Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 48


__ADS_3

Setelah panjang lebar Sefi menjelaskan pion penting dalam kerja sama di dalam berkas tersebut,Aliando tetap menyuruhnya membacakan lagi,mengulangnya dari awal.


"Maaf Tuan,apa anda sudah mengerti? Jika masih ada pertanyaan lain,anda bisa bertanya lagi!"tanya Sefi,sebab Sefi sudah mulai kesal karena Aliando belum juga mengerti.


"Apa sebenarnya dia orang yang lamban dan lemot? Bibirku sampai kering begini" ujar Sefi namun di dalam hati.


Sefi mengambil air yang sudah tersedia di atas meja,kemudian meneguknya sampai habis.


"Terima kasih untuk penjelasannya,aku sangat percaya bekerja sama dengan perusahaan ini.Jadi aku putuskan untuk menerima semua persyaratannya.Aliando mengulurkan tangan nya dan berkata"Senang bekerja sama dengan anda!"


"Bukan saya,tapi perusahaan Abdullah Group"ujar Sefi membenarkan.Sefi menarik tangannya yang ingin di cium oleh Aliando.


"Ya,itu maksud ku!"ujar Aliando.


"Aku hanya senang jika melihatnya berbicara.Suaranya sangat merdu"gumam Aliando namun masih bisa di dengar oleh Sefi.


"Maksud anda Tuan?"tanya Sefi seraya melepas jabatan tangan mereka.


"Tidak ada! Apa kamu sudah menikah?"satu pertanyaan keluar begitu saja karena memang hal itu ingin sekali di tanyakan sejak tadi.


"Di dalam berkas ini tidak ada pertanyaan semacam itu.Jadi saya tidak perlu menjawabnya."ujar Sefi.


"Sudah waktunya makan siang"Aliando mengambil berkas dari depan Sefi dan menyingkirkannya sedikit jauh dari hadapan mereka."Waktu bekerja sudah habis,saatnya makan siang.Silahkan Nona Sefia"ujar Aliando seraya melemparkan senyumnya.


"Dia sangat cantik sekali.Untuk kali ini entah kenapa aku tidak ingin bermain-main dengan wanita setelah melihatnya"ujar Aliando di dalam hatinya.


"Terima kasih"Sefi mengambil sendok kemudian makan dengan santai.


"Sekarang kita tidak lagi berada di jam kerja.Boleh kah aku bertanya hal pribadi? Maksudku aku ingin mengenalmu lebih dekat lagi."ucap Aliando membuka pembicaraan mereka.


"Tidak!"jawaban singkat namun mampu membuat Aliando tersenyum.Sefi melanjutkan makannya tanpa peduli Aliando menatapnya selalu.


"Menarik!Aku suka wanita yang jual mahal" ucap Aliando dalam hati.


"Sudah berapa lama kerja di perusahaan Roni Abdullah!"Aliando mengalihkan pertanyaan karena Sefi tidak merespon jika di tanya hal pribadi.


"Hampir sebulan"ujar Sefi seraya meletakkan sendoknya dan menyudahi makan siangnya.


"Pekerjaan saya sudah selesai,dan saya juga sudah menemani anda untuk makan siang.Jadi sebaiknya saya kembali ke kantor"Sefi berdiri dan mengambil tasnya.


"Terima kasih untuk makan siangnya"Sefi menunduk sebelum pergi meninggalkan Aliando sendiri.


"Tunggu!"Aliando menahan tangan Sefi kemudian Ia ikut berdiri.


"Aku akan mengantarmu kembali ke kantor"ujar Aliando seraya menatap Sefi dalam.


"Terima kasih,tapi tidak perlu mengantarku.Aku bisa pergi sendiri"tolak Sefi seraya melepas tangan Aliando.


"Aoww"tangan Sefi kembali di tarik oleh Aliando karena Sefi ingin terjatuh saat berjalan karena kurang fokus.

__ADS_1


"Hati-hati"Aliando tersenyum memandang wajah Sefi dari jarak yang sangat dekat.


"Lepas!"Sefi menatap tangan Aliando dengan tatapan dingin.


"Ya,aku akan melepasnya.Tapi berdiri yang benar biar tidak terjatuh!"ujar Aliando.


"Kamu hebat,foto ini sangat sesuai dengan harapanku.Aku akan mengirim bayaranmu setelah semua rencana ku sudah beres"ujar seorang wanita melalui sambungan teleponnya.


"Aku akan tutup mulut,jika bayarannya sesuai"ujar seorang pelayan di resto tersebut setelah mengirim beberapa foto pada seseorang.


"Jangan khawatir,semuanya akan beres!"ujar wanita itu lagi.


"Tetap awasi mereka berdua"ujar wanita itu lagi.


"Mereka sudah pergi"


"Oh,baiklah."


