Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 61


__ADS_3

Di sisi lain,Vani terlihat bersama seseorang di dalam sebuah club malam.Asyik berbincang sembari menggoyangkan kepalanya mengikuti alunan musik yang semakin keras.Gelas kristal yang berisi minuman yang memabukkan itu beradu sebelum di teguk habis oleh Vani.Pertemuan yang tidak di sengaja,awalnya Vani hanya ingin mengabiskan waktu malam nya untuk minum dan bergoyang.Namun seorang pria yang sejak tadi memperhatikan kedatangannya kini menghampiri Vani dan duduk di sampingnya.


"Sepertinya kau sudah terbiasa datang ke tempat seperti ini,"seru seorang pria di sampingnya.


"Oh,Kau rupanya"ujar Vani dengan sedikit acuh.


"kau tidak terkejut kalau aku datang menghampirimu?"ujar pria itu.


"Aku sudah sering melihat pria sepertimu"sahut Vani.


"Tempat yang sangat menyenangkan,bukan? Aku sering melihatmu datang sendiri."Pria itu tersenyum melihat kesombongan Vani.


"Kau benar,hampir setiap malam aku ke tempat ini.Mencari kesenangan untuk sesaat"sahut Vani.Memandang beberapa pasangan muda yang sedang bercumbu tidak tahu tempat itu.Vani mengulas senyum yang tidak pernah ia perlihatkan pada siapun.Terlihat tersenyum namun pikirannya kini melayang pada sosok pria yang selalu di menolaknya.


"Benarkah,berarti semesta mengirim seorang wanita yang tepat untukku.Mulai malam ini aku bersedia menemanimu walau hanya sebagai teman bermain saja."Pria itu menatap Vani dengan nafsu membara.Pria itu berharap bisa mendapatkan wanita yang saat ini berada di sampingnya.


"Cih,jauhkan pikiran mesum mu itu.Walaupun aku suka datang ke tempat seperti ini,bukan berarti aku akan melakukannya pada sembarang pria."Vani memang suka menghabiskan waktu malamnya hanya di club malam,namun tidak sembarang pria yang akan menyentuhnya.


"Ayolah,image negatif sudah melekat pada wanita yang suka ke club malam.Apa lagi jika sudah tidak perawan lagi.Dengar aku akan menawarkan kerja sama padamu jika kau mau menemaniku malam ini"ujar Pria itu.


"Aku tidak tertarik"tolak Vani.


"Baiklah,kalau begitu... Aku akan minta bantuan saja padamu"ujar pria itu sambil menuangkan lagi minuman dari botol ke dalam gelas Vani.


"Sejak kapan seorang pria sepertimu minta bantuan pada wanita lemah sepertiku.Lihat di sana... Para pengawalmu selalu menjagamu kemana pun kau pergi"ujar Vani sambil menunjuk pria berbaju safari tengah duduk di sekitar tempat itu.


"Bawalah temanmu itu besok malam ke tempat ini.Aku sangat tertarik padanya.Apakah kau mau membantuku?"ujar pria itu lagi.

__ADS_1


"Aku tidak punya teman"ucap Vani dengan sinis sambil meneguk minumannya hingga habis.Pria itu tampak menyunggingkan senyumnya saat melihat Vani meneguk habis minumannya.Berhasil,malam ini niatnya untuk menyentuh sekretaris rekan bisnisnya itu akan tercapai.Pribahasa mengatakan, 'Tidak ada rotan,Akar pun jadi' itulah pribahasa yang kini ada di pikiran pria itu.


"Wanita yang selalu bersama direkturmu itu,apakah dia bukan temanmu?"tanya pria itu lagi."Sayang sekali,aku mengira kalian berteman baik."


"Maksudmu Sefi?"ujar Vani."Dia bukan temanku,dia adalah musuh yang masuk dalam daftar hitamku.Aku akan menyingkirkan setiap wanita yang ingin menghalangi tujuan hidupku."Vani sangat ambisius,menyingkirkan bahkan sampai membuat menderita,siapapun yang akan menghalangi niat dan tujuannya.


"Menarik" batin pria itu.


"Kau sendiri bisa mengajaknya dan tidak perlu repot minta bantuan padaku"ujar Vani.


