Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 74


__ADS_3

Di kediaman Roni Abdullah,Widya dan menantu nya Tia tampak sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan pesta pernikahan Roni dan Sefia.Rumah mewah itu kini berubah seperti istana kerajaan dalam dongeng yang di penuhi oleh ornamen kupu-kupu dan bunga.


Widya sengaja memilih nuansa taman negri dongeng,dengan banyak pernak-pernik dari kupu-kupu dan bunga agar sesuai dengan kepribadian sang pengantin wanita.


Sementara Roni tengah bermain dengan kedua keponakannya,Bastian dan Cristian.Mereka tampak bahagia,melepas rindu yang sudah beberapa bulan tidak bertemu.Roni sudah jarang bertemu mereka sejak beberapa bulan terakhir,karena selalu sibuk dengan pekerjaan dan percintaan nya.


"Papa,kenapa rumah nya di hias dengan kupu-kupu sama banyak bunga"tanya Bastian saat mereka selesai bermain dan kini merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur.


"Begitulah cara kita menyambut seorang wanita masuk dalam keluarga baru kita"jawab Roni sambil mengelus rambut Cristian.


"Papa,tapi Cian ngak suka sama kupu-kupu"Cristian ikut protes.


"Kenapa? Apa mereka terlihat tidak menarik"Roni memilih duduk melihat kedua keponakannya itu.Cristian mengangguk tanda tidak menyukai dekorasi pesta pernikahan itu.


"Menyambut wanita? Apa itu dedek perempuan kami?"tanya Bastian dengan antusias.


"Bukan"sahut Roni dengan cepat,pasalnya dia tahu arah pembicaraan bocah kecil itu.


"Lalu,apa? Menyambut wanita untuk siapa?"tanya Bastian lagi.


"Buat papa dong"Roni menunjuk diri nya sendiri."Kalian akan punya mama,namanya mama Sefia"ujar Roni lagi.Kedua bocah itu diam tidak berkata sepatah pun seolah tidak mengerti maksud perkataan papa Roni.


"Begini,papa akan menikah sama aunty Sefia"ucap Roni kemudian menatap kedua keponakannya sesaat,"Bagaimana cara menjelaskannya" batin Roni sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Pasalnya kedua keponakannya itu diam mencerna ucapannya dan menunggu Roni mengatakannya lagi.Roni kemudian melanjutkan ucapannya lagi,"Setelah papa menikah,kalian akan punya adik perempuan.Dan yang bisa memberikan kalian adik perempuan adalah aunty Sefia,begitu ceritanya.Hehehe"Roni terkekeh geli karena tidak bisa menjelaskan dengan bahasa yang sederhana.


"Cian mengelti"ucap Cristian dengan cepat,kemudian turun dari tempat tidur.


"Papa,Cian mau tidul ke kamal mommy "ucap Cristian setelah mengecup pipi Roni.Cristian berlari keluar dari kamar Roni.

__ADS_1


"Kamu bagaimana,apa sudah mengerti?"tanya Roni pada Bastian yang masih betah di sampingnya.


"Bastian belum mengerti,tapi Bastian mau tanya daddy saja"Bastian juga beranjak dari tempat tidur dan pergi menemui daddy nya di kamar.


Roni merebahkan kembali tubuh nya saat kedua keponakannya pergi menemui Mommy mereka.Besok adalah hari pernikahan Roni dan Sefi,malam ini Roni memilih untuk tidur yang cukup.


Jam di dinding berdetak dengan cepat,tepat pukul dua dini hari,suara ponselnya berdering untuk kesekian kalinya.Roni bangun sambil menyalakan lampu,melihat siapa yang malam hari begini mengganggu tidurnya.Nomor telepon rumah yang sangat di kenalnya,Roni langsung menjawab sambil beranjak dari tempat tidurnya.


"Hallo"jawab Roni seraya melihat jam di dinding.


"Hallo"jawab Roni lagi karena tidak mendengar dengan jelas,suara di sebrang sangat kecil sekali.


"Apa? Apa yang terjadi Bi.Tunggu aku disana,aku akan segera datang.Tetaplah di tempatmu"ucap Roni setelah mendengar perkataan dari yang menelponnya.


Roni langsung berlari keluar dari kamarnya sambil menyambar kunci mobilnya dari meja.


