Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 39


__ADS_3

Sefia menjelaskan apa yang sudah terjadi pada keluarganya tanpa ada kebohongan sedikitpun.Karena ia juga tidak ingin menutupi masalah apapun dari Roni.Termasuk juga pada keadaan kakak nya Reno saat ini,dimana ia juga akan mencari keberadaan kakak nya itu.


"Jadi Reno benar sudah menikah?"tanya Roni.


"Kak Reno sudah menikah tapi Sefia tidak tahu dengan siapa?"ujarnya sambil menunduk.Sefia merasa cukup lega saat sudah melepaskan sedikit beban pikirannya selama ini.Walaupun hanya bercerita dan belum mendapatkan solusinya.


"Kita akan mencari Reno bersama-sama.Aku janji akan menemanimu mencari nya"ujar Roni sembari membawa Sefi dalam pelukannya.


"Kak..Ini di kantor ! Bagaimana jika ada yang melihat ? "ujar Sefi dengan sedikit mendorong tubuh Roni agar memberi jarak pada mereka.


Sefia tidak ingin ada pegawai lain yang akan melihat mereka dan Sefi takut apa yang akan di katakan orang lain tentang dirinya.


"Tidak akan ada yang berani masuk ke ruangan ku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.Jadi tidak akan ada yang melihat kita berdua seperti ini."Ujar Roni kembali memeluk Sefi lebih erat lagi.


"Kak.."Sefia memandang wajah Roni dari jarak yang sangat dekat.Menatap mata pria itu sangat dalam.


"Katakan ada apa ?"Roni merangkup wajah Sefi dengan kedua tangannya.Mendekatkan wajah nya hingga hidung mereka hampir bersentuhan.Merasakan hembusan napas yang kini hanya berjarak beberapa sentimeter saja.


"Setelah mengetahui keadaan keluargaku yang sudah berantakan.Apa kakak masih memiliki perasaan padaku ?"tanya Sefi dengan pelan.


"Apa aku harus membuktikannya ?"ucap Roni sambil mengecup bibir Sefi walau hanya sesaat."Dengar sayang,bagaimana pun keadaan keluargamu,aku akan selalu mencintaimu.Dari dulu sampai sekarang,perasaan ku padamu semakin bertambah.Aku semakin mencintaimu"ucap Roni kemudian kembali mencium bibir indah itu lebih lama lagi,karena sudah menggoda nya sejak tadi.Ciuman itu bertahan lama,meluapkan rasa rindu selama ini.Melepas perasaan yang selama ini tersiksa oleh suatu keegoisan.


Begitu juga dengan hati Sefia yang saat ini sedang bahagia.Karena ia merasakan juga perasaan yang sama,namun ia sangat tidak menyangka jika perasaan Roni pada nya tidak pernah berubah.Walaupun ia pernah mengecewakan pria itu.


"Menikahlah dengan ku,aku janji akan membuatmu bahagia"ucapnya di sela-sela tautan bibir mereka selesai.Namun Roni masih memeluk wanitanya itu dengan posesif.


Entah sudah kesekian kalinya Roni mengucapkan hal itu pada pujaan hatinya itu,namun untuk kali ini ia benar-benar berharap Sefi akan menerimanya.


Sefia menatap Roni dengan intens,mengangkat tangan kanannya untuk menyentuh wajah pria yang kini memeluknya itu.Mengelusnya dengan lembut membuat Roni terbuai hingga memejamkan matanya.


"Apa ini sebuah lamaran?"ucap Sefi.


"Anggap saja begitu"Roni masih memejamkan matanya,merasakan setiap belaian di wajahnya oleh tangan yang lebut itu.

__ADS_1


"Aku takut,bagaimana jika keluarga kita menolak hubungan ini"ucap Sefi dengan pelan.Perasaan yang sama pada beberapa tahun yang lalu,dimana Sefi mengkhawatirkan hal yang sama.


"Aku akan menghadapi mereka semua,terutama Tuan Jodi Anggara yang terhormat itu"Roni membuka matanya dengan senyuman di bibirnya.


