Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Masih ada harapan kah?


__ADS_3

Happy reading❤❤❤


Kedua wanita itu tampak tertidur dengan pulas dengan saling meringkuk di kursi masing-masing hingga seorang pramugari membangunkan mereka sebab pesawat yang mereka tumpangi sudah sampai di tujuan.


"Kak..Kak..Kak ! "panggil pramugari itu sembari menggoyangkan tubuh Dena.


"Ada apa ?"dengan suara khas baru bangun Dena menggeliat sembari menatap pramugari itu.


"Wah tidur nya nyenyak sekali ! Pesawat sudah mendarat,dan para penumpang sudah mulai turun.Apa kalian mau nginap di sini?"ucap seorang pria yang melewati mereka dan berhenti tepat di samping pramugari itu.


pramugari itu tersenyum menatap pria itu sembari mempersilahkan pria itu berjalan karena ia berdiri menghalangi jalan pria itu.


"Jika mereka tidak mau bangun,biarkan saja.Dasar wanita aneh"ucap nya lagi dengan menatap Dena dengan sinis sebab Dena pun menatap nya juga dengan mata melotot.Pria itu kemudian turun dari pesawat mengikuti penumpang lain nya.


Merasa Dena sudah bangun,Pramugari itu kemudian meninggalkan Dena yang sudah penuh kesadarannya.


"Sefi,ayo kita turun.Aku tahu sejak tadi kamu sudah bangun"


"Hehehe..."Sefi terkekeh seraya membuka penutup wajah nya.


"Kenapa kamu tidak membangunkan aku sih ! Kan aku jadi malu tidur nya molor apa lagi di liatin banyak orang lagi" kesal Dena.


"Jangan marah dong ! Kan aku masih menunggu mu sampai bangun sendiri. Aku gak ninggalin kamu juga kan !"kilah Sefi.


"Ok.Tapi aku malu,pria tadi menatap ku dengan sinis.Mana masih ada belek lagi di mata,apa lagi muka aku kusut begini"ucap Dena.


"Yaelah,wajar kan muka kusut kalau baru bangun tidur.Gak usah lah di pikirkan, apa lagi di wajah mu itu terlukis pulau -pulau kecil tempat si planton bersemayam tergambar jelas di sana."ujar Sefi menahan tawa nya.


"Apa? apa benar ada pulau di wajah ku"panik sembari mengambil ponselnya kemudian melihat pantulan wajah nya di sana.


"Huaaa..Aku tambah malu Sefi"renggek Dena.Dena langsung mengambil tisu dan membersihkan wajah nya seraya menggerutu abis diri nya yang terbiasa tidur seperti anak kecil.Sefi menggelengkan kepala nya melihat tingkah sahabat nya itu.

__ADS_1


"Pantas pria tadi menatap ku sinis,ternyata ada pulau di wajah ku"ucap Sefi setelah membersihkan wajah nya.


"Dena,kamu langsung mau pulang ke rumah orang tua mu?"Sambil berjalan turun, Sefi melirik sahabat nya itu.


"Tentu saja,aku sangat merindukan ibu ku"ujar Dena.


"Kamu bagaimana?"Dena kembali melirik Sefi.


"Sebelum aku pulang ke rumah mama,aku mau singgah dulu ke rumah kak Brian.Aku akan kasih kejutan buat mereka,terutama anak comel itu Bastian"ujar Sefi.


"Sekalian mau lihat dia juga kan ?"goda Dena.


"Taxi kita sudah menunggu di sana"kilah Sefi seraya menunjuk sebuah taxi yang sudah parkir di luar.


"Ya sudah,kita naik taxi masing-masing kan"seru Dena karena tidak di tanggapi oleh Sefi.


"Aku akan merindukan mu,telpon aku jika kau membutuhkan bantuan ku.Aku akan langsung menemui mu"ujar Dena kemudian memeluk Sefi dengan erat.


