Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 58


__ADS_3

Setela bangun dari pingsannya yang kedua,Sefi akhirnya mendengarkan penjelasan kakak Reno dengan baik.Suara Reno yang lembut seolah membuat hati Sefi kini yakin bahwa kehidupan yang di jalani sang kakak tidaklah mudah.Dengan perasaan yang tidak menentu semua terlintas begitu saja,masa lalu berputar kembali seperti benang kusut yang tidak mungkin dapat di ubah lagi.


"Sefi,sekarang hidup Kakak sudah bahagia apalagi Kakak sudah memiliki dua anak perempuan.Mereka berdua adalah keponakanmu"ujar Reno seraya mengelus kepala adiknya itu.


"Mereka berdua sangat cantik.Tapi Kak,apa Kakak tidak ingin kembali lagi ke rumah bersama kita lagi.Mama,Sefi juga keluarga kecil Kak Reno.Mari hidup bersama lagi"sahut Sefi.


"Kami hanya hidup bertiga sekarang,tanpa pria berengsek itu.Kak,Sefi mohon ! kembalilah bersama kami"ujar Sefi lagi.


"Aku akan bicarakan terlebih dahulu dengan Lidya"ujar Reno.Karena seingat Reno,istrinya itu masih buronan papanya.Oleh karena itu Reno sangat khawatir jika sampai Lidya di temukan oleh keluarga Mahendra.


"Mama tidak baik-baik saja sejak Kak Reno pergi.Kak,ayolah kita kembali hidup bersama."Sefi menggemgam tangan Reno.


"Sayang,hatiku sakit"ujar Roni saat melihat kedekatan kakak dan adik itu.


"Sakit kenapa? Apa kamu ada riwayat liver?"sahut Sefi yang mengira Roni menderita penyakit liver.


"Bukan"ujar Roni.


"Lalu kenapa?"tanya Sefi.


"Aku cemburu melihat tangan kalian sejak tadi tidak terlepas"sahut Roni.Sefia menggeleng melihat tingkah Roni.Terlihat jelas senyum Reno yang mengejek Roni dengan tatapannya.


"Urusan kita belum selesai.Kamu harus menjelaskan semuanya padaku,jika ingin mendapatkan restu dariku"ujar Reno.


"Memangnya apa yang mesti di jelaskan padamu?"kilah Roni.Roni sendiri tidak tahu apa yang harus di jelaskan pada Reno.


"Sejak kapan kalian menjalin hubungan? "ujar Reno setelah Sefi pergi meninggalkan mereka berdua.


"Sudah lama"jawab Roni singkat.


"Cih, jangan membohongiku.Sefi tidak akan mau sama kamu,usia kalian terpahut jauh,mungkin ada sepuluh tahun.Adikku tidak akan mau sama kamu jika tidak kamu paksa"ujar Reno sedikit berbisik.

__ADS_1


"Hei...jangan sembarangan! Aku tidak pernah memaksanya karena aku cukup tampan.Dan dengar baik-baik aku tidak pernah memaksa Sefi untuk jadi kekasihku"ujar Roni.


"Aku tidak percaya semudah itu" ujar Reno.Menatap Roni dengan tatapan aneh."Atau jangan-jangan kalian--"kata Reno.Menelisik Roni dari kaki hingga ujung rambut.


"Apa?"balas Roni dengan kening yang berkerut.Mengapa memandangku seperti itu.


"Apa kau sudah merusak adikku?"ujar Reno.


"Apa kau gila,jika aku mau melakukan hal konyol itu mungkin saja keponakanmu sudah empat sekarang."Roni tidak terima jika Reno memikirkan hal konyol itu tentangnya juga kekasihnya."Aku tidak seberengsek itu"ujar Roni lagi.


"Baiklah. Aku percaya padamu,hanya bercanda.Mengapa kau terlalu serius sekali,"Reno tertawa dengan keisengannya sendiri."Aku tahu sejak lama,kau sangat mencintai adikku.Terima kasih sudah menjaga adikku dengan baik,aku sendiri sudah gagal menjadi kakak yang baik untuknya.Tetaplah selalu di bersamanya untuk selamanya"sambung Reno lagi.


Menepuk pundak Roni berulang kali,Reno menunduk menyesali ketidakmampuannya karena selama ini pergi menghilang begitu saja.Harusnya dia bertahan demi mama Lina dan adiknya Sefi.


