
Happy reading !!!
Sinar mentari di ufuk timur mulai beranjak naik.Pagi ini sebelum berangkat bekerja,Sefi terlebih dahulu pulang kerumah nya untuk mandi dan mengganti pakaiannya.Sefi turun di depan gerbang rumah nya dari ojek online yang ia tumpangi setelah itu ia pun membayar nya kemudian menekan bel rumah agar di buka oleh salah satu penjaga di rumah itu.
"Selamat pagi Non !"sapa pak Supri.
"Pagi juga pak"Sefi membalas ucapan selamat pagi pak Supri dengan senyuman manis nya.
"Pak ! Tolong motor lama nya kak Reno di keluarkan dari bagasi karena Sefi mau pakai"pinta Sefi agar ia bisa bekerja dengan naik motor kakak nya itu.
"Baik Non"pak Supri langsung berlari ke arah bagasi mobil sementara Sefi langsung masuk ke dalam rumah.
Rumah tampak sepi hanya ada beberapa pembantu yang terlihat merapikan rumah.Sefi memperlambat langkahnya melihat pekerja rumah itu yang entah sejak kapan mereka ada di sana.
"Bi Inah sejak kapan ada banyak pekerja di rumah ini?"tanya Sefi pada salah satu pembantu yang memang sudah di kenalnya.Yang dia ketahui baru saja Bi Inah kembali dari kampungnya,karena ketika ia baru pulang dari Jerman,tidak satu pun terlihat seorang pembantu di rumahnya.
"Selamat pagi Nona Sefi ! Nona kecil ku sudah kembali ?"sapa Bi Inah yang terkejut melihat putri majikannya itu sudah berdiri di belakangnya.Inah langsung saja memeluk Sefi dengan erat.
"Bi"ucap Sefi yang tidak sabar mendengar jawaban atas pertanyaannya.Namun,Sefi tetap membalas pelukan Bi Inah.Setelah itu Inah kemudian melepaskannya.
"Itu Non,Tuan besar sudah pulang.Jadi beliau menyuruh agar rumah di bersihkan semua,jadi bibi di suruh nambah pekerja agar cepat selesai."ucap bi Inah dengan mata berbinar,seperti melihat soeorang putri Marifosa pemeran utama dalam flim Barbie yang sering di tonton cucunya.
"Non Sefi cantik sekali"ucap nya lagi.
"Terima kasih Bi Inah"ujar Sefi.
"Dimana papa sekarang?"tanya Sefi.
"Masih di kamar nya,mungkin masih tidur"ucap Bi Inah.
"Aku akan melihatnya"Sefi ingin beranjak namun di cegah oleh Bi Inah.
__ADS_1
"Jangan Nona ! Maksud bibi,Tuan nanti akan marah sama bibi kalau tidurnya Tuan terganggu"ucap Bi Inah dengan ragu.
"Oh gitu yah ! Baik lah Sefi mau ke kamar dulu"Sefi mengurungkan niat nya untuk menemui papa nya.Bu Inah bernapas legah saat melihat Sefi sudah pergi ke kamar nya.
"Syukurlah"ucapnya kemudian melanjutkan pekerjaannya.
"Sayang lebih cepat sedikit ! Yah begitu,naik lagi ! Ah tepat di situ" terdengar suara seorang wanita dari salah satu kamar yang di lewati Sefi,membuat Sefi kembali menghentikan langkah nya.
"Iyah begitu,lebih cepat lagi!" suara itu terdengar kembali.
"Suara siapa itu ? Apa benar apa yang di katakan nenek tentang papa.Kalau papa selalu membawa wanita lain ke rumah?"ucap Sefi pada diri sendiri.
Sefi langsung saja menuju pintu kamar orang tua nya dan dengan emosi yang sudah mulai memuncak.Namun,begitu ia ingin membuka pintu itu ternyata di kunci dari dalam.
Tok
Tok
"Papa..!"
"Papa buka pintunya !"
Sefi menggedor pintu kamar itu berulang kali sambil memanggil penghuni kamar itu.Membuat Jodi Anggara terkejut karena ia begitu mengenal suara yang memanggilnya dari luar.
"Mas,siapa itu?Apa istrimu sudah sembuh?"tanya wanita di sampingnya.
"Ah,menyingkirlah ! Sepertinya aku mengenal suara itu! Dengar sebelum dia bertanya,kamu jangan buka mulut dulu"ucap Jodi seraya mendorong tubuh wanitanya kemudian menyambar kemeja nya dan memakainya.Setelah itu Jodi berjalan menuju pintu kamarnya dan membuka nya.