"Jadi jawab aku sekarang ! Apa lamaranku di terima ?"Roni kembali mengecup bibir mungil itu sesaat.


"Apa seperti ini cara melamar?"


"Maksudmu"Roni menautkan kedua alisnya.


"Apa tidak ada bunga atau yang lainnya ?"Sefi tersenyum melihat raut wajah Roni yang bingung.


"Baiklah ! Aku akan melamarmu dengan berkas ini"ucap Roni spontan begitu saja.Melepaskan pelukkannya kemudian mengambil berkas yang masih bisa di jangkau oleh tangannya dari posisinya saat ini.


"Mana ada pria melamar kekasih nya dengan sebuah berkas?"ujar Sefia.


"Tentu saja ada,buktinya sekarang aku melamarmu dengan berkas ini"ucap Roni kemudian memberikan berkas itu pada tangan Sefi.


Roni membuka kotak itu,kemudian mengambil sebuah cicin kemudian ia membungkuk membuat Sefi langsung berdiri,merasa terharu dengan apa yang di lakukan Roni padanya.Roni mendongkak wajahnya ke atas melihat wajah Sefi yang sudah terharu,Sefi mengulurkan tangannya sambil mengangguk di saat sekali lagi Roni bertanya padanya."Menikahlah dengan ku".


"Aku akan menjadi suami yang baik untukmu.Suami yang selalu menjagamu, yang siap siaga melindungimu dari apa pun"ucap Roni sambil memasukkan cicin itu pada jari manis Sefi.Mengecup tangan Sefi yang sudah melingkar cicin di jari manisnya.Kemudian Roni berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan wanita di hadapannya.


"Terima kasih sudah mau bertahan untuk mencintaiku selama ini"ucap Sefi sambil memandangi wajah Roni yang sudah berdiri di hadapannya.Kemudian memeluk pria yang kini sudah melamarnya itu.


"Aku mencintaimu Sefia.Bahkan sangat mencintaimu"Roni mengecup kening wanita nya dengan hati yang sangat bahagia.Bahagia karena penantiannya selama ini sudah tercapai.


"Aku juga mencintaimu kak "ucap Sefi dengan pelan.


"Apa ? Aku tidak mendengarnya !"ujar Roni.


"Aku mencintaimu kak"ucap Sefi dengan pelan namun membuat Roni sangat bahagia.


"Katakan sekali lagi sayang"pinta Roni karena begitu bahagianya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu"ucap Sefi.


"Sekali lagi"pinta Roni.Karena selama ini ia sangat mengharapkan kata cinta yang terucap dari bibir wanita pujaan nya itu.Kata cinta yang selalu di nantikan nya.


"Aku mencintaimu kak. Yah..Aku sangat..Sangat mencintaimu !"ucap Sefi sembari mengeratkan pelukannya.


"Aku sangat bahagia mendengarnya.Katakan hal itu setiap hari untuk ku.Aku mau mendengarnya setiap hari,bahkan setiap saat juga boleh"ucap Roni dan Sefi tertawa dalam pelukan Roni.


"Apa itu harus"


"Tentu saja"


"Baiklah,aku akan mengatakannya setiap hari.Apa kak Roni senang?"


"Tentu saja,aku akan senang mendengarnya"


"Satu lagi,jangan panggil aku kakak lagi"


"Lalu aku harus panggil apa"


"Sayang ku,cintaku atau suamiku"ujar Roni.Membayangkan nya saja ia sudah sangat senang.


"Masih calon suami kak"


"Tidak,jangan katakan calon suami.Aku tidak suka mendengarnya"ucap Roni.


"Baiklah.Sefi akan panggil sayang saja"ujar Sefia.


"Itu lebih baik "ucap Roni pada akhirnya.


Sefia sudah menerima lamarannya dan sekarang tidak ada lagi yang harus di nantinya. Roni hanya akan berjuang untuk mendapatkan restu dari orang tua Sefia terutama Jodi Anggara.Dan jika restu dari Wanda Alexander dan Widya sudah pasti Roni tidak akan bersusah payah untuk mendapatkan restu dari mereka.Karena sejatinya kedua orang tua angkatnya itu akan selalu mendukungnya.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2