
Happy reading..! Kangen deh sama kalian semua..💓💓.
Waktu terus berlalu,begitu juga dengan autornya yang jarang update😂.
Di perusahaan ternama yang kini sudah hampir mengimbangi Alexander group.Abdullah group perusahaan yang di naungi oleh Roni Abdullah.Pria tampan yang kini sudah beristri.Pria itu tampak masuk keruangannya dengan di ikuti para sekretaris juga tangan kanannya.Aura kebahagiaan terpancar dari wajahnya yang semakin bersinar,kala para karyawan nya menyapa ketika ia berjalan.
"Selamat pagi Pak!"
Sambil menyapa dengan hormat,mereka menundukkan kepala.Ada rasa bangga di hati mereka saat sang bos presdir menyapa mereka kembali.
Roni masuk ke ruangannya sebelum rapat di mulai.Duduk dengan tenang,melihat berbagai laporan yang sudah menumpuk di meja kerjanya.
"Selamat pagi Pak"seorang pria masuk dengan membawa berkas lagi di tangannya.
"Anggun? Kau sudah datang?"Roni menghentikan pekerjaannya saat pria itu datang.
"Panggil nama ku dengan benar,jika tidak,aku akan kembali lagi dan tidak akan memberi kabar baik ini padamu"ucap pria itu dengan kesal,pasalnya Roni selalu memanggilnya dengan nama seorang wanita.Dia adalah seorang pria,namun karena cara pria itu berjalan sangat bohai seperti seorang wanita,terlebih dia suka sekali memakai pemerah bibir.
"Hapus dulu pemerah bibirmu,setelah itu aku akan memanggil mu dengan benar"ujar Roni dengan tersenyum senang.Roni tahu betul jika pria itu tidak akan mau menghapus pemerah di bibirnya.
"Hei dengar yah,ini tabir surya.Yang ku pakai ini akan melembabkan bibirku agar terlihat semakin seksi. Dan wanita di luar sana akan menyukai dan tergila-gila pada ku seperti oppa korea."
Meletakkan berkas di atas meja dengan kasar.Roni melirik sebentar,kemudian melihat pria itu lagi.
"Terserah mu saja"ucapnya dengan malas.
"Istrimu tidak ikut kerja?"
"Tutup mulut mu.Dia atasan mu sekarang"
"Lalu aku harus mangggil istri mu apa?"pria itu menatap Roni dengan memajukan wajahnya.
"Singkirkan wajahmu.Bibir mu seperti ikan sapu-sapu saja"risih saat pria itu mendekat padanya.
"What?"pekik pria itu,dari sekian banyak jenis ikan,mengapa hanya ikan sapu-sapu yang terlintas di pikiran Roni.
"Menyingkirlah saja. Kau bisa memanggil istriku dengan kakak ipar"
"Tidak mau,usia dia masih jauh di bawahku."
"Apa sekarang kau mengaku sudah tua?"sahut Roni dengan mengejek.
"Bukan tua,tapi sudah berumur"ucapnya dengan melentikkan jari kelingkingnya.
__ADS_1
"Sama saja"
"Beda dong"
"Sama saja"
"Beda"
"Sama"
"Beda.Titik"
"Ya sudah,sekarang katakan mau apa kau kemari"malas berdebat. Akhirnya Roni menanyakan kedatangan pria itu.
"Kau tidak akan percaya dengan hasil yang ku bawa"ucap pria itu sambil membuka berkas yang di bawa nya.
"Bacalah"Roni mengambil berkas itu dan membacanya.
"Apa kau sudah menyelidikinya?"
"Tentu saja. Aku sudah menyelidikinya,bahkan sampai ke orang tua angkatnya.Aku juga sudah menghampirinya ke rumahnya dan bertanya langsung padanya"
"Apa katanya?"tanya Roni dengan tidak percaya.
"Tidak mungkin. Mengapa takdir bermain pada ku. Selama ini aku mengenalnya,bahkan aku pernah membencinya karena ke egoisannya.Tidak,apa yang akan ku lakukan sekarang.Apa aku harus bahagia,sudah menemukan adik perempuan ku.Sungguh aku tidak menyangka."
