Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 63


__ADS_3

Happy reading.


Hari ini sepulang dari rumah Reno,Sefi memilih beristirahat saja di rumah.Karena mereka sampai sudah pukul dua siang,tidak mungkin lagi untuk kerja ke kantor.Kondisi tubuhnya sudah lemas karena sudah beberapa jam duduk di dalam mobil.Sehingga membuat Sefi menolak ajakan Roni untuk ikut ke kantor.


Roni beristirahat di rumah pribadinya setelah mengantar Sefi terlebih dahulu.Banyak rencana yang akan di selesaikan Roni perihal hari pernikahannya yang seminggu lagi akan di adakan.Bukan hanya itu saja,Roni harus mendepak seseorang dari kantornya karena dia yakin si pembuat onar itu sekarang sedang menyusun sebuah drama lagi.


Untuk kali ini,Roni tidak ingin mendengar apapun lagi dari wanita itu.


Ponselnya berdering.


Roni mengalihkan pandangannya pada benda pipih itu.Mengambilnya dari atas meja kerjanya.Senyumnya mengembang saat melihat nama siapa yang tertera di layar ponselnya.Mengusap layar ke atas dan muncul lah wajah yang sudah beberapa minggu ini tidak di hubunginya,karena sibuk bekerja.


"Hallo sayangku"jawab Roni sambil tersenyum.Mungkin merasa bersalah karena sudah tidak memberinya kabar.


"Papa,nenek mau bicara"ujar Bastian langsung pada intinya.Wajah di layar sudah berganti dengan cepat karena Bastian langsung memberikan ponsel itu pada neneknya.


"Dasar anak nakal,kau sama saja seperti Brian.Kalian mau menikah seenaknya saja,coba pikirkan dalam waktu seminggu apa bisa mama menyiapkan segalanya.Dulu Brian beri mama waktu dua hari,sekarang kamu satu minggu?"omel Widya.


"Mama,bicaranya pelan-pelan saja.Jangan di gas nanti rem nya blong,gimana?"ujar Roni menenangkan.


"Maksudmu apa,mama ngak ngerti"ucap Widya.


"Apa kabar mama ku sayang?"tanya Roni dengan lembut.


"Mama tidak baik-baik saja.Mama terkejut saat Brian bilang kalau kamu mau nikah sama Sefi."Mata Widya berkaca-kaca karena bahagia.


"Apa Mama bahagia dengan kabar baik ini?"tanya Roni dengan serius.


"Tentu saja.Tapi mama kesal sama kamu,apa kamu tidak menganggap mama ini sebagai mama kamu lagi.Mama merasa seperti orang lain saja,mendengar rencana pernikahanmu dari Brian bukannya dari kamu sendiri"ujar Widya sedikit sedih.

__ADS_1


"Mama jangan bicara seperti itu.Mama adalah wanita pertama yang sangat Roni sayangi"ucap Roni.


"Ma,sebentar lagi Roni akan menikah.Tapi ada sesuatu yang perlu mama ketahui!"ujar Roni.


"Apa kau ada masalah sekarang.Katakan mama akan membantumu"ujar Widya.


"Sebelum aku menikah,aku ingin membawa calon istriku untuk berkunjung ke makam kedua orang tua kandung ku.Tapi aku ragu untuk membawanya kesana, karena membutuhkan waktu dalam perjalanan.Dan aku juga ingin minta maaf sama Mama."Roni tampak memperhatikan raut wajah mama Widya.


"Apa kamu sudah yakin? Maksud mama,jika kalian ingin pergi mengunjungi makam kedua orang tuamu,lebih baik di tunda dulu,karena--"Widya terdiam memberi jeda ucapannya."Mama hanya tidak ingin melihatmu terpuruk lagi"lanjut Widya.


Bukan ingin melarang Roni untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya,tapi Widya sangat khawatir jika Roni akan terpuruk setelah pulang dari makam itu.Apalagi jika membiarkan hanya mereka berdua saja yang pergi,bagaimana jika Sefi tidak mampu untuk menenangkan Roni atau bagaimana jika Sefi melihat sisi lain dari kehidupan Roni selama ini.