"Sefi putriku kau sudah kembali?"ucap Jodi begitu ia membuka pintu kamarnya.
"Wow..Papa ! Apa yang kau lakukan dengan wanita ini di kamar Mama"ujar Sefi seraya menatap mata Papa nya dengan tajam.
__ADS_1
"Ini adalah rumah Mama,dan dengan beraninya Papa membawa wanita lain,apalagi ke dalam kamar Mama ! Suruh dia keluar secepatnya dari kamar ini Pa !"ucapnya lagi.
"Sayang,tunggu ! Kamu jangan salah paham dulu.Papa akan menjelaskan semuanya"ucap Jodi seraya menyuruh wanita nya itu menghampirinya dengan kedipan matanya.
"Salah paham ? Apa maksud Papa ?"tanya Sefi dengan emosi yang sudah memuncak.
"Sayang,tunggu Papa sebentar di luar.Papa akan menjelaskan semuanya!"ujar Jodi,kemudian ia menutup kembali pintu kamar itu.
"Papa ?"teriak Sefi dari luar.Namun tidak ada jawaban dari Papa nya itu.
"Cepat lah pakai baju mu,dan temui aku jika kamu sudah selesai memakai baju mu !"ujar Jodi pada istri ke duanya itu sambil membuka lemari dan mencari pakaian nya.
"Dengar baik-baik ! Kamu jangan buka mulut,sebelum aku minta.Kita perlu hati-hati jika berbicara dengannya.Dia adalah harta karun ku sekarang,jadi jangan membuatnya curiga."Ujar Jodi sambil memakai pakaiannya.
Jodi berjalan cepat keluar dari kamarnya,setelah selesai memakai pakaiannya.Jodi berjalan menuju ruang tamu yang sudah di tunggu oleh Sefi di sana.Jodi kemudian duduk di samping putrinya itu,yang sudah menatapnya dengan tajam.
"Silahkan Tuan Jodi Anggara jelaskan ! "ucap Sefi dengan bahasa formalnya.
"Sayang,kapan kamu pulang nak! Apa kamu sudah lihat Mama kamu? Mama kamu sedang sakit dan dia sedang tidur di kamar tamu.Karena Mama kamu sendiri yang minta untuk pisah ranjang."ucap Jodi gugup.
"Jangan mengalihkan pembicaraan! Jelaskan saja,apa maksud dari semua ini.Sefi bukan anak kecil lagi yang tidak mengerti apa yang Papa lakukan !"ujar Sefi.
"Baiklah ! Begini sayang,Mama kamu sedang sakit.Jadi sudah tidak bisa lagi mengurus Papa dengan baik"Jodi menjeda ucapannya seraya menatap putrinya kemudian melanjutkannya kembali.
"Seperti yang kamu bilang,kamu sudah bukan anak kecil lagi.Jadi kamu sudah mengerti apa yang ingin Papa katakan.Selain untuk mengurus keperluan Papa sehari-hari,Papa juga butuh di perhatikan.Maksud Papa..Papa juga butuh seorang wanita untuk memenuhi kebutuhan biologis Papa.Mama kamu sudah tidak bisa lagi memenuhi semua itu."ucap Jodi dengan ragu.
"Papa benar-benar biadab ! Mama sedang sakit dan kalian bersenang-senang di dalam kamar ? Papa sangat keterlaluan ! Sefi yakin,Papa tidak peduli lagi sama Mama.Dan Sefi yakin,Papa tidak tahu dimana Mama sekarang?"ucap Sefi dengan marah,apalagi saat matanya menatap seorang wanita yang berdiri di ujung tangga dengan tangan yang memelas ujung pakaiannya.
"Apa maksudmu ! Mama kamu sedang di kamar tamu sekarang.Hanya saja Papa belum sempat melihatnya"ucap Jodi.
"Apa ? Belum sempat melihat nya ? Dengar baik-baik Papa, Aku sudah membawa pergi Mama keluar dari rumah ini.Sebelum Papa menyadari semuanya,jangan harap kami akan kembali lagi ke rumah ini."ucap Sefi kemudian meninggalkan Jodi yang langsung terdiam.
__ADS_1
"Setelah pulang kerja,Aku harus mencari rumah kontrakan agar aku bisa membawa Mama keluar dari rumah sakit secepatnya"ucap Sefi pada diri sendiri sambil mengganti pakaianya untuk hari pertama nya kerja.