


"Mobilnya mogok dan Kakak menyuruhnya naik ojek! Lihatlah di luar hujannya mulai deras"ucap Sefi.


"Justru karena itu,aku tidak ingin dia ikut"ujar Roni tanpa rasa bersalah sedikit pun,


"Kenapa?"Sefi bingung dengan wajah Roni yang sudah tersenyum.


"Bagaimana jika aku kedinginan di dalam mobil ini.Lalu aku minta peluk kamu,Apa kamu mau ku peluk dan di lihat sama Vani?"Roni mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum.


"Ngak usah senyum gitu"Sefi mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


"Aku ngak suka di abaikan,lihat aku !"ucap Roni seraya menggemgam tangan Sefi dengan satu tangannya.


"Jangan bahas dia lagi,aku tidak menyukainya"ucapnya lagi setelah Sefi kembali memandangnya.


"Baiklah"Sefi mengangguk tanda mengerti.


Mobil mereka berhenti di salah satu resto kemudian mereka berdua turun dari mobil.Berjalan bersama seraya menyatukan tautan jari tangan mereka berdua,senyum nya melebar di saat pandangan mereka sama-sama berpapasan.


"Aku bahagia,akhirnya kita bisa berkencan berdua"ucap Roni dengan senyum di bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2