Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 91


__ADS_3

Happy reading !!


Sefi kembali kedalam rumah dan duduk di ruang makan sendirian,mengaduk kembali teh yang tidak sempat di minum oleh Roni.Pandangannya semakin pusing,hingga membuat nya merasa ingin merebahkan kembali tubuhnya ke tempat tidur.


Setelah menenguk tehnya hingga habis tak tersisa,Sefi memilih masuk ke dalam kamar.Berjalan dengan pelan menaiki anak tangga,satu persatu langkah kakinya menaiki anak tangga itu dan akhirnya berhasil sampai di lantai dua.


"Sebenarnya aku kenapa? Mengapa lelah dan pusing sekali"ucapnya pelan sambil membuka pintu kamarnya.


Sefi merebahkan tubuhnya dan untuk beberapa saat matanya langsung terpejam.Terdengar hembusan napasnya sudah teratur.


Sementara di kantor,Roni tampak sibuk menghadiri rapat dengan beberapa pemegang saham di perusahaannya.Sudah dua jam lebih,namun mereka tidak kunjung keluar dari ruang rapat tersebut.


Perkerjaan yang sudah tertunda beberapa minggu ini membuatnya semakin sibuk.Bahkan hari ini Reno juga turut hadir dalam rapat tersebut.Reno adalah pemimpin baru dari perusahaan Anggara group.Reno sudah menerima tawaran yang di berikan oleh Roni padanya untuk menjalankan perusahaan yang di pimpin Jodi Anggara sebelumnya.


Sikap dan perbuatan yang baik,karena kejahatan tidaklah di balas oleh kejahatan pula,dari sini Roni bisa belajar untuk memaafkan antar sesama.Terlihat jelas bahwa di hati Roni yang paling dalam bahwa dia tidak memiliki dendam sama sekali pada keluarga Jodi Anggara selain pada Jodi Anggara itu sendiri.


"Kenapa tidak di angkat? Dia pergi kemana?"setelah rapat selesai,Roni menghubungi istrinya untuk menanyakan keadaannya,apakah sudah makan siang atau belum.Roni menghubungi Sefi berulang kali,namun tidak ada jawaban sama sekali.


"Apa ada masalah?"Reno menghampiri Roni yang sekarang sudah menjadi adik iparnya itu.


"Aku hanya menghubungi istriku"ucap Roni dengan enteng.


"Tidak diangkat?"


"Hem" menjawab dengan singkat,Roni kembali menempelkan ponselnya di telinganya.


"Kalian masih pengantin baru,alangkah baiknya pulanglah untuk makan siang.Mungkin saja dia merasa kesepian karena kami sudah pulang kerumah masing-masing."Roni terlihat diam dan berpikir.


"Tapi aku masih banyak pekerjaan"ucapnya sambil melihat layar ponselnya yang tertera gambar seorang wanita cantik yang tak lain adalah istrinya sendiri.

__ADS_1


"Aku hanya memberi saran saja,Sefi itu tidak terbiasa sendiri.Jika dia sendirian di rumah maka dia akan lupa segalanya,"ucap Reno lagi.


"Maksudmu?"sepertinya Roni tertarik dengan ucapan Reno.Roni mengubah posisi duduknya menghadap Reno.


"Dia akan menghabiskan waktunya untuk tidur seharian,bahkan sampai melewatkan jam makan nya.Maka dari itu,pulanglah dan jangan biarkan dia sendirian."Ucap Reno memberitahu kebiasaan buruk dari gadis cantik itu.


"Baiklah aku pamit"Reno mengambil tasnya dan pamit pergi ke kantornya sendiri.


"Benar yang di katakan Reno,sebaiknya aku pulang saja"Roni mengambil tas nya dan menentengnya.Roni akhirnya memilih pulang untuk makan siang bersama dengan istrinya.


Beberapa menit berlalu,sampailah Roni di kediamannya.Rumah tampak sepi,dan beberapa kali dia menekan bel rumah,namun tidak ada tanda akan di buka.Akhirnya Roni memutuskan menekan sendiri tombol rumahnya,dengan menekan beberapa angka,kode rumahnya.


"Sayang"Roni berjalan menuju dapur sambil memanggil istrinya.


"Mengapa sepi sekali?"Roni meletakkan beberapa plastik yang berisi buah,Roni membelinya ketika melewati supermarket.