"Apa kau sudah sadar sekarang"tanya Roni.


"Ya,aku sudah menyadarinya dan aku sangat menyesal"sahut Reno.


"Kembalilah,tante Lina dan juga nenek sangat merindukanmu.Jaga mereka karena hanya kaulah yang mampu menjaga mereka."Roni membuka tasnya kemudian memberikan beberapa berkas pada Roni.


"Jika kau bersedia kembali lagi sebagai pemimpin Anggara Group,maka ambil ini dan tanda tangani"ucap Roni.Meletakkan berkas itu di hadapan Reno.


"Apa ini"Reno mengambil berkas itu.


"Berkas pengalihan perusahaan Anggara,maaf aku yang sudah membelinya"ucap Roni.


"Jika kau bersedia kembali dan menandatangani berkas itu,maka aku akan mengembalikannya padamu"ujar Roni lagi.


"Kau hebat,bagaimana caramu mengelabui papa yang sangat teliti itu.Aku yakin dia sangat membencimu jika dia tahu yang sebenarnya"ujar Reno.


"Aku tidak peduli hal itu."Roni tersenyum sinis jika mengingat pria tua itu.

__ADS_1


Pembicaraan mereka berdua masih berlanjut di ruang tamu,sementara Lidya dan Sefi kini berbicara berdua.


"Kakak ipar?"Sefi berdiri dan menghampiri Lidya yang sejak tadi sibuk mengurus kedua putrinya.


"Sefi? Maaf aku tidak menjelaskan sejak awal padamu.Aku--"ujar Lidya terputus karena Sefi langsung memeluknya.


"Aku yang seharusnya minta maaf Kak,karena sudah tidak memperlakukanmu dengan baik.Aku yang salah paham,aku mengira Kakak ada hubungan dengan Kak Roni"ujar Sefi.


"Aku juga bodoh,kenapa aku tidak juga paham setelah melihat putri kalian Sintia. Dia sangat mirip dengan kak Reno apalagi matanya"ujar Sefi lagi.


"Kak,terima kasih sudah menjadi bagian kebahagian untuk kak Reno.Terima kasih sudah menjaga dan merawatnya dengan baik.Aku banyak berhutang budi padamu"ujar Sefi.


"Tidak,jangan katakan hal itu.Aku adalah istrinya,sudah tugasku untuk menjaga dan memberinya kebahagiaan"sahut Lidya.


"Maafkan aku"ucap Sefi lagi.


"Tante cantik sudah bangun."Suara mungil itu terdengar sangat merdu di telinga Sefi hingga mampu membuatnya melepaskan pelukannya dengan Lidya,kemudian menghampiri Sintia.


"Hai cantik,apa kamu sudah mandi?"ujar Sefi.Ikut menunduk mensejajarkan agar tinggi mereka hampir sama.


"Sudah,Tia sudah halum"Sintia merentangkan tangannya agar dapat di cium oleh Sefi.


"Halum sekali keponakan tante"Sefi mencium tangan Sintia kemudian menggendongnya.


"Adik Lili juga sudah mandi"ucap Sintia."Ayo kita lihat adik Lili,Tia akan kenalkan sama adik Lili"ujarnya lagi.Mereka menuju tempat tidur untuk melihat Liliana yang tengah bermain sendiri.


"Sefi,tolong temani mereka.Aku akan kedapur untuk menyiapkan makan malam, aku sangat berharap kalian menginaplah untuk malam ini disini"ucap Lidya.Perasaannya kini sudah bahagia,akhirnya Sefi bisa menerimanya sebagai seorang kakak ipar.


"Tapi Kak--"ucap Sefi terputus karena Reno datang kekamar itu.


"Kalian tidak boleh pulang karena sudah larut malam.Menginaplah disini"ujar Reno.

__ADS_1


"Sayang,ayo kita siapkan makan malam"ajak Reno pada istrinya.Mereka pergi ke dapur meninggalkan Sefi bersama kedua anaknya."Aku sudah menyiapkan beberapa menu tadi,mungkin sudah dingin.Hanya perlu di panaskan lagi"suara mereka terdengar semakin menjauh dari kamar.Sementara Roni tengah sibuk berbicara dengan seseorang melalui sambungan ponselnya.


__ADS_2