"Terima kasih.Baik lah kamu hati-hati yah.Kabari aku jika kamu sudah sampai rumah.Kamu masih ingat jalan pulang kan ?"ujar Sefi.


"Jangan mulai lagi deh !"bibir Sefi cemberut karena sahabat nya itu selalu menggoda nya lagi.


"Dah"Dena tersenyum seraya masuk ke dalam taxi yang sudah menunggu nya.Lambaian tangan mereka usai setelah taxi Dena sudah mulai menjauh.


Gadis cantik itu kemudian masuk ke dalam taxi yang sudah menunggu nya juga.


"Pak,sesuai anplikasi yah"ujar Sefi setelah ia duduk. Niat ingin langsung singgah ke rumah kakak nya Brian namun hati nya menuntun nya untuk singgah sebentar ke sebuah apatrment yang dulu sempat ia datangi.


Kemana lagi kalau bukan ke apartment milik kak Roni.Yah, Sefi saat ini tengah berada di luar apartment itu seraya memandangi dengan teduh.Jauh di lubuk hati terdalam nya,ia sangat merindukan saat -saat mereka bersama.


"Aku sangat merindukan mu kak.Aku ingin melihat mu saat ini.Aku tidak ingin merusak kebahagiaan mu.Aku hanya ingin melihat mu saja"gumam Sefi.

__ADS_1


"Aku memang tidak dewasa dalam berpikir.Aku sadar sudah membuat mu kecewa kak"berbicara pada diri sendiri hingga supir taxi itu menyadarkan nya.


"Mbak,apa kita masih lama di sini"ujar nya tanpa menoleh ke belakang.


"Maaf pak,antarkan aku ke pantai saja,eh bukan ke rumah saja deh"ujar Sefi merasa gamang,tidak enak sebab sudah satu jam lama nya mereka berhenti di depan apartment itu namun tidak juga turun.Dan tujuan nya juga selalu berubah-ubah membuat sang supir menatap nya dengan perasaan yang aneh.


"Wanita aneh,kenapa aku hari ini mendapat penumpang aneh"gerutu pak supir itu.


"Maaf pak sudah membuat bapak bingung"ucap Sefi setelah turun dan membayar tagihan taxi nya.


"Tidak apa-apa mbak"ucap supir taxi itu sambil terpaksa tersenyum.


Sefi masuk ke dalam rumah setelah menekan bel berulang kali.Namun tidak seorang pun berada di rumah,hanya Uci seorang yang berada di rumah itu.


"Non,Sefi sudah pulang!"dengan senang Uci memeluk Sefi dengan erat.


"Iya bik,oyah kemana semua orang.Kenapa sepi sekali?"tanya Sefi.


"Nyonya ada Non,di atas lagi tidur sama si kecil,tapi Tuan Brian sama Non Tia lagi ke pantai bawa Bastian main air"jawab Uci setelah pelukan mereka usai.


"Aku minta kunci mobil yah,sekalian masuk kan barang ku ke kamar"ucap Sefi.


"Non,gak istirahat dulu!"tanya Uci.


"Tidak usah bik,Sefi mau nyusul mereka saja ke pantai"ujar Sefi setelah menerima kunci mobil dari Uci.


"Hati-hati yah Non,jangan ngebut"seru Uci setengah teriak sebab Sefi sudah berlari ke bagasi mobil.


"Ok bik"teriak Sefi seraya mengangkat tangan nya membentuk huruf O.


"Lest go Sefi,kita berangkat sekarang"ucap nya dengan tersenyum senang seraya menghirup napas panjang.

__ADS_1


Jalanan yang cukup tenang walau pun macet di sana -sini tidak menyurutkan niat nya untuk menemui kakak nya juga keponakan nya itu.Hati nya kembali bersemangat walau pun sempat melow sedikit karena harapan nya untuk sekedar melihat pria itu tidak tercapai namun masih banyak waktu bukan,untuk berjumpa lagi.


Terima kasih.


__ADS_2