Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 71


__ADS_3

Jodi Anggara tampak marah saat mengetahui perusahaan nya sudah di titik terendah,apa lagi yang ingin di gadaikannya saat hutangnya di kasino tempatnya berjudi kini sudah datanyg menagihnya.Perpikir dan mencari jalan keluar,Jodi mengacak seluruh isi dalam lemari,mencari surat berhaga dan perhiasan milik istrinya mama Lina.


Tidak peduli jika seluruh isi kamar sudah berantakan bagaikan kapal pecah.Namun Jodi akhirnya menyerah saat tidak menemukan apapun dari kamar itu.


"Lina,kemana kau menyimpan semua perhiasan mu juga surat rumah ini"Jodi meremas rambut nya yang sudah mulai tumbuh rambut putih itu dengan kasar.Duduk bersandar di depan pintu lemari sambil meluruskan kakinya,kembali memeriksa tumpukan kertas yang sudah berserak itu.Membacanya satu persatu,memilah dan membaginya pada empat tempat.


"Ijasah Sefia dan Reno,buku nikah,surat perhiasan.Hm,masih ada suratnya.Tapi dimana perhiasannya"ucap Jodi pada diri sendiri.


Jodi meninggalkan tumpukan kertas itu begitu saja,Jodi melanjutkan pencarian di setiap kamar dan lemari di rumah itu.


"Sial,apa aku harus bertanya langsung pada Lina"ucap Jodi sambil menutup pintu lemari dengan kasar.


Ponsel berdering di dalam saku celana nya.Jodi langsung membanting ponselnya begitu melihat layar ponselnya nama seorang wanita.


"Dasar wanita sialan? Awas saja kamu,jika sampai ku temukan. Bersiaplah untuk ku habisi"ucap Jodi dengan marah.


Ya,wanita itu adalah istri kedua dari Jodi Anggara yang membawa kabur seluruh uang simpanan nya dari dalam lemari khusus.Wanita itu melarikan diri setelah mendapatkan apa yang sudah menjadi miliknya. Sebenarnya semua itu adalah salahnya Jodi sendiri yang menjanjikan semua harta kekayaannya akan menjadi milik wanita itu jika mereka sudah menikah,namun hingga beberapa lama Jodi tidak memberikan apapun pada wanita itu,karena hidupnya yang serakah.Tidak ingin siapapun bisa menikmati kekayaannya termasuk istri,anak dan keluarganya.


Kring...kring.


Ponselnya berdering lagi.Jodi memungutnya kembali dan terpaksa menjawab panggilan itu.


"Hei bodoh,apa kau pikir kau bisa lepas dariku,hah?" kau kira aku tidak bisa menemukanmu,kau salah besar.Kau akan ku dapatkan mu lagi bersama dengan semua uang ku yang kau bawa pergi"ujar Jodi pada wanita itu.


"Hahaha,kau yang bodoh. Apa kau pikir semudah itu untuk menemukanku? Dasar pria tidak tahu diri. Dan aku sangat beruntung bisa lepas darimu,ikatan yang tidak masuk akal itu!"ucap wanita itu.


"Dengar baik-baik tuan Jodi Anggara. Uang yang ku bawa masih kurang banyak,dan aku menunggu kiriman darimu secepatnya. Hanya uang segitu mungkin tidak akan berarti untukmu.Jadi secepatnya kirim aku uang lebih banyak lagi. Aku memberimu jangka waktu dua hari"ujar wanita itu lagi.


"Hanya dua hari,ingat itu"ulang wanita itu lagi.

__ADS_1


"Jangan kau pikir,aku akan menurutimu"ucap Jodi sambil membanting ponselnya hingga hancur.


"Hahaha,aku bahagia saat ini.Rencana ku berhasil"wanita itu tertawa dengan senang.


Jodi melampiaskan kemarahannya pada dinding kamarnya,membanting pintu kamar sampai pecah.Setelah merasa puas melampiaskan kemarahannya,Jodi akhirnya memilih pergi mencari sesuatu.Menyambar kunci mobil yang terletak di meja dan berjalan cepat menuju mobilnya di parkir.