"Semoga tidak terjadi apapun.Aku harus cepat"ucap Roni.


"Tia,aku pergi sebentar.Jika aku pulang lama,tolong beritahu Brian dan papa"ucap Roni dengan tergesa-gesa.


"Tunggu,ada apa Kak?"seru Tia saat Roni sudah sedikit menjauh.


"Aku akan memberitahu jika aku sudah sampai disana"sahut Roni.


Tia berjalan menuju pintu utama dan menutup nya kembali setelah mobil Roni sudah keluar dari gerbang.


"Sudah larut malam,kenapa kak Roni keluar.Padahal besok dia akan menikah,apa yang sedang terjadi"Tia berjalan menuju kamar mereka sambil berpikir dan memegang botol susu Cristian.

__ADS_1


Beberapa menit yang lalu,seorang pekerja di rumah Sefi menghubungi Roni.Memberitahu jika ada beberapa orang pria masuk ke dalam rumah itu.


"Tuan,ada beberapa pria masuk ke dalam rumah. Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan karena lampu di rumah ini mati semua"ucap bi Leni.Bi Leni sempat melihat beberapa pria masuk ke dalam kamar Sefi saat bi Leni baru saja keluar dari kamar nya dan ingin mencari lilin.


"Siapa mereka,apa yang mereka lakukan disana?"ucap Roni sambil melajukan mobilnya.


Sementara itu,di rumah, Sefi tampak sedang di gendong keluar dari kamar seperti karung beras oleh seorang pria,Sefi terlihat tidak sadarkan diri karena salah satu pria itu lebih dulu mengbekap mulut Sefi dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius dan beberapa pria lain nya juga menarik tangan Lina dan nenek Salma.Mereka ingin di bawa menuju mobil yang di parkir di halaman rumah.


Teriakan mama Lina dan nenek Salma sontak membangunkan para pekerja nya.Namun dengan cepat para pria itu langsung menangkap dan mengikat pekerja itu satu-persatu.Hanya tersisa bi Leni seorang yang kebetulan langsung bersembunyi dan tidak terlihat pria itu.


Empat mobil sudah di parkir di halaman,semua bekerja dengan baik dan rapi.Ada dua pria yang sedang berjaga di luar,sementara enam pria lainnya masih berusaha membawa Sefi serta mama Lina dan nenek Salma.Dan dua pria lainnya juga sedang membawa Reno juga Lidya dengan cara menggendong mereka karena Reno dan Lidya juga sudah pingsan.


Mereka di masukkan dalam mobil yang berbeda,dengan cepat mereka meninggalkan rumah itu tanpa ada perlawanan dari sang penghuni rumah.


"Mengapa gelap sekali"mobil Roni sudah memasuki gerbang rumah Sefi dan jantung nya semakin berdegup kencang saat melihat rumah itu masih gelap seperti yang di katakan bi Leni.


Roni langsung keluar dari mobil nya begitu melihat gerbang juga tidak terkunci dan pak satpam yang berjaga tidak juga terlihat.


"Sefi..Sefia"teriak Roni dengan suara lantang begitu masuk ke dalam rumah yang tidak terkunci.


"Mama..Nenek..?"teriaknya lagi sembari menyalakan lampu senter dari ponselnya.Tidak ada jawaban,Roni semakin panik.Tujuan utama nya adalah menghidupkan kembali lampu rumah.Roni berjalan mencari tombol lampu di dinding dan menekannya.Kembali terang,Roni melihat rumah itu masih terlihat rapi hanya ada beberapa pas bunga yang pecah karena terjatuh.


"Sefia ?"teriaknya lagi sambil mencari di setiap kamar dan sudut ruangan.


"Tuan,kami di sini"jawab bi Leni saat mendengar suara dari teriakan Roni.


"Kami di bawah tempat tidur"sahut bi Leni lagi.

__ADS_1


"Bi Leni... Sintia... Lili ?"pekik Roni saat melihat mereka bertiga bersembunyi di bawah tempat tidur.


Ya,begitu melihat pria itu juga membawa Reno dan Lidya.Bi Leni langsung berlari ke kamar anak mereka karena Sintia dan Lili tidur terpisah dari orang tuanya.Bi Leni langsung membawa Sintia dan Lili bersembunyi di bawah tempat tidur sambil menyuruh anak kecil itu menutup mulut masing-masing.


__ADS_2