Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 90


__ADS_3

Happy reading!!


Waktu seakan cepat berlalu,terlihat kedua mempelai tersenyum bahagia saat keluarga terdekat mereka mengucapkan selamat berbahagia.Pernikahan Roni dan Sefia di adakan dengan sederhana.Tidak ada wartawan yang meliput,bahkan pegawai kantor mereka juga tidak terlihat,hanya keluarga terdekat saja yang menghadirinya.Pernikahan itu di adakan di kediaman Roni sendiri karena atas keinginan Roni yang tak ingin mengadakan pernikahan di hotel atau di gedung.


Walaupun begitu,rona bahagia dari raut wajah Roni dan Sefia cukup terlihat sangat bahagia,bahkan senyum nya sejak pernikahan berlangsung tidak pernah pudar dari bibir keduanya.


"Apa Mama bahagia?"Wanda merangkul istrinya yang sedang menatap kedua insan yang berbahagia itu.Widya mengangguk sembari menghapus ujung matanya.


"Mereka pasangan yang sangat serasi,bukan? Pernikahan ini juga impian mama selama ini untuk mengikat Roni agar semakin dekat lagi dengan keluarga kita.Dan impian itu sudah di kabulkan sekarang."Wanda mengusap pundak istrinya itu dengan lembut.Wanita yang di cintainya itu kini sudah mengerti arti sebuah ketulusan dari cinta.Kesabaran dan perjuangan adalah bumbu dari kehidupan.


"Terima kasih Pa.Mama sangat bahagia karena papa sudah merencanakan semua nya.Terima kasih juga sudah membantu Roni untuk menyelesaikan masalahnya."Widya memeluk suaminya itu.


Ya,Wanda sudah banyak membantu Roni untuk menyelesaikan masalahnya.Sebagai anak angkat yang sudah di anggap anaknya sendiri,Wanda menemui ayah dari Aliando untuk membicarakan perbuatan Aliando pada Roni Abdullah.Untuk membuat Aliando jera atas perbuatannya,maka ayah Aliando berjanji untuk tidak lagi ikut campur dalam masalah hukum anaknya.Biarkan kali ini Aliando menerima hukuman atas perbuatannya.Namun dengan satu syarat,mereka tidak boleh membunuh Aliando saat kejadian itu,hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menembak kaki Aliando.


Begitu juga dengan isu gagalnya pernikahan Roni untuk kedua kalinya.Wanda juga yang turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan itu.Wanda bersusah payah menemui para rekan bisnisnya dan meminta maaf atas gagalnya pernikahan itu dengan alasan Roni sedang berobat keluar negri.Sungguh papa angkat yang sangat baik dan bijaksana,perjuangan juga pengorbanannya juga patut di hargai.


"Papa,Mama sedang apa disini? Ayo kita foto bersama"ajak Tia menantunya sambil menggendong Cristian anak bungsunya.


"Baiklah,kami akan datang"Widya dan Wanda berjalan bergandengan tangan.


Formasi yang sempurna,seluruh keluarga ikut berfoto dengan pasangan pengantin baru itu.Brian dan Tia memeluk kedua anak mereka dan berdiri di samping sebelah kanan pengantin. Sementara Wanda juga Widya saling berpegangan tangan dan berdiri di samping kiri pengantin.Tersenyum bahagia jepretan kamera menangkap gambar mereka.


Begitu juga dengan keluarga dari pihak perempuan,terlihat mama Lina juga nenek Salma bergantian ambil posisi dan tak lupa juga dengan pasangan Reno dan Lidya beserta kedua putri cantik mereka ikut serta dalam foto keluarga itu.


Kini di akhir penghujung acara semua tampak ikut serta dalam foto pernikahan itu.Pasangan Kevin juga Sita serta Tiara anak perempuannya juga ikut,begitu juga Siska dan Fardan juga Bella.Mereka turut serta dalam acara foto bersama.


*

__ADS_1


*


Beberapa hari kemudian.


Setelah seluruh anggota keluarga sudah pulang ke rumah masing-masing,kini tinggalah Sefi dan Roni di dalam rumah besar itu.Hidup berdua,karena Roni masih menyeleksi beberapa pelayan baru untuk bekerja di rumahnya.


Setelah beberapa hari ini hidup sebagai pasangan suami istri sah,Sefi cukup bahagia.Namun semenjak keluarganya pulang,Sefi merasa kesepian seperti pagi ini,rumah tampak sepi,tidak ada lagi suara keponakannya yang tertawa ataupun menangis serta berlari kesana-kemari saling berkejar-kejaran.


