Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Diam-diam memantau.


__ADS_3

Happy readingπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Di sebuah taman tepat nya di daerah kampus tempat Sefia menimba ilmu saat ini.Taman yang di rancang khusus untuk para mahasiswa untuk istirahat sejenak dari padat nya jadwal nya belajar.


"Mengapa dia tidak pernah mengupdate status sih ? gerutu Sefia sembari memangku laptop nya sementara pandangan nya tertuju pada sebuah foto yang sangat di rindukan nya.


"Aku harap kamu sudah bahagia kak "bibir mungil itu bergumam semaunya.


"Apa istri mu sangat posesif sehingga akun media sosial mu saja tidak ada hal terbaru sama sekali "ujar Sefia lagi seraya memandangi wajah tampan di layar laptop nya.


"Huh.. Ada apa dengan ku.Kenapa lagi-lagi aku penasaran dengan kehidupan nya"Sefia memayunkan bibir nya harapan nya sia-sia karena sudah berusaha melupakan perasaan nya namun lagi-lagi dia harus melihat media sosial pria itu dari jauh.Hem..Ternyata ada yang diam-diam memantau nih ! 😊 gemoy banget yah !.


"Ternyata kamu di sini ,sedang apa !"Dena datang menghampiri Sefia kemudian langsung duduk di samping Sefia.Melirik sesaat kemudian tersenyum sambil menyikut pinggang Sefia,membuat Sefia langsung menutup laptop nya.


"Lagi-lagi melakukan hal yang sama,sampai kapan say !"goda Dena yang sempat melihat walaupun hanya sesaat wajah tampan yang ada di layar laptop itu.


"Apaan sih"kilah Sefia.


"Jangan kamu kira aku tidak tahu yah ! "ujar Dena.


"Iya iya kamu memang yang maha benar"Sefia memasuk kan laptop nya ke dalam tas nya.


"Aku sudah gak sabar mau pulang"ujar Dena sembari membayangkan makanan kesukaannya.


"Rindu sama soto Medan?"ujar Sefia dan mendapat anggukan dari Dena.Sefia tahu jika sahabat nya itu menyukai makanan berkuah itu.


"Rindu sama orang tua ku juga dong"kilah Dena.


"Ok.Kita putus kan lusa kita akan pulang ke tanah kelahiran kita !"ujar Sefia.


"Kamu juga ikut pulang ?Bukan kah dulu kamu gak mau kembali lagi ?ujar Dena.


"Aku berubah pikiran"jawab Sefi singkat."


"Yang benar,apa tidak ada alasan lain ?"goda Dena.

__ADS_1


"Hello..Aku juga punya orang tua yang selalu merindukan ku di sana.Papa,Mama,Kak Reno juga sepupu aku.Kak Brian sama kakak ipar juga kedua keponakan ku yang gemoy itu, apa lagi aku juga sangat merindukan tante Widia juga Om Wanda."ujar Sefia dengan gemoy.


"Yakin hanya itu saja! Seperti nya masih ada satu lagi yang belum di sebut kan!"Dena masih mencoba menggoda sahabat nya itu.


"Maksud nya kak Roni ? Tentu saja aku merindukan nya juga"ucap Sefi sontak menutup mulut nya dengan ke dua tangan nya.


"Hahaha...Akhirnya ada pengakuan juga"Dena tertawa seraya memeluk sahabat nya itu.


"Sial.. Apaan sih ini mulut gak bisa di ajak kerja sama"batin Sefi.


"Apa sesi foto nya sudah selesai"Sefia mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin membahas masalah pribadi nya.


"Tuh kan ! Aku sampai lupa,tadi teman -teman ngajak kita foto bareng,tapi kamu nya gak ada.Ayo kita foto bareng teman-teman bule itu biar ada kenangan "ajak Dena seraya menepuk kening nya. Sefia dan Dena kemudian menghampiri para maha siswa lain nya untuk acara foto bersama sebagai kenangan pernah menimba ilmu di fakultas yang sama.


...****************...


"Apa semua sudah selesai"tanya Sefia sebelum mereka meninggalkan apartmen tempat mereka tinggal selama ini.Sebelum mereka pulang ke tanah kelahiran nya,mereka berdua harus membersih kan apartmen itu terlebih dahulu.