"Angga"panggil Roni dengan pelan.
"Iyah,aku senang kau memanggilku dengan benar.Hei ada apa?"ujar Angga saat wajah Roni berubah.
"Apa yang terjadi"ucapnya lagi.
"Apa informasi yang kau bawa ini sungguh akurat? Maksudku apa kau sudah menyelidiki semua nya?"
"Awalnya aku juga tidak menyangka,namun setelah hasil tes DNA yang sudah ku lakukan beberapa hari yang lalu. Aku jadi semakin yakin dengan hasilnya.Tapi kau jangan khawatir aku belum memberitahukan pada wanita itu tentang hasilnya."Ujar Angga dengan serius.
Tok
Tok
Tok
Pintu di ketuk,seorang pria masuk dengan hormat."Pak rapat akan segera di mulai,semua sudah menunggu di ruang rapat"ucapnya.
__ADS_1
"Baiklah,aku akan segera datang"ucapnya tanpa menoleh.
"Angga,kau boleh kembali"
"Baiklah aku permisi"ucap Angga,kemudian ia berjalan keluar,namun masih beberapa langkah,Roni memanggil nya kembali.
"Tunggu"
"Ada apa?"Angga menghentikan langkahnya.
"Pergilah ke rumah dan temui kakak ipar mu.Lalu?"Roni menjeda ucapannya sambil melihat Angga.
"Lalu apa?"menunggu Roni memberi perintah.
Dengan berat hati Roni melanjutkan ucapanya,"bawa kakak ipar mu kerumah wanita itu,dan katakan aku akan menyusulnya nanti setelah selesai rapat"ucap Roni sambil berdiri dan berjalan menghampiri Angga.
"Aku ingin mereka bertemu terlebih dahulu,karena istiku juga sudah mengenalnya.Tapi jangan katakan apapun pada istri ku tentangnya,biar aku nanti yang menjelaskan semuanya"lanjut Roni dengan menepuk bahu Angga.
"Baiklah,aku mengerti"Angga pun pergi setelah permisi dari Roni.Roni menatap kepergian pria gemoy itu dengan menggelengkan kepala,pasalnya Angga masih berjalan dengan melenggak-lenggokkan pinggulnya seperti seorang wanita.Masih belum berubah,pikirnya.
Di kediaman Roni Abdulla.
Musik dangdut dari salah satu artis kesayangannya di putar dengan suara bass yang membuat kepala ikut bergoyang.Sefi Anggara,wanita cantik itu sedang menghabiskan waktunya menata berbagai ruang di setiap sudut rumahnya,dengan di bantu oleh dua orang wanita paruh baya yang kini bekerja sebagai asisten di rumahnya.
"Nona,biar saya saja yang naik dan membenarkan bingkainya"ujar salah satu asisten rumahnya.
"Tidak usah Bik,biar Sefi saja."Sefi berusaha naik di atas tangga."Bibik pegang saja tangganya biar ngak goyang"lanjut Sefi.
"Gimana ngak goyang Non,musiknya saja mau buat bibik bergoyang juga"ujar salah satu asisten nya lagi,
"Hei serius pegangin ini. Nanti kalau Nona jatuh kita bisa di pecat sama tuan"ujar yang satunya lagi.
"Iya Non,turunlah,nanti kami yang di marahi sama tuan. Kan ngak lucu kalau di hari pertama kerja sudah langsung di pecat."Ujar mereka berdua.
"Suamiku kan tidak tahu,jadi kalian jangan kasih tahu dong"Sefi menoleh kebawah,melihat kedua wanita itu sudah khawatir padanya.
"Wah ternyata nyonya rumah sudah mulai berani yah!"suara pria entah sejak kapan sudah masuk ke rumah itu.Sontak saja membuat kedua asisten rumah itu berdiri dan menundukkan kepala.
Aaaahkk
Dengan sigap pria itu langsung menangkap tubuh mungil Sefi yang hampir saja jatuh ke lantai.
Bersambung..
__ADS_1