"Sayang,sedang apa?"Roni memeluk Sefi dari belakang.Sefi duduk di ruang makan sambil mengaduk teh untuk suaminya itu.Suami? Ah,rasanya sangat bahagia memanggilnya suami,pikir Sefi.


"Rapi sekali? Mau kemana?"Sefi membalikkan tubuhnya menghadap Roni tanpa menjawab pertanyaan Roni.Karena kini dia fokus melihat penampilan suaminya itu.


"Hari ini,aku mulai bekerja.Ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.Kamu tahu sendiri,sudah beberapa minggu ini pekerjaan ku di kerjakan oleh Angga dan Redist,jadi aku harus bekerja sekarang"ucap Roni sambil menatap wajah cantik istrinya itu dan kedua tangannya menempel sempurna di kanan dan kiri pinggang Sefi.


"Tapi luka mu belum sembuh,bagaimana nanti dokter itu datang kemari ?"


Semenjak dokter Sesil yang bertugas memeriksa luka di perut Roni setiap hari,dokter itu sering datang ke rumah mereka.Tapi kali ini,bagaimana jika dokter itu datang,namun Roni tidak ada,dan apakah dokter itu akan menemui Roni di kantornya?


"Katakan pada dokter itu mulai hari ini jangan datang lagi,karena luka di perutku sudah mulai sembuh."Roni mengecup kening Sefi dengan mesra,dan turun ke kelopak mata Sefi yang tertutup hingga berakhir di bibir istrinya itu.


"Aku pergi yah,baik-baik di rumah."Roni tersenyum saat melihat Sefi masih menutup matanya.


"Apa yang aku pikirkan? Dasar Sefi bodoh"Sefi mengutuk dirinya sendiri,saat mendengar suara langkah Roni menjauh darinya.


"Kak"panggil Sefi dan Roni menghentikan langkahnya.


"Ya"

__ADS_1


"Apa aku boleh ikut bekerja juga di kantor "seru Sefi dengan ragu.


Roni kembali berjalan ke arah Sefi berdiri kemudian memeluknya lagi."Tetaplah di rumah,dua hari lagi kamu boleh bekarja.Tapi tidak sekarang"ucap Roni.Roni tidak ingin melihat Sefi kelelahan,karena beberapa hari ini istrinya itu cukup terlihat kelelahan untuk mengurus keluarganya yang masih menginap di rumah itu dan sekarang wajahnya cukup pucat.Oleh karena itu,Roni tidak ingin melihat Sefi merasa capek berlebihan bahkan Roni juga belum berani menyentuh Sefi sejak malam di hari pernikahan mereka.


"Nanti sore Asiaten rumah tangga akan datang di antar oleh pegawaiku dan aku akan pulang secepatnya"ucap Roni lagi.


"Ya sudah. Aku berangkat yah"untuk kedua kalinya Roni berpamitan.


"Baiklah,hati-hati di jalan Kak"Sefi memilih ikut mengantar Roni hingga kedepan mobilnya.


Pandangan Sefi masihss lurus kedepan melihat mobil Roni yang mulai tak terlihat.


"Mengapa aku merasa pusing sekali"Sefi menahan tubuhnya dengan kedua tangannya yang memegang erat pagar rumah.


"Selamat pagi?"suara wanita terdengar menyapanya.


"Ya"Sefi menoleh dengan malas karena sudah hafal betul suara wanita itu.


"Apa kakak mu ada di dalam?"tanyanya pada Sefi sambil melangkah masuk.


"Dia sudah pergi"ucap Sefi pendek,sambil menahan mual di perutnya,entah mengapa melihat wajah dokter itu pagi ini,rasanya Sefi mau muntah saja.


"Pergi? Kemana? Bukankah perbannya belum di ganti"dokter itu menghentikan langkahnya.


"Katanya, luka di perutnya sudah sembuh,jadi dokter tidak usah datang lagi kemari dan biayanya akan di transfer hari ini juga"ucap Sefi sambil berlalu,meninggalkan dokter itu berdiri mematung.


"Tidak.Ini tidak boleh terjadi,aku harus melakukan sesuatu" gumam Sesil.

__ADS_1


"Hei,tunggu ! Dia pergi kemana?"teriak Sesil saat Sefi sudah masuk ke dalam rumah dan menutup pintu.


"Sial,dia sudah pergi"dokter cantik itu segera pergi meninggalkan kediaman Roni.


__ADS_2