Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Pertemuan.


__ADS_3

Happy reading❤❤❤


Roni mengikuti nenek Salma menuju ruangan Lina di rawat sembari berbicara layaknya seseorang yang baru saja berkenalan.Formal sekali ! Yah karena mereka belum terlalu dekat.


"Kenapa larut malam sekali kamu berobat nak"tanya nenek Salma.


"Banyak sekali pekerjaan yang harus aku kerjakan nek,oleh karena itu baru sempat malam hari"ujar Roni.


"Anak muda harus pintar menjaga kesehatan,nanti kalau sudah tua terus sakit-sakitan barulah mengerti,kalau kesehatan itu lebih penting dari segalanya"ujar nenek Salma lagi.Roni mengangguk mendengarkan perkataan nenek Salma.


"Ini ruangan nya,masuk lah"Nenek salma membuka pintu mempersilahkan Roni masuk terlebih dahulu.


"Terima kasih nek"Roni berjalan mendahului nenek Salma untuk melihat Lina.Menjenguk calon mama mertua dengan tangan kosong cerita nya nih..😊,kan gak ada planing mau jenguk calon mama mertua.Niat nya sih mau bertemu sama pujaan hati..Hehehe.


"Apa tante Lina habis di operasi?"tanya Roni yang masih fokus menatap Lina yang tertidur.


"Iya kau benar nak,Lina di operasi karena penyakitnya sudah akut.Dia bahkan bertahan untuk tidak mau di operasi,namun Lina mau di operasi atas bujukkan putri nya."ujar nenek Salma.


"Sefi"nama itu keluar begitu saja dari bibir nya.


"Benar"nenek Salma mengangguk.


"Lihat lah mereka tidurnya sama-sama sangat nyenyak"ujar nenek itu lagi.


"Mereka? Maksud nenek"Roni menyimak ucapan nenek Salma.


"Lihat lah Lina tidur nya sangat nyenyak seperti putri nya yang tidur disana"tunjuk nenek dan Roni mengikuti arah pandangan nenek Salma.


Deg


Deg


Deg.


Jantungnya berdegup dengan kencang.Bahagia iyah,semua bercampur aduk melihat wanita yang tertidur itu adalah wanita pujaannya yang selama ini di rindukannya.


"Dia sangat lelah sampai tidak pernah istirahat,baru setelah mama nya selesai di operasi barulah dia merasa tenang"ujar nenek Salma,Roni hanya mendengar nenek itu berbicara tanpa menyahut sedikit pun.


Langkah kaki nya menuntun nya untuk menghampiri wanita itu,seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat.

__ADS_1


"Benar,dia sudah kembali.Dia adalah Sefia ku.Dia kembali ?" Roni duduk di samping Sefi yang sedang tertidur.Senang banget yah bang Roni 😁.


"Nak,tolong jaga sebentar.Nenek mau ke kamar mandi dulu"pinta nenek Salma kemudian meninggalka Roni yang masih Fokus menatap wajah Sefi dengan jarak yang sangat dekat.


"Author buat dong agak lamaan dikit nenek nya di kamar mandi,sembelit atau apalah gitu"gemoy banget author nya loh..😃.


Sefi menggeliat dan membuka matanya"Nek,kau kah itu ? Mengapa belum tidur juga ! Apa mama terbangun?"ucapnya karena kesadaran nya belum sempurna.


"Apa kabar?"suara khas pria terdengar membuat Sefi membuka lebar matanya.


"Tidak.Apa aku sedang bermimpi ?"ucap Sefi dalam hati kemudian Sefi yang langsung beranjak bangun.Namun langsung di tahan oleh Roni dengan memeluk nya erat.


"Biarkan seperti ini,sebentar saja"ucap nya.


"Thor..Tega amat sama Sefi.Masa pertemuan kami kayak gini.Gak romantis amat thor..! Mana belek ku masih nongol lagi,belum lagi bau ences.Malu aku thor !"


"Aku merindukan mu,Sefia.Aku sangat merindukan mu"ucap nya.Namun Sefi berusaha menghindar dengan mendorong tubuh Roni.Sefi takut jika mama Lina terbangun.


