Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Kejutan besar.


__ADS_3

Happy reading❤❤


Suara nyaring ponsel di dalam saku celana membuat pemuda itu terbangun dari tidurnya.Kesadarannya belum sepenuhnya bahkan matanya masih terpejam.


"Hallo"sahutnya dengan suara serak khas seorang yang baru saja bangun.


"Kamu dimana,cepatlah bersiap! Pernikahanmu sebentar lagi akan di mulai"Suara pria tua yang amat ia kenal terdengar sangat tegas.Roni melihat jam di tangannya sudah menunjukkan angka sembilan tiga puluh.Artinya setengah jam lagi ia akan menikah dengan Lidya.


"Sial ! Aku kesiangan"gumam Roni.


"Sebentar lagi aku akan sampai pah !"ujar Roni sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


"Seharusnya kamu pulang ke rumah"omel Wanda pada putranya itu."Ya sudah lah,kamu cepat ke rumah.Keluarga pengantin wanita nya sudah menunggu kita di Hotel xxx karena sebentar lagi kamu akan menikah"ucap Wanda kemudian mengakhiri panggilannya tanpa mendengar jawaban Roni.


"Berat rasanya untuk memulai semua ini,akan jadi seperti apa kelak pernikahan tanpa cinta"Roni kembali merebahkan tubuhnya di ranjang empuk itu sembari menatap langit-langit kamarnya.


"Apa semua sudah siap"di dalam kediaman Alexander tampak keluarga itu tengah sibuk mempersiapkan diri.


"Kita dari tadi sudah siap pah,tapi kenapa Roni belum juga datang? Dia harus mengganti pakaiannya juga! Apa papa sudah menghubunginya"Dengan gelisah Widia menanti kedatangan putra nya itu.


"Mah,duduklah dengan tenang. Papa tadi sudah menghubungi kak Roni,mungkin sebentar lagi dia akan datang"Brian mencoba menenangkan hati mama nya itu.


"Mama sudah pernah bilang kan pah! Jangan memaksanya untuk menikah dengan wanita itu"ungkit Widia sembari menatap suaminya dengan kesal.


"Mah,jangan mulai deh"ujar Wanda ikut kesal mendengar ucapan istrinya itu.


"Papa sih gak mau dengerin ucapan mama,jadinya seperti inikan ! Lihat ini sudah jam berapa?omel Widia lagi.


Tit tit tit.


Suara klakson mobil di luar membuat Widia langsung berlari keluar menghampiri Roni sembari menyuruh suaminya itu untuk memperbaiki raut wajahnya yang kusut.


"Pah,senyumnya di lebarkan jangan sampai putra mu itu melihat wajah papa kusut begitu"seru Lidya.


"Apa? Kalian juga ingin mengatakan kalau wajah papa kusut? begitu?"Wanda semakin kesal saat Brian dan Tia tersenyum padanya.Dengan percaya diri Wanda berdiri tegak sembari merapikan jas nya.

__ADS_1


"Brian bantu dia untuk bersiap,papa tunggu sepuluh menit"ujar Wanda begitu melihat Roni masuk ke dalam rumah dan di gandeng oleh Widia.Tanpa tersenyum seperti yang sudah di intruksi kan oleh istrinya itu membuat Widia membuang nafas kasar saat melihat tidak ada perubahan di wajah Wanda.


"Kenapa papa yang jadi tidak sabaran? Sepuluh menit mana cukup,Roni bahkan belum mandi"ujar Roni.


"Papa tidak peduli"ucap Wanda tegas."Kamu habis minum apa? Mengapa bau mu bau sekali? Apa kamu tidak mandi tadi malam? Baju mu saja tidak kamu ganti !"ujar Wanda lagi.


"Hanya sedikit pah ! untuk menghilangkan pikiran saja"ucap Roni seraya menghirup pakaian yang di pakainya itu.Wanda menggeleng saat melihat keadaan putra nya itu.


"Apa pernikahan ini membebaninya? Atau dia lagi ada masalah? Ya sudah lah bukan kah dia yang sudah menghamili Lidya,dia tidak boleh lari dari tanggung jawab"batin Wanda.


Setelah Roni masuk ke kamarnya untuk mempersiapkan diri dan di bantu oleh Brian.Wanda juga istrinya itu memilih menunggu nya di dalam mobil.


"Lihat mah,Mahendra sudah tidak sabaran menunggu kita sejak tadi.Dia sudah menelpon papa sejak tadi"ujar Wanda begitu melihat panggilan tidak terjawab dari calon besannya itu.