"Apa benar dia tidur? Aku akan melihatnya ke kamar"


"Kak Roni?"seru Sefi saat melihat suaminya itu berdiri di ambang pintu."Mengapa pulangnya cepat sekali?"tanyanya sambil berjalan menuju lemari dan ingin mengambil pakaiannya.Jantungnya berdegup dengan kencang karena terkejut dan malu,tidak menyangka jika lelaki yang berstatus suaminya itu akan pulang secepat ini.Ingin rasanya Sefi masuk saja kedalam lemari itu,karena Roni tidak berhenti untuk menatapnya.Tubuhnya yang masih di lilit handuk putih itu semakin meremang,seolah tidak mampu lagi untuk berdiri,saat Roni berjalan menghampirinya.


"Aku memutuskan untuk makan siang bersama,apa kamu sudah makan siang"ujar Roni sambil menutup tirai jendela dengan satu tangannya.Namun langkahnya semakin mendekati Sefi.


"Ayolah,dimana kau bajuku? Mengapa aku jadi panik begini?"tangan Sefi sibuk mencari pakaiannya,namun sayangnya entah siapa yang sudah mengganti semua pakaiannya di dalam lemari tersebut.


"Tidak ada pakaianku,apa aku salah lemari.Tapi semalam aku menyimpan semuanya di dalam lemari ini,Apa pakaianku ada di dalam lemari itu" batin Sefi sambil melihat lemari di sebelahnya.


"Sayang,apa kamu sudah makan siang?"Roni mengulang pertanyaannya.


"Oh,i--iya Kak,Sefi sudah makan siang.Hehehe"berusaha menetralisir kegugupannya.Sefi menatap Roni dengan canggung sambil menutup pintu lemari.

__ADS_1


"Mencari pakaian mu?"Roni melepas dua kancing kemejanya yang paling atas.


"Iya Kak.Tapi kenapa tidak ada di dalam lemari ini"ucapnya pelan.


"Ada di lemari yang satunya,tadi malam sudah aku pindahkan karena lemari ini tidak muat untuk semua pakaianmu"ujar Roni.Setelah melepas kancing kemejanya,tangananya kini melepas handuk kecil yang membungkus rambut Sefi.Aroma sampo langsung memanjakan hidung Roni.


Sudah tiga malam ini semenjak mereka berstatus suami istri,belum pernah sekalipun tidur di kamar yang sama,karena ada saja yang mengganggu mereka.Pertama keponakan mereka selalu saja mengajak Sefi untuk menemani mereka tidur agar Sefi membacakan dongeng buat mereka.Roni yang lukanya belum sembuh total tidak bisa berbuat apapun.Pasrah istrinya tidur di kamar keponakannya itu.


"Sayang,aku merindukan mu"bisiknya pelan,hingga mampu membuat bulu kuduk Sefi meremang akibat bulu halus dari wajah Roni yang mengenai daun telinganya.


"Apa Kak Roni sudah makan?"tidak tahu harus jawab apa,Sefi akhirnya bertanya pertanyaan yang normal saja,karena pikirannya tidak lagi fokus.


"Belum.Tapi aku ingin sekali memakan mu saja"Roni langsung menggendong Sefi.


"Kak,apa yang kau lakukan?"


Roni merebahkan tubuh Sefi di tempat tidur,mengukungnya dengan kedua tangannya."Sayang,aku menginginkan mu"ucapnya sambil membuka handuk yang melilit tubuh mungil itu dengan perlahan.


Mata Sefi terpejam menahan malu saat handuk yang melilit tubuhnya terlepas dan Roni membuangnya kesembarang tempat.Pemandangan indah di depan mata,membuat hasrat Roni kini tidak tertahan.Roni menunduk mencium kedua kelopak mata Sefi dengan lebut hingga perlahan ke bibir,lama berada di sana,menikmati hangatnya saat bibir dan lidah mereka bermain dengan lihai.Saling bertukar saliva,mendecap dan melu matnya dengan lembut.Tangan Roni tidak tinggal diam,meraba tempat favoritnya yang sejak tadi menantang untuk di sentuh.


Rengkuhan kenik matan keluar begitu saja dari bibir mungil itu,mende sah saat bibir Roni turun lalu mengisap nya dengan lembut.Mengulum dan memilin ujung yang sedikit menonjol itu.


Aahh..


"Kak"


"Hem"


Aahh..

__ADS_1


Bersambung.


"Thor...Tanggung nih"teriak Roni pada autor yang membuatnya menjeda kegiatannya.


__ADS_2