Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 84


__ADS_3

"Apa kalian bisa cepat sedikit?"Roni menatap tajam seorang perawat yang mengobati lukanya.


"Kak,sabarlah sedikit.Perawat itu sudah bersusah payah mengobatimu.Biarkan dia mengerjakan tugasnya dengan baik"ujar Brian.


Cih


Roni berdecih untuk kesekian kalinya,saat melihat perawat itu dengan malas."Sudah cukup. Sekarang aku sudah merasa baikkan. Kamu pergilah,obati yang lain"ucap Roni sambil menyuruh perawat itu pergi.Brian hanya menatap Roni dengan kepala menggeleng."Sungguh tidak punya kesabaran sedikitpun"ucapnya.


"Apa kau masih mau berdiri di situ?"Roni menoleh ke belakang saat Brian belum beranjak sedikitpun.


"Baiklah kalau itu mau mu.Tapi jangan mengeluh sedikitpun saat kau merasakan sakit di tubuh mu lagi"ucap Brian sambil berjalan.


"Tidak akan"Roni masuk kedalam mobil.


Tujuan mereka saat ini adalah untuk menemui anak buah Aliando di kantor polisi,karena menurut introgasi polisi pada Jodi Anggara,dia masih betah diam dan menyembunyikan keberadaan putrinya.


Sementara itu, mobil Aliando tampak mengejar taxi yang di tumpangi Sefi,mereka berbagi menjadi dua bagian,sebagian mengejar Vani melarikan diri dan kini Aliando mereka fokus mengejar taxi itu.


"Pak,bisa cepat sedikit?"Sefi meremas tangan nya sambil sesekali melihat kebelakang.


"Ayolah Pak,lebih cepat sedikit"


"Ini sudah kecepatan maksimal,aku tidak bisa menambah kecepatan lagi"ujar pria itu.


"Pak,ada mobil yang mengejar kita. Aku mohon pak,cepatlah sedikit"Sefi semakin gugup.


"Ada mobil mengejar kita?"ulang pak supir sambil melirik ke arah kaca spion mobil.


"Benar Pak,sepertinya mereka bukan orang baik"ujar Sefi.Rasa takut kembali menghampirinya,tidak ingin kembali tertangkap dan di kurung lagi di gedung tinggi itu.


"Mau apa mereka?"supir taxi itu panik,saat mobil Aliando hampir saja berhasil menyenggol mobilnya.


"Hei kau,berhenti,kalau kau masih mau hidup,hentikan mobil mu"teriak anak buah Aliando penuh ancaman dari jendela mobil,meskipun mobil mereka masih melaju dengan kencang.


"Jangan dengarkan mereka Pak,aku mohon!"Sefi semakin ketakutan.

__ADS_1


"Berhenti,atau ku tembak kepala mu"Aliando ikut berteriak sambil menodongkan senjata nya.


Ciitttt...


"Maaf Nona,aku masih ingin hidup. Maafkan aku"pak supir itu menginjak rem mobilnya dengan paksa saat mobil Aliando berhenti di hadapan mereka.


"Pak,aku mohon. Jangan dengarkan mereka"'pinta Sefi sekali lagi.


"Turun,aku bilang,cepat turun!"Aliando menarik paksa tangan Sefi dari dalam mobil.


"Lepas,aku ngak mau.Pak tolong aku.."teriak Sefi dan berusaha meminta pertolongan dari supir itu.


"Beraninya kau melarikan diri,apa kau tidak mengenal siapa aku?"teriak Aliando dengan suara yang tak kalah kuat.


"Aku tidak peduli siapa kau,lepaskan tangan ku"Sefi masih meronta-ronta.


"Masuk kedalam mobil"perintah Aliando.


"Tidak,aku tidak mau"teriak Sefi.Sefi di masukkan secars paksa kedalam mobil.


"Buka pintunya,aku bilang,buka pintunya"teriak Sefi dari dalam mobil.


"Ba--Baaaik"sahutnya dengan ketakutan.Taxi itu pergi setelah Sefi sudah keluar dari mobil.


"Tuan,mengapa dia di biarkan pergi begitu saja"tanya salah satu anak buahnya.


"Saat ini aku sedang berbaik hati,karena wanitaku sudah bersama ku"ucap Aliando.


"Bagaimana jika dia melapor pada polisi?"