"Telpon balik saja pah! katakan kalau kita datang terlambat"usul Widia.


Wanda pun setuju dan menelpon kembali Mahendra.


"Maaf, Aku sudah menghubungimu sejak tadi.Lidya putriku sudah melarikan diri dengan orang lain.Sepertinya pernikahan ini kita tunda dulu dan kami harus mencari Lidya secepatnya"ujar Mahendra.


"Apa maksudmu? Apa kau ingin mempermainkan kami?"Wanda menahan rasa terkejutnya.


"Dengar kan baik-baik.Aku Wanda Alexander juga putra ku Roni Abdulla Alexander kami punya harga diri.Jika hari ini batal maka kami tidak akan memberikan kesempatan ke dua."ujar Wanda dengan tegas seraya memutuskan panggilannya dengan Mahendra.


"Sial ! Mengapa jadi seperti ini ? Awas kamu Lidya kalau sampai aku menemukanmu,habis lah kau!"ucap Mahendra sembari menghempaskan seluruh barang yang ada di depannya.


"Pah, apa yang terjadi?"tanya Widia khawatir.


"Si berengsek itu mencoba mempermainkan keluarga ku,waktu itu dia dengan beraninya mencoba mengancam akan mempermalukan keluarga ini namun aku berusaha untuk diam karena aku mengira jika putra ku memang benar sudah menodai putrinya,tapi sekarang aku yakin bukan putraku yang melakukannya."ujar Wanda masih menggemgam ponselnya.


"Apa maksud nya pah? Jadi benar bukan Roni yang harus bertanggung jawab atas kehamilan Lidya?"tanya Widia dengan antusias.Widia memang yakin putranya tidak seperti yang sudah di katakan oleh Mahendra waktu itu.


"Iyah"ujar Wanda menggangguk."Pernikahan ini batal karena Lidya melarikan diri"ucap Wanda.


"Aah..Syukurlah pah"ucap Widia merasa legah membuat Wanda menatapnya dengan tajam."Maksud mama, mama itu kasihan sama Lidya jika Mahendra menemukannya.Papa tahu sendiri bagaimana Mahendra,dia tidak akan mengampuni Lidya"ujar Widia lagi.

__ADS_1


"Ayo kita kembali masuk kerumah,mama sudah gerah mau ganti baju"ajak Widia seraya membuka pintu mobil dengan senyum lebarnya.


Wanda mengikuti istrinya itu dari belakang sembari menggelengkan kepalanya.


"Istriku memang unik,anaknya gagal menikah dia malah senang"batin Wanda.


"Mama kami sudah siap"ujar Tia di saat berpapasan di depan pintu.


"Sayang,mama senang sekali hari ini"seru Widia seraya menarik tangan Tia menantu nya itu untuk berputar dan menari layaknya penari balet.


"Mama kenapa?"Tia bingung dengan tingkah mertuanya itu.


"Kabar gembira"ucapnya seraya menghentikan gerakannya dan melepas tangan Tia di saat Widia melihat Roni menghampirinya.


"Sayang,mama benar kamu tidak salah.Mama itu pintar menilai perilaku anak-anaknya.Papa kamu saja yang tidak percaya"ujar Widia sembari memeluk Roni.


"Mama kenapa?"tanya Brian.


"Kamu juga kakak kamu ini adalah anak mama yang paling baik dan penurut"ujar Widia.


"Iyah semua juga tahu itu.Tapi mama kenapa sekarang senyum bahagia gitu"ucap Brian.


"Jadi kita berangkat sekarang"ucap Roni yang memang sudah gelisah sejak tadi.


"Mau berangkat kemana? Pernikahannya sudah batal"ucap Widia seraya melepaskan pelukannya dan duduk di kursi dengan santai.


"Mama jangan bercanda"ujar Brian ikut duduk di samping mama Widia.


"Lidya kabur sama orang lain dan Mahendra sekarang sedang mencarinya"ujar Widia santai.


"Kabur?"tanya Brian dan Tia juga Roni dengan serentak.


"Sudah ! Mama mau ganti baju dulu"ujar Widia meninggalkan mereka yang masih terkejut.


"Pah ! Apa maksud mama"ketiga orang itu kembali menatap Wanda yang sejak tadi hanya diam berdiri.

__ADS_1


"Apa ? Lidya kabur dan pernikahannya batal"ujar Wanda lagi seraya berjalan cepat mengikuti Widia masuk ke kamar mereka.


Terima kasih.


__ADS_2