Semua sofa sudah di tutup dengan kain putih,begitu juga dengan perabotan lain nya sudah rapi seperti semula.Barang bawaan mereka sudah di tangan masing-masing.Kedua wanita itu kembali menatap Apartmen itu dengan puas karena sudah berhasil hidup dengan damai di situ selama empat tahun ini.


"Beres,semua sudah rapi.Apa kita bisa berangkat sekarang"ujar Dena dengan semangat.


"Taxi sudah menunggu di bawah,kita harus cepat jangan sampai dia meninggalkan kita"ucap Dena seraya mempercepat langkah nya menuju liff.


"Kalau supir taxi itu pergi,kita harus memesan taxi yang lain.Butuh waktu lagi agar kita sampai di bandara,sementara tiket keberangkatan kita hanya satu jam lagi"gerutu Dena tak sabaran.


"Kamu ini seperti emak-emak rempong saja.Repot !"ejek Sefi yang terkesan santai.


"Giliran di suruh beli tiket lagi,baru tahu rasa"ujar Dena yang sudah paham dengan kelakuan sahabat nya itu."Pelit amat"πŸ˜ƒπŸ˜ƒ.


"Hehehe...Iya iya.Ayo cepat jalan nya"ujar Sefi begitu pintu liff terbuka.Sefia dan Dena berjalan menuju loby kemudian keluar dan naik ke dalam taxi tersebut.


Sekitar lima belas menit perjalanan akhirnya sampailah mereka di bandara tempat tujuan mereka saat ini.Dan empat puluh lima menit menunggu akhirnya mereka pun naik ke dalam pesawat penerbangan menuju Indonesia.


"'Akhirnya aku pulang juga,Aku harus bisa.Aku harus bisa."batin Sefia.

__ADS_1


"Kau mengatakan sesuatu?"tanya Dena yang duduk di samping nya.


"Tidak"jawab Sefi.


"Tapi aku mendengar sesuatu"ujar nya lagi.


"Apa kau seorang peramal ? Apa setelah lulus kuliah profesimu jadi berubah menjadi seorang peramal ?"ujar Sefi kesal.


"Oh,ternyata tidak yah.Aku kira kau mengatakan sesuatu tadi"ujar Dena.


"Apa itu di tangan mu?"tanya Dena begitu melihat Sefia menggemgam sesuatu.


"Tidak ada"tangan Sefi semakin di sembunyikan ke saku jaket nya.


"Seperti nya aku melihat sesuatu yang berkilau tadi"Dena penasaran.


"Apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku ? Apa kau tidak percaya pada ku? Aku sangat sedih mengetahui sahabat ku tidak percaya lagi pada ku"mode ngambek 😒.


"Huh.. Hanya ini "Sefi terpaksa luluh melihat ekspresi sahabat nya itu.


"Sebuah kalung"Dena melihat Sefi membuka tangan nya dan menunjukkan benda itu yang entah sejak kapan selalu di gemgam nya.


"Cantik sekali,tapi kenapa aku tidak pernah melihat mu memakai nya"selidik Dena.


"Mulai deh "gumam Sefia yang sudah menebak bakal di tanya sampai ke akar-akar nya.


"Tentu saja aku akan bertanya"ujar Dena yang mendengar Sefia bergumam walau pun sangat pelan.


"Ok.aku akan mulai bertanya mulai dari Apakah kalung ini pemberian dari dia"skakmat langsung pada inti nya Dena tidak ingin berbasa- basi.


"Kau ini kenapa langsung to the poin sih.Gak ada pertanyaan lain apa ?"Sefia malas menjawab karena sudah tahu jika Dena sudah tahu jawaban nya.


"Jadi benar kalung ini dari dia ? Ah..So Swett sekali sih ! Kenapa gak di pakai "ujar Dena seraya ikut tersenyum mengetahui tebakan nya benar.


"Jangan di pegang"Sefi menutup tangan nya dan memasuk kan kembali kalung itu ke dalam saku jaket nya.

__ADS_1


"Dia sudah menikah,apa kamu sudah menyadari perasaan mu sekarang.Ah.. Tapi sayang sudah terlambat"ujar Dena seraya memejam kan mata nya.


Terima kasih.


__ADS_2