"Biarkan saja,aku tidak peduli"Aliando masuk ke dalam mobil.


"Seharusnya kau tidak perlu melarikan diri dari calon suami mu ini,karena kau adalah calon istriku,aku tidak ingin mendengar penolakan dari mu dan aku tidak ingin mendengar perdebatan lagi"Aliando menatap Sefi yang duduk di sampingnya,mereka duduk di dalam mobil yang sama.


"Kau sangat manis sekali jika diam seperti itu"tangan Aliando mengelus pipi Sefi dengan lembut.

__ADS_1


"Singkirkan tangan mu,berengsek!"Sefi menepis tangan Aliando dengan kasar.Sefi memilih diam karena sudah lelah berlari sejak tadi dan tangannya juga sudah terasa sakit saat berusaha membuka pintu mobil Aliando.


"Kau sangat cantik jika sedang marah,tapi aku senang melihat kemarahan mu"Aliando menatap Sefi dengan intens.Aliando tersenyum saat membayangkan menyentuh tubuh Sefi,rasa penasarannya tidak dapat di tahan lagi.


"Tuan,apa tujuan kita sekarang kerumah anda?"suara anak buah Aliando mengusik pendengaran Sefi.Sefi menoleh pada asal suara itu.


"Jangan menatapnya,kau tidak di perbolehkan menatap pria lain selain aku"Aliando tidak menjawab pertanyaan anak buahnya,namun sibuk menatap wanita di sampingnya.


"Tuan--"ulang anak buahnya,namun Aliando langsung menatapnya tajam hingga membuat anak buahnya tidak dapat melanjutkan ucapannya.


Ponsel Aliando berdering,dengan malas ia pun mengangkatnya."Mengapa banyak sekali gangguan"gerutu nya saat melihat seseorang menghubunginya.


"Ada apa?"jawab Aliando sambil menatap Sefi,telinga nya menangkap seseorang berteriak di seberang.


Aaahhkk (Polisi sedang introgasi anak buah Aliando dan Jodi.)


"Katakan dimana Sefia Anggara"


"Wah..wah..wah.Ternyata kau cepat juga melakukan tugas mu dengan baik. Aku akan memberi penghargaan pada mu atas kerja keras mu.Tapi,buktikan lagi dan selamatkan sendiri adik mu dari tangan ku.Hahaha..apa kau bisa melakukannya?"ujar Aliando saat tahu suara Brian yang bicara padanya melainkan bukan anak buahnya.


(Polisi sedang melacak signal lokasi darimana Aliando bicara)


"Dengar calon kakak ipar ku yang baik,adik sepupu mu yang cantik ini akan menikah dengan ku.Dan sebentar lagi,Aliando Wijaya akan menjadi bagian keluarga mu juga,bukan? Ah,aku sangat senang walau masih membayangkannya saja"ucap Aliando,sengaja ingin membuat Brian marah.


"Satu lagi,katakan pada kekasih nya itu untuk tidak perlu lagi mengurusi urusan orang lain,aku sangat benci,jika wanita ku di ganggu oleh nya lagi.Dia hanya hama kecil yang dengan mudah dapat di basmi.Hahaha.."lanjut Aliando.


"Kak Brian, tolong Sefi,kak!"teriak Sefi saat tahu jika Brian yang bicara pada Aliando.


"Sefi?"


"Apa kau ingin mendengar suara adik sepupu mu? Jangan mengharap lebih,"Aliando langsung mengakhiri pembicaraannya pada Brian.


"Gadis nakal,apa kau pikir kakak sepupu mu itu akan menolong mu? Kekasih mu saja tidak mampu melakukan tugasnya dengan baik apalagi kakak sepupu mu itu. Hahaha,mereka bukan tandingan ku.Sefia sayang,jangan mengharap lebih dari mereka"ucap Aliando dengan senyum di bibirnya.


"Tuan,sepertinya mereka menuju jalan utama"Roni dan Brian melihat arah yang di tunjuk polisi tersebut.

__ADS_1


"Tetap pantau dan beritahu kami selanjutnya kemana tujuan mobil itu akan berhenti"Roni langsung berlari keluar menuju mobilnya dan di susul oleh Brian dan Deka juga beberapa polisi lainnya.


Mobil mereka kemudian melaju menuju arah yang sudah di sebutkan tadi,polisi masih tetap memantau dari layar komputernya.


__ADS_2