"Sayang,mama mohon ajak Sefi berjiarah setelah kalian sudah menikah saja yah"bujuk Widya.


"Mama akan memaafkanmu jika kamu mendengar ucapan Mama"ujar Widya.


Pembicaraan mereka berakhir setelah banyak nasehat yang di berikan Widya pada Roni.Ya,kasih sayang Widya pada anak angkatnya itu sama adil seperti Widya menyayangi Brian anak kandungnya sendiri.


Disisi lain.


Menangis merenungi nasibnya sendiri,Vani sudah pulang ke Apartment nya setelah kejadiaan di hotel tadi malam.Duduk bersandar di dalam kamar mandi dan membiarkan tubuhnya basah di guyur air.Menangis sambil mengusap seluruh tubuhnya.Menatap pantulan dirinya di cermin,kondisinya yang terpuruk membuatnya semakin menangis dan menyesali perbuatannya.Vani ingin menghapus ingatannya tentang kejadian itu,namun selalu berputar di ingatannya.


"Hei kau,berhentilah menangis.Aku hanya menyentuhmu dan pastinya kau juga menikmatinya tadi malam.Kau yang terlebih dahulu yang menggodaku"ujar pria itu.


"Diam kau,kau memang pria brengsek"umpat Vani.


"Dengar,aku sudah mengambil banyak foto tentang kita ketika bermain tadi malam.Dan ada juga fotomu yang tengah bergoyang di atasku.Ah,bagaimana jadinya jika aku mengirim foto itu pada pria pujaanmu.Hahaha... Aku sangat senang bisa kerjasama dengan wanita sepertimu"ujar pria itu.Tawanya menggema di dalam kamar hotel itu.


"Dengar,jika kau bertingkah dan tidak mau menuruti perintahku.Maka kau sendiri akan tahu akibatnya."Mendekatkan wajahnya pada punggung Vani yang tertutup selimut.Menciumnya sesaat kemudian membukanya perlahan.

__ADS_1


"Apa kau mau mengulangnya lagi"ujar pria itu.


"Singkirkan tanganmu dariku brengsek"ujar Vani.Menarik kembali selimutnya hingga membuat pria itu kembali tertawa.


Hahaha...


"Kau lihat juniorku ini,dia bahkan ingin memakanmu saat ini juga.Bagaimana jika kita mengulangnya lagi."Meringgai dengan senyum tipis.


"Baiklah,jika kau tidak ingin mengulangnya.Tapi ingat, aku menunggu kau malam ini untuk membawa Sefia padaku.Jika kau tidak datang--"pria itu menjeda ucapannya,kemudian menarik Vani dalam pelukannya."Aku akan membuat fotomu menyebar jelas di setiap sosial media.Hahaha !"pria itu tertawa melihat kepanikan dari raut wajah Vani.


Sudah beberapa jam dirinya mengurung diri di kamar mandi,hingga membuatnya kedinginan.


"Aku tidak akan membiarkan diriku sendiri yang rusak.Aku harus membawa dia juga,agar di tahu bagaimana rasanya hancur tidak di hargai."Menggemgam erat pakaiannya,bicara pada diri sendiri.


Vani bangkit dan keluar dari tempat itu,kemudian mengganti pakaiaannya.


Vani berangkat ke kantor hanya untuk menemui Sefi,namun sayangnya orang yang ingin dia temui tidak datang ke kantor,bahkan dari kabar yang ia dengar Roni dan Sefi sama -sama tidak datang hari ini.


"Bagaimana ini,apa yang harus aku lakukan? Apa aku ke rumah nya saja,tapi aku lupa dimana alamatnya"ucap Vani.Rasa khawatirnya muncul lagi saat mengingat ucapan pria itu.


"Apa aku harus bertanya pada Dini,ah tidak.Nanti dia curiga"ucapnya lagi,berjalan mondar-mandir seperti setrika.


Meraih ponselnya kemudian menghubungi seseorang.


"Hallo,"ucap Vani.


"Apa Kak Roni sedang di rumah? Ada berkas yang penting dan harus segera di tanda tangani sekarang juga"ujar Vani.Tidak kehabisan akal,Vani berusaha mencari tahu.Apakah saat ini Sefi juga bersama Roni saat ini.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2