*


*


Sementara itu di ruang rapat,tampak rapat telah usai.Namun,beberapa orang masih terlihat di ruangan itu,termasuk Roni,Kevin dan Brian yang masih membahas pekerjaan.


"Kak,apa kamu serius dengan rencana mu ini.Aku rasa Sefi akan marah jika dia tahu kalau Abdulla Group sudah menghancurkan perusahaan keluarganya"tutur Brian mengingatkan Roni untuk tidak bermain-main dengan suami tantenya itu.


"Apa kau pernah melihatku seperti ini? Aku akan menghancurkan perusahaannya beserta kesombongan itu"ujar Roni seraya meletakkan berkas di tangannya.


"Hanya sedikit tidak masalah.Aku hanya memberinya pelajaran saja!"ujar Roni.


"Tapi caramu salah Kak ! Aku sangat yakin Jodi Anggara akan sangat membencimu jika dia tahu bahwa Abdullah Group adalah perusahaanmu yang sudah berhasil membuatnya gulung tikar!"


"Akan sangat menyenangkan jika dia mengetahuinya!"ujar Roni.


"Lalu,bagaimana dengan hubunganmu bersama putrinya!"sambung Kevin.


"Waktunya makan siang,kebetulan aku sudah mengajak Sefi untuk makan siang.Apa kalian mau ikut denganku?"Roni tersenyum menatap kedua pria itu yang menatapnya bersamaan menggelengkan kepalanya.


Ada beberapa pesan masuk,saat Roni membuka ponselnya yang sejak tadi berada di dalam sakunya.


"Sial ! "umpatnya seraya mengemgam ponselnya dengan kuat.


"Ada apa"tanya Brian dan Kevin bersamaan.


"Aku permisi"Roni berlalu tanpa menjawab pertanyaan Brian dan Kevin.


"Ada apa dengannya"ujar Kevin.


"Entahlah,sepertinya ada masalah darurat"tutur Brian.

__ADS_1


Roni mempercepat langkahnya menuju keruangannya dengan hati yang gelisah.Beberapa pegawainya yang menyapa nya tidak di hiraukan lagi,pikiran sudah kalut,ingin secepatnya menemui sang pemilik hatinya.Namun,sayangnya ketika sampai di tempat tujuan Sefi tidak ada di ruangan tersebut.


"Kemana dia pergi ? Jadi foto ini benar,kalau dia pergi bersama pria lain?"ujar Roni melangkahkan kalinya menuju meja kerjanya sembari berusaha menghubungi ponsel Sefi.


"Tidak aktif"ujarnya lagi,Roni duduk dengan perasaan yang tidak menentu.


"Dini silahkan keruanganku!"panggil Roni dari sambungan teleponnya.


"Ada apa? Apa rapatnya berjalan dengan lancar?"tanya Dini begitu sampai di ruangannya.


"Dimana Sefi!"pertanyaan konyol,namun Dini memahaminya.


"Dia ada di ruangan Vani"ujar Dini.


"Panggilkan dia"pinta Roni.


"Baiklah"Dini kembali keruangan Vani untuk memanggil Sefi.


"Sefi,kamu di panggil pak direktur!"Dini mendekati Sefi yang tengah menyusun berkas yang menumpuk di meja.


"Apa kak Roni ingin bertanya hasil pertemuan tadi? " batin Sefi.


"Baiklah,aku akan datang menemuinya?"ujar Sefi kemudian menyudahi pekerjaannya.


"Langkah pertama"gumam Vani dengan tersenyum melihat kepergian Sefi.


Sebelum masuk Sefi mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kak,apa kau memanggilku?"Sefi berjalan menghampiri Ronj.


"Jelaskan ini padaku"Roni menyodorkan ponselnya seraya menatap Sefi.


Sefi mengambil ponsel itu dan melihatnya sendiri.


"Apa kau terkejut setelah melihatnya?"ujar Roni lagi.


"Ini pertemuan tadi,Kak!"ujar Sefi tanpa rasa bersalah karena menurutnya foto itu biasa saja,hanya berjabat tangan.


"Siapa dia?"tanya Roni dengan hati yang mulai membara karena Sefi mengakuinya atas pertemuan tersebut.


"Maksud Kak Roni apa?"Sefi mulai mengerti arah pembicaraannya setelah melihat seluruh foto di dalam ponsel tersebut.


"Waow,semudah itukah menemukan pria lain bagimu?ujar Roni.


"Tunggu! Semua ini tidak seperti yang kau pikirkan,Kak!"jelas Sefi.


"Lalu"Roni menunggu Sefi bicara.


"Aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan dia! Jika Kak Roni tidak percaya padaku,ya sudah!"ujar Sefi,kemudian berlalu meninggalkan ruangan Roni.

__ADS_1


"Sefiiiia?"teriak Roni,namun tidak di hiraukan.


__ADS_2