"Kak,apa yang kau lakukan di sini.Bagaimana kau tahu aku ada di rumah sakit ini" ucap nya setengah berbisik.Sefi berusaha menghindar dari Roni namun pandangan nya mencari sosok nenek Salma yang ia ketahui tidur di sebelahnya.


"Sefi..Kamu sudah bangun sayang"seru sang nenek yang baru saja keluar dari kamar mandi.Betapa terkejutnya Sefi melihat sang nenek sudah berdiri di depan kamar mandi.Wajah nya sudah memerah,takut jika tadi nenek Salma melihat nya di peluk oleh Roni.


"Thor cepat amat nenek nya keluar?"


Wajah kesal Roni sudah terlihat,dengan cepat ia kembali tersenyum pada nenek Salma.


"Koneksi spritual nek,mungkin dia ada ikatan batin dengan ku makanya dia langsung terbangun begitu aku duduk di samping nya"ucap Roni seraya menatap Sefi.


"Dasar konyol,mana ada koneksi spritual"ujar nenek Salma sambil menepuk bahu Roni.


"Nek,apa boleh aku membawa Sefi keluar ? Hanya sebentar saja,aku janji nek"pinta Roni.


"Tidak.Ini sudah larut malam kak"Sefi menatap sang nenek.


"Nek,aku hanya ingin mengajak nya mencari makanan di luar.Kebetulan aku sangat lapar dan Mungkin saja dia juga sedang lapar ! Atau nenek juga sedang lapar,biar aku belikan makanan.Bagaimana?"ujar Roni menawarkan.


"Sayang,pergilah dengan nya.Kamu juga akhir-akhir ini makan nya sedikit.Diakan kakak nya Brian sepupu kamu juga"ujar sang nenek.


"Siapa yang akan menjaga mama"alasan yang masuk akal Sefi ucapkan.

__ADS_1


"Biar nenek yang akan menjaga mama kamu,tenang lah nenek tidak akan meninggalkan mama kamu sendirian"ujar nenek Salma.


Sefi dan Roni akhirnya keluar untuk mencari makanan,namun tujuan sebenar nya adalah mengajak Sefi untuk berbicara.


"Kak,bagaimana kabar kak Roni"Sefi membuka suara terlebih dahulu setelah mobil mereka berjalan.


"Seperti yang kau lihat,aku sangat baik''ucap nya.


"Kenapa jadi canggung begini sih ! Aku harus bertanya apa lagi" batin Sefi.


"Kak.."panggil Sefi karena Roni diam saja.


"Hmm"


"Kakak belum jawab pertanyaan ku sejak tadi"


"Yang mana"Roni fokus menyetir seraya sesekali melihat ke arah Sefi.


"Kakak kenapa bisa ada di kota ini"


"Aku bekerja dan sudah menetap di sini"


"Lalu kenapa kakak bisa tahu kalau aku ada di rumah sakit"


"Tidak sengaja bertemu nenek Salma"ucap Roni,tidak mungkin ia jujur sementara ekspresi Sefi biasa saja saat bertemu dengan nya.


"Oh gitu yah"Sefi mengangguk.


"Kenapa tidak pernah memberiku kabar"tanya Roni yang memang selama ini hal itulah yang ingin selalu ia tanyakan.


"Apa aku bukanlah orang yang penting bagimu?"tanya Roni seraya menghentikan mobilnya.


"Kenapa berhenti kak"Sefi melihat ke sekeliling,sangat sepi.


"Jawab dengan jujur,apa aku tidak penting bagimu?Roni mendekatkan wajah nya dan hingga hidung mereka bersentuhan."Jawab Sefi"napas mereka seakan menyatu membuat hati kedua nya semakin berdebar.


"Kak..Aku--"ucapan Sefi terputus karena Roni dengan cepat langsung melahap bibir itu dengan lembut.Kedua mata mereka masing-masing terpejam,menandakan jika mereka saling merindukan.Satu tangan kekar itu mengusap pinggang Sefi dan menarik nya agar lebih mendekat sementara tangan kanannya menahan kepala Sefi agar tidak menghindar.Ciuman itu semakin dalam dan semakin dalam,melepas hasrat yang terpendam selama ini.


Udah lah..Masih siang author gak fokus nih😃.

__ADS_1


Terima kasih.


Kasih like sama komen yah...tengkyuuuuu sekepon cabe...mumpung cabe masih mehong😃.


__ADS_2