Sefia Cinta Mati Ku

Sefia Cinta Mati Ku
Bab 83


__ADS_3

Sementara itu,Aliando tampak berjalan dengan santai,senyum nya mengembang saat membayangkan akan bertemu dengan wanita impian nya.Bersenandung kecil,tangannya menekan tombol Liff menuju lantai atas.Dua anak buahnya bergedik ngeri saat melihat tuan nya tersenyum,karena menurut mereka Aliando sosok yang dingin dan jarang tersenyum. Aliando akan tersenyum saat ada sesuatu yang membuatnya merasa paling beruntung di dunia ini.Apa yang akan pria gila ini lakukan,pikir mereka berdua.


"Kau,apa yang kau lakukan di sini?"Sefi menutup tubuhnya kembali saat ingin membuka pakaian nya,Sefi ingin mandi,namun tiba-tiba wanita itu masuk kedalam kamar mandi juga,hingga membuat Sefi terkejut.


"Pelankan suara mu,dan pakai kembali baju mu"ujar wanita itu.


"Dasar gila,kau bisa mandi setelah aku selesai"gerutu Sefi sambil memakai baju nya.


"Dengar,kita tidak bisa bicara dengan bebas di ruangan lain selain kamar mandi ini,karena hanya kamar mandi ini tidak di pasang kamera cctv.Jadi sekarang kita harus merencanakan untuk melarikan diri"ucap wanita itu dengan pelan,meskipun mereka sudah di dalam kamar mandi.


"Maksudmu,itu sebabnya sejak tadi kau selalu memaksa ku untuk mandi?"tanya Sefi.


"Benar,kau saja lambat mencerna ucapanku"ucap wanita itu.


"Jadi begini"mereka berdua tampak serius berbicara hingga suara seorang pria memanggil nama Sefi dengan suara yang sangat lembut.


"Sefia ku..Fia sayang. Kamu dimana?"suara Aliando memanggil Sefi.


"Bersiaplah,biar aku yang keluar terlebih dahulu"ucap wanita itu.


"Kau,dimana wanita ku"tanya Aliando saat melihat wanita yang tak di inginkannya keluar dari kamar mandi.


"Dia sakit perut,jadi aku memberikannya air hangat"ternyata wanita itu sudah mempersiapkannya.


"Awas,biar aku periksa"Aliando ingin masuk ke kamar mandi namun di cegah oleh wanita itu.


"Jangan,kau tidak boleh masuk. Bagaimana jika dia malu saat melihatmu. Dia sedang buang air besar"ucap wanita itu.


"Yah,kau benar"


"Jika kau peduli padanya,siapkan pakaiannya di kamar. Karena tadi dia tidak membawa pakaian ganti"ujar wanita itu lagi.


"Kenapa tidak kau saja yang menyiapkannya?"ujar Aliando.


"Astaga"wanita itu menepuk keningnya."Bukankah kau ingin mendapatkan cinta nya,berikanlah dia perhatian walaupun hanya menyiapkan pakaian nya"ujarnya lagi.


"Ayolah jangan banyak berpikir" batin wanita berambut pendek itu.

__ADS_1


Aliando tampak berpikir"Baiklah kalau begitu"Aliando masuk ke dalam kamar dan membuka lemari,memilah pakaian yang memang di siapkannya sebelumnya di kamar itu.Aliando tersenyum senang saat membayangkan Sefia akan memakai pakaian yang di pilihnya.


"Aku yakin Fia ku akan sama persis seperti Barbie Marifosa"Aliando mendekap pakaian yang akan di kenakan Sefia.Aliando sangat menyukai salah satu pemeran utama dalam flim animasi kesukaannya itu.Flim yang selalu di tontonnya di saat sedang galau.Itulah sebab nya Aliando sering di sebut sebagai'Pria berkepribadian ganda'.


Namun tanpa di sadari,wanita itu tampak berjalan dengan pelan sambil mengunci kamar itu dengan pelan dan Aliando tidak mengetahui hal itu.Aliando fokus hanya membayangkan Sefia akan sama persis seperti wanita impiannya.


"Ayo keluarlah"Sefia dan wanita itu berlari keluar,kemudian memanggil para anak buah Aliando,sesuai dengan rencana mereka.


"Hei kalian,cepat kemari.Tuan mu pingsan di dalam kamar"seru wanita itu. Ke empat pria itu tampak saling menatap.


"Kenapa diam saja,cepatlah tolong dia"Sefi ikut berbicara agar pria itu percaya.


"Kalian cepatlah berlari,mungkin saja dia terkena serangan jantung"ujar Sefi lagi.