"Tidak, aku sudah memikirkannya sendiri.Aku sangat yakin,jika aku mengajaknya sendir,maka Sefi tidak akan mau.Dia wanita yang sangat cantik dan polos namun sangat pintar."Pria itu berbicara sambil membayangkan wajah Sefi.


"Apa imbalannya jika besok aku akan membawanya datang ketempat ini"ujar Vani. Kerjasama dengan pria itu tidak ada ruginya,malah sebaliknya Vani tidak akan mengotori tangan dan pikirannya hanya untuk menyingkirkan Sefi dari pria idamannya.


"Aku akan memberikan apapun yang kau minta"ujar pria itu.


"Bawa dia ke hotel"ujar pria itu.Berjalan mendahului pria suruhannya dengan senyum khasnya sambil memasukkan kedua tangannya pada masing-masing saku celananya.Pria berbaju safari itu mengangguk dan segera membawa Vani ke dalam kamar hotel milik tuannya.


"Aku seperti kupu-kupu yang melayang terbang di atas awan,menari dengan riang dan terbang kesana-kemari.Mencari kumbang yang tampan"rancau Vani.Berbicara sendiri sambil membentangkan tangannya.


"Ya,kau memang seperti kupu-kupu.Tapi kupu-kupu malam.Hihihi"ujar pria itu.


Setelah membaringkan Vani ke atas ranjang,pria berbaju safari itu pergi sebelum tuannya masuk ke dalam kamar hotel tersebut.


Menggeliat,Vani membuka matanya dan tersenyum melihat Pria yang cukup di cintai.


"Roni sayang,kau kah itu"seru Vani saat pandangannya menangkap sosok pria sudah berdiri di ambang pintu.

__ADS_1


"Kemarilah sayang,kemari"ujar Vani.Melambaikan tangannya pada sosok pria itu.Mengusap-usap matanya berulang kali,halusinasi Vani melihat wajah tampan Roni yang kini sudah berjalan menghampirinya.


"Sentuh aku sayang,aku sangat merindukanmu.Aku ingin memilikimu,hanya diriku seorang yang pantas untuk mu."Vani menarik tangan pria itu agar duduk di ranjang yang sama dengannya.


"Mangsa masuk perangkap"ujar pria itu.


"Kau yang minta,jadi jangan salahkan aku jika kau sudah tidur malam ini bersama ku"ujar pria itu.


Mengikuti kemauan Vani,menarik dress pendek yang di kenakannya sejak tadi kemudian membuangnya ke sembarang arah.Sehingga terpangpang benda kenyal yang cukup padat itu.Mengantung seolah melambai dan mengatakan,sentuh aku dan hisap aku.


"Kita akan bersenang-senang malam ini sampai merasa puas.Kita habiskan malam ini hanya untuk kita berdua"ujar pria itu.


Mendorong Vani hingga terlentang dan dengan cepat pria itu langsung melahap benda yang sejak tadi melambai padanya.Suara *******,kenikmatan yang hakiki hingga membuat pria itu semakin semangat untuk melakukannya.Meninggalkan tanda-tanda di setiap senti lekuk tubuh Vani.


Aaah


Mulai dari kedua bukit kembar itu hingga turun kebawah dan sampailah pada lembah yang selalu di impikan setiap pria.Bermain dengan ujung lidahnya,mengisapnya hingga terasa berdenyut di setiap sisi belahan ************ itu.Paha ayam yang mulus tidak ketinggalan,bahkan setiap inci bagian bawah Vani tidak luput dari jilatan dan hisapan dari bibir pria itu.


Aaah


Aaah


Bersahutan,suara itu terdengar mengisi ruang kamar hotel tersebut.Pria itu kemudian berdiri dan menarik Vani agar duduk sambil memegang benda pusakanya yang sejak tadi sudah berdiri tegak.Menuntun kepala Vani agar menunduk dan memasukkan benda itu pada mulutnya.Vani melakukannya atas tuntunan dari pria itu hingga beberapa menit kemudian keluarlah lahar panas dari dalam hingga membanjiri mulut dan mengalir hingga ke atas belahan bukit kembar itu.


Malam panjang masih berlanjut,hingga dirasa sudah cukup puas dan lelah,akhirnya keduanya tertidur di dalam selimut yang sama.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2