Namun baru ingin membuka pintu mobilnya,beberapa pria berbaju safari hitam datang menghampiri nya.


"Tuan Jodi Anggara?"tanya pria itu.


"Benar,siapa kalian dan mau apa?"tanya Jodi dengan sedikit gemetar.


"Kami di tugaskan untuk membawa anda pada tuan kami"ujar pria itu.


"Tuan kalian?"tanya Jodi,tangannya kembali gemetar.Apa mungkin mereka adalah suruhan dari wanita itu,pikirnya.


"Siapa tuan kalian"


"Tidak,kalian tidak bisa membawa ku"


"Dengar,aku akan berteriak sekarang juga"ancam Jodi,namun pria itu tetap menariknya dengan paksa dan mendorongnya hingga masuk ke dalam mobil.


"Hei,kalian apa kalian tidak mengenal ku. Aku tidak akan tinggal diam,aku akan memberi kalian pelajaran"teriak Jodi.


"Lajukan mobilnya"ucap salah seorang dari pria itu.Mereka lebih memilih mengabaikan teriakan Jodi.Menutup telinga masing-masing dan berharap tuan nya akan senang dengan hasil kerja keras mereka hari ini.


"Hei,kau pria jelek,apa kau sudah tuli ? Cepat keluarkan aku dari mobil ini"ujar Jodi.


"Tuan,tenanglah. Kami tidak akan menyakiti anda jika saja anda bisa tenang sebentar saja."Pria itu menoleh ke belakang sesaat.

__ADS_1


"Katakan saja siapa tuan mu. Aku akan tenang jika kalian mengatakannya"ucap Jodi.


"Apa anda mengenal tuan Aliando? Anak seorang pengusaha terkenal itu?"ucap pria itu.


"Cih,anak ingusan itu."Jodi berdecih saat mengetahui siapa yang menyuruh menculiknya.


"Jaga ucapan anda tuan.Tuan Aliando akan marah jika anda meremehkannya"pria itu memperingatkannya.


"Dia tidak akan tahu"ucap Jodi asal.


"Tuan kami tidak membeli mobil sembarangan.Dia sudah memasang beberapa kamera tersembunyi di berbagai sudut mobil ini"ucap pria itu.


"Benarkah"sekejap wajah Jodi langsung berubah,takut jika sampai Aliando benar-benar memasang kamera di mobil itu.


Jodi sangat mengenal pria yang di sebutnya sebagai anak ingusan itu.Aliando adalah salah satu pria yang suka mencari masalah di kasino tempat mereka bermain judi.Pria licik yang tidak mau di kalahkan oleh siapapun.


Tidak terasa mobil mereka sudah memasuki rumah mewah milik Aliando.Masih melewati pekarangan saja,rumah itu sudah terkesan sangat mewah,apa lagi jika sudah masuk ke dalam dan melihat langsung.Mata Jodi tidak berkedip saat melihat rumah mewah milik Aliando.Pikirannya kini sudah membayangkan bagaimana jika rumah itu menjadi miliknya seutuhnya.


"Bagaimana mungkin pria ingusan itu bisa memiliki rumah sebesar ini"


"Jika aku menjodohkan Sefi dengan pria ingusan itu,aku yakin aku bisa memiliki semua ini"gumam Jodi pelan.


"Tuan,silahkan turun"pria itu membuka pintu mobil dengan lebar.


Jodi turun dengan pelan,pandangannya tidak lepas dari rumah mewah itu.Jodi berjalan mengikuti pria itu.Masuk ke dalam dengan kagum,Jodi semakin kagum saat melihat banyak pelayan sedang menunduk menyambutnya.


Jodi semakin membayangkan hidup dengan mewah di rumah itu.


"Wah,wah,wah. Ternyata calon mertua ku sudah datang. Selamat datang di istana ku"sambut Aliando dengan membentangkan tangannya.

__ADS_1


"Calon mertua?"tanya Jodi,mengulang ucapan Aliando seakan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.


"Benar. Hah iya aku tidak suka berbasa-basi. Aku suka bicara langsung pada inti nya"ujar Aliando sambil mengangkat kedua kakinya di meja.Duduk dengan santai sembari menyalakan sebuah rokok.


__ADS_2