"Ayo cepat"keempat pria itu berlari menuju kamar dan saat itu juga Sefi dan wanita itu dengan cepat berlari keluar dan langsung mengunci pintu.


"Aman,ayo cepatlah"Sefi menarik tangan wanita itu dan mereka berlari sekencang mungkin menuju Liff.


"Tuan... Tuan,apa anda di dalam?"salah seorang pria itu mengetuk pintu kamar dari luar.


"Hei,apa kau bodoh,nona tadi bilang kalau tuan pingsan di kamar. Mengapa kau mengetuk pintunya. Buka saja,bodoh"ujar salah satu anak buah Aliando.


"Apa kau menghina ku?"


"Tidak"


"Kalian mengapa jadi berdebat?"


Keempat pria itu sama-sama terdiam untuk sesaat. Kemudian dengan serentak memasuki kamar itu.


"Kalian ? Mau apa masuk ke kamar ini?"Aliando terkejut melihat anak buahnya masuk secara bersamaan ke dalam kamar.Aliando meletakkan pakaian di tangannya di atas tempat tidur dan menghampiri anak buahnya.


"Tuan,anda tidak apa-apa?"mereka serentak bertanya.


"Apa maksud kalian,aku baik-baik saja"sahut Aliando.


"Tapi nona tadi bilang kalau Tuan pingsan di dalam kamar.

__ADS_1


"Pingsan?


Astaga,apa dia menipu kita?"pria itu langsung sadar.


"Dasar bodoh,cepat kejar mereka. Jangan sampai mereka lolos begitu saja"ujar Aliando.


Mereka semua berhamburan lari ingin mengejar dua wanita itu,namun sialnya mereka kembali terkejut saat pintu di kunci dari luar.


"Tuan,mereka mengunci kita di dalam"


"Dobrak saja pintunya,bodoh"Aliando tak habis pikir,mengapa otak anak buahnya di bawah rata-rata.Oh,tidak. Mengapa anak buahnya semuanya pada bodoh,badannya saja yang besar,tapi otaknya jarang di pakai.


"Sefi,kau pergilah cari bantuan ke kantor polisi terlebih dahulu,karena jika kau sendiri yang menyelamatkan keluargamu,aku yakin mereka dengan mudah menangkap mu. Aku mendengar jika Jodi menawan keluarga mu di rumah daerah pegunungan,aku tidak tahu pasti di mana itu,tapi aku yakin kau mengetahuinya"ucap wanita itu.


"Jadi benar kalau papa yang menculik kami semua"Sefi semakin menunduk dan hatinya kini menangis.


Wanita itu mengangguk,mengiyakan ucapan Sefi.


"Tapi aku tidak punya uang untuk membayar taxi. Aku tidak memiliki apapun untuk membayarnya"Sefi menunduk dan duduk di dalam Liff.


"Pakai ini saja"wanita itu langsung melepas kedua antingnya,lalu memberikan pada tangan Sefi.


"Kau ! Tidak,aku tidak bisa menerimanya"tolak Sefi dengan halus menatap mata wanita itu untuk meyakinkan apakah kali ini,wanita itu benar-benar tulus membantunya.


"Tidak apa-apa. Anggap saja,ini adalah permintaan maafku atas kesalahan ku selama ini. Aku sungguh ingin membayar perbuatan buruk ku padamu. Aku salah sudah membuat hubungan mu dengan Roni beberapa kali terjadi kesalahpahaman.Sekarang aku sadar,ika wanita yang di cintai adalah dirimu"ujar wanita itu.


"Baiklah kalau begitu,tapi bagaimana dengan mu,kau akan membayar taxi pakai apa?ujar Sefi dengan ragu.


"Aku akan menghalangi mereka jika mengejarmu,kau pergilah secepatnya.Harus ada satu diantara kita yang harus lolos dari kejaran pria itu"ujar wanita itu.


Mereka langsung keluar dari Liff dan berlari secepat mungkin.


"Vania,terima kasih banyak,aku janji akan membalas kebaikan mu dan aku akan secepatnya menyuruh polisi untuk mencarimu"setelah berpelukan,mereka berdua berpisah di persimpangan jalan,Sefi terlihat menghentikan sebuah taxi dan masuk kedalam sementara Vania bernapas lega setelah melihat Sefi pergi.


"Semoga kau berhasil sampai ke kantor polisi"Vani langsung berlari setelah pandangannya menangkap sosok pria yang menunjuk kearahnya dan berlari mengejarnya.


"Sial,mengapa cepat sekali mereka keluar dari gedung itu,padahal aku sudah mengunci nya tadi"gumam Vani sambil berlari.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2